[SALAH] Lowongan Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro
Sumber: facebook.comTanggal publish: 19/03/2021
Berita
Beredar di Facebook akun bernama lowongan kerja bojonegoro memposting gambar yang berisi informasi bahwa Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro membuka lowongan kerja. Lowongan kerja tersebut meliputi tenaga non kesehatan dan tenaga kesehatan.
Hasil Cek Fakta
Setelah ditelusuri melansir dari kanalbojonegoro Kepala Dinas Kesehatan Ani Pudji Ningrum menjelaskan informasi tersebut tidak benar.
“Terkait informasi yang menyebutkan Dinas Kesehatan membuka rekrutmen tenaga kesehatan itu tidak benar alias hoax,” ucapnya melansir dari kanalbojonegoro.
Dinas Kesehatan juga mengimbau agar warga masyarakat Bojonegoro jika mendapat informasi hendaknya disaring dan dicari kebenarannya apakah itu benar atau tidak.
Dengan demikian informasi tentang lowongan kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro tidak benar. Hal tersebut sudah dijelaskan oleh Kepala Dinas Kesehatan Ani Pudji Ningrum sehingga masuk dalam kategori konten palsu.
“Terkait informasi yang menyebutkan Dinas Kesehatan membuka rekrutmen tenaga kesehatan itu tidak benar alias hoax,” ucapnya melansir dari kanalbojonegoro.
Dinas Kesehatan juga mengimbau agar warga masyarakat Bojonegoro jika mendapat informasi hendaknya disaring dan dicari kebenarannya apakah itu benar atau tidak.
Dengan demikian informasi tentang lowongan kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro tidak benar. Hal tersebut sudah dijelaskan oleh Kepala Dinas Kesehatan Ani Pudji Ningrum sehingga masuk dalam kategori konten palsu.
Rujukan
[SALAH] Pesan Berantai Berisi Grafik Kadar Antibodi usai Divaksin Covid-19
Sumber: WhatsAppTanggal publish: 19/03/2021
Berita
Beredar di aplikasi percakapan Whatsapp pesan berantai berisi informasi soal kadar antibodi setelah divaksin covid-19. Pesan berantai itu ramai dibagikan sejak pekan kemarin.
Dalam pesan berantai tersebut terdapat grafik yang diklaim sebagai antibodi seseorang setelah menerima vaksin covid-19. Selain itu pesan berantai juga dilengkapi narasi:
"Ini grafik antibody setelah vaksin, hari ke 7 mulai kelihatan, puncak hari ke 10 kemudian turun sampai hari ke 28 sudah kecil sekali, kemudian di suntik hasilnya antibody jadi melonjak.
7 hari setelah vaccine anti body menurun jadi kalau bisa jangan keluar dulu. Itu sebabya orang bisa kena covid beberapa hari sebelum vaksin ke 2 karena antibody sudah mendekat nol."
Dalam pesan berantai tersebut terdapat grafik yang diklaim sebagai antibodi seseorang setelah menerima vaksin covid-19. Selain itu pesan berantai juga dilengkapi narasi:
"Ini grafik antibody setelah vaksin, hari ke 7 mulai kelihatan, puncak hari ke 10 kemudian turun sampai hari ke 28 sudah kecil sekali, kemudian di suntik hasilnya antibody jadi melonjak.
7 hari setelah vaccine anti body menurun jadi kalau bisa jangan keluar dulu. Itu sebabya orang bisa kena covid beberapa hari sebelum vaksin ke 2 karena antibody sudah mendekat nol."
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan meminta penjelasan dari dr. Muhamad Fajri Adda'i. Dokter sekaligus edukator dan Tim Penanganan Covid-19 itu menyebut pesan berantai tersebut tidak benar.
"Tidak ada orang yang setelah divaksin covid-19 misalnya antibodinya malah menjadi mendekati nol. Kalaupun ada itu hanya kasuistik saja seperti orang tersebut sistem imunnya gagal membentuk antibodi tetapi itu bukan konsep secara umum," ujar dr. Fajri saat dihubungi Liputan6.com.
"Dalam publikasi penelitian uji klinis 1 dan 2 yang sudah terbit di The Lancet, antibodi setelah divaksin covid-19 untuk Sinovac ini meningkat. Memang tidak langsung dan butuh waktu agar kadar antibodinya meningkat setelah suntikan dosis kedua, sekitar 14-28 hari," ujarnya menambahkan.
"Vaksin covid-19 buatan Sinovac ini memang didesain untuk mencegah covid-19 bergejala, sesuai dengan penelitiannya. Yang jelas mungkin saja orang punya respons berbeda sehingga grafik yang disebarkan melalui pesan berantai tidak benar," katanya menambahkan.
Dr. Fajri juga mengingatkan agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan meski sudah divaksin covid-19. "Memakai masker, menghindari kerumunan, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari ruangan tertutup adalah cara terbaik untuk menghindari penularan covid-19."
Cek Fakta Liputan6.com juga meminta penjelasan dari dr. Ikrimah Nisa Utami, Sp.PD "Tingkat kerentanan untuk terinfeksi virus covid-19 sebelum dan sesudah vaksin sama saja. Yang bisa mencegah kita tertular hanya dengan menjalankan protokol kesehatan," ujarnya.
Ia juga menjelaskan fungsi vaksin covid-19 pada masyarakat saat ini. Ia berharap masyarakat tetap mengetahui bahwa meski sudah divaksin tidak langsung kebal pada covid-19.
"Jadi, kalau sudah vaksin, walaupun misalnya virus corona covid-19 nempel ke tubuh, maka sakitnya tidak sampai masuk derajat yang parah sampai butuh ventilator dan sebagainya. Vaksin itu berfungsi untuk mencegah kita kena covid-19 derajat berat, bukan mencegah terkena covid-19, ini yang harus dipahami."
"Kekebalan (antibodi) yang diciptakan dari vaksin butuh waktu untuk terbentuk dan rentang waktunya 14 sampai 28 hari. Itu sebabnya saat antibodi belum terbentuk maka seseorang tetap bisa terinfeksi covid-19."
"Tidak ada orang yang setelah divaksin covid-19 misalnya antibodinya malah menjadi mendekati nol. Kalaupun ada itu hanya kasuistik saja seperti orang tersebut sistem imunnya gagal membentuk antibodi tetapi itu bukan konsep secara umum," ujar dr. Fajri saat dihubungi Liputan6.com.
"Dalam publikasi penelitian uji klinis 1 dan 2 yang sudah terbit di The Lancet, antibodi setelah divaksin covid-19 untuk Sinovac ini meningkat. Memang tidak langsung dan butuh waktu agar kadar antibodinya meningkat setelah suntikan dosis kedua, sekitar 14-28 hari," ujarnya menambahkan.
"Vaksin covid-19 buatan Sinovac ini memang didesain untuk mencegah covid-19 bergejala, sesuai dengan penelitiannya. Yang jelas mungkin saja orang punya respons berbeda sehingga grafik yang disebarkan melalui pesan berantai tidak benar," katanya menambahkan.
Dr. Fajri juga mengingatkan agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan meski sudah divaksin covid-19. "Memakai masker, menghindari kerumunan, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari ruangan tertutup adalah cara terbaik untuk menghindari penularan covid-19."
Cek Fakta Liputan6.com juga meminta penjelasan dari dr. Ikrimah Nisa Utami, Sp.PD "Tingkat kerentanan untuk terinfeksi virus covid-19 sebelum dan sesudah vaksin sama saja. Yang bisa mencegah kita tertular hanya dengan menjalankan protokol kesehatan," ujarnya.
Ia juga menjelaskan fungsi vaksin covid-19 pada masyarakat saat ini. Ia berharap masyarakat tetap mengetahui bahwa meski sudah divaksin tidak langsung kebal pada covid-19.
"Jadi, kalau sudah vaksin, walaupun misalnya virus corona covid-19 nempel ke tubuh, maka sakitnya tidak sampai masuk derajat yang parah sampai butuh ventilator dan sebagainya. Vaksin itu berfungsi untuk mencegah kita kena covid-19 derajat berat, bukan mencegah terkena covid-19, ini yang harus dipahami."
"Kekebalan (antibodi) yang diciptakan dari vaksin butuh waktu untuk terbentuk dan rentang waktunya 14 sampai 28 hari. Itu sebabnya saat antibodi belum terbentuk maka seseorang tetap bisa terinfeksi covid-19."
Kesimpulan
Pesan berantai berisi informasi soal kadar antibodi setelah divaksin covid-19 adalah tidak benar.
Rujukan
[SALAH] Foto Pria Mengamuk karena Janda
Sumber: FacebookTanggal publish: 19/03/2021
Berita
Sebuah foto yang diklaim seorang pria mengamuk karena janda beredar di media sosial. Foto tersebut disebarkan akun Facebook Ultraman pada 16 Maret 2021.
Dalam foto yang diunggahnya, terlihat seorang pria tengah diamankan polisi. Pria tersebut terlihat bertelanjang dada. Terdapat narasi dalam foto tersebut. Berikut isinya:
BERITA HARI INI
"Pria ini mengamuk karena Janda yang di nikikahinya tidak perawan lagi"
"Ana yakin ini pasti kadrun, soalnya tulul," tulis akun Facebook Ultraman.
Konten yang disebarkan akun Facebook Ultraman telah 9 kali direspons dan mendapat 27 komentar warganet.
Dalam foto yang diunggahnya, terlihat seorang pria tengah diamankan polisi. Pria tersebut terlihat bertelanjang dada. Terdapat narasi dalam foto tersebut. Berikut isinya:
BERITA HARI INI
"Pria ini mengamuk karena Janda yang di nikikahinya tidak perawan lagi"
"Ana yakin ini pasti kadrun, soalnya tulul," tulis akun Facebook Ultraman.
Konten yang disebarkan akun Facebook Ultraman telah 9 kali direspons dan mendapat 27 komentar warganet.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri foto yang diklaim seorang pria mengamuk karena janda. Penelusuran dilakukan dengan mengunggah foto tersebut ke situs Yandex.
Hasilnya terdapat beberapa artikel yang menjelaskan mengenai foto tersebut. Satu di antaranya artikel berjudul "Tim Gegana Sukses Ringkus Orang Gila di Mojokerto yang Mengamuk" yang dimuat situs detik.com pada Senin 5 Maret 2018 lalu.
Mojokerto - Setelah melakukan pengepungan selama sekitar satu jam, Agung Suprapto (38) berhasil ditangkap tim Gegana Sat Brimob Polda Jatim. Agung yang mengidap gangguan jiwa, sempat menyerang warga dengan senjata tajam.
Agung berhasil ditangkap setelah puluhan anggota Polres Mojokerto dan tim Gegana Sat Brimob Polda Jatim mengepung rumahnya di Dusun Kedawung, Desa Bicak, Trowulan, Mojokerto sejak pukul 15.00 WIB, Senin (5/3/2018).
Polisi setidaknya 6 kali menembakkan gas air mata ke dalam rumah yang hanya dihuni Agung ini. Sementara petugas lainnya yang memakai masker, menyergap melalui pintu belakang rumah Agung.
Sekitar pukul 16.00 WIB, Agung berhasil ditangkap. Saat dikeler dari dalam rumahnya, dia hanya memakai sarung.Sementara kedua tangannya diikat menggunakan tali plastik. Agung langsung dibawa ke Mapolsek Trowulan menggunakan mobil Genana Sat Brimob Polda Jatim.
"Yang ahlinya kan rekan-rekan Brimob menangani masalah seperti ini. Juga karena yang bersangkutan (Agung) membawa senjata tajam, khawatir terjadi sesuatu dengan anggota kami," kata Kapolsek Trowulan Kompol M Sulkan di lokasi menjawab alasan menerjunkan tim Gegana Polda Jatim.
Dia menjelaskan, Agung dilaporkan mengamuk sejak dini hari tadi sekitar pukul 04.00 WIB. Anak terkahir dari 6 bersaudara pasangan Abdullah dan almarhum Murtosiyah ini, tiba-tiba menyerang warga sekitar dengan celurit.
"Tidak ada warga yang kena serangan yang bersangkutan," ujar Sulkan.
Dia menambahkan, agar kejadian serupa tak terulang, Agung akan dibawa ke RSJ Lawang, Malang. "Kami kerjasama dengan Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan agar yang bersangkutan dirawat di Lawang," terangnya.
Kepala Desa Bicak Imam Mahfudi menuturkan, Agung mengalami gangguna jiwa sejak 9 bulan yang lalu. Pria bertubuh kurus ini saat itu juga menyerang warga dengan senjata tajam. Diduga Agung mengalami depresi setelah ibunya meninggal dunia.
Beruntung tak ada warga yang terluka. Agung hanya merusak sebuah sepeda motor warga.
"Saat itu dia dirawat di RSJ Lawang selama dua minggu. Dinyatakan sembuh sehingga dipulangkan, tapi harus mengonsumsi obat," ungkapnya.
Sepulang dari RSJ Lawang, lanjut Imam, Agung hidup seperti layaknya pria normal. Sehari-hari dia tinggal di rumahnya seorang diri. Sementara orang tuanya tinggal di Desa Karangnongko, Sooko, Mojokerto.
"Keluarganya mengira Agung sudah sembuh sehingga dibiarkan tak minum obat, akhirnya subuh tadi kambuh lagi," jelasnya.
Penangkapan Agung berlangsung menegangkan. Polisi yang mengepung rumahnya, beberapa kali dilempar kotoran dan air seni manusia. Bahkan amunisi gas air mata yang ditembakkan petugas, satu kali dilempar balik ke arah warga oleh Agung.
Hasilnya terdapat beberapa artikel yang menjelaskan mengenai foto tersebut. Satu di antaranya artikel berjudul "Tim Gegana Sukses Ringkus Orang Gila di Mojokerto yang Mengamuk" yang dimuat situs detik.com pada Senin 5 Maret 2018 lalu.
Mojokerto - Setelah melakukan pengepungan selama sekitar satu jam, Agung Suprapto (38) berhasil ditangkap tim Gegana Sat Brimob Polda Jatim. Agung yang mengidap gangguan jiwa, sempat menyerang warga dengan senjata tajam.
Agung berhasil ditangkap setelah puluhan anggota Polres Mojokerto dan tim Gegana Sat Brimob Polda Jatim mengepung rumahnya di Dusun Kedawung, Desa Bicak, Trowulan, Mojokerto sejak pukul 15.00 WIB, Senin (5/3/2018).
Polisi setidaknya 6 kali menembakkan gas air mata ke dalam rumah yang hanya dihuni Agung ini. Sementara petugas lainnya yang memakai masker, menyergap melalui pintu belakang rumah Agung.
Sekitar pukul 16.00 WIB, Agung berhasil ditangkap. Saat dikeler dari dalam rumahnya, dia hanya memakai sarung.Sementara kedua tangannya diikat menggunakan tali plastik. Agung langsung dibawa ke Mapolsek Trowulan menggunakan mobil Genana Sat Brimob Polda Jatim.
"Yang ahlinya kan rekan-rekan Brimob menangani masalah seperti ini. Juga karena yang bersangkutan (Agung) membawa senjata tajam, khawatir terjadi sesuatu dengan anggota kami," kata Kapolsek Trowulan Kompol M Sulkan di lokasi menjawab alasan menerjunkan tim Gegana Polda Jatim.
Dia menjelaskan, Agung dilaporkan mengamuk sejak dini hari tadi sekitar pukul 04.00 WIB. Anak terkahir dari 6 bersaudara pasangan Abdullah dan almarhum Murtosiyah ini, tiba-tiba menyerang warga sekitar dengan celurit.
"Tidak ada warga yang kena serangan yang bersangkutan," ujar Sulkan.
Dia menambahkan, agar kejadian serupa tak terulang, Agung akan dibawa ke RSJ Lawang, Malang. "Kami kerjasama dengan Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan agar yang bersangkutan dirawat di Lawang," terangnya.
Kepala Desa Bicak Imam Mahfudi menuturkan, Agung mengalami gangguna jiwa sejak 9 bulan yang lalu. Pria bertubuh kurus ini saat itu juga menyerang warga dengan senjata tajam. Diduga Agung mengalami depresi setelah ibunya meninggal dunia.
Beruntung tak ada warga yang terluka. Agung hanya merusak sebuah sepeda motor warga.
"Saat itu dia dirawat di RSJ Lawang selama dua minggu. Dinyatakan sembuh sehingga dipulangkan, tapi harus mengonsumsi obat," ungkapnya.
Sepulang dari RSJ Lawang, lanjut Imam, Agung hidup seperti layaknya pria normal. Sehari-hari dia tinggal di rumahnya seorang diri. Sementara orang tuanya tinggal di Desa Karangnongko, Sooko, Mojokerto.
"Keluarganya mengira Agung sudah sembuh sehingga dibiarkan tak minum obat, akhirnya subuh tadi kambuh lagi," jelasnya.
Penangkapan Agung berlangsung menegangkan. Polisi yang mengepung rumahnya, beberapa kali dilempar kotoran dan air seni manusia. Bahkan amunisi gas air mata yang ditembakkan petugas, satu kali dilempar balik ke arah warga oleh Agung.
Kesimpulan
Foto yang diklaim seorang pria mengamuk karena janda ternyata tidak benar. Faktanya, pria dalam foto tersebut merupakan Agung Suprapto (38) warga Dusun Kedawung, Desa Bicak, Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur.
Agung diamankan setelah mengamuk di sekitar rumahnya. Dia diduga mengalami depresi setelah ibunya meninggal dunia.
Agung diamankan setelah mengamuk di sekitar rumahnya. Dia diduga mengalami depresi setelah ibunya meninggal dunia.
Rujukan
Keliru, Klaim Raja Salman Sebut Haji 2021 Berlangsung Normal Tanpa Batasan
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 18/03/2021
Berita
Pesan berantai yang berisi klaim bahwa Raja Arab Saudi, Raja Salman, telah memastikan Haji 2021 berlangsung seperti biasa tanpa batasan beredar di grup-grup percakapan WhatsApp. Pesan berantai ini dikutip dari artikel yang dimuat di situs The Islamic Information pada 9 Maret 2021 berjudul "Hajj 2021 To Take Place As Usual With No Limits, Saudi King Assures".
"Berita bagus untuk semua Muslim di seluruh dunia karena Raja Salman memastikan bahwa Haji 2021 akan berlangsung sesuai jadwal tanpa batasan jamaah," demikian narasi yang tertulis di bagian awal pesan berantai itu, yang juga mengklaim bahwa informasi tersebut berasal dari kantor berita Reuters.
Selanjutnya, pesan berantai itu memuat informasi bahwa Raja Salman menyetujui beberapa inisiatif baru untuk memberikan perawatan kesehatan yang cepat kepada para peziarah yang datang untuk menunaikan ibadah haji. "Ini termasuk membebaskan biaya tahunan fasilitas akomodasi dari kota, kegiatan komersial di Madinah dan Makkah, tempat haji berlangsung."
Gambar tangkapan layar pesan berantai di WhatsApp yang berisi klaim keliru terkait Haji 2021.
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim itu, Tim CekFakta Tempo mula-mula menelusuri artikel di Reuters yang diklaim sebagai sumber dari informasi tersebut. Namun, tidak ditemukan artikel yang menyebut "Raja Salman telah memastikan Haji 2021 berlangsung seperti biasa tanpa batasan" di Reuters. Demikian pula di situs media-media lain, tidak ditemukan artikel yang berisi informasi semacam itu.
Justru, Tempo menemukan artikel di Reuters yang sebagian isinya dikutip oleh artikel di The Islamic Information tersebut. Artikel yang dimuat pada 9 Maret 2021 ini berjudul "Saudi king approves support for Islamic pilgrimage operators after Covid-19: SPA". Artikel ini berisi informasi bahwa Raja Salman menyetujui sejumlah inisiatif yang bertujuan untuk membantu bisnis yang mendukung ziarah Islam.
Menurut Reuters, yang mengutip kantor berita Arab Saudi SPA, inisiatif ini bertujuan untuk mengurangi efek finansial dan ekonomi dari pandemi Covid-19 pada seluruh sektor yang memberikan dukungan untuk haji dan umrah. "Ini termasuk pembebasan fasilitas akomodasi dari biaya tahunan untuk izin kegiatan komersial kota di Mekah dan Madinah, tempat ziarah Islam berlangsung," demikian laporan Reuters.
Informasi lain yang juga dikutip oleh The Islamic Information dari artikel Reuters itu adalah bahwa, untuk ekspatriat yang bekerja dalam kegiatan yang berkaitan dengan haji dan umrah, penagihan biaya perpanjangan tempat tinggal akan ditunda selama enam bulan. Namun, syaratnya, jumlah biaya selama enam bulan itu akan dibayar dengan cicilan selama setahun.
Selain itu, izin bus yang beroperasi di fasilitas pengangkutan jemaah akan tetap berlaku, namun tanpa biaya, selama satu tahun. Pemungutan bea cukai untuk bus baru pun akan ditunda untuk musim haji mendatang selama tiga bulan. Biaya itu akan diangsur selama empat bulan sejak tanggal jatuh tempo.
Tempo juga menemukan bantahan dari Kementerian Agama terkait informasi bahwa Haji 2021 akan berlangsung tanpa batasan. Menurut Plt Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Khoirizi, informasi itu hoaks. "Itu hoaks, tidak benar. Sampai saat ini, belum ada informasi resmi dari Kerajaan Arab Saudi terkait penyelenggaraan Haji 2021," katanya pada 16 Maret 2021 seperti dikutip dari situs resmi Kemenag.
Menurut Khoirizi, pihaknya sudah mengkonfirmasi informasi yang beredar itu kepada Duta Besar Arab Saudi. "Kami sudah konfirmasi mengenai berita yang viral bahwa Raja Salman membuka haji 2021 seluas-luasnya, dan dijawab oleh Dubes bahwa kabar itu tidak jelas sumbernya," ujar Khoirizi. "Jadi, sekali lagi kami tegaskan bahwa itu hoaks," katanya.
Khoirizi menuturkan bahwa Dubes Arab Saudi berjanji akan segera memberikan informasi terkait penyelenggaraan Haji 2021 jika sudah ada keputusan dari pemerintah Arab Saudi. "Kepada kami, Dubes menyampaikan bahwa Indonesia akan menjadi negara pertama yang menerima informasi kepastian haji, mengingat jumlah jemaahnya terbesar di dunia," ujar Khoirizi.
Sehari sebelumnya, pada 15 Maret 2021, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas juga mengatakan bahwa, hingga saat ini, pemerintah Arab Saudi belum bisa memastikan apakah ibadah haji bisa diselenggarakan tahun ini. Namun, seperti dilansir dari Bisnis.com, pihaknya terus melakukan upaya diplomasi dengan pemerintah Arab Saudi ihwal penyelenggaraan ibadah Haji 2021 meski dalam kondisi pandemi Covid-19.
“Kami terus melakukan berbagai upaya diplomasi dengan berbagai otoritas terkait di Arab Saudi, antara lain dengan Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia, Menteri Urusan Haji dan Umrah, dan yang lainnya, baik melalui tatap muka langsung atau video conference, telepon, dan surat,” kata Yaqut dalam Rapat Kerja Komisi VIII DPR.
Yaqut pun optimistis pemerintah Arab Saudi akan menyelenggarakan ibadah haji tahun ini, salah satunya karena vaksinasi Covid-19 telah dilakukan di sana. Lebih lanjut, kata Yaqut, otoritas Arab Saudi juga akan membuka rute penerbangan internasional per 17 Mei 2021. “Situasi ini lebih positif dibanding tahun lalu di kuartal yang sama yang menutup penerbangan luar negeri, tidak terkecuali di musim haji tahun 2020,” ujarnya.
Walhasil, pemerintah akan tetap melakukan persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Sebelumnya, pada 10 Maret 2021, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi mengatakan bahwa pemerintah masih menunggu kabar terbaru terkait pelaksanaan Haji 2021 dari pemerintah Arab Saudi. Pengumuman haji, kata dia, hanya disampaikan oleh Raja Salman. Namun, hingga saat ini pemerintah Indonesia masih diminta untuk menunggu.
Dilansir dari Reuters, yang mengutip laporan surat kabar Arab Saudi Okaz pada 3 Maret 2021, Kementerian Kesehatan Arab Saudi telah memutuskan bahwa hanya orang yang telah menerima vaksin Covid-19 yang diizinkan untuk menghadiri haji tahun ini. "Vaksin Covid-19 wajib bagi mereka yang ingin datang haji dan akan menjadi salah satu syarat utama," kata laporan itu, mengutip surat edaran yang ditandatangani oleh Menteri Kesehatan.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa Raja Arab Saudi, Raja Salman, telah memastikan Haji 2021 berlangsung seperti biasa tanpa batasan, keliru. Artikel sumber menyebut bahwa informasi itu berasal dari Reuters. Namun, tidak ditemukan artikel yang berisi informasi tersebut di Reuters. Demikian pula di situs media-media lain, tidak ditemukan artikel yang berisi informasi semacam itu. Kemenag pun telah menyatakan informasi tersebut hoaks. Hingga kini, belum ada informasi resmi dari Kerajaan Arab Saudi terkait penyelenggaraan Haji 2021.
TIM CEK FAKTA TEMPO
Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/haji-2021
- https://theislamicinformation.com/hajj-2021-updates/
- https://www.tempo.co/tag/raja-salman
- https://www.reuters.com/article/idUSL1N2L62M3?edition-redirect=ca
- https://www.tempo.co/tag/arab-saudi
- https://kemenag.go.id/berita/read/515576/viral-haji-2021-akan-berlangsung-tanpa-batasan--kemenag--hoaks-
- https://www.tempo.co/tag/yaqut-cholil-qoumas
- https://kabar24.bisnis.com/read/20210315/15/1367630/kemenag-arab-saudi-belum-tentukan-sikap-soal-haji-2021
- https://www.tempo.co/tag/haji
- https://www.reuters.com/article/health-coronavirus-saudi-haj-int/saudi-arabia-says-covid-19-vaccination-required-for-2021-haj-newspaper-idUSKCN2AU2FP
- https://www.tempo.co/tag/kemenag
Halaman: 6949/8707

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3405582/original/079310500_1616134423-cek_fakta_kadar_antibodi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3404845/original/013004600_1616058632-Ngamuk1.jpg)
