• [SALAH] Seluruh Karyawan Pabrik ESEMKA Terkena Corona Dan Pabrik Diliburkan

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 08/08/2020

    Berita

    Akun facebook bernama Wira Bin Wasal membagikan artikel dari situs 100kpj.com yang berjudul “Pabrik Esemka Dikabarkan Kosong, Karyawannya Kemana?”. Selain itu akun Wira Bin Wasal menambahkan narasi yang mengklaim bahwa semua karyawan pabrik Esemka terkena virus corona.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, isi artikel dari situs 100kpj.com tidak ada satupun kalimat yang menyebutkan bahwa semua karyawan pabrik Esemka atau PT Solo Manufaktur Kreasi terkena atau terpapar virus corona.

    Dalam artikel tersebut berisi penjelasan dari Humas PT Esemka, Sabar Budhi terkait kosongnya area pabrik karena disebabkan manajemen perusahaan tengah menerapkan sistem piket bergilir. Hal itu mengacu pada protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah.

    “Berita tentang pemangkasan karyawan dan pemotongan gaji yang dilakukan manajemen PT Solo Manufaktur Kreasi tidak benar. Ketidakhadiran karyawan di area pabrik dikarenakan kami menerapkan protokol kesehatan, bukan sedang melakukan pengurangan tenaga kerja,” ujar Sabar, dikutip dari VIVA, Kamis 6 Agustus 2020.

    Sementara bagi para karyawan yang tetap bekerja, pihaknya menerapkan aturan kesehatan yang ketat seperti wajib menggunakan masker dan sarung tangan sesuai anjuran tim penanggulangan Covid-19. Dia pun memastikan, hingga saat ini, produksi masih berjalan dengan normal.

    Sabar memastikan, kendati situasi tengah sulit, namun seluruh karyawan tetap menerima haknya. Kabar mengenai pemotongan upah, kata dia, sama sekali tidak benar.

    “Semuanya berlaku seperti biasa. Tak ada pemotongan apa pun. Hingga saat ini manajemen memang masih menerapkan sistem piket dengan melakukan pemeliharaan dan perawatan terhadap fasilitas dan peralatan produksi secara berkala,” kata dia.

    Kesimpulan

    Klaim bahwa seluruh karyawan pabrik Esemka terkena corona adalah salah. Humas PT Esemka, Sabar Budhi mengatakan, kosongnya area pabrik disebabkan manajemen perusahaan tengah menerapkan sistem piket bergilir. Hal itu mengacu pada protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Foto Ribuan Mobil Impor Hangus di Pelabuhan Beirut

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 08/08/2020

    Berita

    Akun Facebook Fadlan Akbar mengunggah narasi dengan disertai foto yang memperlihatkan ribuan mobil impor hangus terbakar di Pelabuhan Beirut pada 6 Agustus 2020. Unggahan tersebut telah mendapatkan respon sebanyak 214 reaksi, 11 komentar, dan telah dibagikan sebanyak 216 kali.

    Berikut kutipan narasinya:

    “Hakikat Harta Dunia yg diperebutkan.
    Ribuan mobil impor baru masih terparkir rapi di Pelabuhan Beirut, belum dikendarai,hanya dalam waktu singkat, kini laksana barang rongsokan yg tidak bisa dimanfaatkan lagi, diberikan gratis pun seseoran masih berfikir keras untuk menerimanya.
    Begitulah hakikat kenikmatan Dunia, sementara dan cepat sirna.”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, foto hangusnya ribuan mobil seperti yang diklaim pada narasi unggahan tersebut bukan diakibatkan oleh ledakan di Beirut, Lebanon pada 4 Agustus 2020, melainkan foto mobil-mobil baru yang terbakar saat terjadi ledakan besar di pelabuhan Kota Tianjin, China pada 13 Agustus 2015. Foto tersebut pernah dimuat dalam artikel BBC yang berjudul “Tianjin blast: Images reveal extent of devastation” yang terbit pada 13 Agustus 2015. BBC memberikan keterangan bahwa foto tersebut bersumber dari Associated Press (AP).

    Dikutip dari AP, foto tersebut diambil oleh fotografer AP Photo bernama Ng Han Guan pada 13 Agustus 2015. AP memberikan keterangan pada foto tersebut dengan narasi sebagai berikut.

    “Asap mengepul dari lokasi ledakan yang mengurangi tempat parkir yang dipenuhi dengan mobil baru menjadi sisa-sisa hangus di gudang di kota Tianjin, Tiongkok timur laut, Kamis, 13 Agustus 2015. Ledakan besar di distrik gudang mengirimkan bola api besar yang mengubah langit malam hari di kota pelabuhan Cina Tianjin, pejabat dan saksi mengatakan Kamis.”

    Sebagai tambahan, menurut informasi dari South China Morning Post (SCMP), ledakan yang disebabkan oleh bahan-bahan kimia itu terjadi di gudang kimia yang dijalankan oleh perusahaan Tianjin Ruihan International Logistics. Ledakan tersebut mengakibatkan 165 orang tewas, lebih dari 800 orang terluka, hancurnya ratusan bangunan dan ribuan kendaraan termasuk kontainer, serta kerugian sebesar 6,87 miliar Yuan.

    Kesimpulan

    Dengan demikian, unggahan akun Facebook Fadlan Akbar tersebut dapat dikategorikan sebagai Konten yang Salah/False Context. Hal ini dikarenakan foto asli yang digunakan dalam unggahan tersebut adalah foto yang diambil saat peristiwa ledakan di Tianjin, China pada 13 Agustus 2015.

    Rujukan

    • Mafindo
    • Tempo
    • 2 media telah memverifikasi klaim ini

  • UEA Gunakan Anjing untuk Deteksi Orang Positif Virus Corona

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 08/08/2020

    Berita

    cara keren cepat dan efektif test covid 19 pake 🐶👍

    Luar biasa.... First in the world.
    Di Dubai Airport para pengunjung sdh bisa diperiksa COVID-19 dgn anjing, hasilnya dalam 1 menit!

    Hasil Cek Fakta

    REPUBLIKA.CO.ID, ABU DHABI — Uni Emirate Arab (UEA) akan menggunakan anjing pelacak K9 untuk mendeteksi orang positif Covid-19. UEA telah melakukan serangkaian uji coba praktis dan studi ilmiah sebelum anjing mereka melakukan tugas tersebut.

    Menurut keterangan yang dirilis Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) UEA, uji coba yang mereka lakukan adalah memberikan sampel kecepatan tinggi dari ketiak orang terduga Covid-19. “Sampel kemudian diendus oleh anjing-anjing tanpa melakukan kontak dengan orang-orang tersebut, selagi hasilnya diketahui di tempat. Anjing polisi K9 juga digunakan secara tradisional dalam mengamankan serta memantau acara dan fasilitas sensitif,” kata Kemendagri UEA, dikutip laman Al Arabiya, Kamis (9/7).

    “Tercatat bahwa UEA telah menyelesaikan tahap percobaan lapangan dengan mendahului sejumlah negara yang masih dalam tahap lanjut mempelajari sejauh mana penerapan praktik ilmiah inovatif ini,” kata Kemendagri UEA menambahkan.

    Eksperimen lapangan mencakup sejumlah situs vital dan kesehatan. Kerja sama dijalin dengan pihak kepolisian, Kementerian Kesehatan dan Pengembangan Masyarakat, Otoritas Bea Cukai Federal, Departemen Bea Cukai di Abu Dhabi dan Dubai, Otoritas Kesehatan Abu Dhabi dan Dubai, serta Kemendagri.

    “Data dan penelitian menunjukkan bahwa deteksi dugaan kasus Covid-19 mencapai sekitar 92 persen dalam akurasi keseluruhan,” kata Kemendagri UEA.

    Eksperimen terhadap anjing K9 didasarkan pada dua metode, yakni langsung dan tidak langsung. Metode langsung dilakukan dengan rutin melatih anjing mendeteksi. Sementara metode tidak langsung dilakukan ketika anjing mengendus bau sampel dari kasus yang diduga.

    “Angka menunjukkan bahwa anjing dapat dengan cepat mendeteksi kasus yang terinfeksi, membantu melindungi situs-situs utama, secara efektif menangani kerumunan besar serta mengamankan acara besar, bandara, dan lain-lain,” ungkap Kemndagri UEA.

    Kemendagri UEA dan para mitranya memutuskan menggunakan anjing karena kemampuannya yang telah terbukti dalam menangani penyakit menular lainnya, seperti tuberkulosis dan malaria. Dengan demikian, mereka membantu pihak berwenang menghentikan penyebaran pandemi.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Foto “cekungan pada bekas lokasi ledakan di Beirut kemarin maka fix ini adalah C4”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 08/08/2020

    Berita

    Akun Budi Saks (fb.com/budi.saksono.71) mengunggah sebuah foto dengan narasi sebagai berikut:

    “Dari berbagai macam banyaknya foto foto kejadian ledakan di Beirut kemarin akhirnya aku dapatkan juga satu foto yang menurut ilmu investigasi ku paling penting (dalam hal investigasi ledakan).

    Seperti kutulis pada analisa awal minimal itu beberapa ton TNT atau C4 lalu setelahnya keluar pernyataan dari petinggi Lebanon disana ada gudang 2700 ton amonium nitrate (masuk akal karena dekat pelabuhan) ditambah adanya gudang senjata sitaan sisa perang saudara era 70-80an. Apalagi setelah mengamati beberapa kali video ada dua kali ledakan yang diawali kebakaran maka dugaan awalnya ini adalah kecelakaan industri.

    Tapi dengan adanya foto ini dimana terdapat cekungan pada bekas lokasi maka fix ini adalah C4. Karena ledakan amonium nitrate dan TNT sebanyak apapun tidak akan meninggalkan bekas lubang kedalam tanah.

    Tapi kesimpulan ini juga tidak menggugurkan teori kecelakaan industri.

    Bisa jadi kecelakaan industri sengaja dilakukan dengan teknik sabotase untuk menyamarkan trigger ledakan kedua yang dari C4 itu terlepas dikirimnya dengan rudal jelajah atau pesawat tempur atau drone.

    Ingat kejadian WTC 911 dulu polanya hampir sama dengan pesawat militer tanpa awak penuh peledak (yang disamarkan sebagai pesawat komersil) sebagai trigger jaringan peledak yang sudah dirangkai pada tiap lantai menara kembar tersebut.

    Jadi memang benar ini adalah kecelakaan industri (amonium nitrate) yang dirancang mengkamuflase trigger ledakan berikutnya yang mengandung C4.

    Cuma penulis skenario terlatih yang bisa membongkar skenario terlatih.”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, foto yang disertai klaim bahwa ledakan di beirut, Lebanon pada 4 Agustus 2020 meninggalkan cekungan besar karena yang meledak adalah C4 merupakan klaim yang salah.

    Foto yang digunakan sumber klaim bukan foto sisa ledakan di Beirut. Foto itu adalah foto sisa ledakan di kawasan industri Tianjin, Tiongkok terjadi pada 12 Agustus 2015.

    Foto yang sama, diunggah oleh situs South China Morning Post di artikel berjudul “‘700 tonnes’ of sodium cyanide reportedly in warehouse during deadly Tianjin blasts” pada 16 Agustus 2015.

    Dilansir dari Tirto, pada 2015, ledakan yang disebabkan oleh amonium nitrat mengguncang pelabuhan Beijing, Tianjin, dan menewaskan 173 orang.

    Ledakan terjadi di sebuah gudang di pelabuhan yang menyimpan bahan kimia berbahaya dan mudah terbakar, termasuk kalsium karbida, natrium sianida, kalium nitrat, amonium nitrat, dan natrium nitrat. Para pejabat bersikeras belum jelas apa yang memicu ledakan itu dan mengatakan mereka masih menyelidiki.

    Media Cina mengatakan, setidaknya satu anggota staf dari Tianjin Dongjiang Port Ruihai International Logistics, yang bertanggung jawab di gudang, telah ditangkap. Sebelum ledakan, beberapa petugas pemadam kebakaran sudah berada di lokasi berusaha mengendalikan api.

    Namun, beberapa ahli meyakini, air yang disemprotkan ke bahan kimia justru memicu ledakan lain. Kalsium karbida, yang diketahui ada di lokasi, bereaksi dengan air untuk menghasilkan asetilena yang sangat mudah meledak. Pakar kimia menyatakan, ledakan asetilena bisa meledakkan bahan kimia lain untuk ledakan yang jauh lebih besar.

    Selain itu, Pemerintah Lebanon meyakini penyebab ledakan di Beirut adalah gudang di pelabuhan yang terbakar. Gudang itu menyimpan sekitar 2.750 ton amonium nitrat yang tersimpan di gudang lokasi ledakan besar Beirut.

    Direktur Jenderal Kementerian Pertahanan Libanon, saat diwawancarai BBC, menyatakan sumber ledakan kemungkinan gudang yang beroperasi di pelabuhan sejak 2014. “Ada laporan kalau pemicunya adalah bahan peledak yang pernah disita aparat hukum beberapa waktu lalu,” kata Mayjen Abbas Ibrahim.

    Amonium nitrat adalah suatu senyawa kimia. Penggunaan amonium nitrat adalah sebagai komponen campuran peledak yang digunakan dalam konstruksi pertambangan, penggalian, dan konstruksi sipil.

    Kesimpulan

    BUKAN foto ledakan di Beirut. Foto itu adalah foto sisa ledakan di kawasan industri Tianjin, Tiongkok terjadi pada 12 Agustus 2015. Selain itu, Pemerintah Lebanon meyakini penyebab ledakan di Beirut adalah gudang di pelabuhan yang terbakar. Gudang itu menyimpan sekitar 2.750 ton amonium nitrat yang tersimpan di gudang lokasi ledakan besar Beirut.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini