[SALAH] Pesan Berantai ‘India Is Doing It’ Bisa Retas Ponsel
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 05/11/2020
Berita
Beredar pesan berantai di WhatsApp pada 26 Oktober 2020 yang mengklaim untuk jangan buka video dengan judul ‘India Is Doing It’ karena dapat membuat ponsel diretas.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran dengan kata kunci ‘India Is Doing It Hacking’ di mesin pencari google, telah ditemukan artikel dari BOOM (situs periksa fakta di India) dengan judul “Hoax Message Claims ‘India Is Doing It’ Video Will Hack Your Phone” yang dimuat pada 16 Oktober 2020. Dalam artikel tersebut, klaim yang menyatakan video ‘India Is Doing It’ dapat meretas ponsel adalah tidak benar.
Pencarian berikutnya juga ditemukan bahwa klaim ini juga beredar di negara lain, tetapi menggunakan nama negara Argentina. Klaim ini beredar pada bulan Juli 2020. Tim periksa fakta Snopes, Africa Check, dan Chequeado menyatakan video ‘Argentina Is Doing It’ adalah tidak benar dan tidak ditemukan video serta data korban peretasannya.
Dengan demikian, pesan berantai ‘India Is Doing It’ dapat meretas ponsel adalah tidak benar karena tidak ditemukan video dan data dari korban peretasan. Informasi ini masuk dalam kategori konten palsu.
Pencarian berikutnya juga ditemukan bahwa klaim ini juga beredar di negara lain, tetapi menggunakan nama negara Argentina. Klaim ini beredar pada bulan Juli 2020. Tim periksa fakta Snopes, Africa Check, dan Chequeado menyatakan video ‘Argentina Is Doing It’ adalah tidak benar dan tidak ditemukan video serta data korban peretasannya.
Dengan demikian, pesan berantai ‘India Is Doing It’ dapat meretas ponsel adalah tidak benar karena tidak ditemukan video dan data dari korban peretasan. Informasi ini masuk dalam kategori konten palsu.
Rujukan
[SALAH] Nomor Whatsapp Rektor UGJ Mukarto Siswoyo
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 05/11/2020
Berita
Beredar akun Whatsapp dengan nomor 081285113662 mengaku Rektor Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ), Dr H Mukarto Siswoyo MSi.
Hasil Cek Fakta
Setelah ditelusuri lebih lanjut, akun tersebut diketahui palsu. Melansir dari radarcirebon.com, Mukarto mengungkapkan dari beberapa kawannya yang sudah dihubungi, pelaku seolah-olah menjadi beliau.
“Mohon kalau ada yang menghubungi dan mengatasnamakan saya, jangan digubris,” kata Mukarto, kepada Radar Cirebon.
Dengan demikian, akun Whatsapp dengan nomor 081285113662 dipastikan bukanlah milik Rektor UGJ Mukarto Siswoyo. Hal ini sudah di tanggapi oleh Mukarto dan meminta tidak mengubris nomor itu sehingga hal tersebut masuk dalam kategori konten palsu.
“Mohon kalau ada yang menghubungi dan mengatasnamakan saya, jangan digubris,” kata Mukarto, kepada Radar Cirebon.
Dengan demikian, akun Whatsapp dengan nomor 081285113662 dipastikan bukanlah milik Rektor UGJ Mukarto Siswoyo. Hal ini sudah di tanggapi oleh Mukarto dan meminta tidak mengubris nomor itu sehingga hal tersebut masuk dalam kategori konten palsu.
Rujukan
[SALAH] “Sesumbarnya Arief Budiman Buat DONALD TRUMP Kalau Pengin Sukses Seperti Pak JOKOWI.”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 05/11/2020
Berita
Aku Putra Inka (fp.com/dennissikobo.taww/) mengunggah sebuah gambar tangkapan layar dengan narasi sebagai berikut:
“Sesumbarnya Arief Budiman Buat DONALD TRUMP Kalau Pengin Sukses Seperti Pak JOKOWI.”
Pada gambar tersebut, terdapat judul artikel “Arief Budiman: Andai Trump Mengizinkan Saya Membantu Pasti Dia Bisa Menang” dan terdapat foto Ketua KPU Arief Budiman yang sedang menduduki kotak suara.
“Sesumbarnya Arief Budiman Buat DONALD TRUMP Kalau Pengin Sukses Seperti Pak JOKOWI.”
Pada gambar tersebut, terdapat judul artikel “Arief Budiman: Andai Trump Mengizinkan Saya Membantu Pasti Dia Bisa Menang” dan terdapat foto Ketua KPU Arief Budiman yang sedang menduduki kotak suara.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Medcom, klaim bahwa ada artikel berjudul “Arief Budiman: Andai Trump Mengizinkan Saya Membantu Pasti Dia Bisa Menang” adalah klaim yang keliru.
Faktanya, gambar itu adalah gambar hasil editan atau suntingan. Judul asli artikel pada gambar itu adalah “4 Fakta Kotak Suara Kardus untuk Pemilu 2019”. Artikel ini dimuat di situs Liputan6.com pada 18 Desember 2018.
Foto itu diberi keterangan sebagai berikut: “Ketua KPU Arief Budiman menunjukkan kotak suara Pemilu 2019. (Liputan6.com/Raden Trimutia Hatta)”. Dikutip dari Liputan6, saat itu Komisi Pemilihan Umum (KPU) memamerkan kotak suara untuk Pemilu 2019.
Faktanya, gambar itu adalah gambar hasil editan atau suntingan. Judul asli artikel pada gambar itu adalah “4 Fakta Kotak Suara Kardus untuk Pemilu 2019”. Artikel ini dimuat di situs Liputan6.com pada 18 Desember 2018.
Foto itu diberi keterangan sebagai berikut: “Ketua KPU Arief Budiman menunjukkan kotak suara Pemilu 2019. (Liputan6.com/Raden Trimutia Hatta)”. Dikutip dari Liputan6, saat itu Komisi Pemilihan Umum (KPU) memamerkan kotak suara untuk Pemilu 2019.
Rujukan
[SALAH] Presiden Macron Dilempari Telur Karena Menghina Islam
Sumber: instagram.comTanggal publish: 05/11/2020
Berita
Pelemparan telor ke jidat presiden Prancis Immanuel Macron yang telah menghina dan melecehkan agama Islam.
Hasil Cek Fakta
Salah satu akun Instagram membagikan cuplikan video dari Presiden Immanuel Macron dari Prancis yang dilempari telur oleh orang yang tidak dikenal.
Dalam narasinya, pemilik akun dengan nama @pengetahuanagama ini menyatakan bahwa, aksi pelemparan telur itu dikarenakan Presiden Macron telah menghina dan melecehkan agama Islam.
Namun dari hasil penelusuran, diketahui bahwa video itu direkam pada bulan Maret tahun 2017. Pelemparan telur di video tersebut bukan dikarenakan Presiden Macron yang telah menghina Islam. Faktanya video tersebut adalah video yang merekam kedatangan Macron ke Pameran Pertanian di Paris, untuk melakukan kampanye. Pelemparan dilakukan karena ada beberapa pihak yang tidak sepakat jika Prancis dipimpin oleh sosok yang berhaluan politik sentris.
Maka dapat disimpulkan bahwa narasi tentang pelemparan kepada Presiden Macron karena telah menghina dan melecehkan agama Islam merupakan hoaks kategori False Context atau konten yang salah.
Dalam narasinya, pemilik akun dengan nama @pengetahuanagama ini menyatakan bahwa, aksi pelemparan telur itu dikarenakan Presiden Macron telah menghina dan melecehkan agama Islam.
Namun dari hasil penelusuran, diketahui bahwa video itu direkam pada bulan Maret tahun 2017. Pelemparan telur di video tersebut bukan dikarenakan Presiden Macron yang telah menghina Islam. Faktanya video tersebut adalah video yang merekam kedatangan Macron ke Pameran Pertanian di Paris, untuk melakukan kampanye. Pelemparan dilakukan karena ada beberapa pihak yang tidak sepakat jika Prancis dipimpin oleh sosok yang berhaluan politik sentris.
Maka dapat disimpulkan bahwa narasi tentang pelemparan kepada Presiden Macron karena telah menghina dan melecehkan agama Islam merupakan hoaks kategori False Context atau konten yang salah.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Gabriela Nauli Sinaga (Universitas Sumatera Utara)
Namun faktanya, video tersebut adalah video lama ketika Presiden Macron melakukan kampanye di Paris pada tahun 2017 di sebuah acara Pameran Pertanian. Pelemparan itu dilakukan karena beberapa pihak tidak sepakat jika Prancis akan dipimpin oleh sosok yang berhaluan politik sentris.
Namun faktanya, video tersebut adalah video lama ketika Presiden Macron melakukan kampanye di Paris pada tahun 2017 di sebuah acara Pameran Pertanian. Pelemparan itu dilakukan karena beberapa pihak tidak sepakat jika Prancis akan dipimpin oleh sosok yang berhaluan politik sentris.
Rujukan
Halaman: 7090/8537



