“Pemerintah bekerjasama dengan semua operator memberikan bantuan internet gratis selama pandemi C0vid-19
Gratis untuk 100000 Rupiah pulsa
Apakah Anda sudah terpilih untuk PT Telekomunikasi Selular Indonesia Program Hadiah Pelanggan Setia?
Ini adalah peluang untuk memenangkan 100000 Rupiah, gratis isi ulang jika
Anda telah menggunakan PT Telekomunikasi Selular Indonesia secara teratur selama lebih dari 3 bulan.
Tenggat waktu:2020-12-1
Dukungan teknis: WhatsApp
Dapatkan sekarang DI SINI
https:// happy-17. xyz/money/index.php?=ss1604108137506”.
[SALAH] Dana Bantuan Pemerintah Rp100 Ribu untuk Pelanggan Setia Telekomunikasi Selular Indonesia
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 22/11/2020
Berita
Hasil Cek Fakta
Beredar informasi melaui pesan Whatsapp tentang bantuan pemerintah sebesar Rp100 ribu untuk pelanggan setia PT Telekomunikasi Selular Indonesia.
Berdasarkan hasil penelusuran oleh pihak Liputan6.com tidak ditemukan bahwa adanya informasi tentang bantuan pemerintah sebesar Rp100 ribu untuk pelanggan setia PT Telekomunikasi Selular Indonesia. Saat dikonfirmasi pihak Komunisasi PC-PEN Lalu Hamdani mengatakan, informasi bantuan pemerintah sebesar Rp100 ribu untuk pelanggan setia PT Telekomunikasi Selular Indonesia tersebut hoaks.
“Broadcast WhatsApp ini tidak benar,” kata Lalu saat berbincang dengan Liputan6.com.
Lalu Hamdani menjelaskan, bahwa tautan yang disertakan dalam informasi tersebut mengarah pada situs platform permainan online Mobile Legend, mengindikasikan pada pencurian data.
“Karena link mengarah ke situs Mobile Legend. Terindikasi phising,” tutup Lalu.
Dengan demikian informasi yang beredar melalui pesan Whatsapp, tentang bantuan pemerintah sebesar Rp100 ribu untuk pelanggan setia PT Telekomunikasi Selular Indonesia tidak benar dan termasuk dalam kategori konten yang palsu.
Berdasarkan hasil penelusuran oleh pihak Liputan6.com tidak ditemukan bahwa adanya informasi tentang bantuan pemerintah sebesar Rp100 ribu untuk pelanggan setia PT Telekomunikasi Selular Indonesia. Saat dikonfirmasi pihak Komunisasi PC-PEN Lalu Hamdani mengatakan, informasi bantuan pemerintah sebesar Rp100 ribu untuk pelanggan setia PT Telekomunikasi Selular Indonesia tersebut hoaks.
“Broadcast WhatsApp ini tidak benar,” kata Lalu saat berbincang dengan Liputan6.com.
Lalu Hamdani menjelaskan, bahwa tautan yang disertakan dalam informasi tersebut mengarah pada situs platform permainan online Mobile Legend, mengindikasikan pada pencurian data.
“Karena link mengarah ke situs Mobile Legend. Terindikasi phising,” tutup Lalu.
Dengan demikian informasi yang beredar melalui pesan Whatsapp, tentang bantuan pemerintah sebesar Rp100 ribu untuk pelanggan setia PT Telekomunikasi Selular Indonesia tidak benar dan termasuk dalam kategori konten yang palsu.
Kesimpulan
Hasil Periksa fakta Sandiori Umbu ngedo Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta
Informasi tersebut salah. Faktanya pihak dari Komunisasi PC-PEN Lalu Hamdani menegaskan bahwa bantuan pemerintah sebesar Rp100 ribu untuk pelanggan setia PT Telekomunikasi Selular Indonesia tersebut hoaks.
Informasi tersebut salah. Faktanya pihak dari Komunisasi PC-PEN Lalu Hamdani menegaskan bahwa bantuan pemerintah sebesar Rp100 ribu untuk pelanggan setia PT Telekomunikasi Selular Indonesia tersebut hoaks.
Rujukan
[SALAH] “Membelah laut dan bukit infrastruktur era jokowi jalan tol trans papua”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 22/11/2020
Berita
“Membelah laut dan bukit infrastruktur era jokowi jalan tol trans papua” unggah akun Facebook Pemimpin Indonesia, Selasa (11/08/2020).
Hasil Cek Fakta
Akun Facebook Pemimpin Indonesia membagikan video yang diklaim bahwa video tersebut merupakan penampakan jalan tol Trans Papua yang dibangun di era Presiden Joko Widodo pada Selasa (11/08/2020).
Unggahan tersebut turut dibagikan oleh akun Facebook Hariana Djufri pada Senin (25/08/2020).
Dari hasil penelusuran, jalan tersebut merupakan jalan lingkar luar Jayapura, akun Youtube Rudi_ juga pernah membagikan video yang memperlihatkan jalan yang identik seperti yang diunggah akun Facebook Pemimpin Indonesia dengan judul “Ring Road Jayapura” pada 5 Agustus 2019.
Melansir dari kumparan.com, Menurut Lukas, kondisi jalan utama di Kota Jayapura sudah macet. Bahkan kondisinya sudah hampir sama dengan kemacetan di Jakarta. Sehingga dengan dioperasikannya jalan lingkar ringroad yang menghubung antara Pantai Hamadi dan Vihara Skyland adalah solusi untuk mengatasi kemacetan.
“Karena kota Jayapura akan menjadi kota metropolitan, maka sarana infrastruktur jalan akan dibangun dengan baik. Hanya saja kami di Papua ini penghambatan pembangunan adalah masalah adat atau tradisi kebiasaan dari orang Papua,” ujar Lukas.
Berdasarkan penjelasan di atas, informasi tersebut adalah tidak benar dan masuk ke dalam kategori konten yang salah.
Unggahan tersebut turut dibagikan oleh akun Facebook Hariana Djufri pada Senin (25/08/2020).
Dari hasil penelusuran, jalan tersebut merupakan jalan lingkar luar Jayapura, akun Youtube Rudi_ juga pernah membagikan video yang memperlihatkan jalan yang identik seperti yang diunggah akun Facebook Pemimpin Indonesia dengan judul “Ring Road Jayapura” pada 5 Agustus 2019.
Melansir dari kumparan.com, Menurut Lukas, kondisi jalan utama di Kota Jayapura sudah macet. Bahkan kondisinya sudah hampir sama dengan kemacetan di Jakarta. Sehingga dengan dioperasikannya jalan lingkar ringroad yang menghubung antara Pantai Hamadi dan Vihara Skyland adalah solusi untuk mengatasi kemacetan.
“Karena kota Jayapura akan menjadi kota metropolitan, maka sarana infrastruktur jalan akan dibangun dengan baik. Hanya saja kami di Papua ini penghambatan pembangunan adalah masalah adat atau tradisi kebiasaan dari orang Papua,” ujar Lukas.
Berdasarkan penjelasan di atas, informasi tersebut adalah tidak benar dan masuk ke dalam kategori konten yang salah.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Rizky Maulana (Universitas Bina Sarana Informatika).
Faktanya, jalan tersebut bukan tol Trans Papua, namun jalan lingkar luar Jayapura yang diresmikan pada 1 Agustus 2019.
Faktanya, jalan tersebut bukan tol Trans Papua, namun jalan lingkar luar Jayapura yang diresmikan pada 1 Agustus 2019.
Rujukan
[SALAH] Video Perampokan di City Square Mall Malaysia
Sumber: facebook.comTanggal publish: 21/11/2020
Berita
(diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia)
“Perampokan di siang hari terjadi di depan Mal City Square.. Wow! Teman-teman, berhati-hatilah jika sedang berada di jalanan..”
“Perampokan di siang hari terjadi di depan Mal City Square.. Wow! Teman-teman, berhati-hatilah jika sedang berada di jalanan..”
Hasil Cek Fakta
Pengguna Facebook Royz Gan mengunggah sebuah video yang menunjukkan seorang pria melakukan perampokan terhadap seorang wanita yang hendak menyeberang jalan. Unggahan tersebut juga disertai dengan keterangan yang menyatakan bahwa kejadia tersebut terjadi di depan Mal City Square, Johor Bahru, Malaysia.
Berdasarkan hasil penelusuran, video tersebut bukan merupakan video aksi perampokan, melainkan merupakan video iklan layanan masyarakat yang dibuat oleh Kepolisian Johor Bahru, Malaysia, untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat akan aksi kejahatan yang terjadi di tempat umum. Video iklan layanan masyarakat tersebut telah diunggah oleh akun Facebook resmi Kepolisian Johor Bahru, Polis Daerah Johor Bahru Selatan, pada 1 Juli 2020 yang lalu.
Dengan demikian, video yang diunggah oleh pengguna Facebook Royz Gan tersebut dapat dikategorikan sebagai Konteks yang Salah/False Context.
Berdasarkan hasil penelusuran, video tersebut bukan merupakan video aksi perampokan, melainkan merupakan video iklan layanan masyarakat yang dibuat oleh Kepolisian Johor Bahru, Malaysia, untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat akan aksi kejahatan yang terjadi di tempat umum. Video iklan layanan masyarakat tersebut telah diunggah oleh akun Facebook resmi Kepolisian Johor Bahru, Polis Daerah Johor Bahru Selatan, pada 1 Juli 2020 yang lalu.
Dengan demikian, video yang diunggah oleh pengguna Facebook Royz Gan tersebut dapat dikategorikan sebagai Konteks yang Salah/False Context.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Khairunnisa Andini (Universitas Diponegoro).
Informasi yang salah. Faktanya, video tersebut bukan merupakan video aksi perampokan, melainkan video iklan layanan masyarakat yang dibuat oleh Kepolisian Johor Bahru, Malaysia, untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat akan aksi kejahatan yang terjadi di tempat umum.
Informasi yang salah. Faktanya, video tersebut bukan merupakan video aksi perampokan, melainkan video iklan layanan masyarakat yang dibuat oleh Kepolisian Johor Bahru, Malaysia, untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat akan aksi kejahatan yang terjadi di tempat umum.
Rujukan
[SALAH] Presentase Bunuh Diri Naik 200% Selama Lockdown
Sumber: instagram.comTanggal publish: 21/11/2020
Berita
“Let’s love one another and be there for each other. Above all else love people. Make sure they know it. Send someone you haven’t spoken to in a while a text, tell someone you assume knows you love them, that you love them! I love you all!! Yes it’s possible to love so many. I promise.”
(Tulisan dalam gambar)
Suicide figures are up 200% since lockdown. Could 2 friends please screen shot and respost? We’re trying to demonstrate that someone is always listening.
Call 1-800-273-8255
(USA hotline)
Just two. Any two.
Terjemahan:
“Marilah saling mencintai dan ada untuk satu sama lain. Mencintai sesama adalah yang terpenting. Pastikan mereka mengetahuinya. Kirimkan pesan kepada seseorang yang sudah lama tidak anda ajak bicara, beri tahu seseorang yang anda anggap dia tahu anda mencintainya, bahwa Anda mencintai mereka! Aku cinta kalian semua!! Ya, mungkin mencintai begitu banyak orang. saya berjanji.”
(Tulisan dalam gambar)
Angka bunuh diri naik 200% sejak lockdown. Bisakah 2 teman men-screenshot dan membagikannya? Kami mencoba menunjukkan bahwa seseorang akan selalu mendengarkan.
Hubungi 1-800-273-8255
(Hotline AS)
Hanya dua. Dua saja.
(Tulisan dalam gambar)
Suicide figures are up 200% since lockdown. Could 2 friends please screen shot and respost? We’re trying to demonstrate that someone is always listening.
Call 1-800-273-8255
(USA hotline)
Just two. Any two.
Terjemahan:
“Marilah saling mencintai dan ada untuk satu sama lain. Mencintai sesama adalah yang terpenting. Pastikan mereka mengetahuinya. Kirimkan pesan kepada seseorang yang sudah lama tidak anda ajak bicara, beri tahu seseorang yang anda anggap dia tahu anda mencintainya, bahwa Anda mencintai mereka! Aku cinta kalian semua!! Ya, mungkin mencintai begitu banyak orang. saya berjanji.”
(Tulisan dalam gambar)
Angka bunuh diri naik 200% sejak lockdown. Bisakah 2 teman men-screenshot dan membagikannya? Kami mencoba menunjukkan bahwa seseorang akan selalu mendengarkan.
Hubungi 1-800-273-8255
(Hotline AS)
Hanya dua. Dua saja.
Hasil Cek Fakta
Akun bernama @mkurian mengunggah sebuah postingan pada tanggal 15 November 2020 dan mendapat likes sebanyak 1,564. Dalam postingan tersebut dinyatakan bahwa adanya kenaikan angka bunuh diri sebanyak 200% selama lockdown, namun tidak disertai penjelasan lebih lanjut wilayah/region mana yang mengalami kenaikan sebanyak 200%. Postingan dengan gambar serupa juga diunggah oleh oleh akun Instagram selebritas Amerika Kris Jenner dan mendapat likes sebanyak 137,817.
Klaim tersebut tidak benar. Sampai saat ini tidak ada bukti dan data statistik valid yang menunjukkan adanya kenaikan angka bunuh diri hingga 200%.
Rajeev Ramchand sebagai penasihat senior untuk Epidemiologi psikiatri dan pencegahan bunuh diri The National Institute of Mental Health, Amerika menyatakan langsung kepada agensi berita AFP bahwa belum ada data nasional di Amerika yang meringkas terkait jumlah kematian akibat bunuh diri, keinginan bunuh diri, atau jumlah orang yang berkeinginan bunuh diri selama pandemi. Ia menambahkan, bahwa menghitung angka kematian bunuh diri membutuhkan waktu lama untuk diidentifikasi.
“….typically we do not have national data on suicide deaths for 13 months until after the end of the calendar year” (biasanya kami tidak memiliki data nasional tentang kematian akibat bunuh diri selama 13 bulan, hingga setelah kalender akhir tahun). Hal ini berarti data mengenai angka kematian akibat bunuh diri selama pandemi di wilayah Amerika Serikat tidak tersedia hingga Januari 2022.
Studi mengenai tingkat bunuh diri yang dilakukan secara global oleh para ahli juga tidak membuktikan adanya kenaikan hingga 200%.
Dalam jurnal kedokteran Inggris The BMJ berjudul “Trends in suicide during the covid-19 pandemic” oleh Ann John dkk, diterbitkan pada 12 November 2020, mengungkapkan bahwa laporan hasil studi secara global memprediksi adanya kenaikan angka bunuh diri dalam rentang 1% hingga 145%. Selain itu, data literatur mengenai efek pandemi terhadap bunuh diri yang telah dikumpulkan dan direview dalam beberapa bulan belum dapat disimpulkan, karena sebagian besar publikasi belum melalui peer-review, pracetak, dan datanya berasal dari warta berita.
Lebih lanjut, hasil laporan mengenai angka bunuh diri di negara berpenghasilan tinggi yakni Amerika, Inggris, Australia, Norwegia dan Jepang cenderung stabil. Di awal bulan terjadinya pandemi tidak ada peningkatan bunuh diri di Amerika, Inggris, Australia serta penurunan angka bunuh diri di Norwegia dan Jepang. Pun di negara berpenghasilan rendah yang rentan gejolak emosi karena kesulitan ekonomi seperti Peru malah mengalami penurunan angka bunuh diri.
Pandemi COVID-19 memang memberikan dampak masalah pada psikis dan emosional. Namun, tidak satupun data yang bersumber dari para ahli di bidang kesehatan dan pencegahan bunuh diri mengungkapkan adanya kenaikan angka bunuh diri sebanyak 200% baik wilayah Amerika Serikat maupun secara global. Sehingga, klaim dalam postingan tersebut adalah HOAX dan termasuk kategori KONTEN PALSU.
Klaim tersebut tidak benar. Sampai saat ini tidak ada bukti dan data statistik valid yang menunjukkan adanya kenaikan angka bunuh diri hingga 200%.
Rajeev Ramchand sebagai penasihat senior untuk Epidemiologi psikiatri dan pencegahan bunuh diri The National Institute of Mental Health, Amerika menyatakan langsung kepada agensi berita AFP bahwa belum ada data nasional di Amerika yang meringkas terkait jumlah kematian akibat bunuh diri, keinginan bunuh diri, atau jumlah orang yang berkeinginan bunuh diri selama pandemi. Ia menambahkan, bahwa menghitung angka kematian bunuh diri membutuhkan waktu lama untuk diidentifikasi.
“….typically we do not have national data on suicide deaths for 13 months until after the end of the calendar year” (biasanya kami tidak memiliki data nasional tentang kematian akibat bunuh diri selama 13 bulan, hingga setelah kalender akhir tahun). Hal ini berarti data mengenai angka kematian akibat bunuh diri selama pandemi di wilayah Amerika Serikat tidak tersedia hingga Januari 2022.
Studi mengenai tingkat bunuh diri yang dilakukan secara global oleh para ahli juga tidak membuktikan adanya kenaikan hingga 200%.
Dalam jurnal kedokteran Inggris The BMJ berjudul “Trends in suicide during the covid-19 pandemic” oleh Ann John dkk, diterbitkan pada 12 November 2020, mengungkapkan bahwa laporan hasil studi secara global memprediksi adanya kenaikan angka bunuh diri dalam rentang 1% hingga 145%. Selain itu, data literatur mengenai efek pandemi terhadap bunuh diri yang telah dikumpulkan dan direview dalam beberapa bulan belum dapat disimpulkan, karena sebagian besar publikasi belum melalui peer-review, pracetak, dan datanya berasal dari warta berita.
Lebih lanjut, hasil laporan mengenai angka bunuh diri di negara berpenghasilan tinggi yakni Amerika, Inggris, Australia, Norwegia dan Jepang cenderung stabil. Di awal bulan terjadinya pandemi tidak ada peningkatan bunuh diri di Amerika, Inggris, Australia serta penurunan angka bunuh diri di Norwegia dan Jepang. Pun di negara berpenghasilan rendah yang rentan gejolak emosi karena kesulitan ekonomi seperti Peru malah mengalami penurunan angka bunuh diri.
Pandemi COVID-19 memang memberikan dampak masalah pada psikis dan emosional. Namun, tidak satupun data yang bersumber dari para ahli di bidang kesehatan dan pencegahan bunuh diri mengungkapkan adanya kenaikan angka bunuh diri sebanyak 200% baik wilayah Amerika Serikat maupun secara global. Sehingga, klaim dalam postingan tersebut adalah HOAX dan termasuk kategori KONTEN PALSU.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Ani Nur MR (Universitas Airlangga)
Klaim tersebut tidak benar. Tidak ada bukti dan statistik valid yang menunjukkan adanya kenaikan 200% baik dari pernyataan para ahli maupun lembaga kesehatan mental.
Klaim tersebut tidak benar. Tidak ada bukti dan statistik valid yang menunjukkan adanya kenaikan 200% baik dari pernyataan para ahli maupun lembaga kesehatan mental.
Rujukan
Halaman: 7054/8542



