• [Cek Fakta] Bantuan Sosial Finansial BJB Rp5,5 Juta? Ini Faktanya

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 15/04/2021

    Berita

    Bantuan sosial finansial sebesar Rp 5.500.000.

    2 NIK untuk 1 KK

    Daftar lengkap
    https://banksulut.club/bantuan/?sulut
    Request for fact check about

    Bantuan sosial finansial sebesar Rp 5.500.000.

    2 NIK untuk 1 KK

    Daftar lengkap
    https://bankbsg.club/bantuan/?bsg
    Bantuan sosial finansial sebesar Rp 5.500.000.

    2 NIK untuk 1 KK

    Daftar lengkap
    http://bankjatim.xyz/bantuan/?jatim
    Bansos BPJS Kesehatan sebesar Rp.5.000.500

    Hasil Cek Fakta

    Dari penelusuran kami, klaim bahwa link itu terkait BJB memberikan bantuan keuangan sebesar Rp5,5 juta, tidak berdasar. Faktanya, tidak ada informasi resmi dan valid mengenai hal itu.

    Kami mengecek akun resmi BJB di media sosial. Hasilnya tidak ditemukan informasi tersebut.

    Dalam akun instagramnya, BJB meminta masyarakat untuk mewaspadai para pihak yang mengaku dari BJB. Berikut pernyataan selengkapnya:
    "HATI-HATI!
    Atas segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan bank bjb, karena segala bentuk informasi mengenai produk, promo, program, ataupun informasi lainnya seputar bank bjb akan di informasikan secara resmi pada kontak resmi yang tertera seperti pada video di atas ini.

    Jangan sampai kamu terkecoh yaa, yuk ingat-ingat kontak resmi bank bjb!," tulis BJB dalam akun instagram, 11 April 2021.

    Kesimpulan

    Klaim bahwa link itu terkait BJB memberikan bantuan keuangan sebesar Rp5,5 juta, tidak berdasar. Faktanya, tidak ada informasi resmi dan valid mengenai hal itu.

    Informasi ini masuk kategori hoaks jenis fabricated content (konten palsu). Fabricated content terbilang menjadi jenis konten palsu yang paling berbahaya. Konten ini dibentuk dengan kandungan 100% tidak bisa dipertanggung-jawabkan secara fakta. Biasanya, fabricated content berupa informasi lowongan kerja palsu dan lain-lain.

    Rujukan

    • Mafindo
    • Medcom.id
    • 2 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Gambar Jokowi Membaca Komik Doraemon

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 15/04/2021

    Berita

    Beredar di Facebook gambar Presiden Jokowi sedang membaca sebuah komik Doraemon, gambar tersebut diunggah oleh akun bernama Faisal Alam Babegah dan diposting pada grup PLANGA PLONGO.

    NARASI:
    “Gerakan gemar membaca”

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri foto tersebut adalah foto suntingan karena pada tribunnews.com ditemukan foto yang asli pada artikel dengan judul “Presiden Jokowi Berkerut saat Baca Komik jadi Viral Begini Kisahnya” yang unggah pada 26 Oktober 2016. Selain pada tribunnews gambar yang sama ditemukan pada viva.co.id dan komik yang sedang di pegang oleh Jokowi adalah komik Si Juki karya Faza Faza Meonk.

    Dengan demikian gambar Presiden Jokowi membaca komik Doraemon adalah salah. Gambar tersebut telah disunting pada bagian cover komik, komik yang sedang dibaca Jokowi adalah komik Si Juki bukan Doraemon dengan demikian hal tersebut masuk kategori konten yang dimanipulasi.

    Kesimpulan

    Gambar tersebut tidak benar. Faktanya, gambar tersebut telah disunting pada bagian cover komik dan gambar yang asli adalah Jokowi sedang membaca komik Si Juki bukan Doraemon.
    Selengkapnya pada penjelasan!

    Rujukan

    A PHP Error was encountered

    Severity: Warning

    Message: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable

    Filename: MX/Loader.php(358) : eval()'d code

    Line Number: 72

    Backtrace:

    File: /var/www/kalimasada/application/third_party/MX/Loader.php(358) : eval()'d code
    Line: 72
    Function: _error_handler

    File: /var/www/kalimasada/application/third_party/MX/Loader.php
    Line: 358
    Function: eval

    File: /var/www/kalimasada/application/third_party/MX/Loader.php
    Line: 294
    Function: _ci_load

    File: /var/www/kalimasada/application/third_party/MX/Loader.php(358) : eval()'d code
    Line: 31
    Function: view

    File: /var/www/kalimasada/application/third_party/MX/Loader.php
    Line: 358
    Function: eval

    File: /var/www/kalimasada/application/third_party/MX/Loader.php
    Line: 294
    Function: _ci_load

    File: /var/www/kalimasada/application/controllers/Home.php
    Line: 38
    Function: view

    File: /var/www/kalimasada/index.php
    Line: 315
    Function: require_once

  • [SALAH] Kadrun Merupakan Panggilan PKI untuk Umat Islam

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 15/04/2021

    Berita

    Telah beredar sebuah komentar di Twitter oleh akun @MohCipto1 yang mengatakan bahwa istilah Kadal Gurun (Kadrun) merupakan istilah PKI yang ditujukan untuk orang Islam. Komentar tersebut muncul setelah terdapat akun lain yang menanyakan apa arti dari istilah Kadrun. Akun @MohCipto1 juga mengatakan bahwa apabila seseorang hendak menjadi komunis, ia dapat menggunakan istilah Kadrun kepada orang Islam.

    Hasil Cek Fakta

    Setelah melakukan penelusuran, fakta tersebut tidak benar. Melansir dari detik.com, Sejarawan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yakni Asvi Warman Adam melalui laman Detik mengatakan bahwa istilah Kadrun baru muncul setelah Pilkada 2012 hingga Pilpres 2019, diikuti oleh kemunculan istilah Cebong dan Kampret.

    “Pada Pemilu 1955 ada persaingan yang tajam antara Masyumi dan PKI. Masyumi menuduh orang PKI itu ateis. PKI menuduh Masyumi dapat bantuan dana dari AS. Tidak ada istilah kadal gurun tersebut. Tahun 1960-an, yang ada yakni istilah Nekolim, Aksi Sepihak, Setan Desa dan Setan Kota.”, tutur Asvi.

    Sehingga dapat dikatakan bahwa istilah Kadrun belum muncul saat era PKI masih ada.

    Dengan demikian, maka komentar oleh akun Twitter @MohCipto1 tidak sesuai fakta dan masuk ke dalam kategori misleading content atau konten yang menyesatkan.

    Kesimpulan

    Pernyataan tersebut tidaklah benar. Sejarawan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui laman Detik mengatakan bahwa istilah Kadal Gurun (Kadrun) baru muncul setelah Pilkada 2012 hingga Pilpres 2019.

    Rujukan

    A PHP Error was encountered

    Severity: Warning

    Message: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable

    Filename: MX/Loader.php(358) : eval()'d code

    Line Number: 72

    Backtrace:

    File: /var/www/kalimasada/application/third_party/MX/Loader.php(358) : eval()'d code
    Line: 72
    Function: _error_handler

    File: /var/www/kalimasada/application/third_party/MX/Loader.php
    Line: 358
    Function: eval

    File: /var/www/kalimasada/application/third_party/MX/Loader.php
    Line: 294
    Function: _ci_load

    File: /var/www/kalimasada/application/third_party/MX/Loader.php(358) : eval()'d code
    Line: 31
    Function: view

    File: /var/www/kalimasada/application/third_party/MX/Loader.php
    Line: 358
    Function: eval

    File: /var/www/kalimasada/application/third_party/MX/Loader.php
    Line: 294
    Function: _ci_load

    File: /var/www/kalimasada/application/controllers/Home.php
    Line: 38
    Function: view

    File: /var/www/kalimasada/index.php
    Line: 315
    Function: require_once

  • [SALAH] Pentagon Ciptakan Mikrochip Deteksi Covid-19

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 15/04/2021

    Berita

    Beredar di media sosial postingan terkait informasi bahwa Pentagon membuat microchip untuk mendeteksi covid-19. Postingan ini ramai dibagikan sejak tengah pekan ini.

    Salah satu akun yang membagikannya bernama Rocka Philia. Dia mengunggahnya di Facebook pada 14 April 2021.

    Dalam postingannya terdapat narasi:

    Mikrochip Covid Penemuan Pentagon

    Ilmuwan Pentagon yang bekerja di dalam unit rahasia yang didirikan sejak masa perang dingin telah membuat mikrochip yang akan mendeteksi infeksi covid-19. Selain mikrochip, tim ini juga mengklaim memiliki filter revolusioner yang dapat mengeluarkan virus dari darah saat dipasang dengan mesin dialisis.

    Tim di Defence Advance Research Projects Agency (DARPA) telah bekerja selama bertahun-tahun untuk mencegah dan mengakhiri pandemi.

    MASIH BERFIKIR SEMUA INI HANYALAH KARANGAN PENIKMAT TEORI KONSPIRASI?"

    Hasil Cek Fakta

    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan artikel berjudul "Fact Check: Did the Pentagon Develop a COVID-Detecting Microchip?" yang tayang di Newsweek.com pada 14 April 2021.

    Di sana terdapat penjelasan dari Dr. Matt Hepburn, dokter militer Amerika Serikat (AS) yang bekerja untuk DARPA. Ia menjelaskan pernyataannya telah banyak disalahartikan di media sosial.

    Teknologinya memang benar ditanam tersembunyi di bawah kulit namun bukan mikrochip dan tidak bisa mendeteksi covid-19 secara khusus.

    "Tidak ada mikrochip, tidak ada elektronik, tidak ada yang semacam itu. Teknologi tidak akan memberi tahu Anda jika Anda menderita influenza atau jika Anda menderita covid-19," ujar Hepburn.

    Teknologi tersebut sebenarnya adalah hidrogel, zat seperti spons yang dirancang memiliki komposisi yang mirip dengan jaringan di sekitarnya sehingga tubuh tidak berusaha menolaknya.

    Dengan menggunakan reaksi kimia, hidrogel dapat diubah untuk merespons sejumlah zat dalam tubuh. Saat menyala, cahaya bersinar sangat redup dan cahaya ini kemudian dapat dideteksi menggunakan sensor yang ditempatkan di luar kulit.

    Salah satu zat jaringan yang dapat dideteksi oleh hidrogel adalah laktat. Hepburn mengatakan kadar laktat ini dapat menunjukkan apakah seseorang akan sakit.

    "Saat seseorang sakit maka tingkat jaringan laktat akan meningkat dan jika naiknya cukup tinggi maka Anda sakit parah dengan sangat cepat. Teknologi ini hanya memberitahu bawah mungkin ada sesuatu yang salah dengan diri Anda," ujar Hepburn.

    "Anda bisa memeriksanya lagi dengan tes covid-19 yang ada atau tes untuk penyakit lain sehingga bisa dibuat diagnosis khusus patogen apa yang membuat Anda sakit."

    Hepburn juga menganalogikan teknologi ini seperti indikator pada mobil. "Ini tidak memberi tahu Anda apa yang salah dengan mesin Anda, tetapi sinyal untuk 'Anda mungkin ingin melihatnya.'"

    Selain itu Hepburn juga menjelaskan teknologi ini dikembangkan antara lembaga pemerintah AS seperti DARPA dan JPEO-CBRND tempat Hepburn bekerja dengan perusahaan bioteknologi swasta yang berbasis di California, Profusa.

    Selain itu terdapat juga penjelasan Hepburn dalam artikel "Pentagon develops microchip that detects COVID under your skin" yang tayang di nypost.com.

    "Teknologi ini tidak akan dipakai di luar Departemen Pertahanan. Ini seperti sebuah sensor di mobil. Ini bukan microchip pemerintah yang ditakuti untuk melacak setiap gerakan Anda, tetapi gel seperti tisu yang direkayasa untuk terus menguji darah Anda." ujar Hepburn.

    Kesimpulan

    Postingan yang menyebut Pentagon membuat mikrochip untuk mendeteksi covid-19 adalah tidak benar. Faktanya teknologi biosensor kimia ini bukan hanya untuk mengukur apakah seseorang akan sakit covid-19 atau tidak tetapi juga bisa untuk penyakit lain.

    Rujukan

    A PHP Error was encountered

    Severity: Warning

    Message: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable

    Filename: MX/Loader.php(358) : eval()'d code

    Line Number: 72

    Backtrace:

    File: /var/www/kalimasada/application/third_party/MX/Loader.php(358) : eval()'d code
    Line: 72
    Function: _error_handler

    File: /var/www/kalimasada/application/third_party/MX/Loader.php
    Line: 358
    Function: eval

    File: /var/www/kalimasada/application/third_party/MX/Loader.php
    Line: 294
    Function: _ci_load

    File: /var/www/kalimasada/application/third_party/MX/Loader.php(358) : eval()'d code
    Line: 31
    Function: view

    File: /var/www/kalimasada/application/third_party/MX/Loader.php
    Line: 358
    Function: eval

    File: /var/www/kalimasada/application/third_party/MX/Loader.php
    Line: 294
    Function: _ci_load

    File: /var/www/kalimasada/application/controllers/Home.php
    Line: 38
    Function: view

    File: /var/www/kalimasada/index.php
    Line: 315
    Function: require_once