[SALAH] Peta Jalur Lalu Lintas PSBB Kota Tasikmalaya
Sumber: FlyerTanggal publish: 01/05/2020
Berita
Sebuah flyer dengan gambar peta yang mengklaim bahwa peta tersebut merupakan rancangan rekayasa lalu lintas (lalin) rencana PSBB dan Operasi Ketupat Covid-19 wilayah Kota Tasikmalaya beredar. Untuk lebih meyakinkan masyarakat, peta tersebut bahkan diberi logo polri dan mengatasnamakan Sat Lantas Tasikmalaya Kota.
Hasil Cek Fakta
Namun setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, belakangan diketahui bahwa peta rekayasa lalin tersebut adalah palsu alias hoaks. Melansir dari kapol.id, Kapolres Tasikmalaya AKBP Anom Karibianto menegaskan peta tersebut tidak benar.
“Itu hoaks,” tegasnya.
Senada dengan AKBP Anom, klarifikasi juga dituturkan oleh Wakil Wali Kota Tasikmalaya H Muhammad Yusuf. Yusuf menegaskan bahwa peta tersebut sempat dibahas dalam rapat yang dilakukan di bale kota.
“Pak Wali pun menginstruksikan supaya dicari siapa yang menyebarkannya. Itu hoaks, lah pembahasan saja belum selesai kok,” pungkas Yusuf.
Lebih lanjut Yusuf menjelaskan bahwa hingga saat ini persiapan penerapan PSBB sendiri sudah menyentuh angka 80 persen. Hanya tinggal beberapa tahapan lagi untuk pengaturan dan regulasi penerapan PSBB.
“Kita juga kan masih menunggu acc Kemenkes atas usulan PSBB se-Provinsi Jawa Barat. Jadi belum bisa dipastikan kapan efektifnya,” tutup Yusuf.
“Itu hoaks,” tegasnya.
Senada dengan AKBP Anom, klarifikasi juga dituturkan oleh Wakil Wali Kota Tasikmalaya H Muhammad Yusuf. Yusuf menegaskan bahwa peta tersebut sempat dibahas dalam rapat yang dilakukan di bale kota.
“Pak Wali pun menginstruksikan supaya dicari siapa yang menyebarkannya. Itu hoaks, lah pembahasan saja belum selesai kok,” pungkas Yusuf.
Lebih lanjut Yusuf menjelaskan bahwa hingga saat ini persiapan penerapan PSBB sendiri sudah menyentuh angka 80 persen. Hanya tinggal beberapa tahapan lagi untuk pengaturan dan regulasi penerapan PSBB.
“Kita juga kan masih menunggu acc Kemenkes atas usulan PSBB se-Provinsi Jawa Barat. Jadi belum bisa dipastikan kapan efektifnya,” tutup Yusuf.
Rujukan
[SALAH] Dijemput oleh Tim Medis, Kakak Beradik Usia 8 dan 4 Tahun di Tangerang Terjangkit Covid-19 akibat Main di Luar Rumah
Sumber: facebook.comTanggal publish: 01/05/2020
Berita
Beredar pesan berantai melalui Whatsapp dan video di Facebook menyebutkan, akibat main di luar rumah kakak beradik di Tangerang berusia 8 dan 4 tahun telah dijemput oleh Tim Medis untuk dibawa ke Rumah Sakit karena terjangkit Covid-19.
Covid Tangerang
Covid Tangerang
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, faktanya klaim tersebut salah. Dikutip melalui laman kompas.com Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang, Liza Puspadewi memastikan kabar tersebut adalah hoaks.
“Kontennya sudah dihapus. Kemungkinan besar hoaks,” kata Liza saat dikonfirmasi, Sabtu (25/4/2020).
Menurut Liza, Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Tangerang juga telah mendatangi lokasi kakak beradik itu yang disebut berada di kawasan Aeropolia, Neglasari, Tangerang itu. Namun, warga setempat menyatakan tidak ada kakak beradik terjangkit Covid-19 yang dijemput oleh tim medis.
“Menyatakan bahwa kejadian tersebut bukanlah di sekitar Aeropolis. Koordinasi dengan Pak RW 07 Neglasari juga tidak ada penjemputan di wilayahnya,” katanya.
Satuan Gugus Tugas Covid-19 Tangerang juga telah berkoordinasi dengan petugas keamanan daerah terkait.
“Koordinasi dengan security Aeropolis menyatakan tidak ada juga penjemputan penghuni oleh ambulans. Namun warga tetap waspada, agar kejadian ini tidak menimpa keluarganya,” tuturnya
Sementara itu terkait video yang beredar dikutip melalui Tempo.co, faktanya peristiwa dalam video itu bukan terjadi di Tangerang. Kedua bocah itu tinggal di Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Bupati Bogor Ade Yasin pun menjelaskan bahwa ayah kedua bocah itu bekerja di RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran. “Awal kejadian, ketika bapaknya pulang dari tempat kerja pada 14 April, tiga jam kemudian, anaknya merasakan panas dan kepalanya sakit, suhunya sekitar 40 derajat Celcius,” kata Ade.
Berdasarkan penjelasan tersebut maka konten yang beredar di Whatsapp dan Facebook ini dapat masuk ke dalam kategori False Context atau Konten yang salah.
“Kontennya sudah dihapus. Kemungkinan besar hoaks,” kata Liza saat dikonfirmasi, Sabtu (25/4/2020).
Menurut Liza, Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Tangerang juga telah mendatangi lokasi kakak beradik itu yang disebut berada di kawasan Aeropolia, Neglasari, Tangerang itu. Namun, warga setempat menyatakan tidak ada kakak beradik terjangkit Covid-19 yang dijemput oleh tim medis.
“Menyatakan bahwa kejadian tersebut bukanlah di sekitar Aeropolis. Koordinasi dengan Pak RW 07 Neglasari juga tidak ada penjemputan di wilayahnya,” katanya.
Satuan Gugus Tugas Covid-19 Tangerang juga telah berkoordinasi dengan petugas keamanan daerah terkait.
“Koordinasi dengan security Aeropolis menyatakan tidak ada juga penjemputan penghuni oleh ambulans. Namun warga tetap waspada, agar kejadian ini tidak menimpa keluarganya,” tuturnya
Sementara itu terkait video yang beredar dikutip melalui Tempo.co, faktanya peristiwa dalam video itu bukan terjadi di Tangerang. Kedua bocah itu tinggal di Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Bupati Bogor Ade Yasin pun menjelaskan bahwa ayah kedua bocah itu bekerja di RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran. “Awal kejadian, ketika bapaknya pulang dari tempat kerja pada 14 April, tiga jam kemudian, anaknya merasakan panas dan kepalanya sakit, suhunya sekitar 40 derajat Celcius,” kata Ade.
Berdasarkan penjelasan tersebut maka konten yang beredar di Whatsapp dan Facebook ini dapat masuk ke dalam kategori False Context atau Konten yang salah.
Rujukan
- https://www.merdeka.com/cek-fakta/cek-fakta-hoaks-kakak-beradik-terinfeksi-covid-19-usai-bermain-di-luar-rumah.html
- https://megapolitan.kompas.com/read/2020/04/25/16510281/hoaks-pesan-berantai-tentang-kakak-adik-di-tangerang-terjangkit-covid-19?page=2
- https://lampung.tribunnews.com/2020/04/25/kabar-kakak-adik-terjangkit-covid-19-setelah-bermain-ternyata-hoaks
- https://cekfakta.tempo.co/fakta/754/fakta-atau-hoaks-benarkah-ini-video-kakak-adik-di-tangerang-yang-kena-covid-19-usai-bermain-di-luar-rumah
[SALAH] “Arab Saudi merayakan masa berakhirnya LOCKDOWN”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 01/05/2020
Berita
Melalui media sosial Facebook, beredar sebuah video yang dibarengi dengan narasi “Arab Saudi merayakan masa berakhirnya LOCKDOWN”. Video berdurasi tiga menit tersebut menunjukkan masyarakat yang tengah melakukan perayaan pada malam hari. Dalam video terlihat beberapa orang yang tengah menaiki kuda, diikuti dengan mobil polisi, mobil ambulance dan mobil pemadam kebakaran. Terlihat masyarakat sekitar juga ikut serta bersorak menyambut iringan mobil-mobil tersebut di pinggir jalan.
Hasil Cek Fakta
Namun setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, melalui mesin pencari google ditemukan fakta bahwa hingga saat ini Arab Saudi belum membuka status lockdown mereka. Melansir dari tempo.co, Arab Saudi saat ini hanya melonggarkan status lockdown dikarenakan tengah memasuki bulan suci Ramadhan.
Hal tersebut dilakukan agar masyarakat dapat berbelanja kebutuhan tanpa batas waktu di area tempat tinggal mereka. Meski begitu, Arab Saudi sendiri masih menerapkan jam malam sesuai dengan dekrit yang pernah dikeluarkan oleh Raja Salman.
Mengutip pemberitaan milik merahputih.com, keterangan serupa juga dikonfirmasi oleh KBRI Riyadh. Pelaksana Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya (Pensosbud) KBRI Riyadh, Djoko Sulastomo menjelaskan bahwa kebijakan terkait Covid-19 di Arab Saudi terkahir kali diatur dalam dekrit Raja Salman yang dikeluarkan 26 April 2020.
“Jadi di Arab Saudi pada hari tetap tidak boleh keluar,” jelas Djoko.
Lebih lanjut Djoko menjelaskan bahwa hingga saat ini Arab Saudi tetap memberlakukan jam malam.
“Tidak ada perayaan apapun. Di Arab Saudi masih tetap tidak boleh keluar dari pukul 17 sore sampai pukul 9 pagi hari berikutnya,” pungkasnya.
Pasca dilakukan penelusuran lebih lanjut, diketahui bahwa video yang menyebut warga Arab Saudi tengah merayakan masa berakhirnya lockdown adalah tidak benar. Faktanya, video tersebut terjadi di dua distrik komersial bernama Naif dan Al Ras, Dubai, Uni Emirat Arab. Perayaan tersebut dilakukan warga Naif dan Al Ras dalam rangka menyusul adanya pencabutan status lockdown di wilayah mereka.
Unggahan tersebut masuk ke dalam kategori false context. False context adalah sebuah konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang salah. Biasanya, false context memuat pernyataan, foto, atau video peristiwa yang pernah terjadi pada suatu tempat, namun secara konteks yang ditulis tidak sesuai dengan fakta yang ada.
Hal tersebut dilakukan agar masyarakat dapat berbelanja kebutuhan tanpa batas waktu di area tempat tinggal mereka. Meski begitu, Arab Saudi sendiri masih menerapkan jam malam sesuai dengan dekrit yang pernah dikeluarkan oleh Raja Salman.
Mengutip pemberitaan milik merahputih.com, keterangan serupa juga dikonfirmasi oleh KBRI Riyadh. Pelaksana Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya (Pensosbud) KBRI Riyadh, Djoko Sulastomo menjelaskan bahwa kebijakan terkait Covid-19 di Arab Saudi terkahir kali diatur dalam dekrit Raja Salman yang dikeluarkan 26 April 2020.
“Jadi di Arab Saudi pada hari tetap tidak boleh keluar,” jelas Djoko.
Lebih lanjut Djoko menjelaskan bahwa hingga saat ini Arab Saudi tetap memberlakukan jam malam.
“Tidak ada perayaan apapun. Di Arab Saudi masih tetap tidak boleh keluar dari pukul 17 sore sampai pukul 9 pagi hari berikutnya,” pungkasnya.
Pasca dilakukan penelusuran lebih lanjut, diketahui bahwa video yang menyebut warga Arab Saudi tengah merayakan masa berakhirnya lockdown adalah tidak benar. Faktanya, video tersebut terjadi di dua distrik komersial bernama Naif dan Al Ras, Dubai, Uni Emirat Arab. Perayaan tersebut dilakukan warga Naif dan Al Ras dalam rangka menyusul adanya pencabutan status lockdown di wilayah mereka.
Unggahan tersebut masuk ke dalam kategori false context. False context adalah sebuah konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang salah. Biasanya, false context memuat pernyataan, foto, atau video peristiwa yang pernah terjadi pada suatu tempat, namun secara konteks yang ditulis tidak sesuai dengan fakta yang ada.
Rujukan
- https://www.khaleejtimes.com/photos/nation/residents-in-dubai-celebrate-successful-completion-of-24-hour-coronavirus-programme
- https://www.gulftoday.ae/news/2020/04/26/dubai-eases-restrictions-in-naif-and-al-ras-areas
- https://www.arabnews.com/node/1665476/middle-east
- https://www.thenational.ae/uae/health/coronavirus-restrictions-eased-in-dubai-s-naif-and-al-ras-areas-1.1011288
- https://merahputih.com/post/read/hoaks-atau-fakta-perayaan-pembukaan-lockdown-di-arab-saudi
- https://dunia.tempo.co/read/1336985/arab-saudi-longgarkan-lockdown
- http://archive.fo/BS33a
[SALAH] “Elisa Granato kelinci percobaan vaksin kopit di inggris meninggal 2 hari setelah divaksin”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 01/05/2020
Berita
Akun Rap Faiqa Hamda (fb.com/abufaiqa.hamdashakia) mengunggah beberapa gambar dengan narasi sebagai berikut:
“Tantangan menggiurkan nih. Berharap sales-sales vakvak yang hobi menjual ayat bisa jadi volunteer nih. Jangan cuma triak ikhtiar sambil jualan ayatnya doang. Buktikan loyalismu sama nabi Bill Gay lah
—
*Copas Mba Menuk Kiki…
Elisa Granato adl seorg scientist yg berdedikasi tinggi pd ilmu pengetahuan. Saking dedikasinya sampe menawarkan diri jd kelinci percobaan vaksin kopit di inggris. Hasilnya dia meninggal 2 hari setelah divaksin. 4 rekannya pun lsg kipi berat dan berjuang mempertahankan nyawanya akibat komplikasi berat.
Kasian banget.. Pdhl sebelum mereka divaksin, mereka hrs melewati proses skrining kesehatan secara ketat. Apabila ada indikasi tdk sehat lsg di delet namany.
Pikirkan. Apakah saat bayi2 newborn itu divaksin, sebelumnya dilakukan skrining kesehatan ? Ngga kan? plg banter di cek suhu tubuh doang. Lalu begitu terjadi kematian dikatakan takdir. Fair ngga tuh?
Kasian 4 org ini.. Kalopun bisa sembuh, itu hanya kasat mata aja. Kerusakan udah terjadi dan zat2 pengawet vaksin akan terus mengendap di tubuhnya dan menghancurkan sistem metabolik perlahan2.. Kasian..
Berapa mereka dibayar utk jd kelinci lab? Hanya 100an sd 600an poundsterling. Ngga sepadan dgn nyawa yg disodorkan.
Silakan bermain2 dgn maut sodara2. Not for my fam and me lah..”
“Tantangan menggiurkan nih. Berharap sales-sales vakvak yang hobi menjual ayat bisa jadi volunteer nih. Jangan cuma triak ikhtiar sambil jualan ayatnya doang. Buktikan loyalismu sama nabi Bill Gay lah
—
*Copas Mba Menuk Kiki…
Elisa Granato adl seorg scientist yg berdedikasi tinggi pd ilmu pengetahuan. Saking dedikasinya sampe menawarkan diri jd kelinci percobaan vaksin kopit di inggris. Hasilnya dia meninggal 2 hari setelah divaksin. 4 rekannya pun lsg kipi berat dan berjuang mempertahankan nyawanya akibat komplikasi berat.
Kasian banget.. Pdhl sebelum mereka divaksin, mereka hrs melewati proses skrining kesehatan secara ketat. Apabila ada indikasi tdk sehat lsg di delet namany.
Pikirkan. Apakah saat bayi2 newborn itu divaksin, sebelumnya dilakukan skrining kesehatan ? Ngga kan? plg banter di cek suhu tubuh doang. Lalu begitu terjadi kematian dikatakan takdir. Fair ngga tuh?
Kasian 4 org ini.. Kalopun bisa sembuh, itu hanya kasat mata aja. Kerusakan udah terjadi dan zat2 pengawet vaksin akan terus mengendap di tubuhnya dan menghancurkan sistem metabolik perlahan2.. Kasian..
Berapa mereka dibayar utk jd kelinci lab? Hanya 100an sd 600an poundsterling. Ngga sepadan dgn nyawa yg disodorkan.
Silakan bermain2 dgn maut sodara2. Not for my fam and me lah..”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa Elisa Granato, relawan uji coba vaksin Virus Corona atau COVID-19 meninggal dunia adalah klaim yang salah.
Elisa Granato masih hidup, bahkan dia menambahkan kalimat “100 persen hidup” di user name akun twitternya untuk membantah kabar yang beredar.
Kantor berita University of Oxford juga memberikan konfirmasi pada Reuters bahwa Elisa Granato masih hidup dan baik-baik saja.
Melalui laman resminya, University of Oxford mengatakan bahwa belakangan ini sebuah rumor palsu tentang progres dari uji coba vaksin virus corona telah beredar luas.
“Kami mendesak orang untuk tidak membagikan berita itu. Kami tidak akan memberikan komentar tentang proses berjalannya uji coba vaksin, tapi kami akan memberikan semua update terbaru terkait uji coba vaksin di sini,” kata seorang perwakilan University of Oxford melalui laman resminya.
Departemen Kesehatan dan Perawatan Sosial Inggris juga mengatakan melalui akun twitternya DHSCGovuk bahwa berita yang melaporkan kematian Elisa Granato adalah tidak benar.
Fergus Walsh, seorang wartawan dari BBC News juga mengonfirmasi bahwa Elisa Granato masih hidup.
“Itu tidak benar! pagi ini saya mengobrol bersama Elisa Granato melalui Skype. Dia mengatakan bahwa kondisinya baik-baik saja,” tulis Fergus Walsh melalui akun twitternya BBCFergushWalsh.
Elisa Granato masih hidup, bahkan dia menambahkan kalimat “100 persen hidup” di user name akun twitternya untuk membantah kabar yang beredar.
Kantor berita University of Oxford juga memberikan konfirmasi pada Reuters bahwa Elisa Granato masih hidup dan baik-baik saja.
Melalui laman resminya, University of Oxford mengatakan bahwa belakangan ini sebuah rumor palsu tentang progres dari uji coba vaksin virus corona telah beredar luas.
“Kami mendesak orang untuk tidak membagikan berita itu. Kami tidak akan memberikan komentar tentang proses berjalannya uji coba vaksin, tapi kami akan memberikan semua update terbaru terkait uji coba vaksin di sini,” kata seorang perwakilan University of Oxford melalui laman resminya.
Departemen Kesehatan dan Perawatan Sosial Inggris juga mengatakan melalui akun twitternya DHSCGovuk bahwa berita yang melaporkan kematian Elisa Granato adalah tidak benar.
Fergus Walsh, seorang wartawan dari BBC News juga mengonfirmasi bahwa Elisa Granato masih hidup.
“Itu tidak benar! pagi ini saya mengobrol bersama Elisa Granato melalui Skype. Dia mengatakan bahwa kondisinya baik-baik saja,” tulis Fergus Walsh melalui akun twitternya BBCFergushWalsh.
Kesimpulan
Elisa Granato masih hidup, bahkan dia menambahkan kalimat “100 persen hidup” di user name akun twitternya untuk membantah kabar yang beredar. Kantor berita University of Oxford juga memberikan konfirmasi pada Reuters bahwa Elisa Granato masih hidup dan baik-baik saja.
Rujukan
- https://depok.pikiran-rakyat.com/cek-fakta/pr-09373505/cek-fakta-gagal-relawan-uji-coba-vaksin-virus-corona-meninggal-dunia-simak-faktanya?page=2
- https://www.snopes.com/fact-check/elisa-granato-trial-covid-19-vax/
- https://twitter.com/Prokaryota
- https://www.reuters.com/article/uk-factcheck-elisa-granato-vaccine/false-claim-the-first-volunteer-in-a-uk-coronavirus-vaccine-trial-has-died-idUSKCN2280MK
- https://twitter.com/DHSCgovuk/status/1254406873928908802
- https://twitter.com/BBCFergusWalsh/status/1254356432780214272
- https://covid19vaccinetrial.co.uk/news-about-trial-progress
- https://www.bbc.com/news/health-52394485
Halaman: 7486/8506



