• Cek Fakta: Tidak Benar Link Ini untuk Pendaftaran CPNS 2026

    Sumber:
    Tanggal publish: 01/01/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar postingan di media sosial klaim link pendaftaran rekrutmen CPNS 2026. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook pada 28 Desember 2025.
    Berikut isi unggahannya:
    "RESMI DI BUKA..!!
    Penerimaan CPNS dan PPPK 2026
    Info Pendaftaran klik 👇
    http://lokerterkini.reqapk.com/"
    Postingan turut menyertakan poster, berikut tulisannya:
    "CPNS & PPPK
    REKRUTMEN CPNS & PPPK TAHUN 2025-2026
    RESMI DIBUKA
    Pendaftaran Nasional Aparatur Sipil Negara
    Terbuka untuk Lulusan SMA/SMK . D3. S1. S3
    Link Pendaftaran Ada di Bio Profil
    GRATIS- TANPA DIPUNGUT BIAYA"
    Sementara itu, saat link pendaftaran diklik, mengarah pada halaman situs dengan tampilan formulir digital yang meminta sejumlah identitas pribadi seperti nama hingga nomor Telegram.
    Lalu benarkah klaim link pendaftaran CPNS 2026? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran CPNS 2026. Penelusuran mengarah pada artikel Liputan6.com berjudul "CPNS 2026: Hal Ini Jadi Pertimbangan Kementerian PANRB Sebelum Pembukaan Seleksi" yang tayang pada 15 Desember 2025.
    Dalam artikel ini dijelaskan, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PANRB) masih harus menghitung kebutuhan dari seluruh instansi. Hal tersebut akan menjadi acuan untuk pembukaan seleksi calon Aparatur Sipil Negara (CASN) atau Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) atau CPNS 2026.
    "Tentunya untuk tahun 2026, karena kementeriannya sudah ada 48 kementerian. Saya sudah meminta mereka untuk melakukan analisis kebutuhan sesuai dengan strategi 5 tahun ke depan," ujar Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menteri PANRB), Rini Widyantini pada Kamis, 11 Desember 2025.
    Rini mengatakan, saat ini pemerintah masih fokus menyelesaikan SK yang tertunda untuk masa penerimaan 2024 lalu. Termasuk SK pegawai paruh waktu maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
    Penelusuran juga mengarah pada artikel dari Liputan6.com berjudul "Viral Pendaftaran Seleksi CPNS 2026, Simak Panduan Pendaftarannya" yang tayang pada 17 November 2025.
    Artikel ini menjelaskan pentingnya untuk diingat bahwa seluruh proses pendaftaran dan seleksi CPNS 2026 hanya akan dilakukan melalui portal resmi Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) milik BKN. Alamat portal resmi tersebut adalah https://sscasn.bkn.go.id.
    Tidak ada jalur pendaftaran lain yang sah, sehingga calon pelamar harus berhati-hati terhadap situs atau pihak yang mengklaim dapat memfasilitasi pendaftaran di luar portal ini.

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran CPNS 2026, tidak benar.
    Pemerintah belum membuka penerimaan CPNS 2026 dan situs resmi pendaftaran CPNS melalui link https://sscasn.bkn.go.id.
    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Hoaks! Puan usul pajak naik untuk bantu korban banjir

    Sumber:
    Tanggal publish: 01/01/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di Facebook menampilkan foto Ketua DPR RI Puan Maharani dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan narasi seolah-olah Puan mengusulkan kenaikan pajak untuk membantu korban banjir, lalu Purbaya menanggapi agar kenaikan pajak tidak dikaitkan dengan bantuan dan rakyat tidak kembali menanggung beban atas nama kemanusiaan.

    Unggahan itu mendapat respons luas dengan lebih dari 1,6 ribu komentar, serta memuat teks:

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “Puan Usulkan Kenaikan Pajak Demi Bantuan Korban Banjir,

    Purbaya:Jangan hubungkan kenaikan pajak Demi Alasan bantuan Jang4n jadikan Rakyat Kembali Berkorban”

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Unggahan tersebut juga disertai narasi:

    “Usulan Kenaikan Pajak Demi Bantuan Korban Banjir Tuai Polemik, Puan Maharani Angkat Wacana, Purbaya Ingatkan Jangan Jadikan Rakyat Kembali Menanggung Beban Atas Nama Kemanusiaan”

    Namun, benarkah Puan usul pajak naik untuk bantu korban banjir?



    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan pernyataan resmi maupun artikel kredibel yang membenarkan klaim bahwa Puan mengusulkan kenaikan pajak untuk membantu korban banjir.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Adapun dalam konteks penanganan bencana, Puan, dilansir dari ANTARA, justru menekankan pentingnya respons cepat agar korban tidak menunggu bantuan berhari-hari, serta meminta lembaga terkait memastikan distribusi logistik, layanan kesehatan, air bersih, dan perlindungan bagi kelompok rentan berjalan tanpa hambatan, termasuk mendorong anggota DPR di dapil terdampak untuk turun ke lapangan dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, TNI-Polri, serta relawan.

    Dengan demikian, narasi “Puan mengusulkan kenaikan pajak demi bantuan korban banjir” tidak didukung bukti dan merupakan klaim yang tidak berdasar.

    Klaim: Puan usul pajak naik untuk bantu korban banjir

    Rating: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

    • ANTARA News
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Cek fakta, sebuah akuarium raksasa pecah di mal Bandung

    Sumber:
    Tanggal publish: 01/01/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) - Beredar sebuah rekaman di TikTok yang memperlihatkan kaca akuarium berukuran besar tiba-tiba pecah.

    Kejadian dalam cuplikan gambar ini diklaim berlangsung di sebuah pusat perbelanjaan yang ada di Kota Bandung, Jawa Barat.

    Air dan isi dari akuarium tersebut sontak menggenangi lantai mal.

    Pengunjung yang awalnya menikmati pemandangan yang ada di dalam akuarium kemudian berhamburan, menghindari semburan air.

    Berikut isi narasi dalam video tersebut:

    “Detik-detik aquarium besar pecah

    Aquarium Besar di Bandung Pecah: Musibah Menghancurkan

    Saksikan detik-detik aquarium besar di Bandung pecah dalam video ini. Temukan apa yang terjadi dan reaksi pengunjung.”

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Namun benarkah insiden akuarium pecah itu terjadi di Bandung?

    Hasil Cek Fakta

    Konten tersebut merupakan video yang dibuat dengan bantuan kecerdasarn buatan (Artificial Intelligence).

    Pemanfaatan AI dalam cuplikan gambar itu telah disematkan oleh TikTok pada bagian bawah konten. Namun, di kolom komentar, masih ada sebagian yang mempertanyakan kebenaran video tersebut.

    Informasi valid terkait insiden akuarium di mal ini juga tidak ditemukan di media massa lokal maupun nasional, serta pihak berwajib.

    Dengan begitu, isi video tersebut dipastikan merupakan hasil rekayasa dan bukan kejadian sebenarnya.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Klaim: Sebuah akuarium raksasa di mal Bandung pecah

    Rating: Hoaks



    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

    • ANTARA News
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Video “Ka’bah Dihias dengan Ornamen Natal”

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 01/01/2026

    Berita

    Akun Facebook “Odi Dya” pada Rabu (17/12/2025) membagikan video [arsip], isinya memperlihatkan seseorang berkostum sinterklas sedang menunjukkan Ka’bah (kiblat umat Islam) yang dihiasi dengan ornamen Natal. Terdapat juga pohon Natal di sekitar Ka’bah.


    Dalam video tertulis narasi sebagai berikut:


    "Untuk pertama Natal dirayakan di Mekah. Arab merayakan natal dengan memasang perhiasan natal di Ka'bah tempat suci Islam. Bagaimana menurut anda?”


    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) mengamati video tersebut dan melihat ada sejumlah kejanggalan yang mengindikasikan rekayasa AI, yakni suara pria berkostum sinterklas yang terdengar kaku, serta gerak objek yang tidak natural.


    TurnBackHoax kemudian mengunduh video itu dan mengunggahnya ke alat pendeteksi AI dari Hive Moderation. Hasil analisa menunjukkan video yang beredar merupakan hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 90,6%.


    Diketahui dari visaindex.com, non-islam tidak diperbolehkan memasuki Mekah. Pembatasan ini didasarkan pada yurisprudensi Islam dan telah dikodifikasikan ke dalam hukum Arab Saudi. Larangan itu sudah ada sejak berabad-abad lalu, Kota Mekah dikhususkan zona suci khusus bagi umat Islam. 


    Berdasarkan regulasi tersebut, maka sangat tidak mungkin simbol agama lain seperti pohon Natal ditampilkan di ruang publik Mekah dalam konteks perayaan atau hiasan keagamaan. Terlebih di sekitar Ka’bah sebagai kiblat umat Islam.


    Kesimpulan

    Video yang beredar merupakan hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 90,6%. Jadi, unggahan video berisi klaim “Ka’bah dihias dengan ornamen Natal” adalah konten palsu (fabricated content).

    Rujukan