[Fakta atau Hoaks] Benarkah Kantor Bupati Jayawijaya Dibakar Warga yang Tolak Otsus Papua Jilid II?
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 29/09/2020
Berita
Foto Kantor Bupati Jayawijaya di Wamena, Papua, yang sedang terbakar beredar di media sosial. Foto tersebut dibagikan dengan narasi bahwa Kantor Bupati Jayawijaya tersebut dibakar oleh warga yang menolak Otonomi Khusus atau Otsus Papua Jilid II.
Sebelumnya, pada 24 September 2020 lalu, digelar demonstrasi penolakan Otsus Papua Jilid II di Kantor Bupati Nabire. Pada 28 September kemarin, berlangsung pula demonstrasi penolakan Otsus Papua Jilid II oleh Front Mahasiswa dan Rakyat Papua dari Universitas Cenderawasih.
Di Facebook, foto Kantor Bupati Jayawijaya yang terbakar itu diunggah oleh akun West Papua pada 25 September 2020. Akun ini pun menuliskan narasi, "Kantor Bupati Jayawijaya Wamena di bakar habis oleh warga masyarakat penolakan Otsus Jilid II. Papua merdeka."
Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook West Papua.
Apa benar Kantor Bupati Jayawijaya di Wamena, Papua, dibakar oleh warga yang menolak Otsus Papua Jilid II?
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo menghubungi pemimpin redaksi media lokal Papua, Kabarpapua.co, Syamsuddin Levi Lazore. Dia memastikan tidak ada unjuk rasa pada 25 September 2020 di Wamena, ibukota Kabupaten Jayawijaya. “Dua wartawan di Wamena sudah saya hubungi, mereka mengatakan tidak ada aksi tolak Otsus Papua Jilid II pada 25 September 2020,” kata Syamsuddin pada 29 September 2020.
Terkait foto yang beredar di media sosial, yang memperlihatkan Kantor Bupati Jayawijaya terbakar, Syamsuddin mengatakan bahwa foto tersebut merupakan foto peristiwa pada 2019 lalu. “Itu hoaks. Kantor bupati belum dibangun. PNS masih berkantor di gedung otonom,” ujarnya.
Tempo pun menelusuri pemberitaan terkait pembakaran Kantor Bupati Jayawijaya pada 2019 dengan mesin pencarian Google. Hasilnya, ditemukan bahwa Kantor Bupati Jayawijaya terbakar dalam peristiwa kerusuhan di Wamena, Papua, pada September 2019.
Dilansir dari Kompas.com, Kantor Bupati Jayawijaya di Wamena, Papua, hangus dibakar massa dalam peristiwa kerusuhan pada 23 September 2019. Kontributor Kompas.com di Wamena, John Roy Purba, melaporkan bahwa kantor bupati yang berada di Jalan Yos Sudarso tersebut dibakar oleh demonstran yang bertindak anarkis.
Para demonstran yang terdiri dari siswa sekolah di Jayawijaya itu terpicu oleh pernyataan guru terhadap seorang siswa yang diduga berbau rasis. Namun, menurut Kepolisian Daerah Papua, dugaan terkait ujaran rasial itu tidak benar.
Dilansir dari Kabarpapua.co, pasca terbakarnya Kantor Bupati Jayawijaya akibat kerusuhan pada 23 September 2019 lalu, seluruh pelayanan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) non teknis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya akan dipusatkan di Gedung Otonom Wenehule Hubi.
Selama ini, gedung itu hanya ditempati oleh beberapa OPD, dan kini pemanfaatannya dioptimalkan dengan menjadikannya sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Jayawijaya. “Kami semua akan berkantor di Gedung Otonom dan sudah kami tinjau. Jadi, semua OPD bisa di Gedung Otonom, begitu juga bupati dan wakil bupati,” kata Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua pada 14 Oktober 2019.
Dilansir dari Jubi.co.id, bertepatan dengan HUT Kota Wamena pada 10 Desember 2019, Pemkab Jayawijaya mulai membongkar kantor bupati untuk dibangun kembali. Kantor bupati ini bakal dibangun tiga lantai, dalam dua tahun anggaran, yakni 2020-2021. Pembangunan ini diperkirakan menelan dana Rp 200 miliar. Selain dari APBD, dana bakal bersumber dari bantuan Gubernur Papua.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa "Kantor Bupati Jayawijaya di Wamena, Papua, dibakar oleh warga yang menolak Otsus Papua Jilid II" keliru. Foto itu merupakan foto pembakaran Kantor Bupati Jayawijaya saat kerusuhan terjadi di Wamena pada 23 September 2019. Hingga saat ini, Kantor Bupati Jayawijaya belum dibangun kembali. Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya menempati Gedung Otonom Wenehule Hubi sebagai kantor sementara.
ZAINAL ISHAQ
Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/otonomi-khusus-papua
- https://archive.ph/H6JfF
- https://www.tempo.co/tag/jayawijaya
- https://www.tempo.co/tag/wamena
- https://bit.ly/3n2MiMs
- https://kabarpapua.co/pemkab-jayawijaya-pusatkan-pemerintahan-di-gedung-otonom-wenehule-hubi/
- https://jubi.co.id/2020-bangun-kembali-perkantoran-di-jayawijaya/
- https://www.tempo.co/tag/papua
[SALAH] Maklumat KSAD Untuk Siaga Aksi 20 Oktober 2020
Sumber: facebook.comTanggal publish: 28/09/2020
Berita
Jendral Andika keren :+1:
Menyikapi rencana aksi demo hingga 20 Oktober 2020
Utk persatuan dan jaga persatuan.
Jangan mau dibenturkan antar komponen bangsa yg ingin merusak persatuan.
jadi ingat dhawuh Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya : BESAR-BESARKAN PARTAIMU, SETELAH BESAR NEGARAMU
PERSATUAN INDONESIA
Menyikapi rencana aksi demo hingga 20 Oktober 2020
Utk persatuan dan jaga persatuan.
Jangan mau dibenturkan antar komponen bangsa yg ingin merusak persatuan.
jadi ingat dhawuh Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya : BESAR-BESARKAN PARTAIMU, SETELAH BESAR NEGARAMU
PERSATUAN INDONESIA
Hasil Cek Fakta
Sebuah akun Facebook bernama Mohamad Harisudin Mahfud mengunggah foto maklumat Jenderal TNI Andika Perkasa. Maklumat tersebut menekankan beberapa hal dalam rangka menyambut aksi demo hingga tanggal 20 Oktober 2020.
Melansir Tempo, Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen Nefra Firdaus, membantah adanya maklumat yang dikeluarkan Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Andika Perkasa untuk bersiaga menghadapi aksi demonstrasi pada 20 Oktober 2020.
“Itu hoaks,” ujar Nefra lewat pesan singkat, Rabu, 23 September 2020.
Setelah ditelusuri, 20 Oktober mendatang merupakan peringatan satu tahun periode kepemimpinan Joko Widodo – Ma’ruf Amin. Nefra mengatakan bahwa semua terkendali dan belum ada pemberitahuan mengenai akan adanya demo atau aksi lainnya.
Sehingga, klaim mengenai maklumat untuk siaga menghadapi aksi 20 Oktober 2020 adalah hoaks dengan kategori konten yang salah, karena maklumat tersebut dikeluarkan untuk aksi 20 Oktober 2019 saat pelantikan presiden dan wakil presiden.
Melansir Tempo, Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen Nefra Firdaus, membantah adanya maklumat yang dikeluarkan Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Andika Perkasa untuk bersiaga menghadapi aksi demonstrasi pada 20 Oktober 2020.
“Itu hoaks,” ujar Nefra lewat pesan singkat, Rabu, 23 September 2020.
Setelah ditelusuri, 20 Oktober mendatang merupakan peringatan satu tahun periode kepemimpinan Joko Widodo – Ma’ruf Amin. Nefra mengatakan bahwa semua terkendali dan belum ada pemberitahuan mengenai akan adanya demo atau aksi lainnya.
Sehingga, klaim mengenai maklumat untuk siaga menghadapi aksi 20 Oktober 2020 adalah hoaks dengan kategori konten yang salah, karena maklumat tersebut dikeluarkan untuk aksi 20 Oktober 2019 saat pelantikan presiden dan wakil presiden.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Aisyah Adilah (Anggota MAFINDO Komisariat Institut Ilmu Sosial Ilmu Politik Jakarta)
Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen Nefra Firdaus membantah adanya maklumat yang dikeluarkan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa. “Itu hoaks” kata Nefra melalui pesan singkat.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen Nefra Firdaus membantah adanya maklumat yang dikeluarkan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa. “Itu hoaks” kata Nefra melalui pesan singkat.
Rujukan
[SALAH] “Arief Puyouno: Saya Yakin Dana Penanggulangan Covid-19 di DKI Banyak Penyimpangan Karena Gabenernya Adalah Kaki Tangan Kadrun Gila”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 28/09/2020
Berita
“Arief Puyouno: Saya Yakin Dana Penanggulangan Covid-19 di DKI Banyak Penyimpangan Karena Gabenernya Adalah Kaki Tangan Kadrun Gila”
Hasil Cek Fakta
Akun Facebook Diana Diansary Sari mengunggah gambar dengan judul “Arief Puyouno: Saya Yakin Dana Penanggulangan Covid-19 di DKI Banyak Penyimpangan Karena Gabenernya Adalah Kaki Tangan Kadrun Gila” di Toleransi Indonesia pada tanggal 25 September 2020.
Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa gambar tersebut merupakan hasil suntingan/editan dari salah satu artikel kerjajokowi.top yang berjudul “Arief Puyouno: Saya Yakin Dana Penanggulangan Covid-19 di DKI Banyak Penyimpangan” yang tayang pada Rabu, 13 September 2020.
Dengan demikian, gambar tersebut termasuk dalam konten yang dimanipulasi, karena telah dilakukan penyuntingan di bagian judul artikel.
= = =
Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa gambar tersebut merupakan hasil suntingan/editan dari salah satu artikel kerjajokowi.top yang berjudul “Arief Puyouno: Saya Yakin Dana Penanggulangan Covid-19 di DKI Banyak Penyimpangan” yang tayang pada Rabu, 13 September 2020.
Dengan demikian, gambar tersebut termasuk dalam konten yang dimanipulasi, karena telah dilakukan penyuntingan di bagian judul artikel.
= = =
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Konaah (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta).
Gambar tersebut merupakan hasil suntingan/editan dari salah satu artikel kerjajokowi.top yang berjudul “Arief Puyouno: Saya Yakin Dana Penanggulangan Covid-19 di DKI Banyak Penyimpangan” yang tayang pada Rabu, 13 September 2020.
Gambar tersebut merupakan hasil suntingan/editan dari salah satu artikel kerjajokowi.top yang berjudul “Arief Puyouno: Saya Yakin Dana Penanggulangan Covid-19 di DKI Banyak Penyimpangan” yang tayang pada Rabu, 13 September 2020.
Rujukan
[SALAH] Artikel Detik.com “Trans Studio Bandung Tutup Mulai Hari ini Untuk Cegah Penyebaran Virus Corona di Bandung”
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 28/09/2020
Berita
“Trans Studio Bandung Tutup Mulai Hari ini Untuk Cegaj Penyebarann Virus Corona di Bandung”
Covid Bandung
Covid Bandung
Hasil Cek Fakta
Warga bandung dikejutkan dengan beredarnya tangkapan layar berita milik detik.com perihal adanya penutupan yang dilakukan oleh Trans Studio Bandung demi mencegah virus corona atau Covid-19. Informasi tersebut marak beredar melalui pesan berantai Whatsapp terhitung sejak 26 September 2020 lalu.
Namun belakangan diketahui bahwa informasi tersebut adalah palsu alias hoaks. Coba melakukan penelusuran pada kanal indeks detik.com, tidak ditemukan berita dengan judul seperti tangkapan layar yang beredar. Melalui akun Twitter, @detikTravel menegaskan jika tangkapan layar tersebut sudah melalui proses sunting pada bagian tanggal penerbitan dan juga judul.
Faktanya, judul dari artikel asli milik detik adalah “Trans Studi Bandung Buka, Geliat Ekonomi Diharapkan Tumbuh” yang terbit pada 24 Agustus 2020. Mengacu pada seluruh referensi, tangkapan layar berita detik.com berjudul “Trans Studio Bandung Tutup Mulai Hari ini Untuk Cegaj Penyebarann Virus Corona di Bandung” adalah palsu dan masuk ke dalam kategori manipulated content atau konten manipulasi.
Namun belakangan diketahui bahwa informasi tersebut adalah palsu alias hoaks. Coba melakukan penelusuran pada kanal indeks detik.com, tidak ditemukan berita dengan judul seperti tangkapan layar yang beredar. Melalui akun Twitter, @detikTravel menegaskan jika tangkapan layar tersebut sudah melalui proses sunting pada bagian tanggal penerbitan dan juga judul.
Faktanya, judul dari artikel asli milik detik adalah “Trans Studi Bandung Buka, Geliat Ekonomi Diharapkan Tumbuh” yang terbit pada 24 Agustus 2020. Mengacu pada seluruh referensi, tangkapan layar berita detik.com berjudul “Trans Studio Bandung Tutup Mulai Hari ini Untuk Cegaj Penyebarann Virus Corona di Bandung” adalah palsu dan masuk ke dalam kategori manipulated content atau konten manipulasi.
Kesimpulan
Judul palsu. Judul tersebut adalah hasil manipulasi atau penyuntingan dari artikel asli milik detik.com berjudul “Trans Studio Bandung Buka, Geliat Ekonomi Diharapkan Tumbuh” yang terbit pada 28 Agustus 2020.
Rujukan
Halaman: 7180/8530



