• [SALAH] Foto “Yg di lingkaran Warna biru adalah Habib Husen Bin Syihab ayahanda dari Habib Riziq Syihab”

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 17/12/2019

    Berita

    Bukan ayah dari Habib Rizieq Shihab. Pria dalam lingkaran itu adalah Asad Shahab, salah satu pendiri Arabian Press Board (APB). Sedangkan ayah dri HRS adalah Habib Hussein bin Muhammad Shihab yang adalah salah seorang pendiri Gerakan Pandu Arab Indonesia.

    Akun Udhien Syarif (fb.com/putra.syarief.758) mengunggah sebuah gambar ke grup GERAKAN BAKTI CENDANA (fb.com/groups/108430979886) dengan narasi :

    “TAU SEJARAH BIAR TIDAK DI TIPU MEREKA
    Yg di lingkaran Warna biru adalah Habib Husen Bin Syihab ayahanda dari Habib Riziq Syihab yg membantu memproklamatorkan kemerdekaan NKRI untuk memperoleh pengakuan Kedaulatan dari Negara-negara Arab (Timur Tengah).”

    Di foto yang diunggah, tampak beberapa pria yang salah satunya adalah Presiden Indonesia pertama, Ir Soekarno. Pria yang ditulis “di lingkaran biru” adalah pria yang berdiri di sebelah kanan Bung Karno.

    Hasil Cek Fakta

    PENJELASAN

    Berdasarkan hasil penelusuran, faktanya pria yang di tandai dengan lingkaran biru itu bukanlah Habib Hussein bin Muhammad Shihab, ayahanda dari Habib Rizieq Shihab. Pria itu adalah Muhammad Asad Shahab.

    Muhammad Asad Shahab, lahir di Jakarta, 23 September 1910, sementara Habib Hussein bin Muhammad Shihab, lahir tahun 1920-an. Asad Shahab meninggal pada 5 Mei 2001, sementara Habib Hussein meninggal pada tahun 1966.

    Asad Shahab bersama kakaknya, M. Dzya Shahab dan sahabatnya Husein Alhabsyi mendirikan Arabian Press Board (APB) pada 2 September 1945, sedangkan Habib Hussein adalah seorang pendiri gerakan Pandu Arab Indonesia yang didirikan bersama teman-temannya pada tahun 1937.

    Ayah dari Muhammad Asad Shahab, Ali Ahmad Shahab, ialah salah seorang pendiri Jamiat Kheir, organisasi pendidikan (1901) yang menginspirasi pendirian Boedi Oetomo dan perkumpulan-perkumpulan modern lainnya. Ketika usianya mencapai 14 tahun, Asad dikirim sang ayah untuk menimba ilmu di Madrasah Syamail Huda Pekalongan, yang diempu oleh Sayyid Muhammad Hasyim, seorang ulama dan sastrawan asal Hadramaut dan pendiri al-Basyir (1914), surat kabar bilingual (Arab dan Melayu) pertama di Hindia Timur.

    Dari sang guru, Asad mewarisi kecintaan kepada jurnalisme dan sastra Arab sampai akhirnya memilih jurusan publisistik ketika berkuliah di Geneeskundige Hogeschool. Antara 1938 dan 1942, Asad tercatat aktif sebagai kontributor di surat kabar Mesir al-Mughattan.

    Sembilan belas hari selepas proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, Asad bersama dengan beberapa rekan wartawan menggulirkan ide pendirian kantor berita berbahasa Arab. Gagasan tersebut adalah sebuah upaya menjawab maklumat Presiden Soekarno yang menekankan pentingnya menjalin hubungan internasional guna membangkitkan kesadaran dan menggulirkan simpati dunia, khususnya negara-negara Asia Afrika, pada perjuangan bangsa Indonesia.

    Asad dan rekan-rekannya sepakat untuk menamakan kantor berita tersebut Arabian Press Board (APB). Penggunaan kata ‘Arabian’ sebetulnya bertujuan agar Pemerintah Sipil Hindia Belanda (NICA) menganggap APB memiliki hubungan resmi dengan dunia Arab sehingga tidak dapat serta-merta dibubarkan. Berdiri pada 2 September 1945, APB bermarkas di Jalan Gang Tengah Nomor 19 Salemba yang juga merupakan gudang senjata para pejuang republik.

    Setelah resmi berdiri, APB mulai mengabarkan proklamasi dan perjuangan kemerdekaan Indonesia dalam bahasa Arab. Pemberitaan APB yang masif dan berkesinambungan memudahkan masyarakat Timur Tengah untuk terus mengikuti perjuangan bangsa Indonesia.

    Kegigihan APB dalam mewartakan upaya Indonesia mempertahankan kemerdekaan menjadi fondasi penting yang turut menyukseskan misi diplomatik Agus Salim. Tak mengherankan jika lima negara pertama yang mengakui kedaulatan Republik Indonesia ialah anggota Liga Arab: Mesir, Suriah, Libanon, Yaman, dan Arab Saudi.

    Sementara itu, Habib Hussein bin Muhammad Shihab atau Hussein bin Muhammad bin Hussein bin Abdullah bin Hussein bin Muhammad bin Shaikh bin Muhammad Shihab, adalah seorang pendiri gerakan Pandu Arab Indonesia yang didirikan bersama teman-temannya pada tahun 1937. Pandu Arab Indonesia adalah sebuah perkumpulan kepanduan yang didirikan oleh orang Indonesia berketurunan Arab yang berada di Jakarta, yang selanjutnya berganti nama menjadi Pandu Islam Indonesia (PII).

    Hussein Shihab merupakan seorang Betawi keturunan Hadhrami. Ayahnya bernama Muhammad bin Hussein Shihab, sedangkan ibunya merupakan sepupu dari pendekar Betawi, Si Pitung. Hussein Shihab wafat pada tahun 1966 saat putranya, Muhammad Rizieq Shihab berusia 11 bulan, sehingga sejak saat itu Rizieq hanya diasuh oleh ibunya, Syarifah Sidah, dan tidak dididik langsung oleh Hussein Shihab.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] “SEBELUM DI SETRUM MATI, PERMINTAAN PRIA INI MEMBUAT SURAT WASIAT PADA IBUNYA”

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 17/12/2019

    Berita

    Pria di foto itu adalah Jeremy Meeks dan bukan narapidana yang dihukum mati dengan disetrum. Selain itu, tidak ditemukan bukti bahwa surat di atas benar-benar ditulis oleh seorang terpidana mati atau Jeremy Meeks.

    Akun Fahami Info (fb.com/FAHAMINFO) mengunggah sebuah gambar yang diberi narasi yang diawali dengan kalimat “SEBELUM DI SETRUM MATI, PERMINTAAN PRIA INI MEMBUAT SURAT WASIAT PADA IBUNYA”

    Selanjutnya unggahan ini memuat sebuah kliping koran yang memuat isi sebuah surat yang dilengkapi dengan foto seorang pria asing dalam baju tahanan berwarna oranye.

    Narasi itu bercerita mengenai seorang pria yang menyesalkan pola asuh keluarganya, terutama ibunya, hingga akhirnya dia terlibat perampokan dan pembunuhan yang berujung hukuman mati.

    “Itulah bagaimana semuanya berawal dan selesai perlahan-lahan sampai hari ini ketika aku dihukum setrum sampai mati karena perampokan dan pembunuhan. Aku masih sangat muda, Ibu. Aku butuh perlindunganmu saja. Dan saat Ibu membaca surat ini, aku sudah mati. Salam, anakmu tersayang.”

    Hasil Cek Fakta

    PENJELASAN

    Berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan oleh Tim CekFakta Tempo dengan menggunakan reverse image tools TinEye dan Google ditemukan fakta bahwa pria dalam foto itu adalah Jeremy Meeks, seorang mantan terpidana dari Washington, Amerika Serikat, yang kini menjalani karirnya sebagai seorang model. Jeremy dijatuhi hukuman penjara pada 2014 atas kasus pencurian berat dan kepemilikan senjata api.

    Sesuai hasil pencarian di TinEye, foto Meeks dalam baju tahanan berwarna oranye tersebut telah beredar sejak 1 Juli 2014. Dalam layanan gambar daring, Imgur, diketahui bahwa foto tersebut pernah diunggah oleh akun Facebook Hot Radio.

    Foto itu telah dibagikan hingga 6.991 kali menyusul popularitas Meeks yang melambung setelah Kepolisian Kota Stockholm merilis fotonya yang dianggap tampan tersebut. Setelah beredarnya foto itu, Meeks memiliki banyak penggemar. Ia pun dijuluki “Hot Fellon”.

    Foto Meeks dalam baju tahanan berwarna oranye itu diambil di gedung pengadilan Kota Stockton, California, saat persidangan kasusnya pada 18 Juni 2014. Foto-foto Meeks lainnya dalam baju tahanan tersebut juga diunggah di situs stok foto, Getty Images.

    Namun, seperti yang sudah disinggung di atas, Meeks tidak dihukum mati. Dikutip dari situs media Inggris, Mirror, pengadilan menjatuhkan hukuman penjara selama 63 bulan atau 5 tahun 3 bulan terhadap Meeks.

    Hukuman itu dikurangi menjadi 27 bulan atau 2 tahun 3 bulan oleh hakim yang ingin memberinya kesempatan karena tersentuh dengan surat-surat yang dikirimkan oleh penggemar Meeks. Sebuah agen pun akhirnya memberi Meeks tawaran sebagai model.

    Kesempatan ini membuat hidup Meeks berubah total, dari sebelumnya anggota geng kriminal menjadi seorang super star. Ia resmi keluar dari tahanan pada Maret 2016 dan menjalani hari-harinya sebagai model.

    Jim Jordan, pembuat film, fotografer model, dan sekaligus pendiri White Cross Management, mengunggah fotonya bersama Meeks sesaat setelah “hot fellon” itu bebas dari bui. Meeks pernah tampil di atas karpet merah New York Fashion Week dan Milan Fashion Week serta membintangi iklan kacamata hitam Carolina Lemke.

    Dengan demikian, terbukti bahwa pria dalam foto yang menyertai kisah di atas adalah Jeremy Meeks. Dia bukan narapidana yang dihukum mati dengan disetrum. Dia dihukum penjara selama 2 tahun 3 bulan atas kasus pencurian berat dan kepemilikan senjata api.

    Terkait Surat Wasiat
    Kliping koran dan klaim soal surat wasiat di atas telah beredar di media sosial sejak 2015. Salah satu akun yang membagikannya adalah akun Succeed In Life Center-Malaysia pada 15 Desember 2015. Narasi yang ditulis oleh akun itu serupa dengan yang beredar saat ini di media sosial.

    Saat itu, organisasi cek fakta Amerika Serikat, Snopes, telah memverifikasi narasi yang viral tersebut. Menurut Snopes, surat itu dibagikan sebagai tuduhan atas pola asuh yang buruk, khususnya kegagalan seorang ibu untuk menegakkan kedisiplinan dan menanamkan kejujuran pada anaknya.

    Namun, dalam surat itu, tidak terdapat informasi tentang identitas penulis, lokasi ketika ia menulisnya, atau kejahatan yang dituduhkan kepadanya. Snopes tidak menemukan bukti bahwa surat itu benar-benar ditulis oleh seorang terpidana mati atau Jeremy Meeks yang tidak menjalani hukuman mati seperti klaim yang beredar.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Missed Call Dari Nomor Luar Negeri yang Dapat Menyalin Daftar Kontak, Mengakses SIM Card, dan Menjebol Data Bank

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 16/12/2019

    Berita

    Beredar pesan berantai yang berisikan imbauan mengenai missed call dari nomor luar negeri. Dalam pesan tersebut dikatakan bahwa missed call dari nomor luar negeri itu merupakan upaya penjahat untuk mencuri data ponsel dengan cara menerima atau menelepon kembali nomor tersebut. Berikut kutipan narasinya:

    Himbauan:
    Penting dan Mendesak ...

    Tolong sampaikan pesan ini kepada keluarga dan teman-teman Anda.

    Akhir-akhir ini banyak yang menerima panggilan telefon dari
    tel: +375602605281,
    tel: +37127913091
    tel: +37178565072
    tel: +56322553736
    tel: +37052529259
    tel: +255901130460
    tel: +211. . . . . . . . .
    tel: +882 . . . . . . . .

    Atau nomor apa pun mulai dari +371 +375 +381 +211 +882

    Panggilan ini hanya berdering sekali dan menutup telepon.
    Jika Anda menelepon balik, mereka dapat menyalin daftar kontak Anda dalam 3 detik dan jika Anda memiliki bank atau rincian kartu kredit di ponsel Anda, mereka dapat menyalinnya juga...

    Kode +375 untuk Belarus.
    Kode +371 untuk Lativa.
    Kode +381- Serbia
    Kode +563- Valparaiso
    Kode +370- Vilnius
    Kode +255- Tanzania
    Kode +211- Sudan
    Kode +882- Bisa dari banyak Negara

    Langkah2:
    jangan menjawab, Jangan diangkat, apalagi menelfon balik.. jangan sekali-kali..!!!
    Segera masukkan dalam Daftar Autoreject supaya nomor yang sama tidak bisa masuk atau blokir

    Juga, Jangan Tekan
    # 90 atau # 09
    di Ponsel Anda ketika diminta oleh penelepon apa pun.

    Ini adalah trik baru yang digunakan untuk mengakses kartu SIM Anda, menjebol Akun Bank anda (bagi yang menggunakan E-banking) membuat panggilan atas biaya Anda dan merekayasa sehingga anda terlihat dan tercatat sebagai penjahat, sasaran Interpol

    Segera teruskan pesan ini ke sebanyak mungkin teman, Grup WA, dan sarana Medsos anda untuk menghentikan gangguan apa pun.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa konten informasi di dalamnya merupakan hoaks lama bersemi kembali (HLBK). Fakta sebenarnya ialah nomor telepon yang melakukan missed call tersebut tidak menyedot data pribadi ataupun data bank, melainkan mendaftarkan nomor ponsel ke sebuah layanan premium. Layanan premium tersebut menyebabkan pulsa akan tersedot terus.

    Isu tersebut sudah diperiksa faktanya oleh Snopes.com (portal pemeriksa fakta dari Amerika Serikat) pada tahun 2012 dan Hoax-slayer.net (portal pemeriksa fakta dari Australia) pada tahun 2017. MAFINDO sendiri sudah pernah memeriksa fakta isu tersebut pada tahun 2017 yang dapat dilihat di turnbackhoax.id (link bisa diakses pada bagian referensi).

    Berikut kutipan penjelasan dari portal turnbackhoax.id:

    […] Ini klaim yang sama sekali tidak benar karena model scam seperti ini sebetulnya cuma memanfaatkan rasa penasaran atau kekuatiran seseorang yang ditelepon untuk menelepon balik sehingga secara tidak sadar orang tersebut akan dikenakan biaya panggilan international yang tentunya cukup mahal.

    Jika seseorang terpancing menelpon balik, maka sangat mungkin pula panggilan tersebut disambungkan ke layanan premium atau subscribe ke layanan lain yang intinya akan menguras pulsa/tagihan kita.

    Klaim kopi data kontak, kartu kredit dll juga hanya mungkin dilakukan apabila hp kita dihack dan melalui sebuah instalasi aplikasi atau cara sejenis. Bukan melalui panggilan suara. Kecuali memang kita sendiri yang mengatakan informasi tersebut melalui panggilan tadi.

    Jadi sikap terbaik jika kita menerima panggilan semisal ini adalah #diamkan atau #reject saja. Jika anda iseng menerima, kemungkinan besar langsung diputus oleh pemanggil karena kalau sampai panggilan berlangsung, maka merekalah yang terkena charge. Dan yang paling penting, tidak_perlu menelepon balik. Kecuali memang kita mengenali nomor tersebut dari kerabat, saudara atau perusahaan luar negeri yang mungkin menghubungi kita. […]

    Kesimpulan

    Berdasarkan hal tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa isu dari pesan berantai tersebut masuk ke dalam kategori Misleading Content atau Konten yang Menyesatkan. Sebab, bila menelepon nomor tersebut bukan data pribadi yang tersedot, melainkan nomor ponsel akan terdaftar pada layanan premium yang tidak jelas.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] “INI BUKTI ANIS BAS EDAN ANGGOTA ISIS, Bersama Syekh Yusuf Al-Qaradhawi pimpinan ISIS”

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 13/12/2019

    Berita

    Yusuf Al Qaradhawi bukan merupakan pentolan/pendiri ISIS, bahkan beberapa pernyataannya mengkritisi sepak terjang ISIS. Ulama asal Mesir yang berkewarganegaraan Qatar ini adalah salah satu tokoh Ikhwanul Muslimin.

    Akun Hasan Haikal (fb.com/100034737065932) mengunggah sebuah gambar ke grup BERANDA JOKOWI MA’RUF (fb.com/groups/271192910333802) dengan narasi :

    “Boikot Yahudi jahiliyah Bani monaslimin
    #bubarkanPKS”

    Di gambar tersebut tampak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama politikus Partai Keadilan Sejahtera(PKS), Hidayat Nur Wahid, serta ulama asal Mesir yang berkewarganegaraan Qatar, Yusuf al-Qaradawi. Juga narasi sebagai berikut:

    “Ini foto Anies dan Syeikh Yusuf Al-Qaradhawi, pimpinan ISIS.
    INI BUKTI ANIS BAS EDAN ANGGOTA ISIS
    Bersama Syekh Yusuf Al-Qaradhawi di kediamaannya di Doha, 15 Feb 2009″

    Sumber : https://perma.cc/L3WT-46TB (Arsip) – Sudah dibagikan 53 kali saat tangkapan layar diambil.

    Hasil Cek Fakta

    PENJELASAN

    Berdasarkan penelusuran Tim CekFakta Tempo, foto Anies Baswedan bersama Hidayat Nur Wahid dan Yusuf al-Qaradawi di atas telah beredar sejak 2017. Dengan menggunakan reverse image tools Yandex, dapat ditemukan jejak digital bahwa foto tersebut ramai dibagikan di Twitter dan forum Kaskus pada Februari-Maret 2017.

    Namun, sejauh ini, belum ada bukti yang mendukung pernyataan bahwa Yusuf al-Qaradawi berafiliasi dengan ISIS. Dikutip dari laman Kumparan.com, Qaradawi adalah ahli ijtihad (tafsir) yang lahir di Kairo, Mesir, pada September 1926.

    Pada 1949, saat berusia 23 tahun, Qaradawi pernah dipenjara karena terlibat gerakan Ikhwanul Muslimin. Setahun sebelumnya, Ikhwanul Muslimin dibekukan oleh Perdana Menteri Mesir Muhammad Fahmi Naqrasyi karena dicurigai terlibat upaya pengeboman dan pembunuhan.

    Keterlibatan Qaradawi dengan Ikhwanul Muslimin bermula dari pertemuannya dengan Hassan al-Banna, pendiri organisasi tersebut. Sembari aktif di Ikhwanul Muslimin, Qaradawi menempuh studi di berbagai kampus, salah satunya Universitas Al-Azhar, Kairo.

    Pada 1961, Qaradawi sempat pindah ke Qatar. Setelah merampungkan studi PhD-nya di Universitas Al-Azhar pada 1973, ia mendirikan Fakultas Syariah dan Studi Islam di Universitas Qatar pada 1977. Ia juga membentuk Pusat Penelitian Sirah dan Sunah.

    Kiprah Qaradawi di Qatar membuatnya memperoleh kewarganegaraan Qatar dan tinggal di ibu kota negara itu, Doha. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Majelis Fatwa Mesir, Ketua Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional, serta Ketua Dewan Pengawas Islamic American University.

    Dikutip dari situs media Inggris, Telegraph, Yusuf al-Qaradawi pernah mengecam deklarasi khilafah yang digaungkan pemimpin ISIS, Abu Bakar al-Baghdadi, pada 2014. Saat itu, Baghdadi menyebut dirinya khalifah yang bernama Ibrahim.

    Menurut Qaradawi, deklasari itu melanggar hukum syariah dan memiliki konsekuensi yang berbahaya bagi kaum Sunni di Irak dan pemberontakan di Suriah. “Khalifah pun hanya dapat diberikan oleh seluruh kaum muslim, bukan oleh satu kelompok,” kata Qaradawi.

    Dikutip dari situs Turnbackhoax.id yang pernah memeriksa fakta foto itu pada 2017, Yusuf al-Qaradawi bukan pentolan atau pendiri ISIS. Bahkan, beberapa pernyataannya mengkritisi sepak terjang ISIS. Qaradawi merupakan aktivis Ikhwanul Muslimin di Mesir.

    Berdasarkan arsip pemberitaan Tempo, pada Juni 2017, Arab Saudi bersama Bahrain, Mesir, dan Uni Emirat Arab memang memasukkan Yusuf al-Qaradawi dalam daftar teroris bersama 58 orang dan 12 organisasi yang berbasis di Qatar.

    Pengumuman ini diterbitkan oleh keempat negara itu secara bersamaan setelah memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar. Namun, dimasukkannya Qaradawi dalam daftar itu terkait dengan sokongan Qatar terhadap organisasi terlarang di Mesir, Ikhwanul Muslimun.

    Tudingan lain yang dialamatkan ke Qataradalah mendukung kelompok teroris yang beroperasi di Timur Tengah. Namun, tudingan itu berkali-kali dibantah oleh Qatar. Keempat negara tersebut masih memberikan kesempatan kepada Qatar untuk memperbaiki hubungan, tapi dengan syarat.

    Syarat itu adalah harus menutup stasiun televisi Al-Jazeera, menghentikan operasional pangkalan militer Turki, dan memutuskan hubungan politik dengan Iran. Seluruh persyaratan tersebut ditolak karena dianggap mencampuri kedaulatan negaranya. Sikap Qatar ini mendapatkan dukungan dari Turki dan Iran.

    Dilansir dari laman Liputan6.com, pada Januari 2007, Yusuf al-Qaradawi pernah berkunjung ke Indonesia dan bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono serta pimpinan MPR, yakni Hidayat Nur Wahid dan Aksa Mahmud. Qaradawi datang ke Indonesia atas undangan Presiden SBY. Sebelumnya, pada April 2006, SBY menemui Qaradawi di Qatar dalam kunjungan kenegaraan di Timur Tengah.

    Dalam kesempatan ini, Qaradawi memuji keberhasilan Indonesia sebagai negara muslim terbesar dalam menerapkan demokrasi. Selain itu, ia mengungkapkan keprihatinannya atas musibah yang menimpa Indonesia. Ia mengatakan muslim adalah satu. Jika tubuh muslim Indonesia sakit, seluruh muslim di dunia juga merasakan kepedihannya.

    Pada Januari 2009, dikutip dari situs Kompas.com, Hidayat Nur Wahid juga sempat bertemu dengan Yusuf al-Qaradawi. Saat itu, Hidayat menjadi salah satu anggota delegasi yang dipimpin Qaradawi dalam pertemuan dengan Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz.

    Politikus lain yang pernah bertemu dengan Yusuf al-Qaradawi adalah Fadli Zon, politikus Partai Gerindra. Fadli bertemu dengan Qaradawi di Doha, Qatar. Pertemuan itu diabadikan oleh Fadli dalam foto yang diunggahnya di Twitter pada 21 Januari 2018.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini