• [SALAH] Foto Masa Kecil Bill Gates pada Tahun 1963

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 28/03/2021

    Berita

    Akun Facebook dengan nama pengguna Rob Celsius mengunggah sebuah foto yang menunjukkan seorang anak tengah memegang balon. Unggahan tersebut disertai keterangan yang menyatakan bahwa sosok tersebut adalah Bill Gates saat masih anak-anak, tepatnya pada tahun 1963.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, foto tersebut bukan merupakan foto masa kecil Bill Gates pada tahun 1963, melainkan foto seorang anak tak dikenal di Kota Lviv, Ukraina, yang diambil pada tahun 1968. Foto tersebut pernah diunggah di laman Facebook Museum Sejarah Fotografi, Ukraina pada tanggal 1 Mei 2019 yang lalu. Bersama dengan unggahan tersebut, pihak museum memberikan keterangan bahwa foto tersebut diambil pada tanggal 1 Mei 1968 oleh seorang fotografer bernama Payvluk Zh.I. Lebih lanjut, pihak museum juga menegaskan bahwa anak dalam foto tersebut bukan merupakan sosok tokoh terkenal.

    Artikel dengan topik serupa juga telah dimuat dalam situs Reuters dengan judul artikel “Fact Check-Photo Does Not Show Bill Gates as A Child” dan mengkategorikannya sebagai ‘false’.

    Dengan demikian, narasi yang diunggah oleh akun Facebook dengan nama pengguna Rob Celsius tersebut dapat dikategorikan sebagai Konteks yang Salah/False Context.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] “setelah vaksin Covid-19 selama 5 bulan tak boleh minum yg mengandung alkohol”

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 28/03/2021

    Berita

    Beredar pesan berantai Whatsapp dengan
    NARASI: “Info setelah vaksin Covid-19 2021 buat yg ikutan Vaksin..
    Gak boleh makan TAPE SINGKONG
    🙏🙏

    Oh iya, selama 5 bulan tak boleh minum yg mengandung alkohol. Termasuk tape. Ini sangat penting. Krena fungsi vaksin akan hilang total jikalau kita komsumsi alkohol.. 💪💪💪

    Kabarin ke orang tua tersayang, kerabat tercinta.. Thanks”.

    Tdk boleh vaksinasi

    minum alkohol setelah vaksin

    Hasil Cek Fakta

    BELUM ada bukti secara ilmiah mengonsumsi minuman beralkohol berdampak terhadap vaksinasi COVID-19, tetapi konsumsi minuman beralkohol dengan jumlah berlebihan memang pada dasarnya TIDAK baik untuk kesehatan.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Video Pertandingan Persib Bandung vs Bali United Diwarnai Suara Yel-Yel Ujaran Kebencian kepada Persija

    Sumber: Instagram.com
    Tanggal publish: 28/03/2021

    Berita

    Beredar video pertandingan sepak bola Persib Bandung vs Bali United dalam video tersebut samar-samar terdengar yel-yel ujaran kebencian kepada Persija. Dalam video tersebut merupakan tayang stasiun televisi Indosiar.

    NARASI:
    “ja ja ja ja ja persija anjing”

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri, melalui akun Twitter resmi Indosiar dalam postingan tanggal 24 Maret 2021 telah dipastikan bahwa video tersebut adalah hoaks. Jika melihat dan mendengar video asli yang ada di akun Twitter Indosiar tidak terdengar ujaran kebencian terhadap Persija.

    “Hati-hati beredar video HOAX pertandingan #PialaMenpora yang memprovokasi suporter Indonesia.

    Nih cek dulu video aslinya yaa.” mengutip dari Twitter Indosiar.

    Dengan demikian video yang disiarkan stasiun televisi Indosiar yang terdengar yel-yel ujaran kebencian terhadap Persija tidak benar. Indosiar telah mengklarifikasi bahwa video tersebut hoaks sehingga masuk dalam kategori konten yang dimanipulasi.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Sesat, Klaim Video Ini Bukti Kebohongan Vaksinasi Covid-19 oleh Yahudi

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 26/03/2021

    Berita


    Video yang memperlihatkan sebuah proses vaksinasi beredar di Twitter. Dalam video yang diambil dari atas lokasi vaksinasi itu, terlihat bahwa petugas tidak menyuntikkan vaksin ke lengan penerima, melainkan ke bagian bajunya. Video itu pun diklaim sebagai bukti kebohongan vaksinasi Covid-19 oleh Yahudi.
    Dalam video itu, memang terdapat sebuah teks yang ditulis dalam huruf Ibrani. Akun ini membagikan video tersebut pada 24 Maret 2021 dengan narasi, "Tu liat kelakuan Yahudi ngebohongin dunia se olah2 di vaccine padahal tdk, dia ga tau ada cctv yg lg ngerekam.." Hingga artikel ini dimuat, cuitan itu telah di-retweet sebanyak 393 kali dan disukai hingga 682 kali.
    Gambar tangkapan layar cuitan di Twitter yang berisi klaim sesat terkait video proses vaksinasi Covid-19 di Israel yang diunggahnya.

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo mula-mula memfragmentasi video itu menjadi sejumlah gambar dengantoolInVID. Lalu, gambar-gambar ini ditelusuri dengan reverse image toolYandex.
    Hasilnya, ditemukan bahwa video itu memang diambil dari sebuah lokasi vaksinasi Covid-19 di Israel. Namun, video ini tidak menunjukkan proses vaksinasi yang sesungguhnya. Petugas diminta oleh seorang penerima vaksin Covid-19 untuk mensimulasikan proses vaksinasi karena sebelumnya ia tak sempat merekam seluruh proses tersebut. Simulasi itu dilakukan dengan jarum suntik kosong.
    Situs media Rusia, Mirtesen, pernah memuat gambar tangkapan layar video tersebut dalam artikelnya pada 2 Maret 2021. Dalam artikel yang dikutip dari situs media Rusia lainnya, Donbass Today, itu, disebutkan bahwa, pada 1 Maret 2021, beredar video yang diambil dari lokasi vaksinasi Covid-19 yang digelar oleh Magen David Adom (MDA), layanan darurat medis, bencana, ambulans, dan bank darah Israel, di pusat perbelanjaan Bat Yam.
    Dalam video tersebut, terdengar suara pria yang berbicara dalam bahasa Rusia yang mengklaim bahwa petugas vaksinasi, alih-alih menyuntik si penerima vaksin Covid-19, malah menaburkan vaksin tersebut ke pakaiannya. Klaim ini pun direspons oleh MDA, "Ini adalah berita palsu dari level paling bawah."
    Menurut MDA, petugasnya beberapa kali memenuhi permintaan para penerima vaksin untuk merekam proses vaksinasi Covid-19 yang mereka jalani dalam sebuah foto atau video. Dalam kasus yang terlihat di video yang beredar, si penerima vaksin tidak sempat merekam seluruh proses tersebut. Karena itu, petugas diminta oleh si penerima vaksin untuk melakukan vaksinasi dengan jarum suntik kosong, yang kemudian direkam.
    Situs media Israel berbahasa Rusia, Newsru, juga pernah memuat gambar tangkapan layar video tersebut dalam artikelnya pada 2 Maret 2021. Artikel ini memuat penjelasan yang sama dari MDA, bahwa video itu hanya menunjukkan simulasi proses vaksinasi Covid-19 dengan jarum suntik kosong. "Klaim bahwa jarum suntik itu adalah jarum suntik yang terisi vaksin sama sekali tidak benar," demikian pernyataan MDA.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video tersebut merupakan bukti kebohongan vaksinasi Covid-19 oleh Yahudi, menyesatkan. Video itu memang diambil dari sebuah lokasi vaksinasi Covid-19 di Israel. Namun, video ini tidak menunjukkan proses vaksinasi yang sesungguhnya. Petugas yang terlihat dalam video itu diminta oleh seorang penerima vaksin Covid-19 untuk mensimulasikan proses vaksinasi karena sebelumnya ia tak sempat merekam seluruh proses tersebut. Simulasi itu dilakukan dengan jarum suntik kosong.
    TIM CEK FAKTA TEMPO
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

    • Tempo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini