• [SALAH] Video Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ 182

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 19/01/2021

    Berita

    (diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia)

    “Pilot pesawat Indonesia itu adalah yang pertama jatuh ke dalam air”

    NARASI DALAM VIDEO:

    (diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia)

    “Pesawat Indonesia”
    Hoax Sriwijaya Air

    Hasil Cek Fakta

    Pengguna Facebook Aung Kyaw Moe mengunggah sebuah video (11/1) yang menunjukkan rekaman jatuhnya pesawat ke dalam air. Dalam video tersebut tercantum narasi yang menyatakan bahwa video itu merupakan video jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 pada 9 Januari 2021 lalu. Unggahan tersebut juga disertai keterangan yang menyatakan bahwa pilot pesawat merupakan korban yang pertama kali jatuh ke dalam air pada saat pesawat jatuh.

    Berdasarkan hasil penelusuran, video tersebut bukan merupakan video jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182, melainkan video jatuhnya pesawat milik Hawaii, Makani Kai Air, pada 11 Desember 2013 di perairan Hawaii, Amerika Serikat. Video tersebut pertama kali ditayangkan dalam acara ‘Good Morning America’ pada 10 Januari 2014 waktu setempat. Video yang sama juga pernah diunggah oleh kanal YouTube resmi milik ABC News, dengan judul ‘Hawaii Plane Crash Caught on Tape | Good Morning America | ABC News’.

    Informasi dengan topik serupa juga pernah dimuat dalam situs AFP dengan judul artikel ‘Video Falsely Purports to Show Indonesia Plane Crash’.

    Dengan demikian, narasi yang diunggah oleh pengguna Facebook Aung Kyaw Moe tersebut dapat dikategorikan sebagai Konteks yang Salah/False Context.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Khairunnisa Andini (Universitas Diponegoro).

    Bukan video jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182, melainkan video jatuhnya pesawat milik Hawaii, Makani Kai Air, pada 11 Desember 2013 di perairan Hawaii, Amerika Serikat.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Video Gunung Semeru di Lumajang Keluarkan Lahar Dingin

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 19/01/2021

    Berita

    Gunung Semeru di Lumajang Keluarkan Lahar Dingin

    Hasil Cek Fakta

    Sebuah akun Facebook bernama Ardi Aris Putra Nugroho mengunggah video yang berdurasi 59 detik memperlihatkan sebuah arus lahar dingin mengalir ke jalan raya dan mengenai sebuah truk. Video tersebut telah dibagikan sebanyak 186 kali.

    Setelah ditelusuri video tersebut banyak dibagikan di Youtube dan merupakan video amatiran yang diambil saat merekam detik-detik munculnya arus banjir di Desa Sempol, Kecamatan Ijen, Bondowoso pada 29 Januari 2020 lalu.

    Sehingga, klaim mengenai video kejadian Gunung Semeru di Lumajang yang mengeluarkan lahar dingin termasuk hoaks dengan kategori konten yang salah.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Aisyah Adilah (Anggota Komisariat MAFINDO Institut Ilmu Sosial Ilmu Politik Jakarta)

    Bukan video lahar dingin dari Gunung Semeru. Faktanya, Video tersebut merupakan video banjir bandang di Bondowoso pada 29 Januari 2020 lalu.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Singapura Hentikan Vaksinasi Setelah 48 Orang Meninggal di Negaranya

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 19/01/2021

    Berita

    “48 people died in Singapore
    https : //www[dot]facebook[dot]com/100002508248302/posts/3597378857022354/?d=n”

    “48 orang meninggal di Singapura
    https : //www[dot]facebook[dot]com/100002508248302/posts/3597378857022354/?d=n”

    Setelah vaksin meninggal

    Vaksin singapura

    Vaksinasi virus corona

    Kasus Covid 19 Singapore

    Kementerian kesahatan, singapura

    Vaksin bikin mati

    Apa benar habis vaksin bisa meninggal

    meninggal setelah divaksin

    Hasil Cek Fakta

    Akun Twitter Luisa Capra (@LuisaCapra6) mengunggah cuitan berupa narasi yang menyebutkan terdapat 48 orang meninggal di Singapura beserta tautan unggahan Facebook. Cuitan tersebut diunggah pada 3 Januari 2021.

    Berdasarkan hasil penelusuran, narasi dan tautan unggahan Facebook tersebut merujuk kepada artikel The Telegraph berjudul “Singapore halts use of flu vaccines after 48 die in South Korea” yang terbit pada 26 Oktober 2020. Pada artikel itu, disebutkan bahwa Singapura menghentikan sementara penggunaan dua jenis vaksin influenza, SKYCellflu Quadrivalent dan VaxigripTetra, sebagai tindakan pencegahan setelah dilaporkannya beberapa orang yang disuntikan vaksin flu meninggal di Korea Selatan.

    Pihak pemerintah Korea Selatan mengonfirmasi, akan tetap melanjutkan program vaksinasi karena tidak ditemukan hubungan antara kematian dan suntikan vaksin. Mengutip dari Reuters, 20 hasil otopsi dari National Forensic Service menunjukkan bahwa 13 orang meninggal karena penyakit kardiovaskular, serebrovaskular, dan gangguan lainnya yang bukan disebabkan oleh vaksinasi.

    Mengutip dari DetikHealth, usai diberhentikannya penggunaan dua jenis vaksin influenza selama kurang lebih satu minggu pada Oktober 2020, Singapura kembali mengizinkan penggunaaan dua vaksin tersebut pada 2 November 2020. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Singapura mengememukakan bahwa vaksin influenza yang beredar sudah memenuhi standar dengan efek samping yang dilaporan pasien bersifat ringan, seperti ruam merah dan demam.

    Dengan demikian, unggahan akun Twitter Luisa Capra (@LuisaCapra6) dikategorikan sebagai Konten yang Menyesatkan karena tidak ada 48 orang yang meninggal di Singapura terkait vaksinasi flu.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Renanda Dwina Putri (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pendidikan Indonesia)

    Bukan warga di Singapura, melainkan warga di Korea Selatan. Singapura memang sempat menghentikan program vaksinasi selama satu minggu, hingga akhirnya kembali berjalan pada November 2020. Adapun kematian puluhan orang tersebut disebabkan adanya riwayat penyakit lain, bukan karena vaksinasi.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Video Puluhan Santri Pingsan Setelah Vaksin Covid-19 Sinovac

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 19/01/2021

    Berita

    “Vaksin sinovac memakan korban lagi kali ini santri dari jember…. pekerjaan paling aneh org sehat kok disuntik macam gk ad kerjaan lain”
    Setelah di vaksin pingsan

    Hasil Cek Fakta

    Akun Facebook Rahmat Lubis memposting ulang sebuah status dengan klaim narasi bahwa vaksin Sinovac memakan korban santri di Jember, Jawa Timur dari pengguna Facebook Misman. Postingan yang diunggah pada 13 Januari 2021 ini telah mendapatkan sebanyak 4 komentar dan telah dibagikan sebanyak 1 kali oleh pengguna Facebook lain.

    Setelah ditelusuri, peristiwa dalam video tersebut terjadi jauh sebelum munculnya Covid-19, video tersebut ditemukan di kanal Youtube Jember 1Tv pada 28 Febuari 2018, dengan judul “Puluhan Santri Pingsan Usai Imunisasi Difteri”. Dalam keterangannya, disebutkan bahwa puluhan santri di pondok pesantren Pondok Pesantren Madinatul Ulum berada di Kecamatan Jenggawah itu pingsan karena dehidrasi usai disuntik vaksin difteri.

    Dilansir dari akun Instagram Pondok Pesantren Madinatul Ulum @madinatululum_, Pihak ponpes membagikan Surat Edaran YPP, terkait video vaksinasi Difteri 3 tahun lalu yang disebar ulang dan dikaitkan dengan vaksinasi Covid-19.

    Berikut keterangan Surat Edaran YPP:
    “Assalamualaikum Wr. Wb. Salam silaturahim kami sampaikan, semoga kesehatan dan kebaikan menaungi kita semua. Menanggapi tersebarnya kembali video vaksinasi di YPP. Madinatul Ulum, maka kami merasa perlu meluruskan beberapa hal: 1. Vakasinasi pada video tersebut merupakan vaksinasi difteri yang dilakukan oleh Puskesmas Jenggawah tiga tahun lalu pada tanggal 28 Februari 2018. 2. Tidak benar jika video tersebut dihubungkan dengan vaksinasi COVID-19 yang marak akhir-akhir ini. 3. Alhamdulillah, kondisi terkini seluruh santri YPP. Madinatul Ulum dalam keadaan sehat dan dapat beraktivitas seperti biasa 4. Seluruh kegiatan dan aktivitas yang berlangsung di lingkungan YPP. Madinatul Ulum dilakukan dengan mengikuti protokol COVID-19. 5. Oleh karena itu, dimohon untuk tidak memancing ketakutan dan kegaduhan dengan kembali menyebarluaskan video tersebut. Demikian informasi ini kami sampaikan, atas kerjasamanya kami haturkan terima kasih. Wassalamu’alaikum Wr. Wb”.

    Sebagai tambahan, pemberitaan terkait video tersebut terdapat dalam artikel Liputan6.com berjudull “73 Santri Jember Mual Massal Pasca-Imunisasi Difteri” terbit pada 1 Maret 2018. Puluhan santri Pondok Pesantren Madinatul Ulum, Jember, dirawat di Puskesmas Jenggawah. Sebagian besar santri juga dirawat secara intensif di pesantren karena mengalami mual, pusing, dan lemas pada 27 Februari 2018 malam.

    Dengan demikian klaim vaksin Sinovac memakan korban santri di Jember dengan video yang dibagikan adalah tidak benar karena video tersebut merupakan video vaksinasi Difteri 3 tahun lalu. Sehingga klaim tersebut masuk dalam ketegori konten yang menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Rahmah An Nisaa (Uin Sunan Ampel Surabaya).

    Informasi yang salah. Narasi dalam postingan tidak sesuai dengan video yang diunggah. Faktanya, dalam video dinyatakan puluhan santri pondok pesantren di Kecamatan Jenggawah Jember pingsan karena dehidrasi usai disuntik vaksin difteri pada 27 Febuari 2018.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini