Akun Facebook Bunga Setaman mengunggah sebuah gambar di Grup Manusia Merdeka yang bernarasikan seolah percakapan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sedang berpamitan pulang ke Solo kepada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai berikut:
Jokowi : “mo pamit..pak...!
SBY : “Rakyat senang bila anda MUNDUR sekarang sebab kalo lebih lama negeri ini bakal kara…Silahkan kembali ke Solo..mung-kin bisa lanjutkan proyek Esemka yg fenomenal itu…monggo!!!”
[SALAH] Gambar “Presiden Jokowi Pamit Ke SBY Pulang Ke Solo”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 18/07/2020
Berita
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran gambar tersebut merupakan hasil suntingan/editan. Klaim bahwa Jokowi berpamitan kepada SBY karena hendak pulang ke Solo merupakan klaim yang salah. Faktanya, foto yang memperlihatkan Jokowi dan SBY merupakan foto yang diabadikan pada Agustus 2014.
Jokowi dan SBY menggelar pertemuan di Hotel The Laguna, Nusa Dua, Bali pada 27 Agutus 2014 untuk membahas berbagai hal yang menyangkut tentang transisi kekuasaan, salah satu agenda tersebut menyangkut proses transisi pemerintahan dan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN 2015).
Pada saat itu, SBY masih menjabat sebagai Presiden aktif dan Jokowi yang masih berstatus sebagai Presiden terpilih alias belum resmi dilantik sebagai Presiden periode 2014-2019. Sementara itu, Joko Widodo dan Muhammad Jusuf Kalla resmi menjadi Presiden dan Wakil Presiden periode 2014-2019 setelah dilantik dan diambil sumpahnya di Gedung MPR/DPR, Jakarta pada Senin, 20 Oktober 2014.
Jokowi dan SBY menggelar pertemuan di Hotel The Laguna, Nusa Dua, Bali pada 27 Agutus 2014 untuk membahas berbagai hal yang menyangkut tentang transisi kekuasaan, salah satu agenda tersebut menyangkut proses transisi pemerintahan dan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN 2015).
Pada saat itu, SBY masih menjabat sebagai Presiden aktif dan Jokowi yang masih berstatus sebagai Presiden terpilih alias belum resmi dilantik sebagai Presiden periode 2014-2019. Sementara itu, Joko Widodo dan Muhammad Jusuf Kalla resmi menjadi Presiden dan Wakil Presiden periode 2014-2019 setelah dilantik dan diambil sumpahnya di Gedung MPR/DPR, Jakarta pada Senin, 20 Oktober 2014.
Kesimpulan
Gambar hasil suntingan/editan. Foto tersebut diabadikan pada 27 Agustus 2014 ketika keduanya menggelar pertemuan yang bertempatkan di Hotel The Laguna, Nusa Dua, Bali untuk membahas berbagai hal yang menyangkut tentang transisi kekuasaan.
Rujukan
- https://turnbackhoax.id/2020/07/18/salah-gambar-presiden-jokowi-pamit-ke-sby-pulang-ke-solo/
- https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/4KZRBAWK-presiden-jokowi-pamit-ke-sby-pulang-ke-solo-ini-faktanya
- https://m.tribunnews.com/ampstory/images/1295731/sby-dan-jokowi-bertemu-di-nusa-dua-bali
- https://www.voaindonesia.com/a/sby-dan-jokowi-adakan-pertemuan-di-nusa-dua-/2429633.html
- https://news.detik.com/berita/d-2674532/sby-jokowi-akhirnya-bertemu-di-nusa-dua
[SALAH] “Penampakan Burung Cabak, Mukanya Ngeselin”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 18/07/2020
Berita
Beredar postingan gambar burung di Facebook yang diklaim sebagai gambar burung Cabak. Dalam postingan tersebut terdapat dua macam gambar.
Berikut kutipan narasinya:
“ini penampakan burung yg sering bunyi "crruuitt,,cruuiittt" klo malem hari.nama nya burung cabak.
mukanya ngeselin kya SIRA😂😂”
Berikut kutipan narasinya:
“ini penampakan burung yg sering bunyi "crruuitt,,cruuiittt" klo malem hari.nama nya burung cabak.
mukanya ngeselin kya SIRA😂😂”
Hasil Cek Fakta
Melalui hasil penelusuran, diketahui bahwa klaim gambar tersebut merupakan gambar burung Cabak tidak tepat. Diketahui bahwa gambar yang dibagikan itu merupakan gambar dari burung Sri Lanka Frogmouth atau bernama latin Batrachostomus moniliger.
Sri Lanka Frogmouth adalah burung yang relatif kecil. Spesies ini hanya ditemukan di India dan Sri Lanka. Habitatnya adalah hutan tropis lebat.
Sedangkan, burung cabak berbeda dengan burung Sri Lanka Frogmouth. Dilansir dari situs jalaksuren.net, burung cabak punya nama latin Caprimulgidae dan Podargidae. Spesies ini merupakan jenis burung pemakan serangga yang bersifat nokturnal.
Burung Cabak merupakan hewan unik yang punya ciri khas dan punya anggota kurang lebih 8600 jenis tersebar di seluruh dunia.
Sri Lanka Frogmouth adalah burung yang relatif kecil. Spesies ini hanya ditemukan di India dan Sri Lanka. Habitatnya adalah hutan tropis lebat.
Sedangkan, burung cabak berbeda dengan burung Sri Lanka Frogmouth. Dilansir dari situs jalaksuren.net, burung cabak punya nama latin Caprimulgidae dan Podargidae. Spesies ini merupakan jenis burung pemakan serangga yang bersifat nokturnal.
Burung Cabak merupakan hewan unik yang punya ciri khas dan punya anggota kurang lebih 8600 jenis tersebar di seluruh dunia.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan tersebut, klaim gambar burung pada sumber merupakan gambar burung Cabak tidak benar. Oleh sebab itu, konten tersebut masuk ke dalam kategori False Connection atau Koneksi yang Salah.
Rujukan
- https://web.facebook.com/groups/fafhh/permalink/1237424043256795/
- https://turnbackhoax.id/2020/07/19/salah-penampakan-burung-cabak-mukanya-ngeselin/
- https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4307123/cek-fakta-benarkah-ini-foto-penampakan-burung-cabak
- https://www.buzzfeed.com/lyapalater/birds-that-look-fake-but-are-real
- https://www.beautyofbirds.com/srilankafrogmouths.html
- https://www.jalaksuren.net/jenis-burung-cabak/
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Demo Tolak RUU HIP pada 16 Juli Tidak Disiarkan di TV?
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 18/07/2020
Berita
Video pendek yang memperlihatkan ratusan orang berpakaian putih yang sedang berjalan kaki di sebuah jalan raya beredar di media sosial. Di pinggir jalan raya itu, terdapat belasan polisi yang berjaga. Video ini diklaim sebagai video demonstrasi yang menolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila atau RUU HIP di depan gedung DPR, Jakarta, pada 16 Juli 2020 lalu.
Di Facebook, video tersebut dibagikan oleh akun Mulyadi Mulyana pada 16 Juli 2020. Video itu diberi narasi, “Gedung MPR dikepung dan nyaris ricuh, kok TV enggak ada yang muat ya? Selamat tinggal TV."
Hingga artikel ini dimuat atau sehari setelah video tersebut diunggah, video itu telah ditonton lebih dari 63 ribu kali dan dibagikan lebih dari 2.500 kali. Mayoritas warganet yang mengomentari video tersebut percaya dengan narasi narasi yang dibagikan akun Mulyadi Mulyana.
“Enggak ada media TV yang menyiarkan ini demo kayak gini, ke mana media sih?” demikian komentar yang ditulis oleh akun Jim Malay. Adapun akun Totok Kraksaan menulis, “Media TV sekarang melebihi zaman mbah dulu, macam kena kebiri.”
Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Mulyadi Maulana.
Artikel ini akan berisi pemeriksaan terhadap dua hal, yakni:
Hasil Cek Fakta
Untuk memeriksa apakah demonstrasi dalam video itu terjadi di Jakarta, Tim CekFakta Tempo memeriksa lokasi pengambilan video tersebut melalui Google Maps. Tempo menemukan bahwa video itu diambil dari atas jalan layang di Jalan Gerbang Pemuda, Jakarta.
Jalan raya yang berada di bawah jalan layang itu, yang dilewati oleh demonstran, adalah jalan yang menuju depan gedung DPR di Jalan Gatot Soebroto. Hal ini diketahui dari pagar jalan layang yang berwarna kuning-hijau serta dan papan jalan berwarna biru yang berada di pinggir jalan raya yang dilewati oleh demonstran.
Dengan demikian, benar bahwa demonstrasi tersebut berlangsung di Jakarta.
Gambar tangkapan layar video yang dibagikan oleh akun Facebook Mulyadi Maulana.
Foto dari Google Maps yang merupakan lokasi pengambilan video unggahan akun Facebook Mulyadi Maulana.Dengan memeriksa komentar warganet, Tempo mendapatkan petunjuk bahwa demonstrasi itu dilakukan untuk menolak Partai Komunis Indonesia (PKI) dan sempat ditayangkan oleh tvOne pada 16 Juli sekitar pukul 19.55 WIB. Lewat pencarian di kanal YouTube tvOne, ditemukan bahwa benar berlangsung demonstrasi yang menolak RUU HIP oleh Aliansi Nasional Anti-Komunis di depan gedung DPR, Jalan Gatot Soebroto.
Aliansi ini adalah gabungan dari Persaudaraan Alumni (PA) 212, Front Pembela Islam (FPI), dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF). Dalam sebuah video yang diambil dari udara, terlihat sejumlah peserta memakai pakaian dan surban putih seperti juga terdapat dalam video yang dibagikan oleh akun Mulyadi Maulana.
Sebelum berdemonstrasi pada 16 Juli 2020, aliansi tersebut juga pernah menggelar unjuk rasa yang menolak RUU HIP di depan gedung DPR pada 24 Juni 2020. Akun Mulyadi Maulana pun membagikan video demontrasi itu yang diambil dari kejauhan pada tanggal yang sama. Akun tersebut memang sering mengunggah narasi terkait penolakannya terhadap RUU HIP.
Benarkah aksi penolakan RUU HIP tidak tayang di televisi?
Tempo memasukkan kata kunci “demonstrasi menolak RUU HIP” di Google untuk memeriksa seberapa banyak televisi yang memberitakan aksi tersebut. Hasilnya, ditemukan sejumlah stasiun televisi yang menayangkan aksi itu, baik yang terjadi pada 24 Juni maupun 16 Juli 2020. Ini belum termasuk pemberitaan di media online.Berikut ini daftar tautan tayangan demonstrasi tolak RUU HIP di media:
- Aksi 16 Juli 2020
- Aksi 24 Juni 2020
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa demo tolak RUU HIP tidak disiarkan di televisi keliru. Sedikitnya empat stasiun televisi menayangkan aksi penolakan RUU HIP pada 16 Juli 2020. Adapun demonstrasi pada 24 Juni 2020, terdapat sedikitnya lima stasiun televisi yang menayangkannya.
IKA NINGTYAS
Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
[SALAH] Penambahan Peserta SKB CPNS 2020 Kemendes PDTT
Sumber: Pesan BerantaiTanggal publish: 17/07/2020
Berita
Beredar surat edaran yang berisi tentang perubahan dan penambahan peserta seleksi CPNS 2019 yang lolos SKD dan berhak mengikuti SKB instansi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI beredar di sejumlah aplikasi percakapan.
Surat bernomor B/327/M.SM.01.00/2020 berisi bahwa peserta CPNS Kemendes yang telah lolos SKD dapat mengikuti tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB)dalam Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Instansi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI.
Surat bernomor B/327/M.SM.01.00/2020 berisi bahwa peserta CPNS Kemendes yang telah lolos SKD dapat mengikuti tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB)dalam Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Instansi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran, melalui akun Twitter resminya @CPNSKemendesa menengaskan bahwa surat yang beredar tersebut adalah palsu.
“Diinformasikan kepada para sobat desa peserta seleksi CPNS Kemendesa, PDT, dan Transmigrasi Formasi Tahun 2019, agar berhati-hati terhadap penipuan dengan modus surat palsu. Seluruh proses hanya akan diinformasikan melalu website resmi Kementerian dan/ atau website sscn.” tulis akun @CPNSKemendesa.
Saat dikonfirmasi terkait surat edaran ini, Kepala Bagaian Kepegawaian Setjen Kemendes PDTT Aditya Hendra Krisna menegaskan bahwa informasi di dalam surat tersebut tidak benar. Menurut dia, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) terkait konfirmasi kebenaran surat ini.
“Kami sudah cek dan koordinasikan dengan BKN, dan dapat dipastikan bahwa surat tersebut hoaks. Jadi tidak benar adanya,” jawab Aditya saat dihubungi Kompas.com, Rabu (15/7/2020) siang.
Pihak Kemendes PDTT juga mengingatkan kepada para peserta seleksi CPNS 2020 di lingkungannya untuk terus berhati-hati terhadap penipuan dengan modus surat palsu.
“Diinformasikan kepada para sobat desa peserta seleksi CPNS Kemendesa, PDT, dan Transmigrasi Formasi Tahun 2019, agar berhati-hati terhadap penipuan dengan modus surat palsu. Seluruh proses hanya akan diinformasikan melalu website resmi Kementerian dan/ atau website sscn.” tulis akun @CPNSKemendesa.
Saat dikonfirmasi terkait surat edaran ini, Kepala Bagaian Kepegawaian Setjen Kemendes PDTT Aditya Hendra Krisna menegaskan bahwa informasi di dalam surat tersebut tidak benar. Menurut dia, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) terkait konfirmasi kebenaran surat ini.
“Kami sudah cek dan koordinasikan dengan BKN, dan dapat dipastikan bahwa surat tersebut hoaks. Jadi tidak benar adanya,” jawab Aditya saat dihubungi Kompas.com, Rabu (15/7/2020) siang.
Pihak Kemendes PDTT juga mengingatkan kepada para peserta seleksi CPNS 2020 di lingkungannya untuk terus berhati-hati terhadap penipuan dengan modus surat palsu.
Kesimpulan
Surat edaran palsu. Pihak Kemendes PDTT mengingatkan kepada para peserta seleksi CPNS 2020 di lingkungannya untuk terus berhati-hati terhadap penipuan dengan modus surat palsu.
Rujukan
Halaman: 7342/8523




