• [SALAH] “Geoge Floyd tewas ditembak”

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 03/06/2020

    Berita

    NARASI

    “Geoge Floyd, pemuda kulit hitam tewas ditembak Polisi di Amerika. Polisi membantahnya.
    Lalu rekaman CCTV beredar.
    Sontak seluruh Amerika rusuh.
    Kalau di Plnet Yours “yang mesti ditangkap itu yg men-share video CCTV nya itu…”.
    Ya, kan…?”

    Hasil Cek Fakta

    BUKAN karena ditembak. George Floyd meninggal karena Asfiksia (sesak napas), setelah lehernya ditekan menggunakan lutut oleh Polisi Amerika.

    Kesimpulan

    BUKAN karena ditembak. George Floyd meninggal karena Asfiksia (sesak napas), setelah lehernya ditekan menggunakan lutut oleh Polisi Amerika.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Seorang Pesepeda Meninggal Di Monas Akibat Kehabisan Oksigen Karena Memakai Masker

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 03/06/2020

    Berita

    [NARASI]:

    “Henri meninggal saat bersepeda tadi pagi di monas krn kekurangan O2 (oksigen).

    Bersepeda jangan memakai masker…..
    Keterangan nya begini
    Menarik napas adalah mengambil O2 dari udara dan menghembuskan napas adalah mengeluarkan CO2 ke udara. Kelebihan kadar CO2 dalam tubuh adalah berbahaya. Bersepeda adalah exercise apalagi bila cepat dan menanjak….kebutuhan O2 bertambah…frekwensi napas dan nadi meningkat. Apabila memakai masker akan terjadi rebreathing dalam arti ada CO2 yang terisap kembali yang lama2 mengakibatkan naik nya kadar CO2 dalam darah dan bisa mengakibatkan keracunan…..salah satu gejalanya pusing dan mual.
    Dalam keadaan tidak latihan pk masker tidak akan apa apa….bisa saja terjadi sedikit kenaikan CO2 tapi tidak sampai terjadi keracunan.
    Karena nya bersepeda zaman covid pergilah ke tempat yang sepi dan udaranya besih. Masker tetap dibawa….dipakainya kalo istirahat atau ketemu teman.

    Selamat Olahraga”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, dilansir dari tempo.co pada 30 mei 2020, Kepala Polsek Gambir Ajun Komisaris Besar Kade Budiyarta membenarkah bahwa ada seorang pesepeda berinisial H, 48 tahun, yang meninggal di Monas, Jakarta, pada 25 Mei 2020. Namun, Budi menyatakan bahwa H meninggal bukan karena menggunakan masker saat berolahraga.

    Budi menuturkan bahwa H meninggal karena serangan jantung. “Itu sudah dipastikan oleh dokter. Keluarganya juga mengatakan dia (H) memang punya riwayat jantung. Mereka bingung kok informasi yang beredar seperti itu,” ujar Budi saat dihubungi Tempo lewat telepon pada 30 Mei 2020.

    Budi menjelaskan bahwa H awalnya pingsan saat tengah beristirahat di area Taman Pandang, Monas. Teman-temannya pun memberikan pertolongan pertama kepada H. Kemudian, mereka bersama petugas satuan Polisi Pamong Praja yang berada di lokasi membawa H ke RS Budi Kemuliaan.

    Pihak RS lantas merujuk H ke RSUD Tarakan. Menurut Budi, di situ, H dibawa ke ruang Intensive Care Unit (ICU) dan dinyatakan meninggal.

    Kesimpulan

    Bukan karena kehabisan oksigen akibat menggunakan masker. Pesepeda yang meninggal di Monas tersebut karena terkena serangan jantung. Pihak keluarga juga mengatakan bahwa yang bersangkutan memang memiliki riwayat penyakit jantung.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Presiden Jokowi Diam, Bukan Berarti Takut

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 03/06/2020

    Berita

    Akun Facebook Bambang mengunggah gambar yang di dalamnya terdapat tulisan dengan inti pesan menyudutkan keluarga Cendana yang merujuk pada Soeharto dan keluarga Cikeas yang merujuk pada Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan juga membela Presiden Joko Widodo atau Jokowi.
    Tulisan tersebut diunggah dengan menempelkan foto dan nama Pengacara kondang, Hotman Paris.
    Akun Facebook Bambang juga menambahkan pendapatnya yang berbunyi, “Nah loh….. Pak Jokowi diam bukan berarti takut dan Beliau bukan Presiden kaleng – kaleng…!!!, tulisnya, Rabu (3/6).
    NARASI:
    “Saya khawatir jika Pak Jokowi bila dipancing-pancing emosinya. Hati-hati saja keluarga Cendana dan keluarga Cikeas, harta gono-gini kalianlah jadi pertaruhannya. KPK dan Intelijen sudah dari 2014 mengumpulkan data dan faktanya. Yaaa tinggal menunggu perintahnya Presiden saja, langsung eksekusi tanah negara yang dikuasai mereka. Gawat itu, Saya sudah pasti bela Negara,” gambar yang di dalamnya terdapat tulisan atas nama dan foto Hotman Paris yang diunggah akun Facebook Bambang pada Rabu, (3/6).

    Hasil Cek Fakta

    Setelah menelusuri melalui mesin pencari, unggahan akun Bambang ini dapat dikatakan salah atau keliru. Unggahan Bambang yang dapat dikategorikan sebagai hoaks ini, sebelumnya pernah muncul dan sudah dibantah langsung oleh Hotman sendiri.
    Melalui akun Instagramnya @hotmanparisofficial, Hotman mengatakan kabar seperti yang diunggah akun Facebook Bambang adalah hoaks. “Hoax menggila! Dasar pengecut sebarkan hoax ini! Gus Hotman ngak tertarik politik,” tulisnya, Rabu (29/5/2019) lalu.
    Diketahui, foto yang diunggah akun Facebook Bambang, aslinya adalah foto karya Jurnalis kapanlagi.com, Budy Santoso.
    Dengan begitu, unggahan akun Facebook Bambang, dalam kategori Misinformasi dan Disinformasi dari First Draft dapat dikategorikan sebagai Misleading Content atau Konten yang Menyesatkan.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Pesan Jokowi ke Gibran, Jadi Pemimpin Itu Tidak Perlu Pintar

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 03/06/2020

    Berita

    Akun Facebook Ben Kassanova atau @ben.kassanova mengunggah screenshot atau tangkapan layar yang nampak dari media daring bertuliskan Togog News dengan judul berita “Gibran: Kata Bapak, Jadi Pemimpin Itu Tidak Perlu Pintar, Makanya Saya Akan Mencalonkan Diri Menjadi Walikota” pada Rabu (3/6).
    Dalam unggahannya, akun Facebook Ben Kassanova juga menambahkan tulisan “Rajin Dan Jago Ngibul Jadi Deh :joy::joy::joy: Asal populasi ebong belum Punah :joy::joy::joy:.”

    Hasil Cek Fakta

    Setelah melakukan penelusuran melalui mesin pencari, unggahan akun Facebook Ben Kassanova adalah salah atau keliru.
    Terdapatnya foto Putra sulung Presiden Jokowi, yakni Gibran Rakabuming Raka dalam unggahan akun Facebook Ben Kassanova adalah menjadi petunjuk dalam pencarian.
    Diketahui foto Gibran tersebut dipakai sebagai sampul dalam pemberitaan kompas.com yang berjudul “Gibran: Bila Patuh Anjuran Pemerintah, Wabah Corona Segera Usai” dengan waktu penayangannya sama seperti pada tangkapan layar akun Facebook Ben Kassanova yaitu Jumat, 24 April 2020, pukul 11.46 WIB.
    Dengan begitu, unggahan suntingan atau editan artikel oleh akun Facebook Ben Kassanova dalam kategori Misinformasi dan Disinformasi dari First Draft dapat disebut sebagai Manipulated Content atau Konten yang Dimanipulasi.

    Kesimpulan

    Unggahan tangkapan layar dengan foto Gibran dan judul artikel “Gibran: Kata Bapak, Jadi Pemimpin Itu Tidak Perlu Pintar, Makanya Saya Akan Mencalonkan Diri Menjadi Walikota” yang diunggah akun Facebook Ben Kassona adalah salah dan hasil suntingan atau editan. Artikel aslinya berdasarkan kesamaan foto dan waktu pemberitaan yang terdapat pada tangkapan layar adalah berasal dari kompas.com dengan tajuk “Gibran: Bila Patuh Anjuran Pemerintah, Wabah Corona Segera Usai.”

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini