Akun TikTok Eyang Keni (tiktok.com/@eyangkeni) mengunggah sebuah video yang terdapat suara seorang pria sebagai berikut:
“Telah terjadi pesawat jatuh di Tol Banyumanik, salah jalur, ini pilotnya sekolae nembak sim e dadine masuk ke pintu tol, waduh kasihan pengendara mobil lainnya ini”
[SALAH] Video “pesawat jatuh di Tol Banyumanik”
Sumber: tiktok.comTanggal publish: 22/08/2020
Berita
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, adanya video yang diklaim sebagai pesawat jatuh di Tol Banyumanik adalah klaim yang salah.
Faktanya, pesawat itu bukan jatuh. Pesawat di video itu adalah pesawat buatan mendiang BJ Habibie, N250 Gatot Kaca yang tersangkut atap gerbang tol Banyumanik, Semarang, Kamis malam (20/8/2020) ketika dalam perjalanan dari Bandung menuju Yogyakarta. Pesawat ini akan melengkapi koleksi Museum Pusat Dirgantara Mandala (Muspusdirla) Yogyakarta.
Manajer Operasi PT Trans Marga Jawa Tengah (PT TMJ), Fauzi Abdurrahman, mengatakan peristiwa terjadi sekitar pukul 19.30 WIB. Saat itu truk berada di salah satu gerbang tol arah Solo. Ketinggian maksimal gerbang tol Banyumanik, 4,2 meter, membuat truk yang mengangkut pesawat perlu penyesuaian agar bisa melintas.
“(Kejadian) jam 19.30 WIB,” kata Fauzi lewat pesan singkat kepada wartawan, Kamis (20/8/2020) malam.
“Karena ukurannya (pesawat) besar jadi sama teman-teman (di lapangan) diarahkan untuk mundur yang gerbang yang lebar di sisi paling kanan gerbang tol (Banyumanik) karena lebih tinggi,” terang Direktur Utama Trans Marga Jawa Tengah (TMJ), David Wijayanto saat dihubungi IDN Times, Jumat (21/8/2020). David juga menegaskan tidak ada kerusakan apa pun milik di gerbang tol milik TMJ, yang diakibatkan dari peristiwa tersebut.
Proses berjalan hingga sekitar pukul 22.00 WIB dan sudah kembali melanjutkan perjalanan via tol dan belum ada informasi terkait kendala lainnya dalam perjalanan.
Pesawat N250 dibawa menggunakan truk dari Depohar 10 Lanud Husein Sastranegara Bandung. Pesawat akan ditempatkan pada Museum Pusat Dirgantara (Muspurdirla) Lanud Adi Sutjipto Yogyakarta. Hal tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut Surat Keputusan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (SKEP) Nomor 284/VIII/2020 tanggal 14 Agustus 2020 tentang Penugasan Penerimaan Hibah Pesawat Prototype Aircraft PA01 N250 milik PT Dirgantara Indonesia (DI) agar ditempatkan di Muspurdirla, yang direncanakana akan diserahterimakan pada 25 Agustus 2020. Rencananya dalam acara serah terima tersebut akan dihadiri Panglima TNI.
Pada Jumat, 21 Agustus 2020, N250 Gatotkaca telah tiba di Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala (Muspusdirla), Sleman, DI Yogyakarta.
Faktanya, pesawat itu bukan jatuh. Pesawat di video itu adalah pesawat buatan mendiang BJ Habibie, N250 Gatot Kaca yang tersangkut atap gerbang tol Banyumanik, Semarang, Kamis malam (20/8/2020) ketika dalam perjalanan dari Bandung menuju Yogyakarta. Pesawat ini akan melengkapi koleksi Museum Pusat Dirgantara Mandala (Muspusdirla) Yogyakarta.
Manajer Operasi PT Trans Marga Jawa Tengah (PT TMJ), Fauzi Abdurrahman, mengatakan peristiwa terjadi sekitar pukul 19.30 WIB. Saat itu truk berada di salah satu gerbang tol arah Solo. Ketinggian maksimal gerbang tol Banyumanik, 4,2 meter, membuat truk yang mengangkut pesawat perlu penyesuaian agar bisa melintas.
“(Kejadian) jam 19.30 WIB,” kata Fauzi lewat pesan singkat kepada wartawan, Kamis (20/8/2020) malam.
“Karena ukurannya (pesawat) besar jadi sama teman-teman (di lapangan) diarahkan untuk mundur yang gerbang yang lebar di sisi paling kanan gerbang tol (Banyumanik) karena lebih tinggi,” terang Direktur Utama Trans Marga Jawa Tengah (TMJ), David Wijayanto saat dihubungi IDN Times, Jumat (21/8/2020). David juga menegaskan tidak ada kerusakan apa pun milik di gerbang tol milik TMJ, yang diakibatkan dari peristiwa tersebut.
Proses berjalan hingga sekitar pukul 22.00 WIB dan sudah kembali melanjutkan perjalanan via tol dan belum ada informasi terkait kendala lainnya dalam perjalanan.
Pesawat N250 dibawa menggunakan truk dari Depohar 10 Lanud Husein Sastranegara Bandung. Pesawat akan ditempatkan pada Museum Pusat Dirgantara (Muspurdirla) Lanud Adi Sutjipto Yogyakarta. Hal tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut Surat Keputusan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (SKEP) Nomor 284/VIII/2020 tanggal 14 Agustus 2020 tentang Penugasan Penerimaan Hibah Pesawat Prototype Aircraft PA01 N250 milik PT Dirgantara Indonesia (DI) agar ditempatkan di Muspurdirla, yang direncanakana akan diserahterimakan pada 25 Agustus 2020. Rencananya dalam acara serah terima tersebut akan dihadiri Panglima TNI.
Pada Jumat, 21 Agustus 2020, N250 Gatotkaca telah tiba di Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala (Muspusdirla), Sleman, DI Yogyakarta.
Kesimpulan
Bukan jatuh. Pesawat di video itu adalah pesawat buatan mendiang BJ Habibie, N250 Gatot Kaca yang tersangkut atap gerbang tol Banyumanik, Semarang, Kamis malam (20/8/2020) ketika dalam perjalanan dari Bandung menuju Yogyakarta. Pesawat ini akan melengkapi koleksi Museum Pusat Dirgantara Mandala (Muspusdirla) Yogyakarta.
Rujukan
- https://www.idntimes.com/news/indonesia/dhana-kencana-1/begini-nasib-pesawat-n250-yang-sempat-nyangkut-di-gerbang-tol-semarang-nasional/3
- https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-5140998/pesawat-n250-gatotkaca-karya-habibie-nyaris-nyangkut-di-tol-banyumanik?single=1
- https://www.medcom.id/foto/news/yKXABE4N-n250-huni-museum-dirgantara-mandala-yogyakarta
[SALAH] Kambing Melahirkan Anak Babi
Sumber: facebook.comTanggal publish: 22/08/2020
Berita
Sebuah akun Facebook bernama Sumaniz Muchlas Ade Putra mengunggah video berdurasi 30 detik yang memperlihatkan seekor anak kambing yang dikerubungi warga. Video yang telah dibagikan sebanyak 265 kali itu diklaim sebagai kambing yang melahirkan anak kambing.
Berikut kutipan narasinya:
“Viral loor kambing melahirkan anak babi desa balong anyar kec.lekok kab.pasuruan”
Berikut kutipan narasinya:
“Viral loor kambing melahirkan anak babi desa balong anyar kec.lekok kab.pasuruan”
Hasil Cek Fakta
Video tersebut diunggah oleh chanel Youtube Ali Suyuti dan Gembok Putih pada 15 Agustus lalu. Pada chanel Youtube Ali Suyuti, video berdurasi 50 detik dengan jumlah penonton sebanyak 1041 penonton. Ada pun pada chanel Gembok Putih, video yang diunggah berdurasi 1 menit 52 detik itu, perekam sempat menanyakan orang yang diklaim sebagai pemilik kambing tersebut.
Berdasarkan penuturan Kepala Desa Balungayar, Soleh membenarkan bahwa video anak kambing itu viral di desanya. "Iya di desa kami viral video kambing berkepala babi itu. Tapi menurut saya, itu bukan anak kambing berkepala babi. Tapi anak kambing lahir prematur," jelas Sholeh saat dihubungi jatimnow.com, Selasa (18/8/2020).
Lukman, salah satu warga Desa Balunganyar membenarkan jika peristiwa terjadi di desanya. Katanya, peristiwa itu terjadi di Dusun Wedusan Kidul. "Iya itu benar. Tapi bukan anak kambing berkepala babi. Itu hanya dikait-kaitkan saja sama warga. Aslinya ya anak kambing lahir prematur," tegas Lukman.
Berdasarkan penuturan Kepala Desa Balungayar, Soleh membenarkan bahwa video anak kambing itu viral di desanya. "Iya di desa kami viral video kambing berkepala babi itu. Tapi menurut saya, itu bukan anak kambing berkepala babi. Tapi anak kambing lahir prematur," jelas Sholeh saat dihubungi jatimnow.com, Selasa (18/8/2020).
Lukman, salah satu warga Desa Balunganyar membenarkan jika peristiwa terjadi di desanya. Katanya, peristiwa itu terjadi di Dusun Wedusan Kidul. "Iya itu benar. Tapi bukan anak kambing berkepala babi. Itu hanya dikait-kaitkan saja sama warga. Aslinya ya anak kambing lahir prematur," tegas Lukman.
Kesimpulan
Klaim tersebut hanya dikait-kaitkan oleh warga sekitar. Faktanya, anak kambing tersebut lahir secara prematur di Desa Balunganyar tepatnya peristiwa itu terjadi di Dusun Wedusan Kidul.
Rujukan
- https://turnbackhoax.id/2020/08/22/salah-kambing-melahirkan-anak-babi/
- https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4335513/cek-fakta-viral-video-kambing-melahirkan-anak-babi-benarkah?medium=Headline&campaign=Headline_click_1
- https://jatimnow.com/baca-28946-viral-video-anak-kambing-berkepala-babi-begini-faktanya
- https://www.youtube.com/watch?v=eS-zxFQZqhU
- https://www.youtube.com/watch?v=e9jTW_sLYGM
[SALAH] Foto Sri Mulyani Berjilbab “Kode pilkada sudah dekat Atau tagihan sudah jatuh tempo”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 22/08/2020
Berita
Akun Facebook Hanna Pertiwi mengunggah foto Menteri Keuangan Sri Mulyani yang tengah menggunakan jilbab. Pada unggahannya itu ia menyertakan narasi bahwa foto tersebut merupakan kode Pilkada sudah dekat atau tagihan sudah jatuh tempo.
Berikut kutipan narasinya:
“Saya terkesima dengan pakaiannya..
Prikitiew..
Kode pilkada sudah dekat Atau tagihan sudah jatuh tempo.”
Berikut kutipan narasinya:
“Saya terkesima dengan pakaiannya..
Prikitiew..
Kode pilkada sudah dekat Atau tagihan sudah jatuh tempo.”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, foto tersebut merupakan dokumentasi kunjungan Menkeu Sri Mulyani ke Aceh pada tahun 2017. Hal itu diketahui dari temuan artikel detik.com berjudul “Sri Mulyani Tampil Berjilbab di Universitas Syiah Kuala” yang tayang tanggal 5 Januari 2017.
Kala itu, Sri Mulyani memberikan kuliah umum dengan tema "Peran Fiskal dalam Membangun Perekonomian Inklusif" di Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh pada Kamis 5 Januari 2017. Adapun, Sri Mulyani mengenakan jilbab lebih kepada mematuhi peraturan berpakaian di Aceh.
Peraturan itu tertuang pada Qanun Aceh nomor 11 tahun 2002 tentang Pelaksanaan Syariat Islam Bidang Aqidah, Ibadah dan Syi'ar Islam. Pertaruan mengenai penggunaan berbusana di Aceh tersebut ada pada pasal 13. Berikut kutipan pasal dan penjelasannya:
[…] Pasal 13
(1) Setiap orang Islam wajib berbusana Islami.
(2) Pimpinan instansi pemerintah, lembaga pendidikan, badan usaha dan atau institusi masyarakat wajib membudayakan busana Islami di lingkungannya.
Penjelasan pasal 13:
Ayat (1)
Busana Islami adalah pakaian yang menutup aurat yang tidak tembus pandang, dan tidak memperlihatkan bentuk tubuh.
Ayat (2)
Wajib membudayakan busana Islami, maksudnya bertanggung jawab terhadap pemakaian busana Islami oleh pegawai, anak didik atau karyawan (karyawati) di lingkungan masing-masing, termasuk pada saat kegiatan olahraga. […]
Kala itu, Sri Mulyani memberikan kuliah umum dengan tema "Peran Fiskal dalam Membangun Perekonomian Inklusif" di Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh pada Kamis 5 Januari 2017. Adapun, Sri Mulyani mengenakan jilbab lebih kepada mematuhi peraturan berpakaian di Aceh.
Peraturan itu tertuang pada Qanun Aceh nomor 11 tahun 2002 tentang Pelaksanaan Syariat Islam Bidang Aqidah, Ibadah dan Syi'ar Islam. Pertaruan mengenai penggunaan berbusana di Aceh tersebut ada pada pasal 13. Berikut kutipan pasal dan penjelasannya:
[…] Pasal 13
(1) Setiap orang Islam wajib berbusana Islami.
(2) Pimpinan instansi pemerintah, lembaga pendidikan, badan usaha dan atau institusi masyarakat wajib membudayakan busana Islami di lingkungannya.
Penjelasan pasal 13:
Ayat (1)
Busana Islami adalah pakaian yang menutup aurat yang tidak tembus pandang, dan tidak memperlihatkan bentuk tubuh.
Ayat (2)
Wajib membudayakan busana Islami, maksudnya bertanggung jawab terhadap pemakaian busana Islami oleh pegawai, anak didik atau karyawan (karyawati) di lingkungan masing-masing, termasuk pada saat kegiatan olahraga. […]
Kesimpulan
Foto tersebut diambil saat Sri Mulyani mengunjungi Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh pada Kamis, 5 Januari 2017. Sri Mulyani mengenakan jilbab dikarenakan adanya aturan Qanun Aceh nomor 11 tahun 2002 tentang Pelaksanaan Syariat Islam Bidang Aqidah, Ibadah dan Syi'ar Islam yang mewajibkan berbusana Islami.
Rujukan
- https://web.facebook.com/groups/fafhh/permalink/1266834143649118/
- https://turnbackhoax.id/2020/08/22/salah-foto-sri-mulyani-berjilbab-kode-pilkada-sudah-dekat-atau-tagihan-sudah-jatuh-tempo/
- https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3388287/sri-mulyani-tampil-berjilbab-di-universitas-syiah-kuala
- https://wolipop.detik.com/hijab-update/d-3389130/foto-gaya-jilbab-simpel-sri-mulyani-saat-berkunjung-ke-aceh
- http://dsi.acehprov.go.id/wp-content/uploads/2017/02/Qanun-Propinsi-Nanggroe-Aceh-Darussalam-Nomor-11-Tahun-2002-Tentang-Pelaksanaan-Syariat-Islam-Bidang-Aqidah-Ibadah-dan-Syiar-Islam.pdf
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Negara-negara Arab Ini yang Paling Awal Akui Kemerdekaan RI?
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 21/08/2020
Berita
Klaim bahwa negara-negara Arab adalah negara-negara yang paling awal mengakui kemerdekaan RI beredar di media sosial. Negara-negara Arab yang disebut dalam klaim itu adalah Mesir, Yordania, Lebanon, Suriah, Irak, Arab Saudi, dan Yaman.
"Jangan lupakan sejarah. Negara-negara yang pernah menjajah Indonesia: 1) Portugis, 2) Spanyol, 3) Belanda, 4) Prancis, 5) Britania Raya (UK), 6) Jepang. Negara-negara yang paling awal mengakui kemerdekaan RI adalah: 1) Mesir, 2) Yordania, 3) Lebanon, 4) Suriah, 5) Irak, 6) Arab Saudi, 7) Yaman. Semuanya negara Arab. Lah kenapa sekarang banyak orang Indonesia yang malah anti-Arab?" demikian klaim yang beredar di media sosial.
Di Twitter, klaim yang terdapat dalam gambar tangkapan layar sebuah cuitan itu diunggah salah satunya oleh akun @ ghanieierfa n, yakni pada 17 Agustus 2020. Hingga artikel ini dimuat, unggahan tersebut telah di-retweet lebih dari 700 kali dan disukai lebih dari 1.800 kali.
Gambar tangkapan layar unggahan akun Twitter @ghanieierfan.
Apa benar negara-negara Arab di atas yang paling awal mengakui kemerdekaan RI?
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo menelusuri informasi di berbagai sumber resmi dan situs media kredibel dengan memasukkan kata kunci "negara-negara yang pertama mengakui kemerdekaan RI" di mesin pencarian Google. Tempo juga menghubungi sejarawan Bonnie Triyana untuk memastikan kebenaran dari klaim itu.
Dikutip dari artikel di majalah sejarah online Historia yang berjudul "Persahabatan Indonesia-Afghanistan" pada 30 Januari 2018, Afghanistan termasuk negara yang paling awal mengakui RI, yakni pada 15 September 1947. Menteri Luar Negeri Indonesia pertama, Ahmad Subardjo, menyebut “Mesir adalah negara pertama yang mengakui Republik Indonesia secara de jure. Setelah Mesir adalah Afghanistan.”
Namun, menurut Ketua Panitia Pusat Perkumpulan Kemerdekaan Indonesia M. Zein Hassan, semua negara Liga Arab yang telah merdeka, kecuali Yordania, telah mengakui RI sebagai negara yang merdeka dan berdaulat penuh, baik secara de facto maupun secara de jure.
Menurut laporan Historia tersebut, berbagai sumber menyatakan urutan pengakuan dari negara-negara Liga Arab terhadap RI adalah Mesir (1 Juni 1947), kemudian disusul Lebanon (Juni 1947), Suriah dan Irak (Juli 1947), lalu Arab Saudi (November 1947).
Dalam buku Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri, Zein menyebut pengakuan Afghanistan dimuat dalam harian Al-Ahram edisi 19 September 1947 yang menyiarkan “Pemerintah Afghanistan telah mengakui Republik Indonesia dan telah mengawatkan kepada dutanya di Washington DC supaya menyampaikan kepada Dr. Sutan Sjahrir, Perdana Menteri Indonesia.”
Pada 4 November 1947, Zein menjadi penerjemah Sjahrir, utusan khusus Presiden Indonesia, dalam pertemuan dengan Sadik El-Mujaddidi, Duta Besar Afghanistan di Kairo, Mesir. “Dalam suasana gembira, Bung Sjahrir menyampaikan terima kasih kepada Afghanistan atas pengakuannya terhadap Republik Indonesia. Dengan demikian, Afghanistan adalah satu-satunya negara di luar negara-negara Liga Arab yang mengakui de facto dan de jure kemerdekaan dan kedaulatan Republik Indonesia sampai Belanda mengakuinya pada Desember 1949," ujar Zein.
Setelah mengakui RI, Afghanistan mengirimkan perwakilan resmi ke Indonesia dengan menembus blokade Belanda. Pemerintah Afghanistan juga meminta kepada Sjahrir supaya mengirimkan wakil RI ke Afghanistan. Pemerintah Indonesia pun menempatkan Abdul Kadir di Afghanistan, yang berangkat pada 28 Desember 1947 sebelum Perjanjian Renville ditandatangani serta pertempuran antara Indonesia dan Belanda masih terjadi di sana-sini.
Dikutip dari artikel di Republika yang berjudul "Palestina, Kemerdekaan Indonesia, dan Ahmad Soekarno" pada 17 Agustus 2019, tercatat bahwa 10 negara pertama yang menyatakan dukungan terhadap kemerdekaan RI adalah negara-negara Islam di kawasan Afrika dan Timur Tengah.
Negara-negara tersebut yaitu Palestina, Mesir, Lebanon, Suriah, Irak, Arab Saudi, dan Yaman, kemudian menyusul Afghanistan, Iran, dan Turki. Di luar itu, ada pula Vatikan sebagai negara kelima yang pertama mengakui kemerdekaan Indonesia.
Walaupun baru mengakui kemerdekaan RI secara de jure pada 1947, Mesir telah mengakui eksistensi Indonesia pada 22 Maret 1946, seperti dilansir dari Kompas.com yang mengutip situs resmi Kementerian Luar Negeri. Setelah Mesir, Suriah, Irak, Lebanon, Arab Saudi, dan Afghanistan juga mengakui kemerdekaan RI.
Adapun sejarawan Bonnie Triyana menuturkan bahwa negara-negara yang pertama kali mengakui eksistensi keamanan atau kemerdekaan Indonesia tidak semuanya berasal dari tanah Arab. Ukraina dan India juga menjadi negara yang mendorong Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk membahas eksistensi keamanan Indonesia.
"Memang benar Liga Arab yang terdiri dari beberapa negara mengakui kemerdekaan Indonesia. Tapi bukan berarti negara di luar itu tidak ada. Ada Ukraina dan juga India, di mana saat itu Nehru (Jawaharlal Nehru, Perdana Menteri India pertama), teman Bung Hatta, sudah menjalin hubungan sejak 1920-an," ujar Bonnie saat dihubungi pada 21 Agustus 2020.
Dilansir dari IDN Times, Indonesia sudah mulai menggalang dukungan dari India sejak 1946. Ketika itu, India sedang berusaha lepas dari penjajahan Inggris. Salah satu upaya Indonesia yang digagas Sjahrir adalah mengirimkan 500 ribu ton beras ke India yang saat itu dilanda kemiskinan.
Setahun kemudian, Haji Agus Salim berhasil memimpin delegasi Indonesia di Inter Asian Relations Conference yang berlangsung di New Delhi, India. Perdana Menteri India Jawaharlal Nehru pun memberikan pengakuan kepada Indonesia sebagai negara merdeka dan mendorong pemerintah lain mengikuti sikap tersebut.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa negara-negara Arab di atas, yakni Mesir, Yordania, Lebanon, Suriah, Irak, Arab Saudi, dan Yaman, yang paling awal mengakui kemerdekaan RI, sebagian benar. Berbagai sumber menyatakan semua negara Liga Arab yang telah merdeka, kecuali Yordania, menjadi negara-negara yang paling awal memberikan pengakuan terhadap RI. Meskipun begitu, negara-negara yang pertama kali mengakui kemerdekaan Indonesia tidak semuanya negara-negara Liga Arab. Ada Afghanistan, Iran, Turki, Ukraina, dan India yang juga merupakan negara-negara yang paling awal mengakui kemerdekaan RI.
IBRAHIM ARSYAD
Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/kemerdekaan
- https://archive.fo/RYean
- https://archive.fo/RYean
- https://historia.id/politik/articles/persahabatan-indonesia-afghanistan-vxJBd
- https://www.tempo.co/tag/liga-arab
- https://republika.co.id/berita/pwdhfu440/palestina-kemerdekaan-indonesia-dan-ahmad-soekarno
- https://www.kompas.com/skola/read/2020/02/09/140000169/mesir--negara-pertama-mengakui-kemerdekan-indonesia?page=all
- https://kaltim.idntimes.com/news/indonesia/rosa-folia/ini-5-negara-yang-pertama-mengakui-kemerdekaan-indonesia-regional-kaltim/3
- https://www.tempo.co/tag/arab
Halaman: 7258/8524



