• [SALAH] Foto “ada antek china baru niee lagi minta sumbangan katanya APBD DKI lagi sekarat”

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 19/05/2020

    Berita

    Foto tahun 2019. Pada tanggal 5 April 2019, Duta Besar Xiao Qian bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan bertukar pendapat mengenai hubungan kedua negara dan kerjasama kota bersaudara.

    Akun Neng Ciput (fb.com/neng.ciput.1023) mengunggah sebuah gambar dengan narasi sebagai berikut:

    “Ciek.. Ciek ada antek china baru niee lagi minta sumbangan katanya APBD DKI lagi sekarat ayoo buly dong jgn diam aja ..gue yakin kadrun bakalan ngomong hoak..editan…bla..bla.”

    Gambar yang diunggah adalah foto Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang sedang bersalaman dengan Duta Besar (Dubes) Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia, Xiao Qian. Terdapat juga tulisan “ujung2nya minta SUMBANGAN juga”, “XIAO QIAN”, “ANIES BASWEDAN” serta gambar bendera Indonesia dan bendera Republik Rakyat Tiongkok.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Medcom, klaim bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bertemu dengan Duta Besar (Dubes) Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia, Xiao Qian disaat APBD DKI Jakarta sedang sekarat adalah klaim yang salah.

    Faktanya foto yang diunggah oleh sumber klaim adalah foto tahun 2019. Pada tanggal 5 April 2019, Duta Besar Xiao Qian bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan bertukar pendapat mengenai hubungan kedua negara dan kerjasama kota bersaudara.

    Foto asli, diunggah di situs resmi Kedutaan Besar Tiongkok di Indonesia pada 10 April 2019 di artikel yang berjudul: “Duta Besar Xiao Qian bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Anies”

    Berikut isi artikel selengkapnya:

    “Pada tanggal 5 April 2019, Duta Besar Xiao Qian bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Bapak Anies Baswedan dan bertukar pendapat mengenai hubungan kedua negara dan kerjasama kota bersaudara.

    Duta Besar Xiao memperkenalkan perkembangan hubungan kedua negara saat ini, menyatakan bahwa Kedutaan Besar Tiongkok bersedia terus mendorong pertukaran dan kerjasama bersahabat antara provinsi dan kota Tiongkok dengan DKI Jakarta, dan mengeluarkan potensi kerjasama dalam bidang investasi dan perdagangan, kebudayaan dan pariwisata, koperasi industri, penataan ruang kota dll supaya mendatangkan keuntungan bersama.

    Gubernur Anies menilai positif tentang hubungan kedua negara dan menyatakan bahwa Jakarta merupakan jembatan bagi kerjasama dan pertukaran Indonesia. Pemerintah DKI Jakarta bersedia terus meningkatkan pertukaran dengan kota-kota Tiongkok seperti Beijing dan Shanghai, dan memperdalam kerjasama dalam bidang transportasi umum, UKM, penanganan pencemaran untuk mendorong perkembangan bersama.”

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Video “Masjid/ mushola ditutup tpi knp ngadain konser cuk”

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 19/05/2020

    Berita

    Konser amal virtual peduli covid 19 dihadiri BPIP tanpa sosial distancing

    Video tahun 2017. Saat itu Presiden Joko Widodo menghadiri Festival Musik Synchronize Fest 2017 pada Sabtu, 7 Oktober 2017.

    Akun Mahfudin Al Farizzi Azram (fb.com/mahfudin.ganni) mengunggah sebuah video dengan narasi sebagai berikut:

    “Masjid/ mushola ditutup tpi knp ngadain konser cuk..
    Otak mana otak”

    Video ini menampilkan Presiden Joko Widodo yang tampak ada di sebuah konser musik.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa video yang diunggah oleh sumber klaim adalah video Presiden Joko Widodo yang menghadiri konser saat masjid dan mushola ditutup terkait wabah virus Corona COVID-19 adalah klaim yang salah.

    Video itu adalah video tahun 2017. Saat itu Presiden Joko Widodo menghadiri Festival Musik Synchronize Fest 2017 pada Sabtu, 7 Oktober 2017.

    Video yang identik dengan video yang diunggah oleh sumber klaim diunggah oleh kanal Youtube THEDOGGYTV pada 6 Maret 2018 dengan judul “DOGGYNESIA Eps.16 – SYNCHRONIZE FEST 2017”.

    Dalam keterangannya, kanal ini menuliskan narasi sebagai berikut:

    “Keseruan waktu di Synchronize Fes 2017, Jakarta. Berdansa bersama Pak Jokowi !”

    Artikel tentang kehadiran Presiden Joko Widodo di acara ini juga dimuat di situs Kantor Staf Presiden pada 8 Oktober 2017 dengan judul “Presiden Saksikan Festival Musik Di Kemayoran”.

    Berikut kutipan artikel tersebut:

    “Cuaca gerimis yang mengguyur lokasi acara tidak menurunkan semangat Presiden. Bahkan, tanpa menggunakan payung, Presiden tetap melanjutkan kegiatannya. 15 menit kemudian, Presiden bergeser ke panggung ketiga. Di sana, sudah ada grup musik Shaggydog yang sedang beraksi di atas panggung.

    Setelah menyaksikan sejumlah penampilan dan berbincang dengan para pengunjung, Presiden menuju panggung lainnya yang menyajikan hiburan musik dangdut.

    “Semuanya pengen ditontonlah. Semuanya baik, semuanya baik,” ucap Presiden memberi komentar tentang penampilan para musisi di festival tersebut.”

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Program Mudik Sehat PSBB 2020 Oleh Big Bird

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 19/05/2020

    Berita

    Direktur Bluebird Group Adrianto Djokosoetono mengatakan, pihaknya membantah bahwa brosur tersebut berasal dari perusahaannya. PT Bluebird TBk dengan ini menginformasikan bahwa kami mendukung kebijakan pemerintah dalam melarang implementasi mudik sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mencegah penyebaran covid-19.

    Hasil Cek Fakta

    Beredar pada pesan berantai sebuah poster berlogo perusahaan transportasi bus Big Bird. Dalam poster itu berisi program Mudik Sehat PSBB 2020 dengan beberapa rincian biaya serta rute.

    Untuk biaya perjalanan mudik sehat dibanderol mulai dari Rp650.000 (one way)
    berlaku untuk tujuan daerah Jawa Tengah dan sekitarnya dengan rute Tangerang – Jakarta – Semarang – Yogyakarta. Sedangkan harga Rp850.000 berlaku untuk tujuan Jawa Timur dengan rute Tangerang – Jakarta – Surabaya.

    Arus mudik hanya dilayani mulai tanggal 19 Mei sampai dengan 23 Mei 2020. Sedangkan untuk arus balik dilayani pada 26 Mei sampai dengan 2 Juni 2020.

    Berdasarkan penelusuran, dilansir dari cnbcindonesia.com
    Direktur Blue Bird, Adrianto Djokosoetono mengatakan, informasi yang beredar di media sosial mengenai program mudik yang mengatasnamakan Blue Bird tidak benar.

    “Saya harus klarifikasi dulu. Tidak ada program ini dari perusahaan. Saya akan melakukan penelusuran,” kata Andre, saat dihubungi CNBC Indonesia, Selasa (19/5/2020).

    Selain itu, manajemen perusahaan taksi berlogo burung biru terbang ini menegaskan tetap mendukung kebijakan pemerintah dalam melarang implementasi mudik sebagai bentuk komitemen perusahaan dalam mencegah penyebaran COVID-19.

    “Komunikasi di luar hal tersebut bukan merupakan komunikasi resmi dari perusahaan,” tutur Investor Relation Blue Bird, Michael Tene.

    Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus dalam keterangannya mengatakan Pihak Blue Bird menjalankan ketentuan terkait PSBB dan pelarangan mudik sehingga tidak ada rencana menjalankan program ‘Mudik Sehat PSBB 2020’ tersebut,” ucap Yusri.

    Yusri menjelaskan berdasarkan keterangan pihak Blue Bird informasi sebelaran tersebut disebarkan oleh karyawan mereka. Namun hingga kini pihak Blue Bird, lanjutnya, masih menelusuri karyawan yang pertama memposting informasi tersebut.

    Lebih lanjut, Yusri memastikan pihak Blue Bird akan melakukan audit internal terkait kejadian ini.

    “Pihak Blue Bird/ Big Bird akan melakukan audit internal untuk menelusuri pihak-pihak internal mereka yang menyebarkan informasi program ‘Mudik Sehat PSBB 2020’ tersebut dan akan melaporkan hasil audit internal ke Pihak Ditlantas PMJ,” imbuhnya.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Tak Akan Ada Lagi Penutupan Pasar di Surabaya, Mengapa?

    Sumber: Media Online
    Tanggal publish: 19/05/2020

    Berita

    Setelah ditemukan salah satu pedagang Pasar Genteng Baru Surabaya positif Corona, puluhan pedagang akhirnya rapid test. Meski begitu, pasar belum ditutup.

    Hasil Cek Fakta

    Liputan6.com, Surabaya Tidak akan ada lagi penutupan pasar tradisional selama masa pandemi Corona Covid-19 di Surabaya. Kebijakan ini dibikin setelah Pemkot Surabaya mengevaluasi penutupan pasar tradisional. Meskipun demikian, operasional di pasar tradisional tetap mengacu pada protokol kesehatan.

    Pertimbangan utama dari tidak ada penutupan pasar tradisional adalah persoalan pedagang. Jika pasar ditutup, maka pedagang akan berusaha mencari tempat lain untuk berjualan dan berpotensi menimbulkan masalah di tempat lain.

    “Jadi, lebih baik pedagang tetap berjualan di pasar tradisional itu, namun kami atur dengan protokol kesehatan,” ujar Agus Hebi Djuniantoro, Kepala Bagian Administrasi Perekonomian dan Usaha Daerah Kota Surabaya, seperti yang dikutip dari Antara, Minggu (17/5/2020).



    HomeSurabaya
    Tak Akan Ada Lagi Penutupan Pasar di Surabaya, Mengapa?
    Liputan6.comLiputan6.com
    17 Mei 2020, 16:00 WIB
    200
    (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)
    Pasar Genteng Surabaya (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)
    Liputan6.com, Surabaya Tidak akan ada lagi penutupan pasar tradisional selama masa pandemi Corona Covid-19 di Surabaya. Kebijakan ini dibikin setelah Pemkot Surabaya mengevaluasi penutupan pasar tradisional. Meskipun demikian, operasional di pasar tradisional tetap mengacu pada protokol kesehatan.

    Pertimbangan utama dari tidak ada penutupan pasar tradisional adalah persoalan pedagang. Jika pasar ditutup, maka pedagang akan berusaha mencari tempat lain untuk berjualan dan berpotensi menimbulkan masalah di tempat lain.

    “Jadi, lebih baik pedagang tetap berjualan di pasar tradisional itu, namun kami atur dengan protokol kesehatan,” ujar Agus Hebi Djuniantoro, Kepala Bagian Administrasi Perekonomian dan Usaha Daerah Kota Surabaya, seperti yang dikutip dari Antara, Minggu (17/5/2020).

    BACA JUGA
    Pemkot Surabaya Gencar Gelar Rapid Test di Pasar Tradisional
    Penelusuran Tim Tracing Jatim Terkait Persebaran COVID-19 di Pasar Keputran Surabaya
    Pasar Kupang Gunung Surabaya Kembali Buka Mulai 17 Mei 2020
    Protokol kesehatan yang dimaksud meliputi, para pedagang di pasar tradisional harus mengenakan alat pelindung diri, minimal memakai masker, kaca mata, dan sarung tangan serta menyediakan cairan pembersih tangan. Selain itu, perlu pembatasan kerumunan dengan cara meminta warga mempercepat urusan di pasar serta pembatasan jarak antar pedagang dan pengunjung.

    Terkait pedagang yang kedapatan sakit akan langsung ditangani dan tempat dagangnya ditutup sementara. Untuk orang-orang berisiko tinggi tertular Corona Covid-19, seperti warga lansia dan warga dengan penyakit bawaan diminta meminimalkan kunjungan ke pasar.

    “Dengan penerapan seperti ini di pasar tradisional, maka diharapkan perekonomian dan pemutusan rantai penyebaran Corona Covid-19 di Surabaya bisa sama-sama jalan,” ucapnya.

    Rujukan

    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini