[Fakta atau Hoaks] Benarkah Jokowi Berkata Penusukan Syekh Ali Jaber Tak Perlu Dibesar-besarkan?
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 21/09/2020
Berita
Klaim bahwa Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyatakan penusukan Syekh Ali Jaber tidak perlu dibesar-besarkan beredar di media sosial. Menurut klaim itu, Jokowi menyebut bahwa penusukan ulama kelahiran Madinah, Arab Saudi, ini hanya kasus kriminal biasa.
Klaim tersebut terdapat dalam gambar tangkapan layar sebuah cuitan di Twitter milik situs media Republika, @republikaonline. "Jokowi: Tidak Perlu Dibesar besar kan, Penusukan Ustad Ali Djaber Itu Kriminal Biasa. Ustad Juga Nda Sampai Mati," demikian narasi dalam cuitan itu.
Di bawah cuitan ini, terdapat foto Jokowi yang tengah mengenakan masker dan baju berwarna abu-abu. Dalam gambar tangkapan layar itu, terdapat pula narasi yang berbunyi, "Seperti tidak ada Empaty sedikitpun, kalimat bodoh dan tidak peduli..."
Di Facebook, gambar tangkapan layar tersebut dibagikan salah satunya oleh akun Ruslan Cullank, yakni pada 16 September 2020. Akun ini pun memberikan narasi, "Syekh Ali Djaber saja ingin mengusut siapa dalang di balik penganiayanya tapi kata Pak presiden sama dengan kata menagnya yaitu bukan radikalisme hanya kriminal biasa."
Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Ruslan Cullank.
Apa benar Jokowi berkata penusukan Syekh Ali Jaber tak perlu dibesar-besarkan?
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo mula-mula menelusuri cuitan dengan narasi "Jokowi: Tidak Perlu Dibesar besar kan, Penusukan Ustad Ali Djaber Itu Kriminal Biasa. Ustad Juga Nda Sampai Mati" di akun @republikaonline dengan Twitter Advanced Search. Namun, akun @republikaonline tidak pernah mencuit dengan narasi itu.
Tempo kemudian menelusuri pemberitaan, termasuk di Republika, dengan kata kunci "Jokowi penusukan Syekh Ali Jaber tidak perlu dibesar-besarkan" di mesin pencarian Google. Hasilnya, ditemukan penjelasan dari Republika yang menyatakan bahwa gambar tangkapan layar yang memuat cuitan dengan narasi tersebut hoaks.
Klarifikasi itu dimuat dalam berita yang berjudul "Meme Hoaks Soal Syekh Ali Jaber Catut Republika.co.id" pada 16 September 2020. Menurut Kepala Republika Online Elba Damhuri, berita asli dengan foto Jokowi bermasker dan berbaju abu-abu itu berisi informasi soal tempat isolasi pasien Covid-19, bukan tentang penusukan Syekh Ali Jaber.
Berita aslinya, kata Elba, berjudul "Jokowi Instruksikan Tempat Isolasi Pasien Covid-19 Ditambah". Adapun cuitan aslinya berbunyi, "Jumlah tempat isolasi kini semakin berkurang imbas dari jumlah kasus yang meningkat." Sementara dalam meme hoaks yang mencatut Republika, menurut dia, bernada provokatif, mengadu domba, dan tidak sesuai kaidah jurnalistik.
Elba menuturkan bahwa meme hoaks itu jelas ingin merusak reputasi Republika dan menciptakan suasana tidak kondusif. Elba menegaskan Republika mengedepankan prinsip jurnalistik secara ketat. "Etika, moral, dan verifikasi menjadi pijakan utama Republika dalam kebijakan pemberitaannya," kata Elba.
Dilansir dari situs media Detik.com, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menepis isu liar bahwa kasus penusukan Syekh Ali Jaber tidak akan dibawa ke pengadilan. "Itu tidak benar, pemerintah transparan dan akan meneruskan kasus ini ke pengadilan," kata Mahfud.
Mahfud mengatakan, nantinya, pengadilan yang akan bersikap terhadap pernyataan pihak keluarga bahwa tersangka pelaku penusukan Syekh Ali Jaber mengalami gangguan jiwa. Dia memastikan pihak kepolisian tidak akan menghentikan kasus penusukan tersebut.
"Pemerintah melalui Polri sudah bersikap bahwa pelaku akan terus dibawa ke pengadilan dengan actus reus atau tindakan yang sudah nyata. Soal sakit jiwa atau tidak, itu biar hakim yang menentukan. Hakim mungkin nanti akan meminta dokter untuk memeriksa. Polisi tidak akan menghentikan karena alasan sakit jiwa. Soal itu biar nanti di pengadilan saja, advokat yang mendampingi membela apakah ia sakit jiwa atau tidak," ujar Mahfud.
Dia juga menuturkan bahwa Presiden Jokowi telah memerintahkan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Polri, serta Badan Intelijen Negara (BIN) untuk mengusut kasus penyerangan ulama terdahulu. Jokowi ingin kasus-kasus tersebut diusut tuntas agar tidak ada spekulasi liar yang berkembang di masyarakat.
"Presiden tadi pagi juga memerintahkan kepada saya agar BNPT, Polri, dan BIN menyelidiki semua kasus penyerangan kepada ulama yang dulu-dulu, apakah ada pola yang sama. Ini agar diusut tuntas agar tidak ada spekulasi di masyarakat," kata Mahfud.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa "Jokowi berkata penusukan Syekh Ali Jaber tak perlu dibesar-besarkan" keliru. Gambar tangkapan layar cuitan akun Twitter @republikaonline yang berisi klaim itu merupakan hasil suntingan. Kepala Republika Online Elba Damhuri telah menyatakan gambar tersebut hoaks.
IBRAHIM ARSYAD
Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/syekh-ali-jaber
- https://archive.ph/WFiQg#selection-699.0-699.167
- https://twitter.com/search?lang=id&q=Ustad%20Ali%20Djaber%20(from%3Arepublikaonline)&src=typed_query
- https://republika.co.id/berita/qgqrnr282/meme-emhoaksem-soal-syekh-ali-jaber-catut-republikacoid
- https://www.tempo.co/tag/penusukan-syekh-ali-jaber
- https://news.detik.com/berita/d-5175923/jokowi-minta-kasus-penyerangan-ulama-sebelum-syekh-ali-jaber-diusut-lagi
- https://www.tempo.co/tag/presiden-jokowi
- https://www.tempo.co/tag/jokowi
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Syekh Ali Jaber Pulang ke Madinah Usai Jadi Korban Penusukan?
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 21/09/2020
Berita
Foto yang memperlihatkan ulama Syekh Ali Jaber tengah berada di sebuah bandara beredar di media sosial. Foto ini diklaim sebagai foto pulangnya Syekh Ali Jaber ke Madinah, Arab Saudi, kampung halamannya. Foto itu beredar tak lama setelah terjadinya peristiwa penusukan Syekh Ali Jaber ketika mengisi kajian di Masjid Afaludin Tamin Sukajawa, Lampung, pada 13 September 2020.
Dalam foto tersebut, Syekh Ali Jaber mengenakan baju gamis dan peci berwarna putih. Ia juga mengenakan masker berwarna hijau. Lengan kanannya disangga dengan kain berwarna hitam. Terlihat bahwa, di bandara itu, Syekh Ali Jaber didampingi oleh tiga pria.
Di Facebook, foto tersebut dibagikan salah satunya oleh akun Fitri Abd Mutalib, yakni pada 17 September 2020. Akun ini pun memberikan narasi sebagai berikut: "Akhirnya Syekh Ali Jabber terbang pulang ke Madinah. Betapa malunya bangsa ini karena seorang Ulama dari luar tidak bisa terjaga saat berda'wah.”
Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Fitri Abd Mutalib.
Apa benar Syekh Ali Jaber pulang ke Madinah usai menjadi korban penusukan?
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo mula-mula menelusuri jejak digital foto Syekh Ali Jaber ketika berada di bandara itu dengan reverse image tool Source dan Google. Hasilnya, ditemukan bahwa foto tersebut diabadikan saat Syekh Ali Jaber berada di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, sesaat setelah tiba dari Lampung.
Lewat kanal YouTube-nya, Syekh Ali Jaber telah membantah informasi yang menyebut dirinya pulang ke Madinah, Arab Saudi. Bantahan itu disampikan Syekh Ali Jaber dalam video yang diunggah pada 19 September 2020 yang berjudul “Hoax: Syekh Ali Pulang ke Madinah”.
“Saya beraktivitas kembali melanjutkan dakwah, walaupun mulai beredar berita hoaks Ali Jaber sudah pulang ke Madinah. Pertama, enggak ada flight (penerbangan), masih tutup. Kedua, gambar yang sudah beredar kemana-mana itu sebenarnya di saat saya tiba dari Lampung ke Jakarta,” kata Syekh Ali Jaber dalam video berdurasi 3 menit 8 detik tersebut.
Dilansir dari Antara, Syekh Ali Jaber kembali ke Jakarta pada 14 November 2020, atau sehari setelah ia ditusuk ketika sedang mengisi kajian di Lampung. "Insyaallah, siang nanti saya akan pulang ke Jakarta dan mendapat perhatian dari aparat keamanan, bahkan Kapolda Lampung sudah menemui saya," kata Syekh Ali Jaber saat melakukan konferensi pers di Bandar Lampung pada 14 September 2020.
Berdasarkan arsip berita Tempo, beberapa jam setelah penusukan pun, Syekh Ali Jaber telah kembali mengajar di depan para jemaah di Lampung pada 13 September 2020. "Gak ngaruh apa-apa ke Syekh Ali. Alhamdulillaah. Ini malam langsung ngisi lagi. Langsung ngajar lagi. Syukur alhamdulillah," demikian narasi yang ditulis oleh pendakwah Yusuf Mansur dalam unggahannya di Instagram pada 13 September 2020.
Pada 15 September 2020, sekembalinya ke Jakarta, Syekh Ali Jaber memenuhi undangan untuk mengisi acara podcast Deddy Corbuzier. Video rekaman podcast tersebut diunggah ke kanal YouTube Deddy Corbuzier pada 16 September 2020 dengan judul “Syekh Ali Jaber, Saya Pasrah. Deddy Corbuzier Podcast”.
Kemudian, pada 16 September 2020, Syekh Ali Jaber berangkat ke Jember, Jawa Timur. Dilansir dari situs resmi Nahdlatul Ulama (NU), foto-foto ketika Barisan Ansor Serbaguna atau Banser NU mengawal Syekh Ali Jaber ramai beredar di media sosial. Foto-foto itu dikonfirmasi oleh Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kencong-Jember Agus Nur Yasin.
“Sebenarnya acara itu di Kecamatan Ajung, bukan di wilayah Kencong. Tapi karena saya dapat kabar dari Gus Hamid yang dihubungi Gus Miftah soal Syekh Ali Jaber yang lebih nyaman dikawal Banser, saya sampaikan ke sahabat Banser Kencong untuk siap mengawal,” kata Agus pada 16 September 2020.
Pada 17 September 2020 pun, Syekh Ali Jaber masih melanjutkan dakwahnya di Indonesia, tepatnya di Malang, Jawa Timur. Dilansir dari Kompas.com, di sela-sela kunjungannya di Malang, Syekh Ali Jaber meminta kasus penusukan yang dialaminya tidak dikaitkan dengan isu lain. Syekh Ali Jaber menganggap insiden penusukan itu sebagai ujian dari Allah.
"Saya harap ujian yang diberikan oleh Allah SWT kepada saya kemarin mohon jangan dikaitkan dengan isu mana pun. Itu adalah ujian dari Allah, bagian dari qadar Allah dan saya tidak punya musuh di mana pun," kata Syekh Ali Jaber pada 17 September 2020. Dia pun meminta masyarakat tidak terpecah dan tetap bersatu membangun Indonesia.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa "Syekh Ali Jaber pulang ke Madinah usai menjadi korban penusukan" keliru. Foto yang digunakan untuk menyebarkan klaim itu merupakan foto ketika Syekh Ali Jaber tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada 14 September 2020 dari mengisi kajian di Lampung. Selama 14-17 September 2020 pun, Syekh Ali Jaber masih beraktivitas di sejumlah daerah di Indonesia, seperti Jakarta, Jember, dan Malang. Syekh Ali Jaber juga telah memastikan bahwa dirinya tidak pulang ke kampung halamannya di Madinah, Arab Saudi.
ZAINAL ISHAQ
Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/penusukan-syekh-ali-jaber
- https://archive.ph/dtEnj
- https://www.youtube.com/watch?v=mSMLbT66p-c
- https://bit.ly/3kyjzx5
- https://seleb.tempo.co/read/1385899/sore-hari-ditusuk-syekh-ali-jaber-sudah-berdakwah-kembali/full&view=ok
- https://bit.ly/3mMLag7
- https://bit.ly/2FPwziN
- https://bit.ly/3j2Midf
- https://www.tempo.co/tag/syekh-ali-jaber
- https://www.tempo.co/tag/madinah
[SALAH] “Presiden merangkap tim kemenangan pilkada si anak”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 21/09/2020
Berita
“Presiden merangkap tim kemenangan pilkada si anak….. bhkn utk berlaku fair pun sulit yahh,,, jd 🤮”
Hasil Cek Fakta
Melalui media sosial Facebook, akun @ThrieArifin membagikan ulang unggahan milik @Amiruddin yang berisi tangkapan layar berita milik idtoday.co berjudul “Joko Widodo Masuk Tim Pemenangan Gibran-Teguh Di Pilkada Solo 2020”. Pada lamannya, akun @ThrieArifin menambahkan caption atau keterangan “Presiden merangkap tim kemenangan pilkada si anak….. bhkn utk berlaku fair pun sulit yahh”.
Coba melakukan penelusuran lebih lanjut, klaim akun @ThrieArifin diketahui tidak sesuai dengan fakta. Melansir dari idtoday.co, nama Joko Widodo yang dimaksud pada isi berita bukanlah sosok Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Melainkan seorang tim sukses pemenangan pasangan calon Gibran-Teguh pada Pilkada Solo 2020.
Diketahui terdapat seorang pria bernama lengkap Joko Sri Widodo yang tergabung dalam tim sukses pasangan calon Gibran-Teguh. Belakangan terkuak jika Joko Sri Widodo diposisikan sebagai Koordinator Bidang Pedagang Kaki Lima (PKL) dan parkir. Joko Widodo sendiri berada di bawah koordinasi Wakil Ketua Tim Pemenangan Gibran-Teguh Bidang Bina Galang, Her Suprabu. Her Suprabu mempunyai 10 sub bidang yang terdapat di bawahnya, dan salah satunya adalah PKL dan parkir yang diampu oleh Joko Widodo.
Melansir dari suara.com, Ketua Tim Pemenangan Gibran-Teguh, Putut Gunawan turut menyampaikan bahwa nama Joko Widodo memang masuk ke dalam daftar Tim Pemenangan Gibran-Teguh. Meski begitu, sosok yang dimaksud bukanlah Joko Widodo orang nomor satu di Indonesia saat ini.
“Hanya kebetulan saja namanya sama, tapi orangnya berbeda,” jelas Putut.
Jika merujuk pada seluruh referensi, klaim akun @ThrieArifin diketahui tidak sesuai dengan fakta. Unggahan tersebut masuk ke dalam kategori misleading content atau konten yang menyesatkan.
Coba melakukan penelusuran lebih lanjut, klaim akun @ThrieArifin diketahui tidak sesuai dengan fakta. Melansir dari idtoday.co, nama Joko Widodo yang dimaksud pada isi berita bukanlah sosok Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Melainkan seorang tim sukses pemenangan pasangan calon Gibran-Teguh pada Pilkada Solo 2020.
Diketahui terdapat seorang pria bernama lengkap Joko Sri Widodo yang tergabung dalam tim sukses pasangan calon Gibran-Teguh. Belakangan terkuak jika Joko Sri Widodo diposisikan sebagai Koordinator Bidang Pedagang Kaki Lima (PKL) dan parkir. Joko Widodo sendiri berada di bawah koordinasi Wakil Ketua Tim Pemenangan Gibran-Teguh Bidang Bina Galang, Her Suprabu. Her Suprabu mempunyai 10 sub bidang yang terdapat di bawahnya, dan salah satunya adalah PKL dan parkir yang diampu oleh Joko Widodo.
Melansir dari suara.com, Ketua Tim Pemenangan Gibran-Teguh, Putut Gunawan turut menyampaikan bahwa nama Joko Widodo memang masuk ke dalam daftar Tim Pemenangan Gibran-Teguh. Meski begitu, sosok yang dimaksud bukanlah Joko Widodo orang nomor satu di Indonesia saat ini.
“Hanya kebetulan saja namanya sama, tapi orangnya berbeda,” jelas Putut.
Jika merujuk pada seluruh referensi, klaim akun @ThrieArifin diketahui tidak sesuai dengan fakta. Unggahan tersebut masuk ke dalam kategori misleading content atau konten yang menyesatkan.
Kesimpulan
Bukan Presiden Indonesia Joko Widodo. Melainkan seorang tim sukses Gibran pada Pilkada Solo 2020 yang memiliki nama serupa dengan sang ayah. Nama lengkap dari pria yang menjadi Koordinator Bidang Pedagang Kaki Lima (PKL) dan parkir tersebut adalah Joko Sri Widodo.
Rujukan
- https://kaltim.suara.com/read/2020/09/13/144832/joko-widodo-jadi-koordinator-pkl-dan-parkir-timses-gibran-di-pilkada-solo
- https://jateng.tribunnews.com/2020/09/15/joko-widodo-masuk-tim-pemenangan-gibranitu-beda-orang-bukan-bapak-saya
- https://news.idtoday.co/joko-widodo-masuk-tim-pemenangan-gibran-teguh-di-pilkada-solo-2020/
- https://solo.tribunnews.com/2020/09/15/gibran-tegaskan-bapaknya-presiden-joko-widodo-tak-masuk-daftar-timses-pemenangan-pilkada-solo-2020
- https://www.dream.co.id/news/gibran-susun-tim-pemenangan-pilkada-kok-ada-nama-joko-widodo-200914k.html
- https://archive.fo/2ra6a#selection-687.0-687.49
[SALAH] Lowongan Kerja Menjadi Pamsuska PT KAI
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 21/09/2020
Berita
“Assalamualaikum..
Lowongan Tenaga Kerja Menjadi PAMSUSKA..membutuhkan 4…org. pengganti. 4 org Pensiun…
PERSYARATAN..:
1). Lulusan SMA..sederajat
2). Foto kopi ijasah terakhir. 2 lbr
3). Foto kopi. KTP…2. Lembar
4). Foto kopi.KK. 2.Lembar
5). Surat Dokter..
6). SKCK7). Tinggi. 167. Cm
8). Umur. Maximal.. 30 Th
9). Foto 2×3 dan 4×6. Masing masing..2. Lembar”
Lowongan Tenaga Kerja Menjadi PAMSUSKA..membutuhkan 4…org. pengganti. 4 org Pensiun…
PERSYARATAN..:
1). Lulusan SMA..sederajat
2). Foto kopi ijasah terakhir. 2 lbr
3). Foto kopi. KTP…2. Lembar
4). Foto kopi.KK. 2.Lembar
5). Surat Dokter..
6). SKCK7). Tinggi. 167. Cm
8). Umur. Maximal.. 30 Th
9). Foto 2×3 dan 4×6. Masing masing..2. Lembar”
Hasil Cek Fakta
Telah beredar pesan berantai yang berisi informasi PT KAI (Kereta Api Indonesia) sedang membuka lowongan tenaga kerja menjadi Pamsuska (Pengamanan Khusus Kereta Api) untuk 4 orang. Untuk melamar lowongan pekerjaan tersebut, dapat menghubungi nomor telepon 082140455070.
Berdasarkan hasil penelusuran, informasi yang beredar itu tidak benar. Melalui akun resmi Twitternya (@keretaapikita), PT KAI menginformasikan bahwa informasi tersebut merupakan hoaks. KAI juga menghimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap penipuan dengan modus rekrutmen pegawai dan memastikan kebenaran informasi melalui website resmi http://recruitment.kai.id atau media sosial resmi KAI @keretaapikita dan @KAI121.
Informasi dengan topik serupa sebelumnya pernah dibahas oleh Turn Back Hoax pada 7 Agustus 2020 dengan judul [SALAH] Surat Panggilan Kerja oleh PT KAI 15 Agustus 2020 dan mengkategorikannya sebagai Konten Palsu.
Dengan demikian, informasi yang beredar melalui pesan berantai itu dapat dikategorikan sebagai Konten Palsu karena PT KAI melalui akun resmi Twitternya, mengklarifikasi bahwa informasi tersebut merupakan penipuan dengan modus rekrutmen pegawai.
====
Berdasarkan hasil penelusuran, informasi yang beredar itu tidak benar. Melalui akun resmi Twitternya (@keretaapikita), PT KAI menginformasikan bahwa informasi tersebut merupakan hoaks. KAI juga menghimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap penipuan dengan modus rekrutmen pegawai dan memastikan kebenaran informasi melalui website resmi http://recruitment.kai.id atau media sosial resmi KAI @keretaapikita dan @KAI121.
Informasi dengan topik serupa sebelumnya pernah dibahas oleh Turn Back Hoax pada 7 Agustus 2020 dengan judul [SALAH] Surat Panggilan Kerja oleh PT KAI 15 Agustus 2020 dan mengkategorikannya sebagai Konten Palsu.
Dengan demikian, informasi yang beredar melalui pesan berantai itu dapat dikategorikan sebagai Konten Palsu karena PT KAI melalui akun resmi Twitternya, mengklarifikasi bahwa informasi tersebut merupakan penipuan dengan modus rekrutmen pegawai.
====
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Renanda Dwina Putri (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pendidikan Indonesia)
Informasi yang salah. Faktanya, PT KAI melalui akun resmi Twitternya, mengklarifikasi bahwa informasi tersebut merupakan penipuan dengan modus rekrutmen pegawai.
Informasi yang salah. Faktanya, PT KAI melalui akun resmi Twitternya, mengklarifikasi bahwa informasi tersebut merupakan penipuan dengan modus rekrutmen pegawai.
Rujukan
Halaman: 7362/8695



