Beredar sebuah pesan melalui WhatsApp, yang menjelaskan jika WHO mengeluarkan pernyataan baru mengenai virus Corona yang dapat ditularkan melalui udara. Dengan Narasi
”Resmi dinyatakan oleh WHO bahwa covid-19 tidak lagi hanya ditularkan lewat droplet atau titik air berisi vorus dari batuk dan bersin, tetapi sekarang virus tersebut dari hasil penelitian bisa bertahan di udara, melayang-layang sampai 8 jam sesudah keluar dari tubuh penderita saat bersin atau batuk, tidak lagi butuh medium cairan untuk bertahan.
Di ruangan tertutup, lebih lama lagi dia bertahan dan lebih cepat medarat ditubuh orang yang belum kena karena udara yang berputar disitu-situ saja.
Maka, Bapak dan Ibu tolong kita ikuti protokol yang semakin ketat ini yaitu bahwa kalau kita keluar, biarpun tidak ke kerumunan massa, WAJIB pakai masker untuk saling melindungi satu sama lain karena menurut WHO ada satu golongan baru dalam proses penularan wabah ini yaitu OTG (orang tanpa gejala): suhu tubuh normal, tidak batu tapi sudah membawa virus karena daya tahan tubuhnya cukup kuat.
Siapa di antara kita yang sempat berpergian ke wilayah zona merah atau wilayah yang sudah ada warganya positif Covid-19, bisa jasi sudah menjadi OTG.
Maka kita lindungi orang lain dari virus yang kita bawa itu.
Semoga tidak ada satupun dari kita kena, sampai wabah ini tuntas diselesaikan, dengan mengikuti aturan atau protocol yang mungkin akan semakin ketat.
Terima kasih,
Jubir Pemerintah:
Sesuai rekomendasi WHO, mulai hari ini semua gunakan masker.”
[SALAH] WHO Sebut Penularan Corona Tak Lagi Hanya Lewat Droplet Tapi Juga Udara
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 29/04/2020
Berita
Hasil Cek Fakta
Setelah melakukan penelusuran, informasi tersebut tidak benar. WHO belum pernah mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan jika virus Corona dapat ditularkan melalui udara. Selain itu WHO juga sempat menuliskan dalam akun instagramnya, jika virus Corona hanya dapat ditularkan melalui tetesan yang dihasilkan ketika orang yang terinfeksi virus Corona batuk dan bersin.
“virus Corona dapat menyebar dari orang ke orang melalui droplet dari hidung atau mulut yang keluar saat orang yang terjangkit virus Corona batuk atau napas (bersin). Droplet ini kemudian jatuh ke benda-benda dan permukaan di sekitarnya. Orang yang menyentuh benda atau permukaan tersebut lalu menyentuh mata, hidung, atau mulutnya dapat terjangkit virus Corona. Penularan virus Corona juga dapat terjadi jika orang menghirup droplet yang keluar dari batuk atau napas (bersin) orang yang terjangkit virus Corona. Karena itu, penting bagi kita untuk menjaga jarak lebih dari 1 meter dari orang yang sakit. WHO terus mengkaji perkembangan penelitian tentang cara penyebaran virus Corona dan akan menyampaikan temuan-temuan terbaru,” dikutip dari Tempo.co.
Selain itu pada artikel pendukung yang berasal dari Kompas.com tersebut tidak ditemukan keterangan dari juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona, Achmad Yurianto, bahwa WHO menyatakan jika penularan virus Corona tidak lagi hanya melalui droplet tapi juga udara.
Dalam artikel tersebut Achmad Yurianto, hanya meminta seluruh masyarakat untuk menggunakan masker per Minggu (5/4/2020) hari ini. Sesuai dengan rekomendasi dari WHO dalam mencegar penyebaran virus Corona.
WHO tidak pernah mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan jika virus Corona bisa bertahan dan melayang-layang di udara selama 8 jam atau pun bertahan lebih lama di ruangan tertutup serta lebih cepat mendarat di tubuh seseorang yang belum terkena virus Corona karena udara berputar di situ-situ saja.
Hingga artikel ini diterbitkan, dalam situs resminya WHO menyebut bahwa virus Corona umumnya hanya menular melalui kontak dengan droplet dari saluran pernapasan orang yang terinfeksi, bukan melalui udara.
Berdasarkan penjelasan mengenai penrnyataan WHO di atas, maka artikel tersebut masuk ke dalam Konten Yang Menyesatkan.
“virus Corona dapat menyebar dari orang ke orang melalui droplet dari hidung atau mulut yang keluar saat orang yang terjangkit virus Corona batuk atau napas (bersin). Droplet ini kemudian jatuh ke benda-benda dan permukaan di sekitarnya. Orang yang menyentuh benda atau permukaan tersebut lalu menyentuh mata, hidung, atau mulutnya dapat terjangkit virus Corona. Penularan virus Corona juga dapat terjadi jika orang menghirup droplet yang keluar dari batuk atau napas (bersin) orang yang terjangkit virus Corona. Karena itu, penting bagi kita untuk menjaga jarak lebih dari 1 meter dari orang yang sakit. WHO terus mengkaji perkembangan penelitian tentang cara penyebaran virus Corona dan akan menyampaikan temuan-temuan terbaru,” dikutip dari Tempo.co.
Selain itu pada artikel pendukung yang berasal dari Kompas.com tersebut tidak ditemukan keterangan dari juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona, Achmad Yurianto, bahwa WHO menyatakan jika penularan virus Corona tidak lagi hanya melalui droplet tapi juga udara.
Dalam artikel tersebut Achmad Yurianto, hanya meminta seluruh masyarakat untuk menggunakan masker per Minggu (5/4/2020) hari ini. Sesuai dengan rekomendasi dari WHO dalam mencegar penyebaran virus Corona.
WHO tidak pernah mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan jika virus Corona bisa bertahan dan melayang-layang di udara selama 8 jam atau pun bertahan lebih lama di ruangan tertutup serta lebih cepat mendarat di tubuh seseorang yang belum terkena virus Corona karena udara berputar di situ-situ saja.
Hingga artikel ini diterbitkan, dalam situs resminya WHO menyebut bahwa virus Corona umumnya hanya menular melalui kontak dengan droplet dari saluran pernapasan orang yang terinfeksi, bukan melalui udara.
Berdasarkan penjelasan mengenai penrnyataan WHO di atas, maka artikel tersebut masuk ke dalam Konten Yang Menyesatkan.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Indri Pramesti Widyaningrum (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Gunadarma)
WHO menyatakan virus Corona tidak dapat ditularkan melalui udara. Virus Corona umumnya dapat ditularkan melalui tetesan yang dihasilkan ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin atau berbicara.
WHO menyatakan virus Corona tidak dapat ditularkan melalui udara. Virus Corona umumnya dapat ditularkan melalui tetesan yang dihasilkan ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin atau berbicara.
Rujukan
- https://cekfakta.tempo.co/fakta/752/fakta-atau-hoaks-benarkah-who-sebut-penularan-corona-tak-lagi-hanya-lewat-droplet-tapi-juga-udara
- https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20200330080609-185-488118/hoaks-covid-19-who-tegaskan-corona-tak-menular-lewat-udara
- https://nasional.kompas.com/read/2020/04/05/16562611/jubir-pemerintah-sesuai-rekomendasi-who-mulai-hari-ini-semua-gunakan-masker
- https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4222382/cek-fakta-tidak-ada-bukti-corona-covid-19-menular-lewat-udara
- https://www.liputan6.com/global/read/4214488/who-tegaskan-corona-covid-19-tak-menular-lewat-udara-ini-penjelasannya
[SALAH] Video “berdoa untuk italia”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 29/04/2020
Berita
Beredar postingan pada akun FB “Savage AF” (facebook.com/Savage-AF-100358084907400), dibagikan 5 kali per tangkapan layar dibuat.
Dengan Narasi
“berdoa untuk italia 🙏🙏
berdoa untuk italia #nepal #stayhome #corona”.
–
(“pray for italy 🙏🙏
pray for italy #nepal #stayhome #corona”).
Dengan Narasi
“berdoa untuk italia 🙏🙏
berdoa untuk italia #nepal #stayhome #corona”.
–
(“pray for italy 🙏🙏
pray for italy #nepal #stayhome #corona”).
Hasil Cek Fakta
SUMBER membagikan video dari film Korea Selatan tahun 2013 berjudul “Flu” (Gamgi).
SUMBER menambahkan narasi yang salah yang menimbulkan kesimpulan keliru.
Flu ( 2013 )
Gamgi (judul asli)
Kekacauan terjadi ketika virus mematikan yang mengudara menginfeksi populasi kota Korea Selatan yang berjarak kurang dari 20 kilometer dari Seoul.”
Wikipedia: “Flu (Bahasa Korea : 감기 ; RR : Gamgi ; atau berjudul The Flu ) adalah film bencana Korea Selatan 2013 yang ditulis dan disutradarai oleh Kim Sung-su , tentang wabah virus H5N1 yang mematikan yang membunuh korbannya dalam waktu 36 jam, melemparkan distrik Bundang di Seongnam , yang memiliki populasi hampir setengah juta orang, menjadi kacau. Dibintangi oleh Jang Hyuk dan Soo Ae . [2] [3] [4] [5] [6]”
YouTube: “THE FLU Movie Trailer
7,200,103 views • Aug 2, 2013
FRESH Movie Trailers
4.43M subscribers
THE FLU Trailer. Release Date : August 2013″
SUMBER menambahkan narasi yang salah yang menimbulkan kesimpulan keliru.
Flu ( 2013 )
Gamgi (judul asli)
Kekacauan terjadi ketika virus mematikan yang mengudara menginfeksi populasi kota Korea Selatan yang berjarak kurang dari 20 kilometer dari Seoul.”
Wikipedia: “Flu (Bahasa Korea : 감기 ; RR : Gamgi ; atau berjudul The Flu ) adalah film bencana Korea Selatan 2013 yang ditulis dan disutradarai oleh Kim Sung-su , tentang wabah virus H5N1 yang mematikan yang membunuh korbannya dalam waktu 36 jam, melemparkan distrik Bundang di Seongnam , yang memiliki populasi hampir setengah juta orang, menjadi kacau. Dibintangi oleh Jang Hyuk dan Soo Ae . [2] [3] [4] [5] [6]”
YouTube: “THE FLU Movie Trailer
7,200,103 views • Aug 2, 2013
FRESH Movie Trailers
4.43M subscribers
THE FLU Trailer. Release Date : August 2013″
Kesimpulan
TIDAK berkaitan dengan Italia, video yang dibagikan berasal dari film Korea Selatan tahun 2013 berjudul “Flu” (Gamgi).
Rujukan
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Video Kakak-Adik di Tangerang yang Kena Covid-19 Usai Bermain di Luar Rumah?
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 28/04/2020
Berita
Pesan berantai dengan narasi bahwa ada kakak-adik di Tangerang yang tertular Covid-19 setelah bermain di luar rumah beredar di grup-grup percakapan WhatsApp. Pesan berantai itu dilengkapi dengan video yang memperlihatkan dua anak yang sedang berpelukan dengan seorang perempuan di dalam sebuah mobil ambulans.
Dalam video berdurasi 2 menit 10 detik itu, terlihat seorang perempuan bersama seorang bocah di dalam mobil ambulans. Beberapa saat kemudian, masuk bocah lainnya yang digendong oleh seorang pria ke dalam mobil ambulans itu. Si perempuan juga memeluk bocah-bocah itu. Beberapa petugas medis dengan alat pelindung diri (APD) pun tampak berada di sekitar mobil ambulans tersebut.
Sesekali, dalam video itu, terdengar suara perempuan yang berbicara. Perempuan tersebut berkata, "Anak bontotnya usia 4 tahun ya, sama yang tengahnya 8 (tahun). Ini semua positif Covid-19. Ini anak usia 4 tahun. Sembuhkan ya Allah. Ini yang tengah, 8 tahun, juga positif Covid-19. Ya Allah ya rahman ya rahim. Kangen, kangen mamanya."
Adapun narasi lengkap pesan berantai itu adalah sebagai berikut: "Di Tangerang, dua bersaudara kakak beradik terjangkit Covid-19, setelah pulang dari bermain di luar rumah. Saat ini sedang dijemput oleh Team Medis utk dibawa ke Rumah Sakit. Pengalaman berharga bagi para orang tua yg masih mempunyai anak atau cucu yg suka bermain di luar rumah. Apabila sudah pulang ke rumah, langsung cuci tangan, cuci kaki & dianjurkan sekalian untuk mandi. Dan keluar rumah harus memakai masker."
Gambar tangkapan layar pesan berantai di WhatsApp tentang kakak-adik yang tertular Covid-19 di Tangerang (kanan) dan video yang menyertainya (kiri).
Apa benar video itu adalah video kakak-adik di Tangerang yang tertular Covid-19 setelah bermain di luar rumah?
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran Tim CekFakta Tempo, video yang menyertai pesan berantai di atas memang pernah ditayangkan oleh beberapa stasiun televisi. Salah satunya adalah tvOne, yang mempublikasikan video tersebut di YouTube pada 26 April 2020 dengan judul "Diduga Tertular Corona dari Suami, Istri dan Dua Anaknya Dijemput Petugas Medis".
Video tersebut diberi keterangan, "Video penjemputan dua bocah yang diduga terinfeksi virus Corona Covid-19 beredar luas di WhatsApp. Video penjemputan dua bocah ini pun cukup mengharukan. Petugas dengan pakaian lengkap menggunakan APD menjemput kedua anak ini menggunakan mobil ambulans. Sang ibu yang terlihat sudah berada dalam mobil ambulans itu tak henti-hentinya memeluk anaknya."
Kanal YouTube CNN Indonesia juga mengunggah video tersebut pada tanggal yang sama dengan judul "2 Anak Positif Corona Diduga Tertular Ibu". "Video dua anak yang dievakuasi oleh petugas Covid-19 dengan APD lengkap dari rumahnya viral di media sosial. Kedua anak ini diduga tertular dari sang ibu," demikian keterangan yang ditulis oleh kanal CNN Indonesia.
Namun, dilansir dari Detik.com, peristiwa dalam video itu bukan terjadi di Tangerang. Kedua bocah itu tinggal di Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Menurut juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Syarifah Sofiah, pada 25 April 2020, kakak-adik itu diduga tertular dari ibunya. Kini, mereka telah dibawa ke RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran.
Pada 26 April 2020, berdasarkan arsip berita Tempo, Bupati Bogor Ade Yasin pun menjelaskan bahwa ayah kedua bocah itu bekerja di RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran. "Awal kejadian, ketika bapaknya pulang dari tempat kerja pada 14 April, tiga jam kemudian, anaknya merasakan panas dan kepalanya sakit, suhunya sekitar 40 derajat Celcius," kata Ade.
Meskipun begitu, dari hasil laboratorium, si ayah tidak tertular alias negatif Covid-19. Namun, istri serta dua anaknya yang berusia empat tahun dan delapan tahun positif. "Anaknya ada tiga. Yang pertama, usia 8 tahun, positif. Yang kedua, negatif. Yang terakhir, yang 4 tahun, positif," kata Ade yang merupakan Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor itu.
Ade memaparkan, pada 15 April pagi, kedua anak tersebut sempat dilarikan ke rumah sakit. Kemudian, mereka ditetapkan sebagai pasien dalam pengawasan (PDP). Selanjutnya, pada 18 April, si ibu juga mengeluhkan sakit sehingga memutuskan untuk tes swab. "Pada 20 April, keluar hasil laboratorium dari RS Polri bahwa ibu beserta kedua anaknya itu positif Covid-19," kata Ade.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, narasi bahwa video di atas adalah video kakak-adik di Tangerang yang tertular Covid-19 setelah bermain di luar rumah menyesatkan. Peristiwa dalam video itu terjadi di Cileungsi, Kabupaten Bogor, bukan di Tangerang. Menurut Bupati Bogor Ade Yasin, ayah kedua bocah tersebut bekerja di RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran.
ZAINAL ISHAQ
Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.youtube.com/watch?v=mGuFW_wssTk
- https://www.youtube.com/watch?v=ROpq4HZ0IaY
- https://news.detik.com/berita/d-4991150/gugus-tugas-kabupaten-bogor-2-anak-di-cileungsi-kena-corona-tertular-dari-ibu
- https://metro.tempo.co/read/1335850/suami-kerja-di-rsd-wisma-atlet-istri-dan-anak-positif-covid-19
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Foto Satelit Pangkalan Militer Cina di Laut Natuna Utara?
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 28/04/2020
Berita
Foto-foto yang diklaim sebagai citra satelit pangkalan militer Cina di Laut Natuna Utara beredar di media sosial. Menurut narasi yang menyertainya, foto-foto itu dirilis oleh Google Earth dan disebut sebagai gambar proyek pembangunan pangkalan militer Cina di Laut Natuna Utara yang tidak jauh dari Pulau Batam dan Pontianak.
Di Facebook, foto-foto itu diunggah salah satunya oleh akun Kopi Pahit Pribumi, yakni pada 25 April 2020. Akun ini menulis narasi sebagai berikut:
"Ngeriiii....!!!!Akhirnya ketahuan lagi !!!Kenapa China Dukung Penuh Jokowi.Google Earth Rilis Gambar Proyek Pembangunan Pangkalan Militer China Dilaut Natuna, Tidak Jauh Dari Pulau Batam-Riau dan Tidak Jauh Dari Pontianak.Ternyata Ada Hal Besar Yang Ditutup-tutupi Dari Rakyat Indonesia.Potensi Terbesar Dalam Memaksakan Kehendak Untuk Tetap Berkuasa, Terkesan Ada Yang Ingin Di Selesaikan.Viralkan....!!!Agar Semua Rakyat Indonesia Tahu Dan Sadar Bahwa NKRI Diujung Tanduk....Kalau Pangkalan Militer China Sdh Selesai.... Dan Pelabuhan Juga Bandara Dikuasai.... Lalu Rakyat Indionesia Tidak Akan Bisa Lari Kemana-mana....Kita Pasti Akan Diberangus Oleh Mereka..!!!"
Akun Kopi Pahit Pribumi juga mencantumkan tautan sumber gambar yang ia unggah. Tautan itu merujuk pada unggahan akun Twitter @HmEi7_IND dan artikel di situs Militermeter.com. Hingga artikel ini dimuat, unggahan akun Kopi Pahit Pribumi tersebut telah dibagikan lebih dari 350 kali.
Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Kopi Pahit Pribumi (kiri) dan artikel di situs Militermeter.com (kanan).
Apa benar foto-foto tersebut adalah citra satelit pangkalan militer Cina di Laut Natuna Utara?
Hasil Cek Fakta
Untuk memeriksa klaim di atas, Tim CekFakta Tempo mula-mula memeriksa artikel di situs Militermeter.com yang tautannya diunggah oleh akun Kopi Pahit Pribumi. Menurut artikel tersebut, foto-foto satelit itu memperlihatkan pangkalan militer Cina di Kepulauan Spratly.
Berdasarkan petunjuk tersebut, Tempo menelusuri lokasi Kepulauan Spratly. Berdasarkan peta di situs resmi Perpustakaan Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada, Kepulauan Spratly masih berada di dalam Laut Cina Selatan dan tidak berada di dalam Laut Natuna Utara.
Dilihat di Google Maps, kepulauan ini terletak di tengah Laut Cina Selatan. Negara yang terdekat dengan kepulauan ini adalah Filipina. Sementara dalam peta baru Indonesia yang fotonya pernah dimuat di Kumparan.com, Laut Natuna Utara berada di barat daya Kepulauan Spratly.
Tempo pun mencari pemberitaan tentang pembangunan pangkalan militer Cina di Kepulauan Spratly dengan mesin pencarian Google. Dilansir dari berita di Kompas.com pada 29 Maret 2017, Cina memang memiliki tiga pangkalan militer berskala besar yang telah selesai dibangun di Laut Cina Selatan.
Asia Maritim Transparency Initiative (AMTI), bagian dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) di Washington DC, Amerika Serikat, pernah merilis citra satelit pangkalan di Kepulauan Spratly tersebut. Pangkalan itu terletak di pulau karang Subi, Mischief, dan Fiery Cross.
Selain di Kepulauan Spratly, menurut AMTI, Cina memiliki pangkalan lain di Pulau Woody dan Kepulauan Paracel. Keduanya berada di utara Kepulauan Spratly. "Ini akan memungkinkan pesawat tempur militer Cina beroperasi ke hampir seluruh Laut Cina Selatan," kata AMTI.
Dilansir dari Tirto.id, sejak kepemimpinan Presiden Xi Jinping, Cina telah mereklamasi sekitar 1.290 hektare tanah di tujuh pulau karang di Kepulauan Spratly. Di atasnya dibangun pangkalan militer. Ada tiga pangkalan militer Cina di sana, yakni Yongshu di Fiery Cross, Zhubi di Subi, dan Meiji di Mischief.
Selain Cina, Kepulauan Spratly pun diperebutkan Filipina, Vietnam, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam. Filipina punya lapangan terbang Rancudo di Pulau Thitu, Vietnam memiliki distrik Truong Sa di salah satu pulau, sementara Malaysia membangun Layang-layang Resort di pulau karang Swallow.
Untuk memastikan hal itu, Tempo menelusuri lokasi Subi, Mischief, dan Fiery Cross di Google Earth. Hasilnya, foto-foto unggahan situs Militermeter.com memang merupakan citra satelit pulau karang yang berada di Kepulauan Spratly tersebut, yakni Subi dan Fiery Cross. Ada pula foto satelit Pulau Woody.
Berikut ini foto-foto satelitnya:
Gambar tangkapan layar citra satelit pulau karang Subi di Google Earth.
Gambar tangkapan layar citra satelit pulau karang Fiery Cross di Google Earth.
Gambar tangkapan layar citra satelit Pulau Woody di Google Earth.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, narasi bahwa foto-foto di atas merupakan citra satelit pangkalan militer Cina di Laut Natuna Utara menyesatkan. Foto-foto itu memperlihatkan gambar satelit pangkalan militer Cina di Kepulauan Spratly, tepatnya di pulau karang Subi dan Fiery Cross, serta di Pulau Woody. Pulau-pulau tersebut berada di dalam Laut Cina Selatan, bukan di Laut Natuna Utara.
ZAINAL ISHAQ
Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- http://archive.ph/BPKDH
- https://twitter.com/HmEi7_IND/status/1125401766973984768?s=08&fbclid=IwAR0Jn94VerwZQS86bWci516bd3fViPqLTrYqNAd-0Q899xs8OCtfdK58DXs
- http://militermeter.com/google-earth-rilis-gambar-pangkalan-militer-china-di-laut-natuna/
- http://militermeter.com/google-earth-rilis-gambar-pangkalan-militer-china-di-laut-natuna/
- http://egsa.geo.ugm.ac.id/2017/11/06/sengketaperairanlautcinaselatan/
- https://www.google.com/maps/place/Kepulauan+Spratly/@10.7398099,115.6779782,11z/data=!4m5!3m4!1s0x3180d691fcdf5b69:0x6634a41464120ce0!8m2!3d10.723282!4d115.8264655
- https://kumparan.com/kumparannews/china-protes-pergantian-nama-laut-natuna-utara-di-peta-baru-indonesia
- https://internasional.kompas.com/read/2017/03/29/09261221/pangkalan.militer.china.di.laut.china.selatan.siap.digunakan
- https://tirto.id/cina-klaim-kepulauan-spratly-duterte-ancam-kerahkan-militer-dlE6
Halaman: 7491/8505




