• [SALAH] Bayi Hiu Berwajah Manusia Disebut Anak Durhaka

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 25/02/2021

    Berita

    Cek Fakta Liputan6.com menemukan sebuah unggahan yang menyebut penemuan bayi hiu berwajah manusia. Bahkan, seorang netizen menyebut hiu itu sebagai manusia yang durhaka.

    Klaim ini bisa ditemukan di akun Facebook atas nama Bundafatih yang diunggah pada Kamis (25/2/2021). Dia menyebut bayi hiu berwajah manusia itu seperti kasus anak durhaka yang terkutuk.

    Dalam unggahannya, Bundafatih juga menyertakan sebuah artikel yang mengarah ke situs rakyat-62.xyz. Begini judul artikel tersebut:

    "Menyeramkan, Bayi Ikan Hiu Berwajah Manusia, Seperti Kasus Manusia Durhaka yang Terkutuk."

    Hasil Cek Fakta

    Untuk membuktikan klaim tersebut, Cek Fakta Liputan6.com menghubungi salah satu Pakar Ilmu Perairan, Oseanografi Biologi, Zoologi Laut LIPI, Fahmi, S.Pi., M.Phil. Dia pun menjelaskan perihal foto bayi hiu berwajah manusia itu.

    "Itu bayi hiu yang mengalami kelainan genetis," katanya melalui WhatsApp kepada Cek Fakta Liputan6.com, Kamis (25/2/2021).

    Dia juga menjelaskan, kalau bayi itu ditemukan seorang nelayan di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu 21 Februari 2021. Terdapat tiga bayi hiu dalam perut induknya, tapi hanya satu yang wajahnya menyerupai manusia.

    "Di Indonesia, kasus seperti itu sudah tercatat untuk ketiga kalinya. Dua kasus sebelumnya ditemukan bayi hiu yang memiliki mata satu dengan posisi mata sama persis seperti hiu yang ditemukan baru-baru ini, yaitu berada di bawah moncongnya," ujarnya.

    Namun, Fahmi tidak bisa memastikan kalau hiu itu memiliki wajah seperti manusia karena limbah pabrik. Sebab, kata Fahmi, kalau faktor limbah pabrik, dua bayi hiu yang ditemukan memiliki wajah yang normal.

    "Kita tidak bisa memastikan (karena limbah), tapi kalau kelainan karena faktor itu, seharusnya bayi hiu lain yang di dalam perut induknya itu yang mengalami kelainan juga, bukan hanya satu," ucapnya.

    Lebih lanjut, Fahmi mengatakan, banyak faktor yang bisa mengakibatkan kelainan genetis seperti itu, sama halnya seperti manusia. Bisa karena faktor kualitas telur yang dibuahi ataupun kualitas spermanya, bisa juga karena faktor lain seperti kondisi induknya.

    "Jadi, kita tidak bisa menyimpulkan hanya melihat dari luarnya saja, harus ada uji genetik untuk membuktikannya," kata Fahmi.

    Kemudian, Cek Fakta Liputan6.com juga menemukan artikel di kanal Citizen6 Liputan6.com dengan judul: "Bikin Geger, Nelayan Temukan Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia".

    Dijelaskan dalam artikel tersebut, bayi hiu berwajah manusia ditemukan oleh nelayan bernama Abdullah Nuren di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu 21 Februari lalu.

    Abdullah secara tidak sengaja menangkap hiu yang sedang hamil saat dia sedang memancing. Saat dia membedah perut hiu yang telah mati itu, ada tiga bayi hiu di dalamnya.

    Dua bayi hiu terlihat seperti bayi hiu pada umumnya. Namun satu bayi lagi memiliki penampilan yang unik. Bayi hiu itu memiliki dua bola mata yang besar dan terletak di bagian bawah, kepalanya lancip, dan mempunyai bibir seperti manusia. Dengan mulut tetap terbuka, makhluk itu terlihat seperti berwajah manusia.

    "Awalnya saya menemukan seekor induk hiu terperangkap di jaring pukat. Keesokan harinya saya membelah perut induk hiu itu dan menemukan tiga ekor anak di dalam perut. Dua seperti ibunya dan yang satu ini tampak berwajah manusia."

    Para ahli telah mengatakan bahwa penampilannya yang unik itu mungkin disebabkan oleh kondisi yang langka. Dr David Shiffman, seorang ilmuwan di Marine Stewardship Council, mengatakan dia mengira tampilan unik makhluk itu karena cacat lahir.

    "Ini bukan hal yang saya pelajari, tetapi beberapa ahli yang saya ikuti melaporkan itu mungkin kasus Cyclopia parsial dengan satu orbit yang menyatu tetapi masih dengan dua mata."

    Kesimpulan

    Klaim bayi hiu berwajah manusia yang disebut sebagai anak durhaka merupakan informasi yang salah. Faktanya, bayi hiu itu mengalami kelainan genetik.

    Rujukan

    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Pakai Masker Wajah Sebabkan Bakteri Pneumonia

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 25/02/2021

    Berita

    Pengguna Facebook atas nama Donny Pate mengunggah tangkapan layar yang menyebut penggunaan masker bakal menyebabkan bakteri pneumonia.

    Akun tersebut mengunggah klaim penggunaan masker wajah menyebabkan bakteri pneumonia pada 23 Februari 2021. Dia juga mengunggah gambar paru-paru berwarna oranye.

    Begini narasinya:

    "By wearing a mask ... you're inhaling it all back in, causing infections like bacterial pneumonia and hypoxia"

    Bila diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi:

    "Dengan memakai masker ... Anda menghirup semuanya kembali, menyebabkan infeksi seperti pneumonia bakterial dan hipoksia."

    Hasil Cek Fakta

    Untuk membuktikan klaim tersebut, Cek Fakta Liputan6.com menggunakan mesin pencari, Google Search. Hasil penelusuran menunjukkan ada banyak media kredibel yang membahas tentang klaim ini.

    Bahkan, Cek Fakta Liputan6.com pernah membahas soal klaim penggunaan masker yang mengakibatkan hipoksia. Klaim itu bisa dilihat dalam artikel berjudul: "Cek Fakta: Tidak Benar Memakai Masker Dalam Waktu Lama Berakibat Hipoksia", yang dipublikasikan pada 2 Oktober 2020.

    Artikel ini mengambil penjelasan dari Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan-Bedah Kepala Leher Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM, dr. Mahatma Sotya Bawono, M.Sc, Sp.THT-KL. Dia membantah klaim mengenakan masker bisa menyebabkan keracunan gas buang pernafasan karbondioksida (CO2) dan kekurangan oksigen (O2).

    "Belum ada bukti yang mendukung kalau pemakaian masker berefek negatif seperti mengakibatkan keracunan karbondioksida dan kekurangan oksigen," tegasnya.

    Dia menyampaikan penggunaan masker aman bagi kesehatan telah dibuktikan oleh para tenaga kesehatan. Bahkan, dalam operasi yang berlangsung hingga bereberapa jam, belum pernah dijumpai kasus baik dokter maupun tenaga medis lainnya yang mengalami keracunan karbondioksida dan maupun kekurangan pasokan oksigen hingga linglung atau pingsan akibat sirkulasi udara yang kurang lancar karena terhalang masker.

    "Kalau sampai ada nakes yang pingsan itu bukan murni karena maksernya. Perlu dilihat juga adanya faktor lain pada individu tersebut, bisa jadi kondisinya lapar dan dehidrasi sehingga tanpa pakai masker pun sudah ada risiko pingsan," papar pria yang akrab disapa Boni ini.

    Kemudian, ada juga artikel yang ditulis Cek Fakta Liputan6.com pada 26 Oktober 2020 dengan judul: "Cek Fakta: Benarkah Pneumonia Bakterial Berasal dari Penggunaan Masker Secara Rutin?".

    Artikel ini mengambil penjelasan dari situs National Institues of Health (NIH) dengan judul: "Bacterial Pneumonia Caused Most Deaths in 1918 Influenza Pandemic". Artikel tersebut sudah tayang pada 19 Agustus 2008.

    Dari artikel tersebut, dijelaskan kalau mayoritas kematian selama pandemi influenza tahun 1918 bukan hanya karena virus influenza. Sebagian besar, kematian disebabkan oleh pneumonia bakterial setelah infeksi virus influenza.

    Laporan itu dibuat dari salah satu bagian NIH, yakni para peneliti National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID).

    "Besarnya bukti yang kami periksa dari analisis historis dan modern soal pandemi influenza 1918, mendukung skenario di mana kerusakan virus diikuti oleh pneumonia bakteri menyebabkan sebagian besar kematian," kata Direktur NIAID, Anthony S. Fauci.

    "Intinya, virus ini mendaratkan pukulan pertama, semendara bakteri mengirimkan pukulan yang lebih mematikan," kata Fauci, yang sekarang merupakan kepata satgas covid-19 di Amerika Serikat.

    Kesimpulan

    Informasi yang menyebut pneumonia bakterial berasal dari penggunaan masker secara rutin adalah salah.

    Faktanya, sesuai pemaparan para ahli, pneumonia bakterial merupakan penyakit komplikasi dari penyakit primer. Dan penggunaan masker sangat bagus untuk meminimalisir penularan penyakit.

    Rujukan

    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Video Banjir “25-2-2021 PUKUL 05:50 WIB #PRAYFORSEMARANG”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 25/02/2021

    Berita

    “Astaghfirullah hal adzim😭😭
    Innalilahi wa innailaihi rojiun
    Semoga semua ni cepat berlalu
    Selamatkan lah KAMI didunia maupun diakhirat kelak…. AAMIIN YA ALLAH

    #prayforsemarang”

    “25-2-2021
    PUKUL 05:50 WIB

    #PRAYFORSEMARANG

    SEMARANG X
    GAWE…
    GENUK… KOYO
    NGENE…”
    Video banjir Semarang

    Hasil Cek Fakta

    Salah satu video yang direkam di lokasi yang sama, diunggah pada 2 Januari 2020 ke Facebook. Video lain yang berkaitan, diunggah pada 2 Januari 2020 ke YouTube. KOMPAS.com: “Sejak banjir merendam sejumlah wilayah di DKI Jakarta dan sekitarnya pada Rabu (1/1/2020), berbagai foto dan video beredar”

    Kesimpulan

    BUKAN video tanggal 25 Februari 2021 di Semarang. FAKTANYA, video sudah pernah dibagikan sebelumnya pada Januari 2020. Rekaman peristiwa banjir pada 1 Januari 2020 di Jalan Gunung Putri, di sekitar pertigaan Jalan Pondok Gede Permai – Jalan Gunung Putri – Jalan Pondok Benda, Bekasi.
    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Sesat, Klaim Cuitan Aa Gym Ini Sindir Anies Soal Banjir Jakarta

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 25/02/2021

    Berita


    Gambar tangkapan layar cuitan ulama Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym terkait penanganan banjir Jakarta beredar di Facebook pada 9 Februari 2021. Cuitan tersebut dilengkapi dengan foto Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan serta narasi yang berbunyi, "Maksudnya Aa Gym, pemimpin Jakarta yang ini? Ujub takabur (pamer) merasa sudah berbuat banyak."
    Adapun cuitan dari Aa Gym tersebut berbunyi, “Innaalillahi, jakarta banjir lagi, semoga nanti Ada pemimpin jakarta yang rendah hati, tak ujub takabur merasa Sudah banyak berbuat.” Gambar serta narasi itu diunggah oleh akun ini ke grup Facebook Anies Baswedan for Presiden RI. Hingga artikel ini dimuat, unggahan itu telah mendapatkan 23 reaksi dan 42 komentar.
    Gambar tangkapan layar unggahan di Facebook yang memuat klaim menyesatkan terkait cuitan Aa Gym.

    Hasil Cek Fakta


    Berdasarkan penelusuran Tim CekFakta Tempo, cuitan Abdullah Gymnastiar  alias Aa Gym soal penanganan banjir tersebut adalah cuitan lama, yang dibuat pada Februari 2017, sebelum Anies Baswedan dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta. Hal ini didapatkan setelah Tempo memasukkan kata kunci “Jakarta banjir, Aa Gym” di Twitter.
    Lewat cara itu, Tempo mendapatkan petunjuk dari sejumlah unggahan warganet yang menyebarkan cuitan Aa Gym tersebut pada 2018. Cuitan Aa Gym itu disertai dengan gambar tangkapan layar artikel yang dimuat pada 12 Februari 2017 dan berjudul "Jakarta Diguyur Hujan Sejak Pagi, Kampung Pulo Banjir 50 Cm".
    Gambar tangkapan layar cuitan Aa Gym terkait banjir Jakarta pada Februari 2017 yang telah dihapus.
    Melalui penelusuran di Google, diketahui bahwa berita ini dimuat oleh situs media Okezone.com. Berita itu berisi informasi tentang hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang mengguyur Jakarta sejak 12 Februari 2017 pagi yang membuat kawasan padat penduduk Kampung Pulo, Kampung Melayu, dan Jatinegara, Jakarta Timur, diterjang banjir.
    Penelusuran lebih lanjut pun dilakukan dengan tool Advanced Search Twitter untuk mencari cuitan Aa Gym pada 12 Februari 2017 itu. Namun, cuitan tersebut tidak bisa ditemukan lagi.
    Akun Twitter Fadjroel Rachman, yang saat ini menjadi juru bicara Presiden Jokowi, pernah membagikan cuitan Aa Gym tersebut dengan memberikan klarifikasi, "Maaf aa, karena bentuk twit aa seperti ini, beritanya terpotong, orang menyangka ini 2017, padahal foto banjir 2015.”
    Kemudian, pada 14 Februari 2017, Fadjroel kembali menulis di Twitter bahwa cuitan Aa Gym yang menjadi viral tersebut telah dihapus. “Twit @aagym sudah dihapus, mungkin aa menyadari itu twit keliru. hatur nuhun aa. Semoga Indonesia damai & dilindungi Tuhan YME. Aamiin YRA.”
    Pada Februari 2017, posisi Gubernur DKI Jakarta masih dijabat oleh Basuki Tjajaha Purnama alias Ahok. Anies Baswedan baru dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta pada 16 Oktober 2017.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa cuitan Aa Gym terkait penanganan banjir Jakarta tersebut menyindir Gubernur DKI Jakarta saat ini, Anies Baswedan, menyesatkan. Cuitan itu memang pernah dibuat oleh Aa Gym pada 12 Februari 2017, sebelum akhirnya dihapus. Namun, pada Februari 2017, posisi Gubernur DKI Jakarta masih dijabat oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
    TIM CEK FAKTA TEMPO
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

    • Tempo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini