• [SALAH] Foto Jokowi Mengukur Baju Karya Desainer Ivan Gunawan

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 21/08/2020

    Berita

    Akun Facebook Ratno Kubil mengunggah foto Presiden Joko Widodo tengah memegang baju batik. Dalam narasinya, Akun Ratno menyebutkan bahwa foto tersebut merupakan foto Presiden Jokowi sedang mengukur baju karya desainer terkenal Ivan Gunawan.

    Berikut kutipan narasinya:

    “Contoh Pemimpin Merakyat Tapi Hati Buat KONGLOMERAT.
    Lagi Ngukur Baju Gaesss Biar Kelihatan Merakyat, Buat Hadiri DEKLARASI KITA Dan JURI DANGDUT AKADEMI INDOSIAR😂😂
    Karya Desainer Terkenal Ivan Gunawan.”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, dilansir dari liputan6.com, diketahui bahwa foto tersebut bukan foto Presiden Jokowi saat mengukur baju karya desainer Ivan Gunawan. Foto tersebut terkait kunjungan pedagang pasar tradisional ke Istana Negara pada 3 September 2015.

    Hal tersebut diketahui dari kesamaan baju yang dipegang Presiden Jokowi pada foto pada laman tempo.co pada artikel foto berjudul “Jokowi Jamu Makan Siang Pedagang Pasar Tradisional di Istana” yang tayang pada 3 September 2015.

    Pada keterangan foto disebutkan bahwa momen tersebut diambil saat Presiden Jokowi memperhatikan hasil pemberian seorang pedagang pasar tradisional yang diundang untuk makan siang di Istana Negara. Foto serupa juga terdapat pada artikel foto suara.com berjudul “Jokowi Makan Bersama Pedagang Tradisional” yang tayang pada 3 September 2015.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penjelasan tersebut, maka klaim akun Ratno Kubil tidak benar. Oleh sebab itu, konten tersebut masuk ke dalam kategori False Context atau Konten yang Salah.

    Rujukan

    • Mafindo
    • Liputan 6
    • 2 media telah memverifikasi klaim ini

  • [Fakta atau Hoaks] Benarkah Lukisan Tahun 1962 Ini Telah Ramalkan Kehidupan pada 2022 Usai Pandemi Covid-19?

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 20/08/2020

    Berita


    Lukisan yang memperlihatkan jalanan yang dipenuhi dengan kendaraan roda empat bertudungkan kaca yang hanya memuat satu orang beredar di media sosial. Lukisan itu diklaim sebagai lukisan tahun 1962 yang telah meramalkan kehidupan pada 2022 usai pandemi Covid-19.
    Dalam lukisan tersebut, terdapat tulisan yang berbunyi "Painting from 1963, called 'life in 2022'". Di Facebook, lukisan dengan tulisan itu diunggah salah satunya oleh akun Faj Satria, yakni pada 18 Agustus 2020.
    Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Faj Satria.
    Apa benar lukisan di atas adalah lukisan tahun 1962 yang telah meramalkan kehidupan pada 2022 usai pandemi Covid-19?

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo menelusuri jejak digital lukisan itu denganreverse image tool Source dan Google. Hasilnya, ditemukan bahwa lukisan itu adalah karya seniman komik dan ilustrator Italia, Walter Molino. Lukisan tersebut juga tidak terkait dengan ramalan akan pandemi Covid-19. Dalam lukisan aslinya, tidak ada tulisan "Painting from 1962, called 'live in 2022'".
    Dilansir dari situs cek fakta Italia, Facta.news, gambar tersebut memang pernah digunakan dalam sampul belakang koran mingguan Italia Domenica del Corriere terbitan 16 Desember 1962. Namun, menurut keterangan yang terdapat dalam kotak di pojok kiri bawah gambar itu, ilustrasi tersebut ingin menawarkan solusi untuk masalah lalu lintas di kota dengan menunjukkan mobil skuter mini.
    Lewat keterangan dalam kotak itu, diketahui pula bahwa kota yang digunakan sebagai model oleh Molino adalah New York, yang padat menjelang Natal. Ilustrasi ini memang bisa dianggap sebagai pemikiran inovatif tentang alat transportasi yang dirancang untuk mengangkut satu individu pada satu waktu, seperti Renault Twizy. Namun, ilustrasi tersebut tidak ada hubungannya dengan pandemi Covid-19, dan tidak menyebut tahun 2022.
    Gambar itu juga pernah dimuat oleh situs Plurale.net pada 16 Februari 2014 dalam artikelnya yang berjudul "'Singoletta', nenek moyang Segway yang dirancang pada 1962 oleh Walter Molino". Artikel tersebut pun menyatakan bahwa gambar itu merupakan gambar pada sampul belakang koran mingguan Italia, Domenica del Corriere, edisi 16 Desember 1962.
    Menurut artikel itu, Walter Molino mengilustrasikan bahwa para pengemudi di masa depan bakal mengendarai semacam skuter roda empat, dan bersandar di dalamnya dengan posisi tegak. Kubah transparan setengah lingkaran, yang sisi sampingnya diberi jendela yang bisa dibuka, bakal menjadi pelindung pengemudi. Sebuah pintu dengan pegangan akan menjadi penutup kompartemen penumpang.
    Gambar ini berkaitan dengan gambar dalam sampul depan Domenica del Corriere edisi 16 Desember 1962. Edisi tersebut memuat laporan tentang episode aneh yang terjadi di New York, yang padat menjelang Natal. Kisah ini diambil redaksi sebagai titik awal untuk membicarakan masa depan lalu lintas kota. Gambar dalam sampul depan memperlihatkan seorang pria yang melompat dari satu mobil ke mobil lainnya karena kemacetan lalu lintas.
    Dilansir dari Futuro Esistito, ide kendaraan masa depan yang bernama Singoletta itu datang dari koresponden terkenal Cesare Armano. Hal tersebut diceritakan di halaman 6, 7, dan 36 Domenica del Corriere edisi 16 Desember 1962. Cesare Armano merupakan ahli masalah lalu lintas yang sejak Februari 1958 telah menulis untuk majalah informasi dan teknis Pirelli tentang hasil studi toksisitas udara di kota metropolitan.
    Meskipun begitu, Cesare Armano sebenarnya hanyalah nama samaran dari seorang jurnalis, seperti yang terungkap dalam Buku Tahunan Pers Italia 1959. Jurnalis yang dimaksud adalah Franco Bandini, lahir pada 1921, koresponden Corriere della Sera dan surat kabar bergengsi lainnya. Singoletta bukanlah visi dari mereka yang telah meramalkan bahwa masyarakat akan membutuhkan skuter berpelindung. Sebaliknya, Singoletta adalah tawaran untuk memerangi kemacetan lalu lintas dan polusi.
    Dilansir dari Italian Ways, Walter Molino (1915-1997) mulai bekerja untuk Domenica del Corriere pada 1941. Ia bekerja selama dua puluh lima tahun dengan koran mingguan yang diterbitkan oleh surat kabar harian Corriere della Sera pada 1899-1989. Publikasi ini sangat populer, dan mencapai puncak ketenarannya pada 1950-an dengan sirkulasi lebih dari satu juta eksemplar.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa lukisan tahun 1962 tersebut telah meramalkan kehidupan pada 2022 usai pandemi Covid-19, menyesatkan. Gambar itu dibuat oleh ilustrator Italia Walter Molino untuk sampul belakang koran mingguan Domenica del Corriere edisi 16 Desember 1962. Lukisan tersebut tidak terkait dengan ramalan akan pandemi Covid-19. Dalam gambar aslinya pun, tidak ada tulisan "Painting from 1962, called 'live in 2022'". Ilustrasi itu ingin menawarkan solusi untuk masalah lalu lintas di kota dengan menunjukkan mobil skuter mini yang bernama Singoletta.
    ZAINAL ISHAQ
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

    • Tempo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Rekrutmen PT Pertamina 20 Agustus 2020

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 20/08/2020

    Berita

    Melalui media sosial Twitter, akun @t3r0_ichida melaporkan adanya surat undangan panggilan wawancara kerja oleh PT Pertamina. Dalam surat dituliskan calon pegawai yang dipanggil harus menyetorkan sejumlah dana untuk akomodasi tour dan travel selama dua hari tes berlangsung.

    Hasil Cek Fakta

    Menanggapi hal tersebut, PT Pertamina pun angkat bicara. Melalui media sosial resminya @pertamina menyatakan informasi tersebut adalah palsu alias hoaks. Pihak Pertamina mengimbau masyarakat untuk waspada dikarenakan adanya indikasi penipuan di dalamnya.

    Berikut klarifikasi lengkap oleh PT Pertamina:

    Hai Sobat

    @t3r0_ichida

    . Kami sampaikan terkait informasi e-mail yang diterima adalah indikasi penipuan yang mengatasnamakan Pertamina. Mohon dapat diabaikan dan berhati-hati. Terima kasih ? -Rahmat-

    Kesimpulan

    Informasi palsu. PT Pertamina tidak melakukan rekrutmen seperti halnya yang beredar. Masyarakat diimbau waspada, dan mengupdate segala informasi melalui website dan media sosial resmi PT Pertamina.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Uang Pecahan Rp 200 Ribu Resmi Diluncurkan

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 20/08/2020

    Berita

    Melalui media sosial Facebook akun @AnnieAhmad membagikan informasi perihal uang pecahan Rp 200 ribu dan Rp 75 ribu resmi diluncurkan secara bersamaan. Hingga saat ini, unggahan @AnnieAhmad telah dibagikan sebanyak 356 kali oleh pengguna Facebook lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Seperti yang diketahui bahwa benar uang pecahan Rp 75 ribu resmi diluncurkan sebagai bentuk memperingati HUT ke-75 Republik Indonesia. Namun tidak begitu adanya dengan pecahan uang Rp 200 ribu seperti halnya klaim @AnnieAhmad.

    Coba melakukan penelusuran dengan mesin pencari gambar milik google. Diketahui bahwa foto yang digunakan adalah VOUCHER belanja yang dikeluarkan oleh Polo Ralph Lauren Indonesia. Hal itu terlihat dari unggahan akun Andreas K di situs bukalapak.com. Akun Andreas K menuliskan deskripsi bahwa foto tersebut adalah voucher value seharga Rp 50 ribu yang senilai dengan pembelian sebesar Rp 200 ribu.

    Melansir dari afp.com, pihak Ralph Lauren juga menjelaskan bahwa pecahan Rp 200 ribu yang dibicarakan bukanlah uang resmi melainkan hanya voucher potongan harga untuk pembelian produk.

    “Mata uang pecahan Rp.200.000 yang ramai dibicarakan, sebenarnya adalah voucher potongan harga untuk pembelian produk kami pada periode dan tempat tertentu,” tulis Ralph Lauren Indonesia.

    Kesimpulan

    Informasi tersebut palsu. Bukan uang resmi pecahan Rp 200 ribu, melainkan VOUCHER DISKON yang dikeluarkan oleh Polo Ralph Lauren Indonesia pada Februari 2016.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini