• [SALAH] Narasi Pesan Himbauan Pencegahan Virus Corona Mengatasnamakan UNICEF

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 10/03/2020

    Berita

    *INFORMASI PENTING*

    1. Corona merupakan virus berukuran besar. Diameter virus ini 400-500 micro, sehingga masker jenis apa pun dapat mencegah masuknya ke tubuh kita dan tidak perlu menggunakan masker yang mahal.

    2. Virus corona tidak melayang di udara, tapi menempel pada benda, sehingga penularannya tidak melalui udara.

    3. Apabila menempel di permukaan logam, virus corona dapat hidup selama 12 jam. Mencuci tangan dengan sabun dan air sudah cukup.

    4. Apabila menempel di kain, virus corona dapat hidup selama 9 jam, sehingg mencuci pakaian atau menjemurnya di bawah sinar matahari selama 2 jam sudah cukup untuk membunuhnya.

    5. Apabila menempel di tangan, virus corona dapat hidup selama 10 menit, sehingga menyediakan _*sterilizer*_ berbahan dasar alkohol cukup untuk berjaga-jaga.

    6. Apabila berada di udara bersuhu 26-27 °C, virus corona akan mati sehinga tidak hidup di daerah panas . Di samping itu, minum air panas dan berjemur di bawah sinar matahari sudah cukup sebagai pencegahan.
    Menghindari makanan dan minuman dingin termasuk ice cream sangat penting.

    7. Berkumur sampai dalam dengan air hangat dan garam akan membunuh virus corona di sekitar anak tekak (telak – Jw.) dan mencegahnya masuk kedalam paru-paru.

    Dengan mengikuti petunjuk ini cukup untuk mencegah virus corona.

    *UNICEF*

    Mohon sebarkan informasi ini untuk mencegah timbulnya ketakutan yang tidak perlu.

    Hasil Cek Fakta

    Beredar informasi berupa himbauan terkait dengan pencegahan virus corona dengan klaim himbauan tersebut berasal dari UNICEF. Informasi tersebut diunggah oleh akun Facebook @NurwantiListyaDewi pada 7 Maret 2020. Hingga saat ini, unggahan milik @NurwantiListyaDewi telah dibagikan sebanyak enam ribu kali oleh pengguna Facebook lainnya.

    Meski belum mengetahui kebenaran perihal unggahan milik @NurwantiListyaDewi, banyak warganet mempercayai akan himbauan tersebut dan berterimakasih kepada akun @NurwantiListyaDewi atas informasi yang diunggahnya. Namun setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, tidak ditemukan himbauan serupa yang diunggah oleh UNICEF.

    Melansir dari liputan6.com, tidak ditemukan narasi atau himbauan serupa yang diterbitkan oleh UNICEF. Tim Mafindo yang melakukan pencarian serupa dengan liputan6.com, yakni menggunakan situs pencarian google dengan memasukan kata kunci “Message on Coronavirus from Unicef”. Terdapat beberapa artikel yang membantah akan himbauan tersebut.

    Salah satu artikel yang memuat bantahan perihal himbauan tersebut adalah situs thequint.com dengan artikel berjudul “Message On Coronavirus (COVID-19) Neither From UNICEF Nor Accurate”. Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa UNICEF tidak mengeluarkan himbauan sepertihalnya yang diunggah oleh akun Facebook @NurwantiListyaDewi.

    Informasi yang diunggah oleh akun @NurwantiListyaDewi terkait dengan himbauan pencegahan terhadap virus corona tersebut adalah tidak sesuai dengan fakta. Pasalnya tidak ditemukan unggahan serupa yang berasal dari media sosial atau bahkan website resmi milik UNICEF. Unggahan milik @NurwantiListyaDewi mengarah kepada konten yang menyesatkan atau disebut dengan misleading content.

    Kesimpulan

    Sebuah akun Facebook membagikan informasi berupa himbauan terkait dengan pencegahan virus corona dengan klaim berasal dari Unicef. Himbauan tersebut telah mendapat banyak respon dari para pengguna Facebook lainnya. Namun setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, tidak ditemukan terkait dengan himbauan serupa yang berasal baik dari media sosial ataupun website resmi milik UNICEF.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Virus Corona Positif Ada di Indonesia, Bagaimana Minimalisir Penyebarannya?

    Sumber: Media Online
    Tanggal publish: 06/03/2020

    Berita

    "Daerah mana saja yang terkena virus corona"
    Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy buru-buru menemui Presiden Joko Widodo atau Jokowi, di Istana Kepresidenan pukul 09.50 WIB. Selama lebih dari satu jam ketiganya berada di dalam ruang kerja Jokowi di Istana Merdeka.

    Hingga sekitar pukul 11.00 WIB, Jokowi, Terawan, dan Muhadjir keluar ruangan menuju veranda Istana Merdeka. Dengan wajah tenang dan tutur berhati-hati, Jokowi mulai mengumumkan ke publik bahwa ada dua orang WNI yang terinfeksi virus corona atau Covid-19.

    Hasil Cek Fakta

    Jokowi mengatakan, pemerintah sudah berupaya maksimal mencegah virus mematikan itu masuk ke Indonesia. Meski demikian, kata dia, masih ada kekurangan sebab alat cek kondisi tubuh kadang tak akurat.

    "Thermal scanner kadang-kadang keakuratannya juga tidak bisa dijamin 100 persen," kata Jokowi.

    Jokowi menuturkan, kasus masuknya virus corona ke Tanah Air itu terungkap setelah ada laporan warga negara Jepang dinyatakan positif terinfeksi virus corona usai berkunjung ke Indonesia. Pemerintah kemudian menelusuri siapa saja yang kontak dengan WN Jepang tersebut.

    "Begitu ada informasi bahwa orang Jepang yang ke Indonesia kemudian tinggal di Malaysia dan dicek di sana positif corona, tim dari Indonesia langsung telusuri. Orang Jepang ke Indonesia bertamu ke siapa, bertemu siapa ditelusuri dan ketemu. : ibu 64 tahun dan putrinya 31 tahun," tutur Jokowi.

    Warga Negara Jepang yang menularkan virus corona ke Indonesia ini tercatat sebagai 'pasien ke-24' positif virus corona di Malaysia.

    Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Malaysia, Datuk Dr Noor Hisham Abdullah menyebut, pasien tersebut adalah seorang perempuan berusia 41 tahun, warga negara Jepang yang bekerja di Negeri Jiran.

    Ia mengalami demam dan berobat pada 17 Februari 2020. Perempuan itu kemudian dirawat di sebuah rumah sakit swasta. Di sana lah tes Covid-19 dilakukan. Hasilnya terkonfirmasi positif virus corona pada 27 Februari 2020.

    "Pasien saat ini dirawat di bangsal isolasi di Rumah Sakit Kuala Lumpur," kata Noor Hisham Abdullah seperti dikutip dari situs The Star.

    Hasil penelusuran menyebut, pasien tersebut memiliki riwayat perjalanan ke Jepang pada Januari 2020. Juga ke Indonesia pada awal Februari 2020.

    Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan kedua orang Indonesia yang tertular tersebut telah dirawat intensif di Rumah Sakit Infeksi Sulianti Saroso atau RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta Utara. Keduanya menjadi kasus pertama infeksi Covid-19 di Indonesia.

    Terawan menjelaskan, ibu dan anak itu dirawat di ruang isolasi khusus dan tidak melakukan kontak dengan pasien lainnya.

    Menurutnya, kondisi ibu berusia 64 tahun dan putrinya 31 tahun saat ini sudah mulai membaik.

    "Batuk, pilek, tadinya agak sesak. Tapi sekarang kondisinya sudah mulai membaik, cuma tinggal batuk aja," jelas Terawan.

    Terawan mengatakan, keduanya bertempat tinggal di wilayah dekat Depok.

    "(Dua orang itu) di rumahnya, daerah dekat Depok," ujar Menkes Terawan, Senin (2/3/2020).

    Terawan mengaku prosedur untuk penanganan orang terduga kena virus corona sudah dilakukan.

    "Kita sudah cek, kita bawa. Sudah melakukan isolasi rumah. Sesuai prosedur kita lakukan, menjaga rumahnya," kata Terawan.

    Berawal dari Acara Dansa

    Terawan mengungkapkan, bahwa dua orang di Indonesia yang terkonfirmasi positif virus Corona COVID-19 pertama kali berkontak dengan warga negara Jepang yang berasal dari Malaysia dalam sebuah pesta dansa pada 14 Februari lalu.

    "Kenanya karena dia guru dansa, ya dia berdansa dengan teman dekatnya itu dan kemudian tanggal 14 Februari, kalau tidak salah. Dua hari kemudian, dia merasa batuk-batuk, tidak enak, sehingga rawat jalan ke rumah sakit," kata Terawan di Rumah Sakit Pusat Infeksi Sulianti Saroso, Jakarta, pada Senin (2/3/2020).

    Terawan mengatakan, tanggal 26 Februari, pasien yang belum sembuh akhirnya meminta untuk dirawat karena gejala batuk, sesak napas, dan sedikit demam.

    "Dirawat tanggal 28 (Februari), ditelepon sama teman dansanya itu, teman dekatnya itu. Bahwa dia orang Jepangnya tadi dirawat dengan corona positif," kata Terawan.

    Namun, sebelum positif dinyatakan virus corona, Terawan mengatakan bahwa pasien tersebut sudah dirawat sebagai Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan menjadi pasien dalam pemantauan.

    "Sehingga teman-teman dokter yang berada di rumah sakit itu dia sudah menyiapkan diri dengan segala peralatannya begitu dianggap sebagai pasien dalam pemantauan," kata mantan Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto itu.

    Begitu mendapatkan informasi tersebut, dua pasien yang merupakan ibu dan putrinya itu dipindahkan ke RSPI Sulianti Saroso dan mendapatkan pemeriksaan pada 1 Maret untuk kemudian dinyatakan positif Covid-19.

    "Hasilnya tadi pagi saya diberitahu. Maka tracking sudah jalan, ketika dia ODP, tracking itu sudah dilakukan sehingga si cewek ini bersama ibunya yang usianya 64 tahun, kita cek di sini," kata Terawan.

    Lebih lanjut, Terawan mengatakan bahwa kedua pasien sudah berada dalam kondisi yang lebih baik.

    Sementara, keluarga dari dua pasien asal Depok, Jawa Barat yang terjangkit virus corona ini sudah dipisahkan dengan anggota keluarganya yang positif corona. Upaya ini untuk memastikan, agar mereka tidak terpapar virus corona.

    "Sudah dipantau juga keluarganya. Ada empat anggota keluarga," ujar Terawan.
    Wali Kota Depok, Jawa Barat, Muhammad Idris Abdul Somad mengatakan, ada sekitar 50 orang lebih yang berinteraksi dengan dua pasien positif virus corona. Sebab itu, pihaknya tengah mencari keberadaan mereka.

    "Penegasan, yang positif dua corona, yang terindikasi di atas 50 orang. Yang di atas 50 orang ini yang kontak langsung dengan korban," tutur Idris di Balai Kota Depok, Jawa Barat, Senin (2/3/2020).

    Menurut Idris, 50 orang tersebut mencakup petugas medis Rumah Sakit Mitra Keluarga Depok dan pasien di rumah sakit tersebut. Sebab, dua korban virus corona sempat memeriksakan kesehatannya di sana.

    "Memang ada beberapa pasien yang mengeluh flu di rumah sakit, tapi belum terbukti," katanya.

    Kini Pemkot Depok mengawasi setiap keluhan dan laporan yang masuk ke setiap lembaga medis, termasuk puskesmas dan rumah sakit. Idris berharap setiap lapisan masyarakat dapat sigap memberikan informasi terkait virus corona di lingkungannya.

    "Tetangga sekitarnya kami masih cari informasi yang lain ya," Idris menandaskan.

    Idris juga mengatakan, bahwa 70 lebih petugas medis dari Rumah Sakit Mitra Keluarga Depok mendapat perhatian khusus terkait virus corona.

    "Tujuh puluh itu bukan berarti positif, tapi yang berinteraksi dengan pasien. Itu dirumahkan dan sedang kita pantau," tutur Idris.

    Menurut Idris, puluhan orang itu diminta agar membatasi diri untuk keluar rumah. Mereka juga diharapkan dapat menahan diri dalam berinteraksi yang menimbulkan kontak fisik.

    "Tenaga medis yang berinteraksi, dikhawatirkan, karena mereka berinteraksi. Itu dihitung semua," jelas dia.

    32 Orang Suspect Corona di Jakarta

    Sementara, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti menyebut ada 32 orang yang dipantau di rumah sakit karena suspect virus corona. Sepuluh orang di antaranya menjalani perawatan.

    "Mulai Januari, sampai Februari kemarin 115 (pemantauan) kemudian yang diawasi adalah 32. Dari jumlah itu enggak semuanya dirawat, tentu dari pengawasan 32 itu kan akumulasi, begitu sehat ya selesai pulang. Tinggal 9 atau 10 orang yang sedang dalam perawatan," kata dia di Balai Kota, Jakarta, Senin (2/3/2020).

    Dia menambahkan, 10 orang yang diawasi terkait virus corona harus melewati beberapa prosedur yang dilakukan pihak kesehatan. Sehingga, masih harus ditempatkan di rumah sakit.

    "SOP nya kan belum selesai. pemeriksaannya kan tetap. Kan, ada termasuk pengobatan dari sindromatisnya. Gejalanya apa. Yang dirawat itu biasanya ada masalah dengan saluran pernapasan bagian bawah," terang Widyastuti.

    Dia melanjutkan, ada tiga rumah sakit di DKI Jakarta yang menjadi rujukan untuk penanganan corona. Paling besar dilakukan perawatan di RSPI Sulianti Saroso.

    "Di rumah sakit rujukan yang ada di DKI Jakarta, kan ada tiga: RSPI Suroso, RSPAD Gatot Soebroto, RS Persahabatan, sebagian besar dirawat di RSPI Suroso," katanya.
    Untuk mengatasi penyebaran virus corona ini, Jokowi mengatakan sudah melakukan beberapa persiapan, yaitu dengan menyiapkan 100 rumah sakit untuk menangani pasien yang terindikasi terserang virus corona.

    "Kita telah menyiapkan 100 rumah sakit rujukan dengan fasilitas ruang isolasi untuk pasien dengan gejala penyakit di paru-paru dan saluran pernapasan lain," kata Jokowi.

    Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan, ruang isolasi tersebut tersebar di berbagai rumah sakit baik di

    Rujukan

    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Orang yang Bergolongan Darah O Lebih Rentan Terinfeksi Virus Corona

    Sumber: laman daring
    Tanggal publish: 05/03/2020

    Berita

    Beredar informasi yang menyebutkan orang dengan golongan darah O lebih rentan terinfeksi virus Corona. Dalam artikel pada laman selebku[dot]com disebutkan ada lima poin alasannya. Berikut kutipannya:

    Orang yang Bergolongan Darah O Lebih Rentan Terinfeksi Virus Corona, Ini Penjelasannya

    Oráng memìlìkì golongán dáráh O terbìláng lebìh járáng átáu lebìh sedìkìt dìbándìngkán dengán oráng yáng memìlìkì golongán dáráh seláìn O. Berbìcárá golongán dáráh memáng sesuátu hál yáng menárìk. Pásálnyá, ádá beberápá hál sejáuh ìnì yáng teláh dìketáhuì tentáng kárákterìstìk golongán dáráh ìnì.

    Pengetáhuán yáng berkáìtán dengán golongán dáráh, sángát pentìng untuk dìketáhuì oleh semuá oráng. Náh ágár memperjelás, dìsìnì kámì memberìkán ìnformásì terkáìt tìpe golongán dáráh O. Dìlánsìr dárì brìghtsìde, berìkut ìnì penjelásánnyá.

    1) Golongán dáráh O bìsá menjádì donor unìversál
    Dálám hál ìnì seseoráng yáng memìlìkì golongán dáráh O dápát membántu pásìen yáng mengálámì másáláh kekurángán dáráh. Sebáb ìá dápát dì tránsfusì ke subkelompok RH O+, A+, B+ dán AB+.

    2) Tìdák bìsá menerìmá donor seláìn dárì golongán dáráh O
    Berbedá dengán kelebìhánnyá yáng bìsá menjádì donor unìversál. Golongán dáráh O tìdák bìsá menerìmá donor dáráh beberápá golongán dáráh láìnnyá.

    3) Resìko kesehátán
    Golongán dáráh O dìketáhuì sángát rentán sekálì terkená vìrus dán bákterì. Menurut beberápá penelìtìán golongán dáráh O memìlìkì ìnsìden ulkus duodenum 35% lebìh tìnggì dárìpádá golongán dáráh A, B dán AB.

    4) Másáláh keprìbádìán
    Berbìcárá tentáng hál ìnì golongán dáráh O dìkenál sebágáì prìbádì yáng semángát, dermáwán, mudáh bergául dán cukup bágus dárì sìsì fìnánsìál. Dálám hál percìntáán pun yáng memìlìkì dáráh O dìketáhuì sángát cocok dengán seseoráng yáng memìlìkì golongán dáráh A.

    5) Mánfáát kesehátán
    Meskì rentán terkená vìrus dán bákterì. Námun golongán dáráh O jugá memìlìkì keunggulán lho. Dìmáná ìá sángát rendáh untuk terkená kánker pánkreás.
    Nág, ìtuláh beberápá hál yáng wájìb kámu ketáhuì tentáng golongán dáráh O. Oráng yáng bergolongán dáráh O rentán terhádáp serángán vìrus, termásuk vìrus coroná yáng sedáng márák penyebáránnyá.
    Oleh kárená ìtu, bágì ándá yáng bergolongán dáráh O, hárus benár-benár menjágá kesehátán tubuh. Semogá bermánfáát.

    Goldar o

    Hasil Cek Fakta

    Melalui hasil penelusuran, diketahui bahwa informasi tersebut tidak benar. Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH., MMB membantah kabar tersebut. Dia menyebut bahwa kabar orang dengan golongan darah O rentan terjangkit virus corona adalah hoaks. "Itu hoaks," kata dr. Ari Fahrial Syam.

    Adapun, menurut penjelasan pakar Epidemiologi Universitas Indonesia, Syahrizal Syarif, kelompok orang yang paling rentan tertular virus corona (COVID-19) masuk dalam tiga kategori. Berikut penjelasan Syahrizal:

    […] Pertama, kelompok orang yang kontak dekat (closed contact). Menurut pakar Epidemiologi Universitas Indonesia, Syahrizal Syarif, yang termasuk kontak dekat adalah orang yang tinggal berpasangan atau satu rumah.

    "Closed contact itu orang yang tinggalnya pasangan, pasangan dari kasus (COVID-19) yang konfirmasi. Atau orang yang tinggal satu rumah dengan yang suspek atau punya gejala COVID-19," jelas Syahrizal saat konferensi pers di Gedung Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Komplek Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta, Selasa (3/3/2020).

    Tenaga medis yang menangani pasien suspek dan positif COVID-19 juga termasuk kontak dekat. Mereka langsung bersentuhan dengan pasien.

    "Untuk tenaga medis itu kontak erat. Mereka kan berkali-kali memeriksa pasien. Mengukur tensi, suhu tubuh, dan sebagainya. Ada kontak bersentuhan," lanjut Syahrizal.

    Kedua, kelompok orang yang masuk kontak sosial. Kontak sosial artinya, orang-orang yang berada dalam satu kelompok sosial. Seperti halnya kasus dua pasien asal Depok, Jawa Barat yang positif virus corona.

    "Orang-orang yang berada pada satu klub dansa tersebut harusnya diperiksa dan dipantau juga. Perlu ditelusuri, apakah orang-orang di klub dansa mengalami gejala COVID-19 yang mirip flu, demam dan sesak napas," Syahrizal menerangkan.

    Syahrizal pun mencontohkan, kasus orang yang terinfeksi COVID-19 di Korea Selatan.

    "Satu orang yang terinfeksi corona, lantas bisa menularkan pada seluruh anggota di komunitas gereja. Kontak sosial juga bisa dari anggota pengajian," terangnya.

    Ketiga, kontak area dilihat dari orang-orang yang berada pada satu wilayah yang terkonfirmasi COVID-19. Misalnya, area yang konfirmasi Kelurahan Sukmajaya. Di sana, akan ditelusuri siapa saja yang berada pada wilayah tersebut, dari satpam sampai penjual makanan atau minuman.

    "Di wilayah itu, ada tukang sayur dan security. Saya kira bisa ditelusuri, apalagi ada penjaga malam. Yang kasus pasien asal Depok, kalau tidak salah saya baca, ada tetangga yang jenguk sewaktu dia (yang bersangkutan) sakit," lanjut Syahrizal. […]

    Berdasarkan penjelasan tersebut maka orang yang rentan tertular Covid-19 baru ada tiga kategori. Ketiga kategori itu ialah kelompok orang yang kontak dekat (closed contact), kelompok orang yang masuk kontak sosial, dan kontak area dilihat dari orang-orang yang berada pada satu wilayah yang terkonfirmasi COVID-19. Dari ketiga kategori yang sudah dikemukakan itu tidak ada yang menyangkutpautkannya dengan golongan darah tertentu rentan terinfeksi COVID-19.

    Selain tiga kategori itu, dilansir dari theguardian.com, orang dengan pengidap diabetes dan penyakit jantung juga rentan terinfeksi COVID-19. Berikut kutipan pemberitaan yang sudah diterjemahkan:

    […] Penderita diabetes atau penyakit jantung diketahui lebih berisiko terkena coronavirus, yang mulai menyebar dengan cepat di Inggris dan internasional. Itu adalah keprihatinan bagi 7,4 juta warga Inggris yang memiliki beberapa bentuk penyakit jantung atau peredaran darah, yang mencakup 4,8 juta orang dengan diabetes.

    Faktor risiko yang umum adalah paru-paru, karena dengan kedua jenis pasien itu adalah organ yang cenderung rusak oleh coronavirus. Kesehatan mendasar mereka yang buruk berarti mereka berada dalam bahaya yang lebih besar menderita kerusakan medis serius dari Covid-19 daripada orang-orang dengan kesehatan yang baik.

    Jon Cohen, profesor emeritus penyakit menular di sekolah kedokteran Brighton dan Sussex, mengatakan: “Virus corona menyebabkan infeksi paru-paru - pneumonia. Ketika paru-paru mendapat infeksi - segala jenis pneumonia, bukan hanya coronavirus - udara mengisi dengan cairan yang disebabkan oleh peradangan. Jadi tubuh harus bekerja lebih keras untuk mendapatkan oksigen ke dalam darah.

    "Jantung dan paru-paru bekerja sebagai 'tim' yang terintegrasi erat, jadi ketika ada pneumonia, jantung harus bekerja lebih keras, dan jelas jika ada penyakit jantung yang sudah ada sebelumnya yang membuat tekanan ekstra pada jantung."

    Laporan awal dari wabah yang dimulai di China menyarankan 40% orang yang cukup sakit untuk dirawat di rumah sakit karena coronavirus memiliki penyakit kardiovaskular atau penyakit serebrovaskular - yang mempengaruhi aliran darah di otak mereka - seperti stroke.

    "Statistik itu tidak berarti orang dengan penyakit jantung lebih mungkin untuk tertular virus corona," kata Orly Vardeny, seorang profesor kedokteran di Sistem Perawatan Kesehatan Minneapolis VA dan University of Minnesota. "Itu hanya berarti bahwa orang-orang itu lebih cenderung mengalami komplikasi begitu mereka mendapatkannya."

    Orang-orang yang memiliki penumpukan lemak atau plak di arteri mereka dapat berisiko mengalami serangan jantung karena penyakit virus yang mirip dengan Covid-19 dapat mengacaukan plak-plak ini, yang kemudian dapat memblokir arteri yang menuju ke jantung, menurut Vardeny.

    Penderita diabetes, dengan tipe 1 atau tipe 2, beresiko menderita Covid-19 karena alasan yang sama.

    “Pasien dengan diabetes sering mengalami komplikasi yang melibatkan jantung, tetapi juga ginjal, dan dengan cara yang sama ketegangan tambahan pada tubuh dari infeksi dapat menyebabkan masalah sekunder pada organ-organ tersebut. Selain itu, kita tahu bahwa sistem kekebalan tubuh penderita diabetes tidak sebagus melawan infeksi seperti non-penderita diabetes, ”tambah Cohen.

    “Coronavirus dapat menyebabkan gejala dan komplikasi yang lebih parah pada diabetisi. Jika Anda menderita diabetes dan memiliki gejala seperti batuk, suhu tinggi, dan napas pendek, Anda perlu memantau gula darah dengan cermat dan menghubungi NHS 111, ”kata Dan Howarth, kepala perawatan di Diabetes UK. […]

    Kesimpulan

    Berdasarkan penjelasan tersebut, maka klaim bahwa orang dengan golongan darah O rentan terinfeksi COVID-19 tidak benar. Berdasarkan hal tersebut, maka konten informasi yang menyatakan orang dengan golongan darah O rentan terinfeksi COVID-19 masuk ke dalam kategori Fabricated Content atau Konten Palsu.

    Rujukan

    • Mafindo
    • Liputan 6
    • 2 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] "Kabar Terkini, India di Landa Badai Tornado"

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 05/03/2020

    Berita

    Sebuah fanpage Facebook bernama Berita Aceh Terkini mengunggah video yang mengklaim peristiwa yang ditayangkan adalah berita terkini India yang terkena badai tornado. Per 4 Maret 2020, video tersebut sudah ditanyangkan sebanyak 1,9 juta kali, dibagikan sekitar 37 ribu kali, dan ditanggapi 21 ribu orang. Berikut kutipan narasinya:

    Kabar Terkini... India di Landa Badai Tornado.... Azab ALLAH Sangat Nyata...

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, peristiwa yang terjadi di video tersebut bukan merupakan peristiwa terkini, melainkan telah terjadi pada 3 Mei 2020. Hal tersebut sebagaimana dijelaskan oleh media CNN yang menayangkan video serupa:

    […] See the strongest storm to hit India in 20 years

    Tropical Cyclone Fani has already forced authorities to evacuate more than 1 million people as it touched down on India's Odisha state.

    Source: CNN […]

    Terjemahan:

    […] Lihat bagaimana badai terkuat dalam 20 tahun terakhir menghantam India

    Siklon tropis Fani telah memaksa pemerintah mengevakuasi lebih dari 1 juta orang setelah menghancurkan negara bagian Odisha, India. Sumber: CNN […]

    Peristiwa tersebut juga diberitakan oleh media The Guardian sebagai berikut:

    […] Cyclone Fani: at least eight dead in India’s biggest storm in decades

    One million people evacuated as 170km/h winds make landfall in eastern Odisha state

    Cyclone Fari barrelled into Bangladesh on Saturday after leaving a trail of deadly destruction in India, passing through hundreds of densely populated, low-lying communities along the Bay of Bengal, one of the most vulnerable regions to flooding in the world.

    Major roads in the capital of eastern India’s Odisha state were scattered with trees and power lines, and the roof was torn off the city’s main railway station, after on Friday it was hit by the most severe storm on the Indian subcontinent in two decades.

    Almost all thatched-roof and mud houses across four districts in the state were destroyed by the cyclone, which made landfall at about 8am on Friday morning and began migrating north-west towards the city of Kolkata. […]

    Terjemahan:

    […] Siklon Fani: Setidaknya 8 Orang Meninggal dalam Badai Terbesar India dalam Beberapa Dekade Terakhir

    Satu juta orang dievakuasi setelah angin berkecepatan 170 km / jam menyebabkan longsor di bagian timur negara bagian Odisha.

    Siklon Fani bergerak ke Bangladesh pada hari Sabtu setelah meninggalkan jejak kerusakan mematikan di India, melewati ratusan populasi padat, di tengah komunitas di dataran rendah sepanjang Teluk Bengal, salah satu dari daerah paling rawan banjir di dunia.

    Jalan-jalan utama di ibukota negara bagian Odisha, India, dipenuhi pohon dan tiang listrik yang rubuh, dan atap-atap tersapu di stasiun kereta utama negara tersebut, setelah pada hari Jumat badai paling mematikan di India dalam dua dekade terakhir menghantam daerah tersebut.

    Hampir semua atap jerami dan rumah lumpur dalam empat distrik di Odisha hancur akibat dihantam siklon, yang menyebabkan longsor pada sekitar jam 8 hari Jumat pagi dan bergerak menuju barat laut ke arah Kota Kolkata. […]

    Kesimpulan

    Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa klaim di video tidak benar. Peristiwa dalam video tersebut bukan merupakan peristiwa terkini, melainkan terjadi pada 3 Mei 2019. Oleh karena itu, konten tersebut termasuk dalam kategori konten yang menyesatkan / misleading content.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini