• [SALAH] Video Bimbim Slank Komunisme/PKI

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 23/05/2020

    Berita

    Akun NyaiBack (@CintaNKRI08) mengunggah sebuah video Bimbim Slank mengucapkan selamat ulang tahun. Dalam narasi penyertanya akun tersebut mengaitkan video Bimbim dengan komunisme dan PKI.

    Berikut kutipan narasinya:

    “Selama Dirimu Mimpin Jow @jokowi. Semua Terang Benderang Ttg Komunisme , Salah Satu Pndukung setia mu Mantan pemakai Narkoba ,ternyata Saya Tahu siapa dia sekarang ? #RakyatKompakTumpasPKI”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa klaim tersebut tidak benar. Pencarian dilakukan dengan melihat ada logo bertuliskan “Boedoet” di video tersebut. Dari hasil pencarian ditemukan video serupa dari akun Boedoet 40 (@Boedoetcus).

    Pada twit akun tersebut tanggal 21 Mei 2020 jam 4.30 terdapat narasi Bimbim mengucapkan ulang tahun kepada sekolah Boedi Oetomo. “Masih suasana #Boedoet112tahun. Kali ini ucapan selamat ulang tahun dari Bimbim slank,” twit akun @Boedoetcus.

    Selain itu, akun Slank Band (@slankdotcom) memberikan klarifikasi terkait isi video tersebut. Dalam twitnya, akun tersebut menyatakan bahwa video tersebut ucapan selamat ulang tahun dari Bimbim Slank kepada sekolah Boedi Oetomo yang ke 112.

    “Kita lurusin ya guys, di video ini #Bim2x ngucapin selamat hari jadi Boedoet yang diakhiri kalimat ‘peace always.’ Coba dengerin pelan-pelan, pakai headphone biar jelas. Nggak baik nyebarin fitnah/hoax, apalagi di bulan suci,” cuit akun @slankdotcom.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penjelasan tersebut, maka klaim narasi tidak benar dan menyesatkan. Oleh sebab itu, konten twit Twitter tersebut masuk ke dalam kategori Misleading Content atau Konten yang Menyesatkan.

    Rujukan

    • Mafindo
    • Medcom.id
    • 2 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Daftar Virus yang Berasal dari China

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 23/05/2020

    Berita

    Akun Facebook Mark Alexander White mengunggah gambar yang diikuti narasi pada tanggal 8 Maret 2020, yang isi narasinya mengklaim daftar beberapa virus yang berasal dari China.

    Berikut narasinya:

    “MORE LEFT WING FACEBOOK CENSORSHIP
    As famously said “a picture says it all”

    Hasil Cek Fakta

    Dilansir dari factcheck.afp.com, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), virus Influenza H2N2 dan H3N2 pertama kali dilaporkan di Singapura pada tahun 1957 dan di Amerika Serikat pada tahun 1968, sedangkan virus H5N1 yang menyebabkan penyakit pernapasan parah yang sangat menular pada burung atau dikenal sebagai "Flu Burung" pertama kali dilaporkan pada angsa di provinsi Guangdong, China pada tahun 1996, sedangkan kasus pertama manusia yang terinfeksi H5N1 dilaporkan di Hong Kong pada tahun 1997.

    Kemudian SARS, penyakit pernapasan menular yang disebabkan oleh Coronavirus yang berhubungan dengan SARS-CoV pertama kali terdeteksi di provinsi Guangdong, China Selatan pada tahun 2002.

    Berikutnya Flu Babi, disebabkan oleh virus Influenza H1N1 yang pertama kali dilaporkan di AS pada tahun 2009, juga Pestivirus Porcine, yaitu virus hewan yang secara resmi dikenal sebagai Atypical Porcine Pestivirus (APPV) yang pertama kali terdeteksi di antara anak babi di Austria pada tahun 2013, yang terakhir COVID-19, adalah penyakit yang disebabkan oleh Novel Coronavirus, virus ini pertama kali dilaporkan di kota Wuhan, Cina pada Desember 2019, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

    Kesimpulan

    Atas penjelasan tersebut informasi yang mengklaim daftar virus yang berasal dari China adalah tidak benar dan masuk ke dalam kategori konten yang salah.

    Rujukan

    • Mafindo
    • AFP
    • ANTARA News
    • 3 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Seleksi Alam Dimulai, 7 Nyawa Dalam 24 Jam

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 22/05/2020

    Berita

    “seleksi alam dimulai !! 7 Nyawa Dalam 24 Jam”

    Hasil Cek Fakta

    Sebuah akun facebook bernama Agung Ananda Saputra mengunggah foto beberapa orang yang menggunakan APD lengkap tergeletak di samping mobil ambulans milik RSUD Moewardi, Solo. Selain itu, terdapat juga narasi yang mengklaim bahwa terdapat 7 nyawa dalam 24 jam. Tulisan tersebut memang tidak menjelaskan secara pasti pasien apa yang dimaksud.

    Setelah dilakukan penelusuran, dilansir dari tribunjateng.com, Kepala Sub Bagian Hukum dan Humas RSUD Dr Moewardi, Eko Haryati menuturkan, tulisan yang terdapat dalam foto itu tidak benar alias hoaks. Tidak ada 7 pasien atau pasien corona yang meninggal dalam 24 jam di RSUD Dr Moewardi.

    “Tidak ada kabar itu, tidak benar hoax,” kata Eko, Kamis (21/5/2020).

    Pihaknya meminta pihak yang tidak bertanggung jawab atas kabar tersebut tidak membuat resah.

    “Itu tidak benar dan buat resah,” ucap Eko.

    Dia menambahkan para petugas yang mengenakan APD dalam foto tersebut merupakan para relawan yang sedang menunggu jenazah yang mau dimakamkan.

    “Kalau lokasinya itu relawan yang sedang menunggu jenazah,” jelas Eko.

    Namun, foto tersebut bukan resmi dari RSUD Dr Moewardi.

    “Itu hanya status dari orang, pakai foto dan dikasih caption,” jelas Eko.

    “Yang jelas bukan dari kita itu,” tandasnya.

    Kesimpulan

    Bukan jenazah pasien covid-19. 4 orang yang berbaring dan memakai APD lengkap di sebelah mobil ambulan RSUD Moewardi Solo tersebut merupakan para relawan yang sedang menunggu jenazah yang mau dimakamkan. Namun, foto tersebut bukan resmi dari RSUD Dr Moewardi. Pihak RSUD Moewardi juga menegaskan tidak ada 7 orang meninggal dalam 24 jam.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Foto “FBI Menangkap Bill Gates Karena Terorisme Biologis”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 22/05/2020

    Berita

    Beredar artikel berjudul “FBI Arrests Bill Gates For Biological Terrorism After Tip Off From Melbourne 5G Protestors” atau yang jika diterjemahkan “FBI Menangkap Bill Gates Karena Terorisme Biologis Setelah Memberi Tip Dari Melbourne 5G Protestor” yang dimuat di situs betootaadvocate[dot]com pada 11 Mei 2020.

    Artikel itu memuat foto yang seolah adalah suasana penangkapan Bill dengan tangan diborgol.

    “Pendiri miliarder Microsoft, Bill Gates (64) telah ditangkap oleh FBI hari ini atas tuduhan terorisme biologis setelah terungkap ia menciptakan coronavirus sehingga ia dapat mengendalikan kami karena ia selalu tertarik pada hal semacam itu.” Tulis situs tersebut.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa foto yang ditayangkan di situs betootaadvocate[dot]com adalah foto suasana penangkapan Bill Gates oleh FBI atas tuduhan terorisme biologis setelah terungkap dia menciptakan coronavirus dengan tangan diborgol adalah klaim yang salah.

    Foto itu adalah foto suntingan atau foto hasil manipulasi. Foto aslinya adalah foto yang memperlihatkan penangkapan Vincent Asaro pada Kamis 23 Januari 2014.

    Vincent Asaro (78) dituduh ikut serta dalam sebuah pencurian terkenal di sebuah terminal Lufthansa di Bandara John F Kennedy (JFK), New York, tahun 1978. Kejahatan itu membuat para pencuri tersebut meraup sekitar 6 juta dollar AS (atau Rp 72,5 miliar) dalam bentuk tunai dan perhiasan.

    Dia merupakan salah satu dari lima tersangka mafia yang ditahan, tetapi dia satu-satunya yang dituduh berpartisipasi dalam pencurian di Lufthansa itu.

    Namun, pada Jumat 13 November 2015, CNN Indonesia melansir artikel pembebasan Asaro.

    “Seorang mafia berusia 80 tahun, Vincent Asaro, dinyatakan tak bersalah atas tuduhan keterlibatan dalam pencurian di bandara New York tahun 1978, yang menjadi inspirasi film Goodfellas,” tulis CNN Indonesia dalam laporannya.

    Sementara itu, terkait dengan situs betootaadvocate[dot]com, The Betoota Advocate adalah situs berita satir di Australia yang sering memberikan “bumbu” dalam topik-topik yang sedang hangat berdasarkan pengamatan sosial.

    Kesimpulan

    Foto suntingan / editan. Foto aslinya adalah foto yang memperlihatkan penangkapan Vincent Asaro pada Kamis 23 Januari 2014. The Betoota Advocate adalah situs berita satir di Australia yang sering memberikan “bumbu” dalam topik-topik yang sedang hangat berdasarkan pengamatan sosial.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini