Salah satu dokumen Pemerintahan Ekuador tertulis perlu meningkatkan kesadaran tentang “akses yang aman dan legal untuk aborsi”, dalam permohonan bantuan sebesar USD46,4 juta kepada Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA). Kantor ini sebagai pimpinan tanggap darurat internasional PBB terhadap virus Corona. Dokumen itu akhirnya digambarkan oleh artikel-artikel online sebagai syarat bantuan PBB. FAKTANYA, PBB tetap memberikan bantuan kemanusiaan kepada setiap negara dan tanpa syarat.
[NARASI]:
(Terjemahan)
“PBB Menolak Mengirimkan Bantuan Coronavirus ke Negara Pro-Life, Kecuali Melegalkan Aborsi”
LifeNews menuliskan bahwa PBB menggunakan alasan bantuan coronavirus untuk menekan Ekuador agar melegalkan pembunuhan bayi yang belum lahir dalam aborsi, kata para pemimpin pro-kehidupan di negara itu bulan ini.
Kantor Berita Katolik melaporkan Kementerian Hubungan Luar Negeri dan Mobilitas Manusia Ekuador baru-baru ini meminta bantuan USD46,4 juta kepada Rencana Tanggap Kemanusiaan PBB untuk COVID-19.
Di dalam “paket” bantuan itu, bertujuan untuk menjaga kesehatan ibu, bayi baru lahir dan anak-anak serta layanan kesehatan seksual dan reproduksi lainnya selama pandemi, termasuk aborsi, menurut laporan itu.
“Ketakutan (kami) adalah bahwa otoritas tertinggi kami di Ekuador bahkan akan mempertimbangkan untuk menerima bantuan sebesar USD46 juta dengan imbalan ribuan nyawa anak yang belum lahir,” kata Martha Villafuerte dari Jaringan Keluarga Guayaquil yang pro-kehidupan mengatakan kepada ACI Prensa.”
======
[SALAH] PBB Tak Beri Bantuan Covid-19 Bagi Negara Yang Tidak Legalkan Aborsi
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 29/05/2020
Berita
Hasil Cek Fakta
Beredar sebuah artikel yang menyebutkan bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tidak akan memberikan bantuan Covid-19 bagi negara-negara yang tidak melegalkan aborsi.
Artikel itu diterbitkan oleh portal media LifeNews berjudul “UN Refuses to Send Coronavirus Funds to Pro-Life Nation Unless It Legalizes Abortions” pada 18 Mei 2020.
Berdasarkan penelusuran, dilansir dari merdeka.com, berita tentang PBB yang menolak memberikan bantuan pada negara-negara yang tidak melegalkan aborsi adalah hoaks. Dalam artikel AFP Fact Check berjudul “UN falsely accused of demanding Ecuador ‘legalize’ abortions to get COVID-19 aid” pada 23 Mei 2020, dijelaskan bahwa ada kekeliruan pemahaman di dalam berita tersebut.
AFP Fact Check menjelaskan bahwa artikel LifeNews merujuk pada 30 April. Saat itu Kementerian Hubungan Luar Negeri Ekuador meminta permohonan bantuan sebesar USD46,4 juta kepada Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA). Kantor ini sebagai pimpinan tanggap darurat internasional PBB terhadap virus Corona.
Kemudian Ekuador memiliki Aplikasi untuk menjelaskan tentang bidang-bidang yang dibutuhkan, termasuk keamanan makanan, kesehatan, perumahan dan pendidikan.
Ada pula dokumen pemerintah yang bertujuan menjaga “kesinambungan kesehatan ibu, bayi baru lahir dan anak-anak serta layanan kesehatan seksual dan reproduksi lainnya selama pandemi.”
Dalam dokumen itu pula, tertulis perlu meningkatkan kesadaran tentang “akses yang aman dan legal untuk aborsi”. Dokumen itu akhirnya digambarkan oleh artikel-artikel online sebagai syarat bantuan PBB.
“Setiap saran bahwa kita menggunakan alasan pandemi COVID-19 sebagai peluang untuk mempromosikan aborsi adalah tidak benar,” Zoe Paxton, juru bicara OCHA di New York, mengatakan kepada AFP melalui email.
“Sementara kami mendukung layanan kesehatan yang mencegah jutaan wanita meninggal selama kehamilan dan persalinan dan melindungi orang dari infeksi menular seksual, termasuk HIV, kami tidak berusaha untuk mengesampingkan hukum nasional apa pun.”
Untuk mengatasi dampak pandemi COVID-19 di “negara-negara yang rapuh,” badan PBB tersebut mengajukan banding USD6,7 miliar untuk Rencana Tanggap Kemanusiaan Global. Dana itu kemudian didistribusikan ke berbagai negara sesuai dengan berbagai kebutuhan kemanusiaan mereka, termasuk bantuan USD46,4 juta untuk Ekuador.
Adapun tindak aborsi di Ekuador hanya sah ketika kehamilan sang ibu merupakan ancaman bagi kehidupan atau kesehatan dirinya sendiri, atau ketika sang ibu merupakan korban pemerkosaan.
Juru Bicara PBB di Ekuador, Mario Naranjo, mengatakan kepada AFP bahwa “Rencana itu hanya bertujuan untuk menerapkan hukum nasional, yang memungkinkan aborsi aman dalam dua keadaan yang secara jelas ditentukan dalam hukum pidana Ekuador.
“Bantuan kemanusiaan diberikan tanpa syarat.”
Artikel itu diterbitkan oleh portal media LifeNews berjudul “UN Refuses to Send Coronavirus Funds to Pro-Life Nation Unless It Legalizes Abortions” pada 18 Mei 2020.
Berdasarkan penelusuran, dilansir dari merdeka.com, berita tentang PBB yang menolak memberikan bantuan pada negara-negara yang tidak melegalkan aborsi adalah hoaks. Dalam artikel AFP Fact Check berjudul “UN falsely accused of demanding Ecuador ‘legalize’ abortions to get COVID-19 aid” pada 23 Mei 2020, dijelaskan bahwa ada kekeliruan pemahaman di dalam berita tersebut.
AFP Fact Check menjelaskan bahwa artikel LifeNews merujuk pada 30 April. Saat itu Kementerian Hubungan Luar Negeri Ekuador meminta permohonan bantuan sebesar USD46,4 juta kepada Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA). Kantor ini sebagai pimpinan tanggap darurat internasional PBB terhadap virus Corona.
Kemudian Ekuador memiliki Aplikasi untuk menjelaskan tentang bidang-bidang yang dibutuhkan, termasuk keamanan makanan, kesehatan, perumahan dan pendidikan.
Ada pula dokumen pemerintah yang bertujuan menjaga “kesinambungan kesehatan ibu, bayi baru lahir dan anak-anak serta layanan kesehatan seksual dan reproduksi lainnya selama pandemi.”
Dalam dokumen itu pula, tertulis perlu meningkatkan kesadaran tentang “akses yang aman dan legal untuk aborsi”. Dokumen itu akhirnya digambarkan oleh artikel-artikel online sebagai syarat bantuan PBB.
“Setiap saran bahwa kita menggunakan alasan pandemi COVID-19 sebagai peluang untuk mempromosikan aborsi adalah tidak benar,” Zoe Paxton, juru bicara OCHA di New York, mengatakan kepada AFP melalui email.
“Sementara kami mendukung layanan kesehatan yang mencegah jutaan wanita meninggal selama kehamilan dan persalinan dan melindungi orang dari infeksi menular seksual, termasuk HIV, kami tidak berusaha untuk mengesampingkan hukum nasional apa pun.”
Untuk mengatasi dampak pandemi COVID-19 di “negara-negara yang rapuh,” badan PBB tersebut mengajukan banding USD6,7 miliar untuk Rencana Tanggap Kemanusiaan Global. Dana itu kemudian didistribusikan ke berbagai negara sesuai dengan berbagai kebutuhan kemanusiaan mereka, termasuk bantuan USD46,4 juta untuk Ekuador.
Adapun tindak aborsi di Ekuador hanya sah ketika kehamilan sang ibu merupakan ancaman bagi kehidupan atau kesehatan dirinya sendiri, atau ketika sang ibu merupakan korban pemerkosaan.
Juru Bicara PBB di Ekuador, Mario Naranjo, mengatakan kepada AFP bahwa “Rencana itu hanya bertujuan untuk menerapkan hukum nasional, yang memungkinkan aborsi aman dalam dua keadaan yang secara jelas ditentukan dalam hukum pidana Ekuador.
“Bantuan kemanusiaan diberikan tanpa syarat.”
Rujukan
[SALAH] Foto Kaesang Mengenakan Kaos Logo Palu Arit
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 29/05/2020
Berita
Pelintiran daur ulang. Foto hasil SUNTINGAN (editan), di foto aslinya TIDAK ada logo Palu Arit di kaos yang dikenakan.
NARASI
* “Betul kata orang dulu……
Buah kalau jatuy tax kan jauh pohonya….” (di post).
–
* “Ndok Jangan Buka Aib keluarga
Nda enak sama Yang Lain” (di dalam foto).
======
Kaesang pki
NARASI
* “Betul kata orang dulu……
Buah kalau jatuy tax kan jauh pohonya….” (di post).
–
* “Ndok Jangan Buka Aib keluarga
Nda enak sama Yang Lain” (di dalam foto).
======
Kaesang pki
Hasil Cek Fakta
PENJELASAN
(1) First Draft News: “Konten yang dimanipulasi
Ketika informasi atau gambar yang asli dimanipulasi untuk menipu”
Selengkapnya di http://bit.ly/2rhTadC / http://bit.ly/2MxVN7S.
* SUMBER membagikan foto hasil suntingan.
* SUMBER menambahkan narasi yang salah sehingga menimbulkan kesimpulan keliru.
======
(2) Salah satu sumber foto asli,
* detikHot @ 11 Mar 2018: “Dua anak Jokowi dikenal memiliki usaha kuliner. Gibran Rakubuming Raka dengan bisnis martabak bernama Markobar, sedangkan Kaesang Pangarep dengan bisnis pisang nuget bernama Sang Pisang.”
Selengkapnya di “Berbisnis, 2 Anak Jokowi Makin Mandiri” https://bit.ly/3gtx9QY / https://archive.md/ywAxW (arsip cadangan).
======
(1) First Draft News: “Konten yang dimanipulasi
Ketika informasi atau gambar yang asli dimanipulasi untuk menipu”
Selengkapnya di http://bit.ly/2rhTadC / http://bit.ly/2MxVN7S.
* SUMBER membagikan foto hasil suntingan.
* SUMBER menambahkan narasi yang salah sehingga menimbulkan kesimpulan keliru.
======
(2) Salah satu sumber foto asli,
* detikHot @ 11 Mar 2018: “Dua anak Jokowi dikenal memiliki usaha kuliner. Gibran Rakubuming Raka dengan bisnis martabak bernama Markobar, sedangkan Kaesang Pangarep dengan bisnis pisang nuget bernama Sang Pisang.”
Selengkapnya di “Berbisnis, 2 Anak Jokowi Makin Mandiri” https://bit.ly/3gtx9QY / https://archive.md/ywAxW (arsip cadangan).
======
Rujukan
[SALAH] “Di Italia, ketika gereja dibuka kembali, hampir semua jemaatnya sudah meninggal karena COVID”
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 29/05/2020
Berita
Bukan di Italia. Gereja itu adalah Salem Baptist Church di Amerika Serikat. Video adalah kejutan untuk pastor Salem Baptist Church, Larry, berupa foto-foto jemaat yang dipasang di setiap kursi gereja saat ibadah Paskah pada 12 April 2020. Foto-foto itu merupakan pengganti di saat jemaat tidak bisa berkumpul di gereja karena pandemi COVID-19.
Akun Ps. Dodik Andri A (fb.com/176749102774651) mengunggah sebuah video dengan narasi:
“Video diatas adalah kisah yang sebenarnya yg sedang terjadi di Italia. Ketika gereja dibuka kembali, ternyata hampir semua jemaatnya sudah berada dalam kerajaan sorga. Meninggal karena COVID. Mereka harus sudah mulai memikirkan penjangkauan the next generation.”
Akun Ps. Dodik Andri A (fb.com/176749102774651) mengunggah sebuah video dengan narasi:
“Video diatas adalah kisah yang sebenarnya yg sedang terjadi di Italia. Ketika gereja dibuka kembali, ternyata hampir semua jemaatnya sudah berada dalam kerajaan sorga. Meninggal karena COVID. Mereka harus sudah mulai memikirkan penjangkauan the next generation.”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Tempo, klaim bahwa video yang diunggah oleh sumber klaim adalah video kejadian di Italia ketika gereja dibuka kembali, hampir semua jemaatnya meninggal karena COVID-19 adalah klaim yang salah.
Bukan di Italia. Gereja itu adalah Salem Baptist Church yang berlokasi di Lake, Mississippi, Amerika Serikat.
Video itu pun direkam saat pastor Salem Baptist Church, Larry, menerima kejutan berupa foto-foto jemaat yang dipasang di setiap kursi gereja saat ibadah Paskah pada 12 April 2020. Foto-foto itu merupakan pengganti di saat jemaat tidak bisa berkumpul di gereja karena pandemi COVID-19.
Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo mula-mula memfragmentasi video unggahan akun Facebook Asbond S. Manurung itu menjadi beberapa gambar dengan tool InVID. Kemudian, gambar-gambar itu ditelusuri dengan reverse image tool Google. Hasilnya, Tempo terhubung dengan akun yang pertama kali mengunggah video itu pada 12 April 2020, yakni akun Salem Baptist Church.
Akun milik sebuah gereja ini memberikan keterangan pada video unggahannya itu, bahwa video tersebut direkam oleh T&T Creative Media saat umat Salem Baptist Church memberikan kejutan kepada Brother (sebutan bagi pastor dalam Gereja Baptis) Larry dalam rangka Paskah pada 12 April 2020. Kejutan yang dimaksud adalah foto-foto jemaat yang terpasang di kursi gereja.
“To our Salem family: we want to share with you the video of us surprising Bro. Larry with all your pictures for the Easter service. It was such a special, moving time. You can tell by this video how much he loves you all. This video is exclusively managed by T&T Creative Media. For licensing / permission to use please contact licensing@tt-creative.com,” demikian narasi yang diunggah oleh akun Salem Baptist Church.
Video unggahan akun Salem Baptist Church ini telah ditonton lebih dari 2,3 juta kali dan dibagikan lebih dari 30 ribu kali. Video itu pun mendapatkan lebih dari 4 ribu komentar yang sebagian besar berasal dari akun milik jemaat Salem Baptist Church. Dari komentar-komentar itu, Tempo mendapatkan petunjuk bahwa jemaat tidak bisa mengikuti ibadah Paskah di gereja di tengah pandemi Covid-19. Sebagai gantinya, para jemaat memasang foto di setiap kursi gereja.
“Ini persis seperti yang saya rasakan, kita semua akan terlihat seperti ketika kita sampai di surga. Hanya dengan kagum. Bro. Larry memimpin umatnya tidak seperti yang lain. Kami mencintaimu Bro. Larry dan rindu beribadah dengan keluarga gereja kami! Tidak sabar untuk kembali ke gereja kami,” demikian komentar dari salah satu akun milik jemaat Salem Baptist Church, Diane Moody Savell.
Tempo juga memperoleh petunjuk pada unggahan akun Salem Baptist Church sebelumnya yang memuat foto Brother Larry sedang berdiri di tengah gereja dengan foto para jemaat di setiap kursinya. “Terima kasih kepada semua umat Salem atas foto-foto Anda yang membuat ibadah Paskah kami begitu istimewa. Bro. Larry gembira melihat semua wajah Anda yang tersenyum!”
Di tengah pandemi Covid-19, Salem Baptist Church memang tetap memberikan ibadah Paskah secara online bagi jemaatnya melalui Facebook. Dalam video yang diunggah akun Salem Baptist Church, terlihat sejumlah umat yang membuka ibadah Paskah itu dengan menyanyikan lagu-lagu rohani.
Selain itu, Salem Baptist Church bukan berlokasi di Italia, melainkan di Amerika Serikat. Di akun Salem Baptist Church, tertulis bahwa gereja ini beralamat di 2380 Salem Road, Lake, Mississippi, Amerika Serikat. Saat dicek dengan Google Maps, memang benar gereja ini berada di Lake, Mississippi, Amerika Serikat.
Bukan di Italia. Gereja itu adalah Salem Baptist Church yang berlokasi di Lake, Mississippi, Amerika Serikat.
Video itu pun direkam saat pastor Salem Baptist Church, Larry, menerima kejutan berupa foto-foto jemaat yang dipasang di setiap kursi gereja saat ibadah Paskah pada 12 April 2020. Foto-foto itu merupakan pengganti di saat jemaat tidak bisa berkumpul di gereja karena pandemi COVID-19.
Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo mula-mula memfragmentasi video unggahan akun Facebook Asbond S. Manurung itu menjadi beberapa gambar dengan tool InVID. Kemudian, gambar-gambar itu ditelusuri dengan reverse image tool Google. Hasilnya, Tempo terhubung dengan akun yang pertama kali mengunggah video itu pada 12 April 2020, yakni akun Salem Baptist Church.
Akun milik sebuah gereja ini memberikan keterangan pada video unggahannya itu, bahwa video tersebut direkam oleh T&T Creative Media saat umat Salem Baptist Church memberikan kejutan kepada Brother (sebutan bagi pastor dalam Gereja Baptis) Larry dalam rangka Paskah pada 12 April 2020. Kejutan yang dimaksud adalah foto-foto jemaat yang terpasang di kursi gereja.
“To our Salem family: we want to share with you the video of us surprising Bro. Larry with all your pictures for the Easter service. It was such a special, moving time. You can tell by this video how much he loves you all. This video is exclusively managed by T&T Creative Media. For licensing / permission to use please contact licensing@tt-creative.com,” demikian narasi yang diunggah oleh akun Salem Baptist Church.
Video unggahan akun Salem Baptist Church ini telah ditonton lebih dari 2,3 juta kali dan dibagikan lebih dari 30 ribu kali. Video itu pun mendapatkan lebih dari 4 ribu komentar yang sebagian besar berasal dari akun milik jemaat Salem Baptist Church. Dari komentar-komentar itu, Tempo mendapatkan petunjuk bahwa jemaat tidak bisa mengikuti ibadah Paskah di gereja di tengah pandemi Covid-19. Sebagai gantinya, para jemaat memasang foto di setiap kursi gereja.
“Ini persis seperti yang saya rasakan, kita semua akan terlihat seperti ketika kita sampai di surga. Hanya dengan kagum. Bro. Larry memimpin umatnya tidak seperti yang lain. Kami mencintaimu Bro. Larry dan rindu beribadah dengan keluarga gereja kami! Tidak sabar untuk kembali ke gereja kami,” demikian komentar dari salah satu akun milik jemaat Salem Baptist Church, Diane Moody Savell.
Tempo juga memperoleh petunjuk pada unggahan akun Salem Baptist Church sebelumnya yang memuat foto Brother Larry sedang berdiri di tengah gereja dengan foto para jemaat di setiap kursinya. “Terima kasih kepada semua umat Salem atas foto-foto Anda yang membuat ibadah Paskah kami begitu istimewa. Bro. Larry gembira melihat semua wajah Anda yang tersenyum!”
Di tengah pandemi Covid-19, Salem Baptist Church memang tetap memberikan ibadah Paskah secara online bagi jemaatnya melalui Facebook. Dalam video yang diunggah akun Salem Baptist Church, terlihat sejumlah umat yang membuka ibadah Paskah itu dengan menyanyikan lagu-lagu rohani.
Selain itu, Salem Baptist Church bukan berlokasi di Italia, melainkan di Amerika Serikat. Di akun Salem Baptist Church, tertulis bahwa gereja ini beralamat di 2380 Salem Road, Lake, Mississippi, Amerika Serikat. Saat dicek dengan Google Maps, memang benar gereja ini berada di Lake, Mississippi, Amerika Serikat.
Rujukan
[SALAH] “Hari ini 2 kasir Chandra karang dinyatakan positive Covid 19”
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 29/05/2020
Berita
Pesan tersebut diketahui adalah palsu alias hoaks, setelah pihak kepolisian yang dibarengi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung angkat bicara. Pusat perbelanjaan Chandra sendiri hingga saat ini telah bekerjasama dengan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 setempat dengan menjalankan protokol kesehatan sesuai dengan yang dianjurkan.
NARASI:
Sekilas info
Daro grup sebelah
Hari ini 2 kasir Chandra karang dinyatakan positive Covid 19
Ya Allah..kasir yg mana yaa..
Pasti bnyak konsumen jg yg SDH terpapar..
NARASI:
Sekilas info
Daro grup sebelah
Hari ini 2 kasir Chandra karang dinyatakan positive Covid 19
Ya Allah..kasir yg mana yaa..
Pasti bnyak konsumen jg yg SDH terpapar..
Hasil Cek Fakta
PENJELASAN: Masyarakat Lampung dikejutkan dengan beredarnya informasi seputar adanya dua orang pegawai di pusat perbelanjaan Chandra Superstore yang positif virus corona atau Covid-19. Informasi tersebut disebarkan melalui pesan berantai Whatsapp dalam beberapa hari terakhir. Menurut narasi yang beredar, disebutkan pula bahwa pasti banyak pengunjung yang telah terpapar Covid-19 dikarenakan dua orang kasir yang positif tersebut.
Menanggapi informasi yang sudah menyebar di masyarakat, pihak kepolisian yang telah melakukan konfirmasi kepada Satgas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung akhirnya angkat bicara. Melansir dari suara.com, Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad menegaskan bahwa pesan tersebut adalah palsu alias hoaks.
‘’Bahwa hasil konfirmasi dengan pihak Satgas Terpadu Gugus Percepatan Covid-19 Provinsi Lampung tidak ada nama dari pegawai Chandra Supermarket di Lampung yang terkonfirmasi Covid-19,” jelas Kombes Zahwani.
Lebih lanjut diimbau kepada masyarakat, untuk tidak turut serta menyebarkan informasi yang tidak mempunyai kejelasan sumber valid. Oleh sebab itu, Kombes Zahwani meminta masyarakat agar selalu mengecek kembali segala informasi, sebelum akhirnya dibagikan kepada pihak lain.
“Dengan demikian informasi yang beredar di medsos adalah hoaks. Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat Provinsi Lampung di tengah pandemi Covid-19 agar tidak memberikan informasi yang belum jelas, agar disaring sebelum disharing, demi keamanan dan kenyamanan bersama. Terima kasih,” tegas Kombes Zahwani.
Sementara itu, Staff Promosi Chandra Superstore Apriati juga turut menegaskan bahwa informasi perihal dua kasir positif Covid-19 adalah hoaks. Hal tersebut juga didukung dengan adanya pengecekan dari puskesmas Kampung Sawah. Saat itu petugas kesehatan segera turun langsung untuk mengecek seluruh absensi karyawan dan juga kasir Chandra Superstore. Hasilnya seluruh karyawan diketahui masuk dan dinyatakan dalam keadaan sehat.
“Tadi juga sudah ada dari puskesmas Kampung Sawah datang kemari untuk mengecek absensi karyawan dan kasir, mereka masuk dalam keadaan sehat semua. Jadi informasi itu tidak benar,” jelas Apriati.
Lebih lanjut Apriati menjelaskan jika pihaknya telah bekerjasama dengan pihak Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung, untuk turut serta mengikuti protokol kesehatan sesuai dengan arahan yang dianjurkan.
“Kita sendiri saat ini memang bekerjasama dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung untuk pencegahan penyebaran Covid-19. Jadi di Chandra memang sudah ada protokol kesehatan yang dijalankan,” tambahnya.
===
Menanggapi informasi yang sudah menyebar di masyarakat, pihak kepolisian yang telah melakukan konfirmasi kepada Satgas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung akhirnya angkat bicara. Melansir dari suara.com, Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad menegaskan bahwa pesan tersebut adalah palsu alias hoaks.
‘’Bahwa hasil konfirmasi dengan pihak Satgas Terpadu Gugus Percepatan Covid-19 Provinsi Lampung tidak ada nama dari pegawai Chandra Supermarket di Lampung yang terkonfirmasi Covid-19,” jelas Kombes Zahwani.
Lebih lanjut diimbau kepada masyarakat, untuk tidak turut serta menyebarkan informasi yang tidak mempunyai kejelasan sumber valid. Oleh sebab itu, Kombes Zahwani meminta masyarakat agar selalu mengecek kembali segala informasi, sebelum akhirnya dibagikan kepada pihak lain.
“Dengan demikian informasi yang beredar di medsos adalah hoaks. Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat Provinsi Lampung di tengah pandemi Covid-19 agar tidak memberikan informasi yang belum jelas, agar disaring sebelum disharing, demi keamanan dan kenyamanan bersama. Terima kasih,” tegas Kombes Zahwani.
Sementara itu, Staff Promosi Chandra Superstore Apriati juga turut menegaskan bahwa informasi perihal dua kasir positif Covid-19 adalah hoaks. Hal tersebut juga didukung dengan adanya pengecekan dari puskesmas Kampung Sawah. Saat itu petugas kesehatan segera turun langsung untuk mengecek seluruh absensi karyawan dan juga kasir Chandra Superstore. Hasilnya seluruh karyawan diketahui masuk dan dinyatakan dalam keadaan sehat.
“Tadi juga sudah ada dari puskesmas Kampung Sawah datang kemari untuk mengecek absensi karyawan dan kasir, mereka masuk dalam keadaan sehat semua. Jadi informasi itu tidak benar,” jelas Apriati.
Lebih lanjut Apriati menjelaskan jika pihaknya telah bekerjasama dengan pihak Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung, untuk turut serta mengikuti protokol kesehatan sesuai dengan arahan yang dianjurkan.
“Kita sendiri saat ini memang bekerjasama dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung untuk pencegahan penyebaran Covid-19. Jadi di Chandra memang sudah ada protokol kesehatan yang dijalankan,” tambahnya.
===
Rujukan
Halaman: 7611/8681



