• Cegah Virus Corona, Pemotor baiknya Pakai Masker, Buff, atau Balaclava?

    Sumber:
    Tanggal publish: 27/07/2020

    Berita

    Menurut dr Henry Gunawan yang praktik di klinik Puri Media, Jakarta Barat, pada dasarnya virus seperti corona ditularkan dari droplet seperti air liur saat orang batuk dan bersin dengan jarak sekitar 2 meter. Sehingga pada saat kondisi macet, pemotor kemungkinan besar bisa tertular.
    "Saya anjurkan untuk mencegah korona biasanya kalo di jalan orang batuk atau bersin tidak ditutupi, jadi usahakan pakai penutup mulut," kata Henry saat dihubungi kumparan, Selasa malam (3/3).
    Buat pemotor, setidaknya ada beberapa perlengkapan riding yang bisa mengurangi dampak udara kotor seperti balaclava dan buff. Namun mana yang efektif untuk mencegah terpapar virus?
    Menjawab pertanyaan tersebut, Henry menyebut, sebaiknya lebih efektif pemotor memakai masker medis. Untuk pemakaiannya pemotor harus konsisten mengganti setiap sehari sekali.

    Apakah hanya pakai buff motor bisa mencegah virus corona?

    Hasil Cek Fakta

    Henry menyebut, penutup mulut saat motoran seperti balaclava dan buff hanya efektif menangkal partikel debu. Menurutnya penangkalan virus dengan dua perlengkapan riding tersebut justru salah kaprah.
    "Kalau seperti model buff dan balaclava tidak bisa menangkal virus, hanya sebagai penangkal debu saja. Kalo virus itu besarnya 0,4 mikron, lebih kecil dari partikel debu, jadi pakai itu sebenarnya tidak efektif," jelasnya.

    Rujukan

  • 1 PDP COVID-19 di NTT Meninggal, Punya Riwayat TBC

    Sumber:
    Tanggal publish: 27/07/2020

    Berita

    Jakarta - Seorang pasien dalam pengawasan (PDP) asal Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), meninggal setelah sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof Dr WZ Johannes Kupang. Sampel swab PDP tersebut dikirim ke laboratorium.
    "Petugas medis sudah mengambil swab dari PDP yang meninggal untuk diperiksa lebih mendalam di laboratorium guna memastikan pasien terpapar COVID-19 atau tidak," kata Juru Bicara Percepatan Penanganan COVID-19 NTT, Marius Ardu Jelamu, seperti dilansir Antara, Selasa (28/4/2020).

    Fakta atau hoax tentang sudah ada orang yang mati karena virus corona di malaka ntt

    Hasil Cek Fakta

    Dia mengatakan PDP tersebut berasal dari Kecamatan Sulamu. Pasien tersebut sempat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kupang yang telah ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan COVID-19.
    Marius mengatakan penanganan terhadap PDP yang meninggal itu sesuai dengan protokol kesehatan dalam penanganan pasien COVID-19. Berdasarkan keterangan dokter pada RSUD Prof Dr WZ Johannes Kupang, pasien tersebut memiliki penyakit penyerta, yaitu TBC dan gangguan pada paru-paru.

    Rujukan

  • Jokowi Putuskan UN 2020 Dihapus Akibat Pandemi Corona COVID-19

    Sumber:
    Tanggal publish: 27/07/2020

    Berita

    tirto.id - Pemerintah resmi menetapkan seluruh Ujian Nasional tahun 2020 (UN 2020) ditiadakan. Kebijakan peniadaan UN 2020 ini mulai dari sekolah maupun madrasah pada tingkat dasar (SD/MI), menengah pertama (SMP/MTS) maupun tingkat menengah atas (MA/SMA). "Ujian Nasional ditiadakan untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) atau setingkat Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau setingkat Madrasah Tsnawiyah (MTs), dan Sekolah Dasar (SD) atau setingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI)," kata Juru Bicara Presiden Jokowi Fadjroel Rachman dalam keterangan tertulis, Selasa (24/3/2020).

    Apa betul ujian nasional di hapus tahun 2020

    Hasil Cek Fakta

    Fadjroel mengatakan keputusan peniadaan Ujian Nasional 2020 adalah bagian dari sistem respon pandemi corona COVID-19 yang salah satunya adalah pengutamaan keselamatan kesehatan rakyat. Selain itu, peniadaan UN juga sejalan dengan kebijakan social distancing (pembatasan sosial) untuk memotong rantai penyebaran virus corona SARS 2 atau corona COVID-19. Ia berharap peniadaan UN diikuti dengan peran serta masyarakat dalam menghadapi pandemi virus corona COVID-19. "Kebijakan peniadaan UN perlu diikuti oleh partisipasi aktif warga dalam penerapan perilaku social distancing, yaitu kerja dari rumah, belajar dari rumah dan ibadah di rumah," kata Fadjroel. Keputusan Jokowi ini sejalan dengan apa yang telah diputuskan sebelumnya oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim bersama Komisi X DPR RI bahwa pelaksanaan UN 2020 harus ditiadakan. Kesepakatan itu didasarkan atas penyebaran COVID-19 yang kian masif. Padahal jadwal UN SMA harus dilaksanakan pada 30 Maret, begitu juga UN SMP yang harus dijadwalkan paling lambat akhir April mendatang. "Penyebaran wabah COVID-19 diprediksi akan terus berlangsung hingga April, jadi tidak mungkin kita memaksakan siswa untuk berkumpul melaksanakan UN di bawah ancaman wabah COVID-19 sehingga kami sepakat UN ditiadakan," ujar Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda dalam keterangannya, Rabu (24/3/2020) dilansir dari Antara.

    Rujukan

  • [CEK FAKTA] Pria di Binjai Positif Virus Corona Melarikan Diri dan Jadi Buronan

    Sumber:
    Tanggal publish: 27/07/2020

    Berita

    BINJAI, KabarMedan.com | Media sosial dihebohkan dengan adanya pesan berantai yang disebarkan melalui aplikasi WhatsApp, tentang kabar seorang pria di Kota Binjai yang positif virus corona, kemudian melarikan diri dan menjadi buronan.

    Dalam postingan yang ramai dibagikan warganet, terdapat sebuah screenshot pesan WhatsApp dengan foto seorang pria bertuliskan “Si tantinya mninggal barusan.. Tdi mlm suaminya mo dijemput paksa lari duluan.. Suaminya bilang mo disebar biar jgn kluarganya aja yg trinfeksi..Skarang lgi buron.. Buron Covid 19”

    Suaminya bilang mo disebar biar jgn keluarganya aja yg trinfeksi.. Skarang lgi buron

    Hasil Cek Fakta

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Binjai, dr Sugianto menjelaskan, bahwa kabar warga Kota Binjai positif Covid-19 yang melarikan diri dan menjadi buronan tersebut tidak benar.

    dr Sugianto mengatakan, kondisi terkini pria berinisial ‘D’ yang viral itu sedang dalam keadaan sehat tanpa adanya gejala positif virus corona.

    “Informasi yang beredar di medsos itu hoax, pria yang dimaksud saat ini sangat kooperatif menuruti langkah yang diberikan oleh pemerintah. Bahkan baru tadi kita selesai periksa kondisi dia, Alhamdulillah tidak positif dan tidak ada gejala virus corona sedikit pun,” terang Sugianto, Sabtu (21/3/2020).

    Akun media sosial resmi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mau pun Pemerintah Kota Binjai juga menegaskan, kabar tersebut tidak benar.

    Humas Pemko Binjai, lewat akun resmi Facebooknya menyebutkan, terkait dengan isu yang beredar ada warga Brahrang, Kecamatan Binjai Barat, mengenai virus Covid-19 saat ini pria tersebut dan anaknya hasil pemeriksaan negatif.

    “Status mereka ODP resiko ringan. Artinya mereka kembali ke rumah dan menjalankan semua petunjuk sebagaimana masyarakat lainnya,” tulis Humas Pemko Binjai.

    Rujukan