• [Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Video Saat Rumah Ketua DPR Puan Maharani Dibakar Massa?

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 13/10/2020

    Berita


    Video pendek yang memperlihatkan puluhan orang sedang merangsek ke sebuah gedung, di mana terlihat kobaran api serta kepulan asap di sejumlah titik, beredar di media sosial. Video ini diklaim sebagai video ketika rumah Ketua DPR Puan Maharani dibakar massa. Video tersebut beredar di tengah munculnya demonstrasi yang menolak UU Cipta Kerja di sejumlah daerah.
    Di Facebook, video itu dibagikan salah satunya oleh akun Duma Daulay, yakni pada 9 Oktober 2020. Akun ini menulis keterangan, "Rumah puan maharani dibakar massa..... Terlalu serakah jadi politikus..." Adapun di YouTube, video tersebut diunggah oleh kanal Risna Alesha dan kanal Marta Global.
    Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Duma Daulay.
    Apa benar video tersebut adalah video ketika rumah Ketua DPR Puan Maharani dibakar massa?

    Hasil Cek Fakta


    Berdasarkan verifikasi Tim CekFakta Tempo, video itu bukanlah video pembakaran rumah Ketua DPR Puan Maharani, melainkan video pembakaran gedung DPRD Kota Malang. Fakta ini didapatkan setelah video tersebut difragmentasi menjadi sejumlah gambar dengantoolInVID, kemudian gambar-gambar tersebut ditelusuri denganreverse image toolGoogle.
    Dengan cara ini, Tempo terhubung dengan artikel di situs Tabloid Jawa Timur yang memuat foto yang identik dengan salah satu momen dalam video tersebut. Menurut artikel yang berjudul "Demo Tolak UU Cipta Kerja Ricuh, Kendaraan Dinas Terbakar" itu, pembakaran tersebut terjadi di gedung DPRD Kota Malang pada 8 Oktober 2020.
    Berbekal petunjuk tersebut, Tempo kemudian melakukan pencarian video di YouTube dengan kata kunci “Gedung DPRD Kota Malang Dibakar”. Hasilnya, ditemukan sejumlah kanal milik media-media arus utama yang pernah mempublikasikan video yang identik, di mana terlihat kesamaan pada bentuk pagar dan ornamen gedung.
    Salah satu kanal yang pernah mengunggah video yang identik adalah kanal Tribunwow Official, jaringan Tribunnews. Dalam video berdurasi sekitar 3 menit yang diunggahnya, terlihat gambaran aksi yang lebih utuh, seperti saat sejumlah peserta aksi melompati pagar yang berwarna hitam, coretan di pos satpam yang bertuliskan “DPR JAN”, serta kobaran api di dalam gedung.
    Video yang berjudul “Video Massa Aksi Demo Tolak UU Cipta Kerja Ricuh, Gedung DPRD Malang Dibakar Demonstran” tersebut diunggah pada 8 Oktober 2020. Berikut ini dua potongan gambar dari video di kanal Tribunwow yang sama dengan yang terlihat dalam video yang beredar di media sosial:

    Tempo kemudian mencocokkan arsitektur gedung dalam video itu dengan gedung DPRD Kota Malang. Lewat Google Street View, terlihat bahwa arsitektur bagian depan gedung dan pagar DPRD Kota Malang sama dengan yang tampak dalam video yang beredar. Terdapat pula pohon, tiang bendera, dan pos satpam di depan gedung tersebut, sama seperti yang terlihat dalam video yang beredar. Dengan demikian, video yang beredar tersebut dapat dipastikan diambil dari Jalan Tugu.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video di atas merupakan video saat rumah Ketua DPR Puan Maharani dibakar massa, keliru. Pembakaran itu terjadi di Gedung DPRD Kota Malang pada 8 Oktober 2020 sebagai bagian dari unjuk rasa yang menolak UU Cipta Kerja atau Omnibus Law.
    IKA NINGTYAS
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirim ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

    • Tempo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [Fakta atau Hoaks] Benarkah Pendemo UU Cipta Kerja Teriakkan Anies Presiden saat Ditemui pada 8 Oktober 2020?

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 13/10/2020

    Berita


    Gambar tangkapan layar dua artikel yang memuat foto saat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menemui pendemo UU Cipta Kerja atau Omnibus Law beredar di Facebook. Menurut judul salah satu artikel, saat ditemui Anies, massa meneriakkan "Anies Presiden!".
    Artikel yang berasal dari situs Swarakyat itu berjudul "Jokowi Pergi Ke Kalteng, Anies Temui Mahasiswa, Massa Langsung Teriakan 'Anies Presiden!'". Adapun artikel lainnya berjudul "Anies Berulah Lagi, Bukannya Kabur Justru Terjun Langsung Tinjau Lokasi Demo". Kedua artikel itu dimuat pada 8 Oktober 2020.
    Akun yang membagikan gambar tangkapan layar itu adalah akun Muji El Karim, tepatnya pada 9 Oktober 2020. Akun ini pun menulis narasi, "THE NEX PRESIDENT. Dari banyak pejabat negara. Hanya Anies yang berani mendatangi mahasiswa, buruh dan pelajar. Hanya Anies yang dapat memberikan rasa teduh di hati dan menenangkan mereka. Hanya Anies yang dapat memimpin negara ini. Lanjutkan Perjuangan. Sampai rezim tumbang !!!!!”
    Hingga artikel ini dimuat, gambar tangkapan layar tersebut telah mendapatkan lebih dari 300 reaksi dan 51 komentar serta dibagikan lebih dari 200 kali.
    Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Muji El Karim.
    Artikel ini akan berisi pemeriksaan fakta terhadap dua hal, yakni:

    Hasil Cek Fakta


    Anies Temui Pendemo di Bundaran HI
    Video pertemuan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan pendemo yang menolak UU Cipta Kerja di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, pada 8 Oktober 2020 telah ramai beredar di YouTube. Salah satu kanal yang mengunggah video tersebut adalah kanal Hendri Official, yakni pada 9 Oktober 2020, dengan judul “Bikin Adem, Anies Baswedan Temui Mahasiswa”.
    Video berdurasi 9 menit 10 detik ini memperlihatkan momen ketika Anies baru tiba di Bundaran HI, menenangkan demonstran, kemudian menanyakan aspirasi dari para pendemo. Setelah itu, Anies menyampaikan pidato dan mengajak demonstran menyanyikan lagu "Bagimu Negeri". Lalu, Anies memberikan pernyataan kepada jurnalis. Namun, hingga video itu berakhir, tidak terdengar teriakan dari demonstran yang menyebut “Anies Presiden”.
    Video lain yang juga merekam momen ketika Anies bertemu pendemo UU Cipta Kerja di Bundaran HI pun diunggah oleh kanal IB HRS pada 8 Oktober 2020 dengan judul "Anies Temui Mahasiswa 'MASSA TERIAKAN ANIES PRESIDEN'". Namun, dalam video berdurasi 1 menit 33 detik ini, tidak ditemukan pula gambar maupun suara yang menyebut “Anies Baswedan” seperti yang tertera dalam judul video.
    Menurut arsip berita Tempo, pada 8 Oktober 2020 petang, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memang menemui mahasiswa dan massa lainnya yang menolak UU Cipta Kerja di Bundaran HI. Ia pun berjanji akan menyampaikan aspirasi dari para demonstran yang disampaikan kepadanya. "Besok akan ada undangan rapat semua gubernur, dan besok kita akan teruskan (aspirasi mahasiswa)," katanya.
    Dilansir dari Suara.com, setelah mendengarkan aspirasi demonstran, Anies meminta mereka kembali ke rumah masing-masing untuk beristirahat. Massa juga diminta untuk memantau perkembangan aksi penolakan ini dari rumah masing-masing. "Pantau, ikuti perkembangan, karena itu perjuangan kita semua," tuturnya.
    Setelah itu, Anies meminta massa aksi berdiri dan menyanyikan lagu "Bagimu Negeri" bersama-sama. "Ayo kita semua sekarang berdiri. Kita nyanyikan lagu Bagimu Negeri," tuturnya. Anies pun ikut bernyanyi bersama massa sambil mengepalkan tangannya. Tak lama kemudian, massa membubarkan diri.
    Sejumlah Kepala Daerah Temui Demonstran
    Selain Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, sejumlah kepala daerah juga menemui massa yang berdemonstrasi untuk menolak UU Cipta Kerja atau Omnibus Law sejak 6 Oktober 2020. Beberapa di antaranya adalah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubuwono (HB) X, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
    Dikutip dari Kompas.com, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menemui para demonstran yang menolak UU Cipta Kerja di halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro, pada 8 Oktober 2020. Sebelumnya, ia sempat melakukan audiensi dengan perwakilan buruh di Aula Barat Gedung Sate untuk mendengarkan aspirasi dari berbagai serikat pekerja.
    Gubernur DIY Sri Sultan HB X, dilansir dari IDN Times, juga bertemu dengan organisasi pekerja buruh di Ndalem Ageng, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, pada 8 Oktober 2020. Dia berjanji akan mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi terkait penolakan UU Cipta Kerja yang disuarakan oleh para buruh tersebut.
    Sementara Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dikutip dari kantor berita Antara, menemui ratusan demonstran yang menolak UU Cipta Kerja di depan gedung DPRD Jawa Tengah, Semarang, pada 12 Oktober 2020. Di hadapan demonstran yang berasal dari kalangan buruh ini, Ganjar menyatakan sudah menyampaikan aspirasi terkait UU Cipta Kerja kepada pemerintah pusat.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, unggahan akun Muji El Karim di atas menyesatkan. Terkait klaim bahwa demonstran UU Cipta Kerja meneriakkan “Anies Presiden” saat ditemui oleh Gubernur DKI Jakarta tersebut pada 8 Oktober 2020, dalam video yang memperlihatkan pertemuan antara Anies Baswedan dan pendemo di Bundaran HI, Jakarta, tidak terdengar suara demonstran yang meneriakkan “Anies Presiden”. Adapun terkait klaim bahwa hanya Anies pejabat negara yang menemui pendemo UU Cipta Kerja, berdasarkan pemberitaan media, terdapat sejumlah kepala daerah yang juga menemui demonstran UU Cipta Kerja, seperti Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur DIY Sri Sultan HB X, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
    ZAINAL ISHAQ
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirim ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

    • Tempo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Memakai Masker Menyebabkan Kanker

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 12/10/2020

    Berita

    “Masks cause cancer”
    “The root cause of cancer is oxygen deficiency, which creates an acidic state in the human body.”
    “All forms of cancer have two basic conditions: acidosis and HYPOXIA (LACK OF OXYGEN: MASKS)”.

    Terjemahan:
    “Masker menyebabkan kanker”
    “Penyebab utama dari kanker adalah kurangnya oksiken, yang mana menimbulkan keadaan asam di dalam tubuh manusia.”
    “Semua bentuk kanker memiliki dua kondisi dasar: acidosis dan HYPOXIA (KEKURANGAN OKSIGEN: MASKER)”

    Hasil Cek Fakta

    Akun FB Alicia Rubi, yang diunggah pada 20 September 2020, dengan mengunggah foto yang berjudul “Masks Cause Cancer” menyebarluaskan informasi bahwa memakai masker akan menyebabkan kanker, karena kurangnya oksigen yang diterima tubuh. Unggahan tersebut telah dibagikan sebanyak 132 kali. Selain itu, terdapat 40 orang yang telah menyukai, diikuti dengan 33 komentar yang menyatakan menyetujui unggahan tersebut.

    Berdasarkan hasil penelurusan lebih lanjut, dilansir dari website learnaboutcovid19.org menjelaskan bahwa tidak ada bukti bahwa masker medis/masker kain dapat menyebabkan defisiensi oksigen yang signifikan, serta tidak menyebabkan konsekuensi negatif lain untuk kesehatan. Hal ini karena ukuran molekul oksigen dan karbon dioksida yang kecil, sehingga masker tidak menurunkan jumlah oksigen yang masuk atau tidak menambah jumlah karbon dioksida di dalam masker. Fakta ini didukung oleh penjelasan serupa yang ditulis di blog resmi American Lung Association dan situs resmi Mayo Clinic Health System.

    Terlebih lagi, kanker itu sendiri tidak disebabkan oleh defisiensi oksigen. Menurut World Health Organization (WHO), kanker bermula dari proses genetis di mana sel normal bertransformasi menjadi sel tumor. Hal ini bisa dipicu oleh tiga faktor eksternal, antara lain: (1) karsinogen fisik (sinar ultraviolet dan radiasi), (2) karsinogen kimiawi (asbes, tembakau dan zat yang terkandung dalam makanan) dan (3) karsinogen biologis (virus, bakteri, atau parasit tertentu).

    Dengan demikian, foto yang diunggah dan pernyataan yang ditulis oleh Alicia Rubi tersebut dapat dikategorikan sebagai konten yang menyesatkan, sebab akun tersebut telah menyebarkan informasi yang salah mengenai dampak negatif pemakaian masker.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Evarizma Zahra (Universitas Diponegoro)

    Informasi tersebut salah. Faktanya, memakai masker tidak menyebabkan kanker. Kanker bermula dari proses genetis di mana sel normal bertransformasi menjadi sel tumor.

    =====

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Jokowi Kabur Pura-pura Tinjau Tol Ketika Demo Omnibus Law

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 12/10/2020

    Berita

    “bilangnya ” kangen di demo ” ee kabur lagi, sperti dulu…pura2 tinjau tol, ampe kebelet kencing 😂😂😂”

    Hasil Cek Fakta

    Beredar postingan dari akun Facebook Putri Atok Cahmrogan membagikan link artikel milik sindonews.com berjudul “Jokowi Pergi ke Luar Kota, Istana Bantah Hindari Demo Tolak Omnibus Law” dengan keterangan Jokowi kabur pura-pura meninjau tol pada saat demo Omnibus Law. Postingan ini diposting pada 9 Oktober 2020 dan disukai sebanyak 722 kali.

    Menurut artikel berita sindonews.com, Bey Machmudin sebagai Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden menjelaskan bahwa agenda Jokowi penuh hari ini yaitu diawali dengan mengadakan rapat secara virtual di Istana Bogor kemudian terbang ke Yogyakarta dan melanjutkan perjalanan ke Solo melalui jalur darat saat sore hari untuk melakukan ziarah makan Ibunda Jokowi. Ia juga melanjutkan bahwa Jokowi pada malam hari kembali ke Yogyakarta dan menginap di Istana Kepresidenan Gedung Agung.

    Pada 8 Oktober 2020 Jokowi juga sudah diagendakan untuk melakukan kunjungan kerja untuk meninjau food estate di Kalimantan Tengah sebagai perhatian kepada ketahanan pangan nasional seperti peringatan FAO bahwa adanya kelangkaan pangan akibat pandemi yang menjadi alasan Jokowi ingin meninjau perkembangan dari food estate tersebut secara langsung. Tidak ada sumber yang valid yang menyebutkan Jokowi pergi untuk meninjau jalan tol pada tanggal tersebut.

    Melihat dari penjelasan tersebut, Jokowi kabur pura-pura meninjau tol pada saat demo Omnibus Law adalah tidak benar dan termasuk dalam Konten yang Salah / False Context.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Natalia Kristian (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Indonesia).

    Klaim tersebut tidak benar, Jokowi terbang ke Yogyakarta dan menuju Solo melalui jalan darat untuk melakukan ziarah pada 7 Oktober dan esoknya melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Tengah untuk meninjau food estate.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini