• [SALAH] Pesan Berantai Rekrutmen Relawan Untuk Merawat Pasien Covid 19 di Wisma Atlet Oleh Dokter Irna

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 12/01/2021

    Berita

    “Izin infokan

    Yth Bapak/Ibu,

    Mohon ijin…🙏🙏

    Bisakah mencarikan volunteer tenaga kesehatan untuk merawat pasien covid 19 di wisma atlit jakarta yg akan dibuka senin ini?

    Apabila ada bisa hubungi saya… terimakasih…

    Dr. Irna

    +6281212729543

    Kemenkes

    (Batas usia 40 thn maksimal)

    Gaji Rp.6,3 juta dapet mes

    Teman2 mhn bantuannya share ini ya.. saat ini yg mendaftar masih 140an org. Sementara kebutuhannya 800 org. Terima kasih. 🙏🏻🙏🏻

    .

    Semoga Allah mudahkan…aamiin

    😫😫

    Jika kita tak mampu untuk membantu yg dibutuhkan, minimal tumbuhkan rasa empati kita ke para nakes yg terus berjuang menyembuhkan pasien covid ini.

    Pliiisss… tolong mereka para nakes dgn tetap dirumah buat kita yg tak mencari nafkah (jika tak ada urusan penting banget)

    Pliiiss….tetap pake masker (jika keluat rumah)

    Pliisss…. tetap ingat jaga jarak

    Pliisss… cuci tangan sesering mungkin

    Pliiiss… jaga kesehatan keluaga !!

    Pendaftaran tenaga kesehatan

    Hasil Cek Fakta

    Beredar pesan berantai Whatsapp informasi rekrutmen relawan untuk merawat pasien Covid 19 di Wisma Atlet, Jakarta. Dalam pesan tersebut terdapat nomor kontak atas nama Dr. Irna.

    Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa pesan berantai tersebut merupakan hoaks lama yang muncul kembali dengan modifikasi pada bagian narasinya. Terkait lowongan atau rekrutmen relawan untuk merawat pasien Covid 19 sudah diperiksa faktanya di turnbackhoax.id dengan artikel berjudul “[SALAH] Pendaftaran Relawan COVID-19 di Wisma Atlet” yang tayang pada 13 Desember 2020 dan artikel berjudul “[SALAH] Rekrutmen Relawan Penanganan Pasien Virus Corona Oleh Dokter Irna” yang tayang pada 24 Maret 2020.

    Adapun, Dr. Irna yang dicatut namanya dalam pesan berantai tersebut sudah pernah mengklarifikasi terkait pesan berantai itu. “Selamat malam saya dr Irna…ingin mengklarifikasi aras wa yg tersebar dengan menyebutkan nama saya sebagai kontak person untuk penerimaan volunteer covid 19, wa tersebut mohon untuk diabaikan, karena wa tersebut bukan official dari Kem Kesehatan. Tolong disampaikan kepada yang membroadcast untuk take down broadcast yang tidak benar tersebut. Terimakasih” tulis Dr. Irna melalui Whatsapp.

    Berdasarkan penjelasan tersebut, maka konten pesan berantai itu masuk ke dalam kategori Konten Palsu.

    Kesimpulan

    Pesan berantai tersebut merupakan hoaks yang sudah pernah diperiksa faktanya pada bulan 24 Maret 2020 dan 13 Desember 2020. Adapun, rekrutmen relawan itu sudah ditutup semenjak 20 Maret 2020.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Setengah Karyawan BTC Pangkalpinang Positif Covid-19

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 12/01/2021

    Berita

    ” Seperadik, jangan ke BTC duluk, ada info banyak penjaga toko terkonfirmasi Covid-19,”
    “Na’am umm, kata pegawai BTC,, hampir setengah pegawai toko di BTC, hasil SWABnya positif”.

    Hasil Cek Fakta

    Beredar pesan berantai di media sosial yang berisi informasi karyawan Bangka Trade Center (BTC) Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung positif Covid-19.

    Menganggapi hal itu, pihak manajemen BTC kota Pangkalpinang menegaskan bahwa kabar tersebut adalah hoaks. Hal tersebut diungkapkan Defita Anggreni selaku pihak Central Manager BTC saat jumpa pers dengan tim media pada Senin, 11 Januari 2021 di gedung BTC Kota Pangkalpinang. Dalam keterangannya tersebut, Defita didampingi oleh Satgas Penanganan Covid-19, BPBD Kota Pangkalpinang dan Dinas Kesehatan setempat.

    “Kami klarifikasi terkait informasi tersebut yang mana telah tersebar di kalangan masyarakat secara masif dalam pesan berantai dijejaring media sosial WhatsApp,” ujar Defita dilansir dari beritabangka.com para 11 Januari 2021.

    Devita menambahkan, isu sebagian besar penjaga toko atau karyawan BTC positif Covid-19 tidaklah benar. Menurutnya, masalah ini berdampak negatif pada jumlah kunjungan masyarakat ke BTC di Kota Pangkalpinang. Termasuk di dalamnya pihak pengelola dan pedagang yang berada di BTC.

    Selain itu, Defita mengatakan pihak BTC selalu memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku sesuai aturan pemerintah seperti memeriksa suhu pengunjung, pedagang dan karyawan, mewajibkan memakai masker dan mencuci tangan. Dari penelusuran di atas, pesan berantai tersebut masuk kategori Konten Palsu.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Rizqi Abdul Azis (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pendidikan Indonesia).

    Pesan berantai palsu. Melalui konferensi pers, Defita Anggreni selaku pihak Central Manager BTC didampingi Satgas penanganan Covid-19, BPBD dan Dinsos Kota Pangkalpinang menyatakan kabar tersebut hoaks.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] 21% Pasien Mengalami Efek Samping Setelah Memakai Vaksin Moderna

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 12/01/2021

    Berita

    the only single data point that we have on what percentage of human patients exposed to coronavirus vaccines have had serious adverse events is from the Moderna trial, and that number is 21 percent. Twenty-one percent of people are having serious adverse events from this vaccine in that trial. The other ones haven’t published their data yet.

    Artinya:
    Satu-satunya poin data yang kami miliki tentang persentase pasien manusia yang terpapar vaksin virus corona mengalami efek samping serius adalah dari uji coba Moderna, dan angka itu adalah 21 persen. Dua puluh satu persen orang mengalami efek samping yang serius dari vaksin ini dalam percobaan itu. Yang lainnya belum mempublikasikan datanya

    Hasil Cek Fakta

    Sebuah akun Facebook bernama Geoff Hughes mengunggah video yang memperlihatkan Presiden dan CEO Institute for Pure and Applied Knowledge, Dr. James Lyon Weiler, Phd yang mengatakan bahwa 21% orang mengalami efek samping yang serius dari Vaksin Moderna dalam konferensi pers PA Medical Freedom.

    Setelah ditelusuri, pada data yang diserahkan Moderna kepada Food and Drugs Administration (Lembaga yang bertanggungjawab menyetujui vaksin) menunjukkan bahwa hanya 82 orang, atau 0,5 persen pasien percobaan dari 15.184 responden yang mengalami efek samping, dengan hanya lima, atau kurang dari 0,1 persen, ditautkan ke vaksin.

    Dilansir dari laman Center of Disease Control and Prevention (CDC) dalam uji klinis, gejala reaktogenisitas (efek samping yang terjadi dalam 7 hari setelah divaksinasi) adalah umum tetapi kebanyakan ringan sampai sedang. Efek samping (seperti demam, menggigil, kelelahan, dan sakit kepala) di seluruh tubuh lebih umum terjadi setelah dosis kedua vaksin. Kebanyakan efek samping ringan sampai sedang. Namun, sebagian kecil orang mengalami efek samping parah yang memengaruhi kemampuan mereka untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

    Sehingga klaim mengenai 21% pasien yang mengalami efek samping karena Vaksin Moderna termasuk hoaks dengan kategori konten yang menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Aisyah Adilah (Anggota Komisariat MAFINDO Institut Ilmu Sosial Ilmu Politik Jakarta)

    Faktanya, data yang dimiliki Food and Drugs Administration (FDA) menunjukkan bahwa hanya 0,5% dari pasien yang mengalami efek samping dan hanya 0,1% yang terkait dengan vaksin.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Tiongkok dan Luhut Pandjaitan Merencanakan Pembunuhan Massal Terhadap Pribumi dengan 40 Ribu Ton Alat Tes Covid-19

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 12/01/2021

    Berita

    “HATI2 TES COVID ASAL CHINA BEKERJA SAMADGN LBP, RENCANA PEMBUNUHAN MASSAL UNTUK PRIBUMI, INI HIMBAUAN MENTERI AUSTRALIA, AGAR RAKYAT INDONESIA WAJIB MENOLAKNYAATAU MELAWAN MAAF INI PENTING !! JGN DISEPELEKAN, WAJIB DISAMPAIKAN KEPADA SELURUH RAKYAT INDONESIA. + Menkes menghalalkan spt tergesa2 mendaulat vaksin tsb legal Tampa uji akurat kitakah yg akan jd barometer uji coba”

    Hasil Cek Fakta

    Beredar sebuah postingan dari akun Facebook Bunda Khumairah berupa tangkapan layar yang berisikan narasi bahwa Tiongkok dan Luhut bekerjasama merencanakan pembunuhan massal terhadap pribumi dengan 40 ribu ton alat tes Covid-19. Postingan ini dikomentari 15 kali dan disukai 11 kali.

    Berdasarkan siaran pers No.SP-37/HUM/ROKOM/SET-MARVES/VI/2020 dari maritim.go.id bahwa Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi dan Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia bekerjasama dalam mengkoordinasi sumbangan alat-alat kesehatan sekitar 40 ton untuk pengendalian dan penangan wabah Covid-19 di Indonesia. Alat-alat kesehatan tersebut diangkut dan dijadwalkan tiba di Indonesia pada 26 Maret 2020. Foto yang digunakan adalah Menteri Dalam Negeri Australia Peter Dutton pada 17 Oktober 2019 yang menjanjikan akan meningkatkan pendanaan untuk organisasi ASIO (Australian Security intelligence Organization) yang kesulitan untuk memenuhi tuntutan dari undang-undang baru tentang intervensi asing, spionase, dan terorisme.

    Melihat dari penjelasan tersebut, tangkapan layar Tiongkok dan Luhut bekerjasama merencanakan pembunuhan massal terhadap pribumi dengan 40 ribu ton alat test Covid-19 adalah tidak benar sehingga termasuk dalam kategori Konten yang menyesatkan/Misleading Content.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Natalia Kristian (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Indonesia).

    Informasi yang salah. Faktanya, Menko Marves Luhut Pandjaitan bekerjasama dengan Asosiasi Produsen Listrik Swasta (APLSI) dalam mendatangkan 40 ton alat kesehatan untuk penanganan Covid-19 di Indonesia.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini