• [SALAH] Imbauan BRI Untuk Penerima BPUM

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 29/10/2020

    Berita

    Beredar informasi di media sosial berupa foto imbauan dari BRI kepada penerima bantuan BPUM sebesar Rp2,4 juta. Dalam imbauan disebutkan agar nasabah yang menerima bantuan berhati-hati jika diketahui penerima tidak memiliki usaha atau dagangan. Disebutkan jika penerima tidak memiliki usaha maka dana akan dimasukan sebagai pinjaman.

    Hasil Cek Fakta

    Dari hasil penelusuran diketahui informasi tersebut hoaks. Dilansir dari liputan6.com, Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto mengatakan, BRI tidak pernah mengeluarkan foto imbauan untuk penerima bantuan BPUM sebesar Rp2,4 juta.

    “Bank BRI tidak pernah mengeluarkan pengumuman resmi seperti foto diatas,” kata Aestika saat dihubungi Liputan6.com, Kamis (29/10/2020).

    Informasi serupa juga beredar di Kuningan dan beberapa daerah lainnya. Menanggapi imbauan tersebut, Plt Dinas Kopdagprin Kuningan Bunbun Budhiyasa melalui Kabid UKM Tatang mengatakan, bahwa informasi itu adalah hoaks.

    “Itu hoaks. Ketika terjadi salah sasaran, maka itu menjadi tanggungjawab si penerima karena mereka berbohong,” dilansir dari kuninganmass.com, Kamis (29/10/2020).

    Lebih lanjut Tatang menyebutkan jika pada saat pencairan pun penerima wajib melampirkan SKU. Hal ini dilakukan agar tidak salah sasaran. Dari penelusuran di atas, informasi tersebut masuk kategori Konten Palsu.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Foto Rapper Ice Cube dan 50 Cent Memakai Topi “Trump 2020”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 29/10/2020

    Berita

    “50 Cent & Ice Cube have boarded the trump train!”

    Terjemahan:
    “50 Cent & Ice Cube telah bergabung dengan kelompok pendukung Trump!”

    Hasil Cek Fakta

    Akun FB Jake Haman, yang diunggah pada 20 Oktober 2020, dengan mengunggah foto 50 Cent dan Ice Cube dalam acara bersama dan mengenakan topi bertuliskan “Trump 2020”, menyebarluaskan informasi bahwa kedua rapper tersebut telah bergabung untuk mendukung Trump menjadi presiden Amerika Serikat selanjutnya. Unggahan tersebut telah dibagikan ulang sebanyak 1,500 kali. Selain itu, terdapat 481 orang menyukai, diikuti dengan 49 orang yang memberikan komentar.

    Berdasarkan hasil penelurusan lebih lanjut, dilansir dari Twitter pribadi Ice Cube, dia mengunggah foto asli dirinya dan 50 Cent pada 6 Juli 2020 yang mengenakan topi BIG3, sebuah pertandingan basket 3-on-3, bukan topi bertuliskan Trump 2020. Foto tersebut juga diikuti dengan ucapan ulang tahun kepada 50 Cent. Selain itu, dalam foto itu juga terlihat bahwa 50 Cent mengenakan topi New York Yankees.

    Namun, dilansir dari portal berita Associated Press, 50 Cent memang memiliki preferensi politik yang lebih condong kepada Trump, terbukti dari salah satu postingan di Instagram pribadinya yang bertuliskan “pilih Trump”. Selain itu, Ice Cube memang mendukung beberapa kebijakan Trump dan berharap bahwa Trump akan lebih mendukung masyarakat kulit hitam di Amerika Serikat, namun tidak secara gamblang menyatakan bahwa dia akan memilih Trump. Meskipun begitu, fakta ini tidak mendukung kebenaran foto mereka yang mengenakan topi kampanye Trump.

    Informasi manipulasi foto ini juga pernah dimuat di situs USA Today dengan judul artikel “Fact check: Photo of Ice Cube, 50 Cent wearing Trump hats is altered” dan mengkategorikannya sebagai false.

    Dengan demikian, pernyataan dan foto yang diunggah oleh Jake Haman tersebut dapat dikategorikan sebagai konten yang dimanipulasi karena foto yang asli telah dirubah dan ditambah dengan narasi yang menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Evarizma Zahra (Universitas Diponegoro)

    Informasi yang salah. Faktanya, foto Rapper Ice Cube dan 50 Cent yang memakai topi bertuliskan “Trump 2020” merupakan foto yang telah diedit.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Polri Tangkap Gus Nur, GP Ansor: Efek Jera Buat Mulut Penghasut Dan Membuat Fitnah Keji

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 29/10/2020

    Berita

    “Polri Tangkap Gus Nur, GP Ansor: Efek Jera Buat Mulut Penghasut Dan Membuat Fitnah Keji”

    Hasil Cek Fakta

    Akun Facebook Zulfansyah mengunggah gambar dengan judul “Polri Tangkap Gus Nur, GP Ansor: Efek Jera Buat Mulut Penghasut Dan Membuat Fitnah Keji” di grup SEGAN pada 24 Oktober 2020.

    Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa gambar tersebut merupakan hasil suntingan/editan dari salah satu artikel acehsatu.com yang berjudul “Polri Tangkap Gus Nur, GP Ansor: Efek Jera Buat Mulut Penghasut” yang tayang pada 24 Oktober 2020.

    Dengan demikian, gambar tersebut termasuk dalam konten yang dimanipulasi, karena telah dilakukan penyuntingan di bagian judul artikel.

    ====

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Rahmi Kania Dewi (Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta)

    Gambar tersebut merupakan hasil suntingan/editan dari salah satu artikel acehsatu.com yang berjudul “Polri Tangkap Gus Nur, GP Ansor: Efek Jera Buat Mulut Penghasut” yang tayang pada 24 Oktober 2020.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Foto yang Tangkap Momen saat Petir Menyambar Pohon?

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 29/10/2020

    Berita


    Foto yang memperlihatkan sebuah pohon tengah tersambar petir beredar di media sosial. Sambaran itu menghasilkan efek cahaya merah muda di pohon dan cahaya biru muda di tanah. Foto ini diklaim sebagai foto karya seorang fotografer bernama Darren Pearson yang menangkap momen saat petir menyambar pohon.
    Di Facebook, foto tersebut dibagikan salah satunya oleh akun Hansen Antony, tepatnya pada 19 Oktober 2020. Hingga artikel ini dimuat, unggahan akun ini telah mendapatkan lebih dari 900 reaksi dan sebanyak 154 komentar serta dibagikan 45 kali.
    Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Hansen Antony.
    Apa benar foto ini diabadikan saat petir menyambar pohon tersebut?

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo menelusuri jejak digital foto tersebut denganreverse image toolGoogle dan TinEye. Hasilnya, ditemukan bahwa foto itu bukan foto yang diabadikan saat petir menyambar pohon tersebut, melainkan gabungan dari dua foto berbeda dan ditambah efek cahaya.
    Foto tersebut banyak beredar di Pinterest. Salah satu akun yang pernah memuat foto ini adalah Bailey Galan. Menurut akun ini, foto tersebut diambil oleh Darius Twin. Akun lainnya, Jose Osorio, juga pernah memuat foto itu. Namun, foto ini disebut sebagai foto milik fotografer bernama Darren Pearson.
    Tempo kemudian menelusuri akun media sosial Darius Twin. Di Instagram, akun Dariustwin, @dariustwin, pernah mengunggah foto itu pada 11 Juli 2018. Dalam profilnya, tertulis "Welcome to the World of Light". Hampir semua foto di akun Instagram ini memang memperlihatkan foto yang diambil dengan teknik long exposure. Biasanya, fotografer memakai teknik ini untuk menggambar sebuah bentuk di dalam foto dengan cahaya lampu.
    Dalam profil akun @dariustwin, ditemukan pula tautan ke situs toko daring yang dimilikinya, yakni Dariustwin.com. Menurut penjelasan di situs ini, Dariustwin merupakan perusahaan yang berbasis di California Selatan, Amerika Serikat, yang mengkhususkan diri pada media dan produk lukisan cahaya atau light painting. Perusahaan ini didirikan oleh Darren Pearson.
    "Di malam hari, Dariustwin menjelajahi lanskap dekat dan jauh dan mencari pemandangan yang sempurna untuk media lukisan cahaya seukuran aslinya. Gambar-gambar dibuat dengan alat melukis cahaya ilustratif yang dirancang khusus yang disebut 'Night Writer' dan menggunakan fotografi long exposure," demikian keterangan dalam situs tersebut.
    Namun, sejumlah akun Pinterest menyatakan bahwa foto pohon yang tersambar petir di atas tidak dihasilkan dengan teknik long exposure. Menurut akun Feras, foto itu dihasilkan dari gabungan dua foto yang berbeda. Foto pohon merupakan foto yang diambil di San Diego, California. Sementara foto petir diambil dari situs Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional AS (NOAA). Penjelasan serupa diberikan oleh akun Duncan Masters.
    Untuk memastikan informasi itu, Tempo menelusuri informasi terkait dengan memasukkan kata kunci "Dariustwin lightning photo" di mesin pencari Google. Hasilnya, ditemukan artikel cek fakta dari organisasi pemeriksa fakta AS Snopes yang menyatakan bahwa foto tersebut bukanlah foto long exposure ketika petir menyambar sebuah pohon.
    Menurut penjelasan Snopes, gambar itu merupakan karya artistik yang menggabungkan dua foto yang berbeda. Foto pohon merupakan foto Pearson yang diambil di San Diego, California. Efek cahaya merah muda dan biru muda di foto itu dihasilkan dengan teknik long exposure pada malam hari. Dia menggunakan "el-wire" untuk membuat efek bara berwarna biru muda pada tanah dan lampu sorot warna-warni untuk memberi efek cahaya berwarna merah muda pada pohon.
    Sementara tambahan foto petir, yang berasal dari situs NOAA, merupakan ide rekan Pearson, Joey, yang juga seorang fotografer serta pembuat film, ketika dia sedang mengedit foto pohon tersebut. "Dia berkata, 'Anda tahu apa yang luar biasa? Petir yang menyambar phon!' Saya terpana dengan ide ini, dan menambahkan petir, yang menurut saya tampak luar biasa. Saya tidak pernah bermaksud agar foto ini dianggap sebagai foto asli petir yang menyambar pohon," katanya.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa foto karya Darren Pearson di atas merupakan foto saat petir menyambar sebuah pohon keliru. Foto tersebut merupakan gabungan dari dua foto yang berbeda. Pertama, foto pohon yang diambil pada malam hari dengan teknik long exposure sehingga terdapat efek cahaya berwarna merah muda pada pohon serta efek bawa berwarna biru muda pada tanah. Kedua, foto petir yang ditempelkan ke foto pohon, yang diambil dari situs NOAA.
    ZAINAL ISHAQ
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

    • Tempo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini