Beredar narasi di Facebook dalam bentuk undangan oleh akun bernama Ryan. Undangan tersebut berjudul “Demonstrasi Rencana Pemakzulan Presiden Jokowi”, yang rencananya akan diselenggarakan pada Jumat, 12 Februari 2021 dan berlokasi di beberapa titik yakni Tugu Proklamasi, dilanjutkan konvoi di kantor Kemenkopolhukam dan titik terakhir di Taman Pandang, Monumen Nasional. Adapun rencana pemakzulan tersebut dilatar belakangi karena Presiden Jokowi dianggap tidak amanah, penyalahgunaan jabatan, dan tidak adil menegakkan hukum.
Demonstrasi tersebut juga menuntut untuk dikembalikannya dwifungsi ABRI, mengembalikan Pancasila dan UUD 45, meminta untuk dibubarkannya kabinet dan parlemen dan membentuk DPR dan MPRS. Dalam undangan tersebut tertulis “BEM Indonesia”.
[SALAH] Undangan Pemakzulan Presiden Jokowi dan Wapres Ma’ruf Amin oleh BEM SI
Sumber: facebook.comTanggal publish: 13/02/2021
Berita
Hasil Cek Fakta
Dilansir dari kompas.com, saat pihaknya mencoba mengonfirmasi kepada Koordinator Pusat Aliansi BEM SI, Remy Hastian, Remy menyatakan bahwa kabar adanya undangan BEM SI untuk pemakzulan Presiden Jokowi dan Wapres Ma’ruf Amin adalah TIDAK BENAR.
“Tidak benar adanya BEM SI akan melaksanakan aksi pemakzulan Presiden Jokowi pada Jumat 12 Februari 2021. Serta tidak terlibat sama sekali di dalamnya,” ujar Remy, dikutip dari Kompas.com, Kamis (11/2/2021).
Bersumber dari nasional.tempo.co, Koordinator Media Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM-SI) Andi Khiyarullah, menyatakan tidak ada keterlibatan BEM SI dalam undangan pemakzulan tersebut, serta tidak mengetahui adanya perkumpulan BEM Indonesia.
“Bukan dari kami. Ini tidak benar,” ungkap Andi melalui pesan singkat, Minggu (07/02/2021).
Remy menambahkan, BEM SI tetap menjunjung tinggi nilai demokrasi dan bertindak secara konstitusional sehingga tidak membenarkan tindakan pemakzulan. Selain itu, adanya dwifungsi ABRI akan menciderai cita-cita reformasi.
Namun ia menambahkan bahwa BEM SI masih kontra terhadap kebijakan yang tidak pro rakyat, seperti disahkannya omnibus UU Cipta Kerja, UU Minerba, UU KPK dan UU lainnya yang menyengsarakan rakyat.
“BEM SI masih konsisten menolak adanya kebijakan tidak pro-rakyat seperti disahkannya omnibus UU Cipta Kerja, UU Minerba, UU KPK dan UU lainnya yang memberangus hak dan menyengsarakan rakyat Indonesia,” jelas Remy.
Remy berharap agar masyarakat Indonesia tidak termakan hoaks yang beredar serta fokus untuk menyelesaikan pandemi COVID-19.
Berdasarkan data yang terkumpul dapat disimpulkan bahwa undangan dari BEM SI untuk gelar demo pemakzulan Presiden dan Wapres adalah HOAKS dan termasuk kategori Konten yang Menyesatkan.
“Tidak benar adanya BEM SI akan melaksanakan aksi pemakzulan Presiden Jokowi pada Jumat 12 Februari 2021. Serta tidak terlibat sama sekali di dalamnya,” ujar Remy, dikutip dari Kompas.com, Kamis (11/2/2021).
Bersumber dari nasional.tempo.co, Koordinator Media Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM-SI) Andi Khiyarullah, menyatakan tidak ada keterlibatan BEM SI dalam undangan pemakzulan tersebut, serta tidak mengetahui adanya perkumpulan BEM Indonesia.
“Bukan dari kami. Ini tidak benar,” ungkap Andi melalui pesan singkat, Minggu (07/02/2021).
Remy menambahkan, BEM SI tetap menjunjung tinggi nilai demokrasi dan bertindak secara konstitusional sehingga tidak membenarkan tindakan pemakzulan. Selain itu, adanya dwifungsi ABRI akan menciderai cita-cita reformasi.
Namun ia menambahkan bahwa BEM SI masih kontra terhadap kebijakan yang tidak pro rakyat, seperti disahkannya omnibus UU Cipta Kerja, UU Minerba, UU KPK dan UU lainnya yang menyengsarakan rakyat.
“BEM SI masih konsisten menolak adanya kebijakan tidak pro-rakyat seperti disahkannya omnibus UU Cipta Kerja, UU Minerba, UU KPK dan UU lainnya yang memberangus hak dan menyengsarakan rakyat Indonesia,” jelas Remy.
Remy berharap agar masyarakat Indonesia tidak termakan hoaks yang beredar serta fokus untuk menyelesaikan pandemi COVID-19.
Berdasarkan data yang terkumpul dapat disimpulkan bahwa undangan dari BEM SI untuk gelar demo pemakzulan Presiden dan Wapres adalah HOAKS dan termasuk kategori Konten yang Menyesatkan.
Rujukan
[SALAH] Surat Panggilan Interview PT Jababeka Group
Sumber: Tangkapan layar suratTanggal publish: 13/02/2021
Berita
Telah beredar surat panggilan interview yang mengatasnamakan PT Jababeka Group terkait dengan rekrutmen calon karyawan PT Jababeka Group untuk wilayah kerja yang meliputi Region Sumatera, Region Jawa, Region Kalimantan dan Bagian Indonesia Timur lainnya.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, PT Jababeka Group telah membantah surat tersebut melalui akun media sosial @JababekaCareer. Pihak PT Jababeka Group mengimbau untuk waspada terhadap segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan PT Jababeka Group. Pihaknya tidak pernah memungut biaya apapun kepada calon pelamar baik secara langsung maupun melalui pihak ketiga selama proses rekrutmen.
Lowongan pekerjaan PT Jababeka Group hanya diumumkan melalui akun official media sosial dan akun resmi jobstreet dengan nama akun PT. Jababeka, Tbk.
Dengan demikian, surat panggilan interview yang mengatasnamakan PT Jababeka Group terkait dengan rekrutmen calon karyawan PT Jababeka Group adalah tidak benar dan termasuk
Lowongan pekerjaan PT Jababeka Group hanya diumumkan melalui akun official media sosial dan akun resmi jobstreet dengan nama akun PT. Jababeka, Tbk.
Dengan demikian, surat panggilan interview yang mengatasnamakan PT Jababeka Group terkait dengan rekrutmen calon karyawan PT Jababeka Group adalah tidak benar dan termasuk
Kesimpulan
Surat palsu. PT Jababeka Group telah membantah surat tersebut melalui akun media sosial @JababekaCareer. Pihaknya mengimbau untuk waspada terhadap segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan PT Jababeka Group. Lowongan pekerjaan PT Jababeka Group hanya diumumkan melalui akun official media sosial dan akun resmi jobstreet dengan nama akun PT. Jababeka, Tbk.
Rujukan
Keliru, Klaim Ini Cover Koran Tempo dengan Judul Babak-Belur di Ronde Kedua
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 12/02/2021
Berita
Coveratau sampul Koran Tempo yang berjudul "Babak-Belur di Ronde ke Dua" beredar di media sosial. Dalamcovertersebut, terlihat gambar seorang pria bermasker yang mengenakan baju putih dan celana hitam di dalam ring tinju. Pria itu juga mengenakan sarung tinju.
Di Facebook,coveritu dibagikan salah satunya oleh akun ini, yakni pada 6 Februari 2021. Akun tersebut menulis, "Koran Tempo jail." Hingga kini, unggahan itu telah mendapatkan 127 reaksi dan 36 komentar serta dibagikan 116 kali. Cover tersebut juga dibagikan oleh akun Twitter ini, ini, dan ini.
Salah satu cuitan pada 8 Februari 2021 memuat narasi, "Tempo B*****t. Berhentilah bermain lukisan atau meme. Please.. Buatlah koran dan majalah sungguhan. Berita sesuai fakta." Hingga kini, cuitan itu telah mendapatkan 132retweetdan 583likeserta dikomentari 33 kali.
Cover Koran Tempo edisi 26 Oktober 2015 yang telah disunting (kiri) dan cover Koran Tempo edisi 26 Oktober 2015 yang asli (kanan).
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo menelusuricoveritu denganreverse image toolGoogle. Hasilnya, ditemukan bahwacovertersebut merupakan hasil suntingan daricover Koran Tempo edisi 26 Oktober 2015. Edisi ini berjudul "Babak-Belur di Tahun Pertama".
Suntingan pada cover Koran Tempo itu terletak pada tulisan "Di Tahun Pertama", yang diganti menjadi "Ke Dua" dan angka 1 di bawah tulisan "Pertama", yang diganti menjadi angka 2. Tulisan "Edsus Setahun Jokowi-JK" pada ring tinju dihapus. Deskripsi yang berada di sisi kanan bawah cover juga dihapus.
Deskripsi itu berbunyi: "Pasangan Joko Widodo - Jusuf Kalla genap setahun duduk di pucuk kursi pemerintahan. Berbagai gejolak ekonomi, politik, dan hukum mewarnai pemerintahan keduanya yang dilantik sebagai presiden dan wakil presiden pada 20 Oktober 2014. Dari melambatnya pertumbuhan ekonomi, terpuruknya rupiah, hingga bertambahnya angka penduduk miskin. Di bidang penegakan hukum, mereka dihadapkan dengan gesekan yang terjadi antara Polri dan KPK, juga anggota DPR yang semakin bersemangat menggergaji kewenangan komisi antirasuah itu. Tahun pertama yang membuat pontang-panting, juga babak-belur.
Koran Tempo edisi 26 Oktober 2015 tersebut memang merupakan edisi khusus setahun pemerintahan Presiden Jokowi bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla. Edisi itu terbit setahun setelah keduanya dilantik sebagai presiden dan wakil presiden pada 20 Oktober 2014.
Pemimpin Redaksi Koran Tempo Budi Setyarso telah menyatakan bahwa cover tersebut adalah hasileditandari cover Koran Tempo. "Gambar itu mengubahcoverKoran Tempo tahun 2015. Isinya tentang catatan setahun pemerintahanJokowi-JK," ujar Budi saat dihubungi pada 12 Februari 2021.
Redaktur Eksekutif Koran Tempo Jajang Jamaludin juga memastikan bahwa cover itu adalah hasil manipulasi. "Kami pasaikan bahwa konten dan gambar covertersebut sudah dimanipulasi. Kami sarankan pembaca selalu cek dan ricek ke sumber asli ketika menerima atau menemukan konten berita yang mencurigakan," kata Jajang pada 12 Februari 2021.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwacoverberjudul "Babak-Belur di Ronde ke Dua" di atas adalahcoverKoran Tempo, keliru.Covertersebut merupakan hasil suntingan daricoverKoran Tempo edisi 26 Oktober 2015 yang berjudul "Babak-Belur di Tahun Pertama". Edisi ini merupakan edisi khusus setahun pemerintahan Presiden Jokowi bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla.
TIM CEK FAKTA TEMPO
Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/tempo
- https://archive.vn/bg5Nl
- https://archive.vn/ttxeN
- https://archive.vn/jMQ4c
- https://archive.vn/VcbFx
- https://koran.tempo.co/read/berita-utama/385894/babak-belur-di-tahun-pertama
- https://www.tempo.co/tag/koran-tempo
- https://www.tempo.co/tag/jusuf-kalla
- https://www.tempo.co/tag/presiden-jokowi
- https://www.tempo.co/tag/jokowi
Sesat, Foto Ini Terkait dengan Restu SBY untuk Anies Sebagai Capres
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 12/02/2021
Berita
Foto yang memperlihatkan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY sedang bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan beredar di Twitter. Foto tersebut dibagikan dengan klaim bahwa SBY merestui Anies maju sebagai calon presiden.
"Insaallah restu pak beyye buat mas @aniesbaswedan Menuju RI 1. Cebong g boleh RT ya," demikian narasi yang dicuitkan oleh sebuah akun Twitter pada 10 Februari 2021. Hingga artikel ini dimuat, cuitan itu telah mendapatkan 1.097retweetdan 4.591 like serta dikomentari 40 kali.
Gambar tangkapan layar cuitan di Twitter yang memuat klaim sesat terkait foto Anies Baswedan dengan SBY.
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo menelusuri jejak digital foto di atas denganreverse image toolGoogle. Hasilnya, ditemukan bahwa foto itu adalah potongan dari sebuah foto lama. Foto tersebut diambil ketika Anies Baswedan berbincang dengan Susilo Bambang Yudhoyono saat menjenguk istri SBY, Ani Yudhoyono, di Singapura pada Maret 2019 silam.
Foto asli dari potongan foto itu pernah dimuat oleh Tempo pada 1 Maret 2019 dalam artikelnya yang berjudul "Anies Baswedan dan Istri Jenguk Ani Yudhoyono di Singapura". Dalam foto tersebut, terlihat bahwa di belakang Anies, tampak pula istrinya, Fery Farhati. Selain foto itu, terdapat pula tiga foto lain yang diambil dari momen yang sama.
Ketika itu, Kristiani Herawati atau Ani Yudhoyono tengah dirawat di National University Hospital, Singapura, karena mengidap penyakit kanker darah. Sebelum Anies, sejumlah tokoh politik Indonesia juga menjenguk Ani, seperti Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, dan mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.
Foto ketika Anies Baswedan bertemu dengan SBY saat menjenguk Ani Yudhoyono di National University Hospital, Singapura, pada 1 Maret 2019.
Foto tersebut juga pernah dimuat oleh Detik.com pada tanggal yang sama dalam artikelnya yang berjudul "Anies Doakan Ani Yudhoyono Pulih dan SBY Sekeluarga Dikuatkan". Selain foto itu, terdapat satu foto lain yang diambil dari momen yang sama. Foto-foto ini diberi keterangan: "Anies bertemu SBY saat menjenguk Ani Yudhoyono".
Menurut laporan Detik.com, ketika itu, Anies dan Fery berbincang dengan SBY di samping ruang perawatan. Keduanya menyimak penuturan SBY soal proses penyembuhan yang sedang dijalani oleh Ani. "Proses penyembuhan yang sedang dijalani bukanlah ringan. Sebuah cobaan yang datang tak diduga," kata Anies seperti dikutip dari akun Instagram pribadinya.
Tempo pun memeriksa berita terkait dengan memasukkan kata kunci "SBY restui Anies presiden" di mesin pencari Google. Namun, hingga kini, tidak ditemukan berita bahwa SBY telah merestui Anies sebagai calon presiden. Berita yang ditemukan hanyalah berita terkait prediksi bahwa Anies bakal berduet dengan Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY, anak pertama SBY, dalam Pilpres 2024.
Salah satunya adalah yang dimuat oleh Sindonews pada 16 Januari 2021. Berita ini mengutip Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion Dedi Kurnia Syah. "Jika ada skema usungan Ganjar (Pranowo)-Sandiaga (Uno), keterusungan Anies harus berdamping dengan tokoh penyeimbang dari sisi performa popularitas, juga ketokohan. AHY akan menarik untuk ditawarkan," katanya.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim yang mengaitkan foto tersebut dengan restu Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY terhadap Anies Baswedan untuk maju sebagai calon presiden, menyesatkan. Foto itu adalah potongan dari sebuah foto lama, diambil pada 1 Maret 2019, ketika Anies Baswedan bertemu dengan SBY saat menjenguk Ani Yudhoyono di Singapura. Ketika itu, Ani sedang dirawat di National University Hospital karena mengidap penyakit kanker darah. Hingga kini, juga tidak ditemukan pemberitaan bahwa SBY merestui Anies maju sebagai calon presiden.
TIM CEK FAKTA TEMPO
Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/sby
- https://archive.vn/FIvLR
- https://www.tempo.co/tag/susilo-bambang-yudhoyono-sby
- https://foto.tempo.co/read/70758/anies-baswedan-dan-istri-jenguk-ani-yudhoyono-di-singapura#foto-3
- https://www.tempo.co/tag/ani-yudhoyono
- https://news.detik.com/berita/d-4450014/anies-doakan-ani-yudhoyono-pulih-dan-sby-sekeluarga-dikuatkan
- https://www.tempo.co/tag/anies
- https://nasional.sindonews.com/read/303188/12/pilpres-2024-duet-anies-ahy-bisa-mengimbangi-ganjar-sandi-1610758885
- https://www.tempo.co/tag/anies-baswedan
Halaman: 6867/8560




