Keliru, Timor Leste Rilis Uang Bergambar Baju Adat Rote dan Xanana Gusmao
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 05/03/2021
Berita
Gambar sebuah uang kertas pecahan 100 bertuliskan Central Bank of Timor Leste atau Bank Sentral Timor Leste beredar di media sosial. Dalam gambar itu, terlihat dua sisi dari uang kertas tersebut. Sisi pertama memuat gambar mantan Presiden Timor Leste Xanana Gusmao. Sementara sisi lainnya memuat gambar baju adat yang identik dengan baju adat Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Di Facebook, gambar uang kertas itu diunggah oleh akun ini pada 15 Februari 2021. Akun tersebut menulis, “Butuh bantuan ada yang bisa fasih bahasa tetun/timor leste utk translate informasi. Disinyalir semntara terjadi pengakuan sepihak adat budaya Rote dalam pengggunaan di mata uang pecahan 100 Timor Leste. Tq.”
Gambar tangkapan layar unggahan di Facebook yang memuat klaim keliru terkait gambar uang kertas yang diunggahnya.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan verifikasi Tim CekFakta Tempo, Bank Sentral Timor Leste tidak pernah menerbitkan uang kertas pecahan 100 bergambar baju adat Rote, NTT tersebut. Hingga saat ini, Timor Leste masih menggunakan mata uang dolar Amerika Serikat dan centavos, yang dicetak di Portugal, sebagai alat tukar yang sah.
Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tempo mula-mula menelusuri gambar uang kertas itu denganreverse image toolSource dan Google. Hasilnya, ditemukan bahwa gambar ini merupakan gambar tangkapan layar dari video yang pernah diunggah oleh kanal YouTube SocialMediaGMNTV pada 12 Februari 2021 dengan judul “Osan ho imajen Xanana Gusmão, BCTL laiha Koñesimentu”.
Tempo kemudian menghubungi jurnalis Timor Leste Zevonia Vieira untuk mendapatkan penjelasan terkait uang kertas pecahan 100 itu. Menurut Vonia, uang kertas tersebut hanyalah hasil kreativitas dari seseorang yang mengidolakan tokoh Timor Leste Xanana Gusmao. “Orang itu berharap, jika suatu saat Timor Leste memiliki mata uang sendiri, wajah Xanana Gusmao sebagai tokoh pejuang bisa ditampilkan pada uang tersebut,” katanya pada 5 Maret 2021.
Setelah beredar di Facebook, gambar uang kertas tersebut pun menuai banyak reaksi warganet di Timor Leste. “Banyak yang mengira bahwa uang itu adalah uang beneran,” ujarnya. Namun, Vonia memastikan bahwa uang tersebut tidak beredar di negaranya. Timor Leste masih menggunakan dolar AS sebagai mata uang yang sah.
Beredarnya gambar uang kertas dengan ilustrasi Xanana Gusmao dan baju adat yang identik dengan baju adat Rote itu juga telah direspons oleh Bank Sentral Timor Leste (BCTL). Dikutip dari situs lokal Timor Leste, Neon Metin, Gubernur BCTL Abrao Vasconcelos telah memastikan bahwa desain uang tersebut tidak serius. “Itu bagian dari ekspresi seseorang yang mengidolakan Xanana Gusmao,” ujarnya.
Konsulat Republik Demokratik Timor Leste di Kupang, NTT, Jesuino Dos Reis Matos memberikan penjelasan serupa terkait gambar uang kertas yang viral itu. Menurut dia, negaranya masih menggunakan dolar AS sebagai mata uang resmi. "Tidak benar, Timor Leste masih pake Dollar US. Ini orang NTT yang kreasikan mungkin," katanya pada 16 Februari 2021 seperti dikutip dari Kumparan.com.
Dilansir dari Liputan6.com, selain menggunakan dolar AS sebagai alat tukar yang sah, Timor Leste juga menggunakan mata uang lokal centavos. Menurut Head of Business & Treasury PT Bank Mandiri Tbk Cabang Dili, NTT, Tommy Utomo, BCTL memperoleh pasokan dolar AS dari Bank Sentral AS (The Federal Reserve atau The Fed). Sementara uang koin centavos dicetak di Portugal.
"Kalau mata uang lokal centavos dicetak langsung di Portugis. Tapi, kalau dolar AS, dapat pasokan dari Bank Sentral AS," kata Tommy pada 23 Maret 2016. Dia menjelaskan uang koin centavos terdiri dari pecahan 1, 5, 10, 25, 50, dan 100. Sementara itu, untuk nominal di atasnya, menggunakan dolar AS. Ia menyebut 100 centavos setara dengan 1 dolar AS.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa Timor Leste merilis uang kertas pecahan 100 bergambar baju adat Rote, NTT, dan Xanana Gusmao tersebut keliru. Bank Sentral Timor Leste tidak pernah menerbitkan uang kertas pecahan 100 dengan mencantumkan gambar-gambar tersebut. Desain uang kertas itu dibuat oleh seseorang yang mengidolakan Xanana Gusmao. Hingga kini, Timor Leste masih menggunakan dolar AS, yang dipasok dari The Fed, dan uang koin centavos, yang dicetak di Portugal, sebagai mata uang yang sah.
TIM CEK FAKTA TEMPO
Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/timor-leste
- https://archive.vn/0RU84
- https://www.tempo.co/tag/uang-kertas
- https://www.youtube.com/watch?v=1GB9CBL829o
- https://www.tempo.co/tag/xanana-gusmao
- https://www.tempo.co/tag/uang
- https://neonmetin.info/buletin/2021/02/12/osan-100-bctl-ema-dezenha-hatudu-nia-kreatividade-laos-buat-seriu/
- https://kumparan.com/florespedia/viral-di-medsos-uang-kertas-timor-leste-bergambar-pakaian-adat-rote-ndao-1vBxkAhOxlu/full
- https://www.liputan6.com/bisnis/read/2465743/negara-ini-punya-2-mata-uang-dolar-as-dan-centavos
- https://www.tempo.co/tag/dolar-as
- https://www.tempo.co/tag/ntt
Keliru, Klaim Ini Video Israel Tembaki Masjid Palestina
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 05/03/2021
Berita
Video pendek yang diklaim sebagai video ketika Israel menembak menara masjid Palestina beredar di YouTube pada 3 Maret 2021. Dalam video itu, terlihat sebuah menara masjid yang diberondong oleh tembakan berulang kali. Selain suara senapan, terdengar pula suara azan dalam video tersebut.
Kanal ini mengunggah video berdurasi 2 menit itu dengan judul "Tentara Israel Tembak Menara Mesjid Palestina". Dalam keterangannya, kanal tersebut menulis, "Tentera Israil(LAKNATULLOH ALAHI) menembaki menara masjid Pelastina ketika azan di kumandang kan namun tetap berdiri tidak tumbang dan terbakar."
Gambar tangkapan layar unggahan di YouTube yang berisi klaim keliru terkait video yang diunggahnya.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan verifikasi Tim Cek Fakta Tempo, video yang diunggah oleh kanal tersebut adalah video lama. Peristiwa dalam video itu terjadi pada 2008. Peristiwa tersebut pun bukan peristiwa penembakan menara masjid Palestina yang dilakukan oleh tentara Israel.
Untuk memeriksa klaim itu, Tempo memfragmentasi video tersebut menjadi sejumlah gambar dengan tool InVID. Lalu, gambar-gambar itu ditelusuri dengan reverse image tool Yandex. Hasilnya, ditemukan bahwa gambar tangkapan layar video yang sama pernah dipublikasikan oleh situs yang berbasis di Turki, Timeturk, pada 24 Maret 2008.
Situs tersebut memberikan keterangan bahwa peristiwa dalam gambar itu terjadi saat tentara Amerika Serikat menembaki menara sebuah masjid di Irak. Tembakan dengan senapan mesin berat selama beberapa menit ini dilaporkan menghancurkan beberapa menara.
Ketika itu, video dari peristiwa tersebut juga beredar di YouTube. Salah satu kanal, Michael Moore, mengunggah video kejadian itu pada 16 Maret 2008 dengan judul "Marinir AS Menembak Masjid Tanpa Alasan". Kanal ini pun memberikan keterangan sebagai berikut:
“Kesaksian Cpl. (Kopral) Jon M. Turner (3/8 Kilo Company, Peleton 1, Korps Marinir AS) pada tanggal 15 Maret 2008, termasuk dua video penembakan pasukan Turner di masjid-masjid tanpa alasan, suatu pelanggaran terhadap hukum internasional.”
Penyerangan itu terjadi di tengah invasi AS ke Irak sejak 20 Maret 2003 yang melibatkan sekitar 200 ribu tentara. Meskipun menerima kecaman global dan tidak mendapatkan otorisasi dari PBB, AS, yang didukung oleh pasukan dari Inggris, Australia, dan Polandia, meluncurkan Operasi Kebebasan Irak karena menganggap Saddam Hussein, yang oleh AS disebut diktator, menyembunyikan senjata pemusnah massal.
Pada 1 Mei 2003, Presiden AS George W. Bush menyatakan "misi sudah tercapai" saat berpidato di kapal induk USS Abraham Lincoln. Pasukan AS berhasil menangkap Saddam tanpa insiden berarti pada 13 Desember, dalam persembunyiannya di sebuah lubang 2,5 meter di daerah pertanian Tikrit, Baghdad. Ia dihukum gantung pada 2006. Tapi senjata pemusnah massal yang menjadi dasar untuk melancarkan serangan tak pernah ditemukan.
Bush awalnya memenangkan dukungan publik dan politik yang luas untuk melakukan serangan terhadap Baghdad. Tapi pendapat itu berubah setelah perang berlarut-larut. Meskipun Bush menyebut misi telah tercapai pada 2003, perang belum sepenuhnya berakhir.
Secara resmi, invasi Irak dinyatakan berakhir usai pasukan terakhir AS pergi dari negara itu pada 15 Desember 2011. Mereka terlibat dalam perang selama sepuluh tahun, delapan bulan, tiga minggu, dan empat hari di negara yang berada di belahan bumi lain, yang berjarak ribuan kilometer dari rumahnya.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video di atas adalah video ketika tentara Israel menembak menara masjid Palestina, keliru. Video itu adalah video lama, yang menunjukkan penembakan masjid di Irak oleh tentara AS pada 2008.
TIM CEK FAKTA TEMPO
Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/israel
- https://archive.vn/OjMMk
- https://www.tempo.co/tag/tentara-israel
- https://www.tempo.co/tag/palestina
- https://www.timeturk.com/tr/2008/03/24/abd-askeri-minare-vurdu-video.html
- https://www.tempo.co/tag/masjid
- https://www.youtube.com/watch?v=jO7xwnZA124
- https://dunia.tempo.co/read/468110/satu-dekade-invasi-amerika-serikat-ke-irak/full&view=ok
- https://www.tempo.co/tag/invasi-irak
- https://www.tempo.co/tag/irak
[SALAH] Video “Detik – detik GUS IDRIS DITEMBAK ORANG TAK DIKENAL SAAT LIVE STREAMING”
Sumber: Youtube.comTanggal publish: 04/03/2021
Berita
Beredar video berjudul “Detik – detik GUS IDRIS DITEMBAK ORANG TAK DIKENAL SAAT LIVE STREAMING” yang diunggah oleh kanal Youtube AFU Formosa (http://bit.ly/3uVQsdg) pada 28 Februari 2021.
Di kolom komentar, beberapa warganet menuliskan komentar sebagai berikut:
Ube Oso : “Innalillahi wa innaillaihi roji’un… Moga Allah segera melaknatnya .. Ummat Islam segera merapatkan barisan krn gak bisa berharap pd rezim ini untuk keselamtan para Ulama Khair yg ada.”
Tetty Juliaty: “Ya Allah , masukkanlha alm Gus Idris ke surga indahmu….balas lha kejahatan mereka …kejamnya manusia penemmbak ini…”
Darmi Laelastri: “Seperti yg sengaja di giring untuk di tembak… Ko ada yg vidioin..?”
FiNA: “Bagaimana kita berharap kpd rezim. Bukankah ini adalah ulah rezim?”
Di kolom komentar, beberapa warganet menuliskan komentar sebagai berikut:
Ube Oso : “Innalillahi wa innaillaihi roji’un… Moga Allah segera melaknatnya .. Ummat Islam segera merapatkan barisan krn gak bisa berharap pd rezim ini untuk keselamtan para Ulama Khair yg ada.”
Tetty Juliaty: “Ya Allah , masukkanlha alm Gus Idris ke surga indahmu….balas lha kejahatan mereka …kejamnya manusia penemmbak ini…”
Darmi Laelastri: “Seperti yg sengaja di giring untuk di tembak… Ko ada yg vidioin..?”
FiNA: “Bagaimana kita berharap kpd rezim. Bukankah ini adalah ulah rezim?”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran Tim CekFakta Tempo, klaim bahwa Gus Idris ditembak merupakan klaim yang keliru.
Faktanya, bukan ditembak. Gus Idris membantah bahwa peristiwa dalam video live streaming pada 28 Februari 2021 itu adalah peristiwa penembakan. Menurut Gus Idris, serangan yang terjadi ketika itu merupakan serangan spiritual.
Dilansir dari Tempo, ditemukan bahwa video itu merupakan potongan dari video live streaming yang disiarkan oleh kanal YouTube milik Gus Idris, Gus Idris Official, pada 28 Februari 2021. Video tersebut berjudul “[Live] Kalahkan Kekuatan Dayang Nyi Ronggeng Gus Idris: ‘Jangan Kasih Ampun Mamaz Karyo Bersamaku'”.
Tempo kemudian menelusuri video lain yang diunggah oleh kanal Gus Idris Official. Pada 2 Maret 2021, kanal ini kembali menyiarkan sebuah video live streaming yang berjudul “(Live) Penjelasan Gus Idris Al-Marbawy atas Isu Penembakan”. Dalam video tersebut, Idris membantah bahwa peristiwa dalam video live streaming pada 28 Februari 2021 adalah peristiwa penembakan. “Bukan, bukan penembakan,” katanya.
Menurut Gus Idris, serangan yang terjadi ketika itu merupakan serangan spiritual. Terkait suara letusan yang terdengar dalam video tersebut, Idris mengatakan sedang menyelidiknya. “Itu adalah murni serangan sihir. Di video memang ada suara tembakan, itu yang aneh. Kita masih selidiki, kok bisa mirip banget kayak tembakan. InsyaAllah, 100 persen bukan penembakan. Itu tembakan sihir, bukan manusia pelakunya,” ujarnya.
Juru bicara Gus Idris, Ian Firdaus, yang menemani Idris dalam video tersebut, juga mengatakan bahwa tidak ada bekas tembakan di tubuh Idris. Menurut dia, jika Idris mengalami penembakan, pihaknya pasti telah melaporkan hal itu ke polisi. Namun, Ian juga meminta maaf karena, setelah kejadian, ia tidak memberi kabar ke orang-orang terdekatnya dan Idris. Ketika itu, usai kejadian, ia menemani Idris melakukan ritual tapa geni di sebuah sungai di Pacet, Mojokerto, Jawa Timur.
Gus Idris pun menyampaikan permohonan maafnya dalam video tersebut. “Dua hari kita menghilang untuk menenangkan diri. Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila membuat Anda khawatir, cemas. Tidak ada unsur kesengajaan,” katanya. Idris pun menuturkan bahwa, saat ini, kondisinya baik-baik saja. “Ada beberapa kendala sedikit, kurang enak di badan. Tapi saya baik-baik saja,” ujarnya.
Pihak kepolisian juga telah memberikan penjelasan terkait video yang diklaim sebagai video penembakan Gus Idris. Dilansir dari CNN Indonesia, pada 2 Maret 2021, Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur, Komisaris Besar Gatot Repli Handoko, memastikan bahwa klaim tersebut hoaks. Kesimpulan itu diambil setelah penyidik Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim menelusuri unggahan video di kanal YouTube bernama Anggsri.
“Ada dua unggahan video, yang pertama hari Senin (1 Maret 2021), pukul 22.30 WIB malam, video itu menceritakan bahwa Gus Idris ditembak oleh orang tidak dikenal,” katanya. Namun, sehari setelahnya, kanal itu kembali mengunggah video yang menyatakan Idris tidak tertembak dan dalam keadaan baik-baik saja. Berdasarkan fakta tersebut, pihaknya memastikan bahwa kabar tertembaknya Gus Idris adalah informasi bohong.
Dilansir dari Kumparan, Kapolres Malang Ajun Komisaris Besar Hendri Umar menuturkan bahwa jajarannya juga telah mengklarifikasi kabar penembakan terhadap Gus Idris. Berdasarkan penyelidikan, tidak terjadi penembakan yang dilakukan oleh orang tak dikenal. “Gus Idris tidak pernah tertembak dan tidak pernah mengalami luka apapun. Saya sudah bertemu langsung dengan Gus Idris, dan tidak ada sama sekali bekas luka tembak,” ujar Hendri saat mendatangi Pondok Pesantren Thoriqul Jannah pada 2 Maret 2021.
Di tempat yang sama, Gus Idris juga memberikan pernyataan bahwa dirinya tidak pernah menyebut kata penembakan dalam videonya. “Saya, Idris Al-Marbawi, alhamdulilah sehat wal afiat. Yang ingin saya sampaikan bahwa tidak ada unsur penembakan. Karena saya, dalam video, tidak mengeluarkan pernyataan penembakan,” katanya. Menurut dia, pernyataan soal adanya penembakan dilontarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Juru bicara Gus Idris, Ian Firdaus, menyatakan hal serupa, bahwa pihaknya tidak pernah memberikan pernyataan soal adanya penembakan. “Yang menyampaikan penembakan itu bukanlah akun dari kami,” tuturnya. Namun, menurut dia, kabar ini menjadi simpang siur karena baik dirinya maupun Idris tidak bisa dihubungi beberapa hari setelah kejadian. “Yang jadi masalah memang baik dari Gus maupun saya tidak ada kabar beberapa hari. Sehingga orang-orang berkesimpulan bahwa Gus Idris ditembak dan segala macam,” katanya.
Faktanya, bukan ditembak. Gus Idris membantah bahwa peristiwa dalam video live streaming pada 28 Februari 2021 itu adalah peristiwa penembakan. Menurut Gus Idris, serangan yang terjadi ketika itu merupakan serangan spiritual.
Dilansir dari Tempo, ditemukan bahwa video itu merupakan potongan dari video live streaming yang disiarkan oleh kanal YouTube milik Gus Idris, Gus Idris Official, pada 28 Februari 2021. Video tersebut berjudul “[Live] Kalahkan Kekuatan Dayang Nyi Ronggeng Gus Idris: ‘Jangan Kasih Ampun Mamaz Karyo Bersamaku'”.
Tempo kemudian menelusuri video lain yang diunggah oleh kanal Gus Idris Official. Pada 2 Maret 2021, kanal ini kembali menyiarkan sebuah video live streaming yang berjudul “(Live) Penjelasan Gus Idris Al-Marbawy atas Isu Penembakan”. Dalam video tersebut, Idris membantah bahwa peristiwa dalam video live streaming pada 28 Februari 2021 adalah peristiwa penembakan. “Bukan, bukan penembakan,” katanya.
Menurut Gus Idris, serangan yang terjadi ketika itu merupakan serangan spiritual. Terkait suara letusan yang terdengar dalam video tersebut, Idris mengatakan sedang menyelidiknya. “Itu adalah murni serangan sihir. Di video memang ada suara tembakan, itu yang aneh. Kita masih selidiki, kok bisa mirip banget kayak tembakan. InsyaAllah, 100 persen bukan penembakan. Itu tembakan sihir, bukan manusia pelakunya,” ujarnya.
Juru bicara Gus Idris, Ian Firdaus, yang menemani Idris dalam video tersebut, juga mengatakan bahwa tidak ada bekas tembakan di tubuh Idris. Menurut dia, jika Idris mengalami penembakan, pihaknya pasti telah melaporkan hal itu ke polisi. Namun, Ian juga meminta maaf karena, setelah kejadian, ia tidak memberi kabar ke orang-orang terdekatnya dan Idris. Ketika itu, usai kejadian, ia menemani Idris melakukan ritual tapa geni di sebuah sungai di Pacet, Mojokerto, Jawa Timur.
Gus Idris pun menyampaikan permohonan maafnya dalam video tersebut. “Dua hari kita menghilang untuk menenangkan diri. Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila membuat Anda khawatir, cemas. Tidak ada unsur kesengajaan,” katanya. Idris pun menuturkan bahwa, saat ini, kondisinya baik-baik saja. “Ada beberapa kendala sedikit, kurang enak di badan. Tapi saya baik-baik saja,” ujarnya.
Pihak kepolisian juga telah memberikan penjelasan terkait video yang diklaim sebagai video penembakan Gus Idris. Dilansir dari CNN Indonesia, pada 2 Maret 2021, Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur, Komisaris Besar Gatot Repli Handoko, memastikan bahwa klaim tersebut hoaks. Kesimpulan itu diambil setelah penyidik Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim menelusuri unggahan video di kanal YouTube bernama Anggsri.
“Ada dua unggahan video, yang pertama hari Senin (1 Maret 2021), pukul 22.30 WIB malam, video itu menceritakan bahwa Gus Idris ditembak oleh orang tidak dikenal,” katanya. Namun, sehari setelahnya, kanal itu kembali mengunggah video yang menyatakan Idris tidak tertembak dan dalam keadaan baik-baik saja. Berdasarkan fakta tersebut, pihaknya memastikan bahwa kabar tertembaknya Gus Idris adalah informasi bohong.
Dilansir dari Kumparan, Kapolres Malang Ajun Komisaris Besar Hendri Umar menuturkan bahwa jajarannya juga telah mengklarifikasi kabar penembakan terhadap Gus Idris. Berdasarkan penyelidikan, tidak terjadi penembakan yang dilakukan oleh orang tak dikenal. “Gus Idris tidak pernah tertembak dan tidak pernah mengalami luka apapun. Saya sudah bertemu langsung dengan Gus Idris, dan tidak ada sama sekali bekas luka tembak,” ujar Hendri saat mendatangi Pondok Pesantren Thoriqul Jannah pada 2 Maret 2021.
Di tempat yang sama, Gus Idris juga memberikan pernyataan bahwa dirinya tidak pernah menyebut kata penembakan dalam videonya. “Saya, Idris Al-Marbawi, alhamdulilah sehat wal afiat. Yang ingin saya sampaikan bahwa tidak ada unsur penembakan. Karena saya, dalam video, tidak mengeluarkan pernyataan penembakan,” katanya. Menurut dia, pernyataan soal adanya penembakan dilontarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Juru bicara Gus Idris, Ian Firdaus, menyatakan hal serupa, bahwa pihaknya tidak pernah memberikan pernyataan soal adanya penembakan. “Yang menyampaikan penembakan itu bukanlah akun dari kami,” tuturnya. Namun, menurut dia, kabar ini menjadi simpang siur karena baik dirinya maupun Idris tidak bisa dihubungi beberapa hari setelah kejadian. “Yang jadi masalah memang baik dari Gus maupun saya tidak ada kabar beberapa hari. Sehingga orang-orang berkesimpulan bahwa Gus Idris ditembak dan segala macam,” katanya.
Kesimpulan
BUKAN ditembak. Gus Idris membantah bahwa peristiwa dalam video live streaming pada 28 Februari 2021 itu adalah peristiwa penembakan. Menurut Gus Idris, serangan yang terjadi ketika itu merupakan serangan spiritual.
Rujukan
- https://cekfakta.tempo.co/fakta/1267/keliru-klaim-pengasuh-ponpes-gus-idris-ditembak-orang-tak-dikenal-di-video-ini
- https://www.youtube.com/watch?v=x26Sei6vrZI
- https://www.youtube.com/watch?v=N5B8yDerbKw&t=415s
- https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210302175653-12-612832/polisi-pastikan-video-penembakan-gus-idris-hoaks
- https://kumparan.com/tugumalang/polisi-video-penembakan-gus-idris-cuma-demi-konten-tak-ada-luka-tembak-1vHJ2sYk0vY
[SALAH] Seorang WNI Jadi Imam Masjidil Haram Mekkah
Sumber: twitter.comTanggal publish: 04/03/2021
Berita
Beredar postingan di Twitter oleh akun bernama @IffahAlqadrie, yang telah membagikan sebuah video berdurasi 2 menit 9 detik, memperlihatkan seorang yang diklaim sebagai WNI telah menjadi Imam salat Tarawih dan Subuh di Masjidil Haram, Mekkah. Postingan tersebut mendapat likes sebanyak 15 ribu dan telah dibagikan di media Twitter 4,8 ribu kali.
Hasil Cek Fakta
Setelah dilakukan penelusuran terkait, WNI yang ada dalam video tersebut bukan menjadi Imam di Masjidil Haram, Mekkah, melainkan hanya diundang untuk membaca ayat Al-Quran sebagaimana yang sudah ditampilkan dalam video.
Dilansir dari kumparan.com, Juru Bicara Duta Besar Indonesia di Saudi Arabia Muhammad Murrajab menyatakan, klaim bahwa WNI dalam video telah menjadi Imam Masjidil Haram adalah hoaks. Jika diartikan ke dalam Bahasa Indonesia, tidak ada yang menyebutkan bahwa WNI tersebut telah menjadi Imam.
“Saya pastikan informasi tersebut adalah hoaks. Melihat video dan mendengar suara yang ada di video sama sekali tidak ada yang mengindikasikan informasi seperti dalam cuitan di atas (Twitter),” ujar Murrajab pada kumparan, Selasa (2/3).
Mujarrab juga menambahkan, bahwa WNI yang ada di video diundang untuk membaca ayat Al-Quran. Diketahui bahwa, acara yang berlangsung saat itu adalah kegiatan pembukaan Tahfizhul Qur’an di Kota Mekah yang berlangsung pada 12 Ramadan 1439. Dalam Video tersebut tampak sejumlah Imam Besar Masjidil Haram, salah satunya Syekh Abdurrahman As-Sudais.
Lebih lanjut, video dengan narasi yang sama pernah beredar di tahun 2018. Dikutip dari kumparan.com, informasi tersebut telah telah dibantah oleh Kabiro Humas Kementerian Agama Mastuki.
“Tapi (yang bersangkutan) ini bukan menjadi Imam Masjidil Haram. Yang bersangkutan, Ashal itu bukan imam Masjidil Haram, tapi Imam Masjid Birrul Walidain di Makkah, di Makkah kan banyak masjid,” kata Mastuki kepada kumparan.
Berdasarkan data yang terkumpul dapat disimpulkan bahwa klaim akun @IffahAlqadrie adalah HOAKS dan termasuk kategori FALSE CONTEXT.
Dilansir dari kumparan.com, Juru Bicara Duta Besar Indonesia di Saudi Arabia Muhammad Murrajab menyatakan, klaim bahwa WNI dalam video telah menjadi Imam Masjidil Haram adalah hoaks. Jika diartikan ke dalam Bahasa Indonesia, tidak ada yang menyebutkan bahwa WNI tersebut telah menjadi Imam.
“Saya pastikan informasi tersebut adalah hoaks. Melihat video dan mendengar suara yang ada di video sama sekali tidak ada yang mengindikasikan informasi seperti dalam cuitan di atas (Twitter),” ujar Murrajab pada kumparan, Selasa (2/3).
Mujarrab juga menambahkan, bahwa WNI yang ada di video diundang untuk membaca ayat Al-Quran. Diketahui bahwa, acara yang berlangsung saat itu adalah kegiatan pembukaan Tahfizhul Qur’an di Kota Mekah yang berlangsung pada 12 Ramadan 1439. Dalam Video tersebut tampak sejumlah Imam Besar Masjidil Haram, salah satunya Syekh Abdurrahman As-Sudais.
Lebih lanjut, video dengan narasi yang sama pernah beredar di tahun 2018. Dikutip dari kumparan.com, informasi tersebut telah telah dibantah oleh Kabiro Humas Kementerian Agama Mastuki.
“Tapi (yang bersangkutan) ini bukan menjadi Imam Masjidil Haram. Yang bersangkutan, Ashal itu bukan imam Masjidil Haram, tapi Imam Masjid Birrul Walidain di Makkah, di Makkah kan banyak masjid,” kata Mastuki kepada kumparan.
Berdasarkan data yang terkumpul dapat disimpulkan bahwa klaim akun @IffahAlqadrie adalah HOAKS dan termasuk kategori FALSE CONTEXT.
Kesimpulan
Bukan jadi Imam salat. Faktanya, WNI yang bernama Ashal Yanti Bin Juhri Bakri Al-Banjarihanya diundang untuk membaca ayat Al-Quran di Masjidil Haram, Mekkah.
Rujukan
Halaman: 6970/8703



