• Sesat, Klaim WHO Sebut Virus Corona Berasal dari Kepala Babi dan Bukan Kelelawar

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 15/02/2021

    Berita


    Narasi yang menyebut bahwa Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengklaim virus Corona Covid-19 bukan berasal dari kelelawar tapi dari kepala babi beredar di Facebook pada 14 Februari 2021. Narasi itu terdapat dalam sebuah gambar yang memuat teks "Bukan Kelelawar, WHO Klaim Virus Corona Berasal dari Kepala Babi”.
    Gambar tersebut dilengkapi dengan sebuah berita. Salah satu akun menulis narasi tambahan, “Waduh, jik min hampir tiap hari makan babi guling, tp msh sehat ampe skrg.” Klaim ini beredar setelah WHO mengunjungi Wuhan, Cina, selama satu bulan untuk menyelidiki asal-usul virus Corona penyebab Covid-19, SARS-CoV-2.
    Gambar tangkapan layar unggahan di Facebook yang berisi klaim yang tidak terbukti terkait asal-usul virus Corona Covid-19.

    Hasil Cek Fakta


    Berdasarkan verifikasi Tim CekFakta Tempo, hingga artikel ini dimuat, WHO belum memberikan kesimpulan akhir dalam penyelidikannya tentang asal-usul munculnya virus Corona Covid-19, termasuk dari kepala babi beku.
    Pada 14 Januari-Februari 2021, tim WHO yang melibatkan peneliti dari 10 negara mengunjungi Wuhan, Cina, tempat ditemukannya kasus pertama Covid-19 pada akhir Desember 2019.
    Setelah menyelesaikan misinya, tim WHO yang dipimpin oleh Peter Ben Embarek itu menggelar konferensi pers pada 9 Februari 2021. Video konferensi pers tersebut disiarkan di kanal YouTube WHO dengan judul "LIVE from Wuhan: Media briefing on COVID-19 origin mission".
    Dalam konferensi pers ini, WHO menyampaikan beberapa pernyataan, yakni:
    Tempo kemudian membandingkan pernyataan itu dengan informasi yang dimuat dalam pemberitaan media. Dikutip dari Time, ketua tim penyelidikan WHO Peter Ben Embarek mengatakan bahwa temuan awal menunjukkan jalur yang paling mungkin dilewati oleh virus itu adalah dari kelelawar ke hewan lain dan kemudian ke manusia.
    Namun, hal tersebut masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. “Temuan ini menunjukkan hipotesis insiden laboratorium sangat tidak mungkin untuk menjelaskan masuknya virus ke populasi manusia,” katanya.
    Misi WHO itu dimaksudkan sebagai langkah awal dalam proses memahami asal-usul virus Corona Covid-19, yang menurut para ilmuwan mungkin telah ditularkan ke manusia melalui hewan liar, seperti trenggiling atau tikus bambu. Menurut Embarek, penularan langsung dari kelelawar ke manusia atau melalui perdagangan produk makanan beku juga dimungkinkan.
    Kunjungan tim WHO ke Wuhan tersebut membutuhkan waktu berbulan-bulan dalam hal negosiasi. Pemerintah Cina baru menyetujui kunjungan itu di tengah tekanan dunia internasional dalam pertemuan Majelis Kesehatan Dunia WHO pada Mei 2020 lalu, di mana Beijing terus menolak desakan untuk penyelidikan yang sangat independen.
    Dikutip dari situs sains Nature, tim WHO tersebut mengajukan dua hipotesis, yang dipromosikan oleh pemerintah dan media Cina, bahwa asal-usul virus Corona Covid-19 mungkin berasal dari hewan di luar Tiongkok dan bahwa, begitu menjangkiti manusia, virus ini dapat menyebar melalui satwa liar beku dan barang kemasan dingin lainnya.
    Klaim soal kepala babi
    Klaim bahwa virus Corona Covid-19 berasal dari kepala babi muncul setelah otoritas kesehatan Cina menyatakan menemukan SARS-CoV-2 di makanan beku impor. Mereka pun mengaitkan munculnya Covid-19 di negara itu dengan kepala babi serta makanan laut.
    Dikutip dari South China Morning Post  (SCMP), beberapa ilmuwan top Cina juga menduga Sars-CoV-2 mungkin tiba di Pasar Grosir Makanan Laut Huanan di Wuhan, lokasi wabah pertama yang diketahui di dunia, melalui impor makanan beku atau yang disebut sebagai transmisi rantai dingin.
    “SARS-CoV-2 dapat bertahan dalam kondisi yang ditemukan dalam makanan beku, kemasan dan produk rantai dingin,” kata Liang Wannian, pejabat Komisi Kesehatan Nasional Cina yang menjadi wakil Tiongkok dalam misi WHO di Wuhan. Ia juga menyebut virus itu mungkin telah menyebabkan infeksi di luar negeri sebelum terjadinya wabah di Wuhan, tapi tidak teridentifikasi.
    Sebelumnya, pada November 2020, seperti dikutip dari Reuters, Cina mencatat 22 kasus baru Covid-19, di mana dua di antaranya terjangkit virus tersebut dari kepala babi beku yang diimpor dari Amerika Utara. Ini terlacak ke sebuah kontainer dari Amerika Utara, yang dibersihkan oleh kedua pria yang terinfeksi itu.
    Akan tetapi, teori transmisi rantai dingin ini masih diragukan oleh sejumlah ahli, salah satunya Daniel Lucey, spesialis penyakit menular di Georgetown University Medical Center. Dia mengatakan rute makanan beku tidak tampak seperti "penjelasan yang sah" dan masih memerlukan studi perbandingan.
    “Kenapa Wuhan dulu? Dari semua pasar makanan laut di Cina, Asia, dan seluruh dunia, bagaimana kemasan rantai dingin akhirnya menyebabkan wabah pertama kali di Wuhan?" kata Lucey seperti dikutip dari SCMP.
    Dale Fisher, dokter penyakit menular di National University of Singapore, mengatakan "masuk akal" bagi tim WHO untuk mempertimbangkan teori tersebut. “Namun, teori rantai dingin benar-benar muncul pada gagasan bahwa ada wabah yang terjadi di pabrik pengolahan daging di negara lain. Tapi sangat tidak mungkin ada penyebaran penyakit yang meluas terjadi sebelum Wuhan," katanya.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, narasi bahwa WHO mengklaim virus Corona Covid-19 bukan berasal dari kelelawar tapi dari kepala babi, menyesatkan. Hingga artikel ini dimuat, WHO belum memaparkan kesimpulan akhirnya tentang asal-usul virus Corona Covid-19. Dalam konferensi persnya pada 9 Februari 2021, WHO menawarkan dua hipotesis, bahwa virus Corona Covid-19 bisa saja berasal dari hewan di luar Wuhan dan bahwa, begitu menjangkiti manusia, ia dapat menyebar lewat satwa liar beku atau barang kemasan dingin lainnya, yang dikenal dengan transmisi rantai dingin. Namun, WHO tidak secara spesifik menyebut kepala babi terkait dengan transmisi tersebut. Narasi bahwa virus Corona Covid-19 berasal dari kepala babi muncul setelah ditemukannya virus tersebut pada kepala babi beku dari Amerika Utara pada November 2020. Namun, dugaan itu masih diselidiki hingga kini.
    TIM CEK FAKTA TEMPO
    Anda punya data/informasi berbeda, krit

    Rujukan

    • Tempo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Foto Rihanna Memegang Bendera Negara Pakistan

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 15/02/2021

    Berita

    Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia:

    “Rihanna adalah dewa baru dari grup anti pemerintah. Sekarang kamu mengerti siapa dia sebenarnya.”

    Hasil Cek Fakta

    Beredar sebuah postingan dari akun Facebook Jitendra Pratap Singh memposting sebuah foto Rihanna memegang bendera Pakistan. Postingan tersebut diposting pada 3 Februari 2021, disukai 980 kali, dikomentari 77 kali, dan disebarkan kembali 673 kali.

    Berdasarkan akun Twitter ICC (International Cricket Council), ditemukan foto serupa yang memperlihatkan Rihanna tengah memegang bendera tim kriket West Indies, yang diunggah pada Juli 2019 lalu. Foto tersebut juga disertai keterangan sebagai berikut:

    “Look who’s at #SLvWI to Rally ’round the West Indies!
    Watch out for @rihanna’s new single, Shut Up And Cover Drive
    CWC19 | #MenInMaroon”

    Melihat dari penjelasan tersebut, foto Rihanna memegang bendera Pakistan adalah tidak benar sehingga termasuk dalam kategori Konten yang dimanipulasi/Manipulated Content.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Natalia Kristian (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Indonesia).

    Foto tersebut adalah suntingan, bukan bendera Pakistan melainkan bendera dari tim kriket West Indies pada tahun 2019.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Bantuan BLT dari Akun Whatsapp Kemenkominfo

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 15/02/2021

    Berita

    “Selamat anda Berkesempatan!!!
    Daftar Diri anda Sebagai Penerima
    BLT (Bantuan Langsung Tunai) Secara
    Online Sebesar Rp. 6.800.000,00
    Dari Kementerian Komunikasi Dan
    imformatika Bekerja Sama Dengan
    Kementerian Koperasi, Usaha Kecil,
    Menengah Dan Atas Tahap Ke-3
    Syarat & Ketentuan :
    -Foto KTP(Kartu Tanda Penduduk)
    -Foto KK (Kartu Keluarga)
    -Buku Tabungan Kirim Kan Ke Whatshaap:
    082324-671114
    Kiki Nurohman.
    Terimah Kasih
    Buruan Pendaftaran Terbatas!!!”

    bantuan kominfo

    Hasil Cek Fakta

    Beredar sebuah postingan dari akun Facebook Eka Bastiah memposting sebuah tangkapan layar dari aplikasi Whatsapp yang berisikan pesan berantai bahwa adanya pendaftaran sebagai penerima BLT dari Kementrian Kominfo dengan syarat yaitu memberikan foto KTP, KK, dan buku tabungan. Postingan tersebut disukai 14 kali dan dikomentari 25 kali.

    Dedy Permadi sebagai Juru Bicara Kementerian Kominfo menjelaskan bahwa nomor Whatsapp tersebut bukan nomor resmi Kemenkominfo dan tidak adanya program BLT dari Kemenkominfo. Nomor-nomor kontak yang digunakan oleh Kemenkominfo dapat diakses melalui website resmi kominfo.go.id. Ia juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati agar tidak terkena dampak dari pengumpulan data pribadi secara illegal yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

    Melihat dari penjelasan tersebut, klaim program BLT dari nomor Whatsapp Kemenkominfo adalah tidak benar sehingga termasuk dalam kategori Konten Tiruan/Imposter Content.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Natalia Kristian (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Indonesia).

    Informasi yang salah. Akun Whatsapp maupun informasi tersebut tidak dikeluarkan oleh Kemenkominfo maupun adanya program BLT dari Kemenkominfo.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Tangkapan Layar Artikel Detik.com “Anies: Kalau Hanya Bangun Kota Yang Megah, Firaun Juga Bisa” Yang Penting Habiskan APBD. Unfaedahpun Nggak Masalah

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 15/02/2021

    Berita

    “Yaaeeelaaaah…..dirimu Super Tolol neh…..koq mao diSamakan dg Firaun…..😅😃🤣😛🤪….. SeJAHAT”nye Si Firaun…tpi dia mci Lebih SeGala”nye ri pd eloe Gabion…..🤣🤣🤣🤣😁”

    Hasil Cek Fakta

    Akun facebook bernama Timor Erwins mengunggah tangkapan layar sampul artikel detik.com berjudul “Anies: : Kalau Hanya Bangun Kota Yang Megah, Firaun Juga Bisa” serta terdapat narasi tambahan pada foto Anies “Yang Penting Habiskan APBD. Unfaedahpun Nggak Masalah”.

    Berdasarkan hasil penelusuran artikel detikom yang tayang pada selasa, 10 januari 2017 memang benar judul artikel seperti demikian. Namun, pada foto sampul Anies yang sedang diwawancara tidak ada narasi chat box “Yang Penting Habiskan APBD. Unfaedahpun Nggak Masalah”.

    Selain itu, terdapat pula suntingan penambahan foto Anies Baswedan yang sedang memantau kolong jembatan dengan cat warna-warni. Foto asli Anies yang sedang memantau kolong jembatan berwarna-warni ditemukan pada postingan akun twitter bernama BK cah Boyolali pada 24 januari 2021.

    Kesimpulan

    Tangkapan layar suntingan. Pada artikel asli detik.com yang tayang pada Selasa, 10 Januari 2017 tidak ada kalimat “Yang Penting Habiskan APBD. Unfaedah-pun ngak masalah”, serta penambahan foto anies mengecek kolong jembatan warna-warni.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini