Pria yang didorong ke sungai di dalam video itu sebenarnya adalah seorang aktor amatir. Video tersebut merupakan video sindiran. Video itu dibuat oleh warga Engomadeira, Brasil, untuk menunjukkan bahwa mereka telah ditipu oleh politikus. Video itu juga dibuat untuk mengingatkan politikus agar tidak melupakan janji kampanyenya.
kun Bali Channel (fb.com/balichannelnews) menunggah sebuah video dengan narasi :
“Kala itu, Dia menjanjikan sebuah jembatan di sungai. Dia datang lagi untuk kampanye pemilihan untuk masa jabatan baru dan menjanjikan hal yang sama. Mengobral janji yang tak pasti. Lihat bagaimana publik menyambutnya.”
Sementara itu, di dalam video terdapat narasi sebagai berikut : “Walikota ini menjanjikan sebuah jembatan di sungai. Dia datang lagi untuk kampanye pemilihan masa jabatan baru… Lihat bagaimana publik menyambutnya..”
[SALAH] Video ‘politisi’ Brasil dilempar ke sungai
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 07/11/2019
Berita
Hasil Cek Fakta
PENJELASAN
Berdasarkan hasil penelusuran Tim Periksa Fakta AFP, menggunakan mesin pencari Google dengan memasukkan kata kunci “politician promised bridge Portal Engomadeira” (politisi menjanjikan jembatan Portal Engomadeira).
Pencarian itu menemukan versi video yang lebih panjang yakni 8 menit 35 detik di halaman Facebook Brasil bernama Portal Engomadeira.
Engomadeira adalah daerah di pinggiran kota Salvador, ibu kota Bahia, yang merupakan negara bagian di timur laut Brasil.
Video itu diberi judul berbahasa Portugis yang jika diterjemahkan menjadi “Politikus Dibuang ke Saluran Pembuangan”.
Deskripsi di video yang lebih panjang termasuk tagar dalam bahasa Portugis bisa diterjemahkan sebagai “#pementasan” dan “#merekam”, yang mengindikasikan bahwa video tersebut adalah sandiwara.
Diterjemahkan ke bahasa Indonesia, status unggahan tersebut berbunyi: “Politisi membuat janji yang tidak bisa ia tepati dan dilempar ke selokan terbuka. #Merekam#Pementasan#Kenyataanhidup#Georgetovao#Ericosilva”.
Versi video yang lebih panjang juga menyertakan teks seperti di film yang mengidentifikasi video tersebut sebagai “produksi Erico Silva”. Video lengkapnya memperjelas bahwa adegan itu adalah rekayasa.
Tim Periksa Fakta AFP di Brazil menonton video tersebut dan menjelaskan kepada kami bahwa pria yang mengenakan kemeja berwarna terang terlihat sedang memperkenalkan dirinya sebagai peserta pemilu dan menjanjikan perbaikan di daerah itu termasuk mengakhiri sistem selokan terbuka. Sekitar menit keempat, sebuah teks muncul, berbunyi: “Anggota dewan telah dipilih dan belum menepati janjinya. Dia kembali empat tahun kemudian.”
Dia terlihat sedang berkata kepada penduduk di daerah tersebut bahwa dia tidak bisa membantu mereka karena ada terlalu banyak hal yang perlu dikerjakan di tempat lain. Warga yang marah terlihat mencemoohkannya dan kemudian dia didorong ke selokan yang dia janjikan untuk diperbarui.
Sekitar menit ketujuh, seorang pria muncul dengan mikrofon untuk mewawancarai “politisi” itu — dan pada saat itu terungkap bahwa anggota dewan itu sebenarnya adalah wakil presiden komunitas Portal Engomadeira.
“Kami membuat video ini untuk menunjukkan kepada orang-orang betapa kami telah ditipu selama empat tahun. Ini adalah waktu yang lama untuk menunggu semuanya terjadi,” kata aktor yang berperan sebagai politisi di lokasi pengambilan gambar.
Untuk menanggapi kebingungan pengguna media sosial terhadap video yang telah ditonton lebih dari dua juta kali itu, Portal Engomadeira mengklarifikasi bahwa adegan tersebut direkayasa untuk menunjukkan masalah dalam politik lokal.
“Apakah ini benar, atau hanya akting?” tanya seorang pengguna Facebook bernama Lew Ventura dalam komentar postingan Facebook video asli. Portal Engomadeira menjawab: “Teman, masalah yang ditampilkan dalam video itu nyata, tetapi adegan itu diperankan melalui film dan oleh aktor untuk menunjukkan bahwa ketika politisi datang ke sini membuat janji, mereka akan mendapatkan respon seperti ini (jika mereka tidak menepatinya).”
Berdasarkan hasil penelusuran Tim Periksa Fakta AFP, menggunakan mesin pencari Google dengan memasukkan kata kunci “politician promised bridge Portal Engomadeira” (politisi menjanjikan jembatan Portal Engomadeira).
Pencarian itu menemukan versi video yang lebih panjang yakni 8 menit 35 detik di halaman Facebook Brasil bernama Portal Engomadeira.
Engomadeira adalah daerah di pinggiran kota Salvador, ibu kota Bahia, yang merupakan negara bagian di timur laut Brasil.
Video itu diberi judul berbahasa Portugis yang jika diterjemahkan menjadi “Politikus Dibuang ke Saluran Pembuangan”.
Deskripsi di video yang lebih panjang termasuk tagar dalam bahasa Portugis bisa diterjemahkan sebagai “#pementasan” dan “#merekam”, yang mengindikasikan bahwa video tersebut adalah sandiwara.
Diterjemahkan ke bahasa Indonesia, status unggahan tersebut berbunyi: “Politisi membuat janji yang tidak bisa ia tepati dan dilempar ke selokan terbuka. #Merekam#Pementasan#Kenyataanhidup#Georgetovao#Ericosilva”.
Versi video yang lebih panjang juga menyertakan teks seperti di film yang mengidentifikasi video tersebut sebagai “produksi Erico Silva”. Video lengkapnya memperjelas bahwa adegan itu adalah rekayasa.
Tim Periksa Fakta AFP di Brazil menonton video tersebut dan menjelaskan kepada kami bahwa pria yang mengenakan kemeja berwarna terang terlihat sedang memperkenalkan dirinya sebagai peserta pemilu dan menjanjikan perbaikan di daerah itu termasuk mengakhiri sistem selokan terbuka. Sekitar menit keempat, sebuah teks muncul, berbunyi: “Anggota dewan telah dipilih dan belum menepati janjinya. Dia kembali empat tahun kemudian.”
Dia terlihat sedang berkata kepada penduduk di daerah tersebut bahwa dia tidak bisa membantu mereka karena ada terlalu banyak hal yang perlu dikerjakan di tempat lain. Warga yang marah terlihat mencemoohkannya dan kemudian dia didorong ke selokan yang dia janjikan untuk diperbarui.
Sekitar menit ketujuh, seorang pria muncul dengan mikrofon untuk mewawancarai “politisi” itu — dan pada saat itu terungkap bahwa anggota dewan itu sebenarnya adalah wakil presiden komunitas Portal Engomadeira.
“Kami membuat video ini untuk menunjukkan kepada orang-orang betapa kami telah ditipu selama empat tahun. Ini adalah waktu yang lama untuk menunggu semuanya terjadi,” kata aktor yang berperan sebagai politisi di lokasi pengambilan gambar.
Untuk menanggapi kebingungan pengguna media sosial terhadap video yang telah ditonton lebih dari dua juta kali itu, Portal Engomadeira mengklarifikasi bahwa adegan tersebut direkayasa untuk menunjukkan masalah dalam politik lokal.
“Apakah ini benar, atau hanya akting?” tanya seorang pengguna Facebook bernama Lew Ventura dalam komentar postingan Facebook video asli. Portal Engomadeira menjawab: “Teman, masalah yang ditampilkan dalam video itu nyata, tetapi adegan itu diperankan melalui film dan oleh aktor untuk menunjukkan bahwa ketika politisi datang ke sini membuat janji, mereka akan mendapatkan respon seperti ini (jika mereka tidak menepatinya).”
Rujukan
Home Bola Liga Indonesia Hasil Sidang Komdis PSSI, Persib-Persija Kena Denda akibat Ulah Suporter
Sumber: Media OnlineTanggal publish: 07/11/2019
Berita
"Persib Didenda Rp150 Juta Usai Laga Melawan Persija"
Hasil Cek Fakta
KOMPAS.com - Persib Bandung dijatuhi hukuman denda ratusan juta rupiah oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI akibat ulah suporter mereka dalam laga kontra Persija Jakarta pada pekan ke-25 Liga 1 2019. Persib Bandung keluar sebagai pemenang dalam laga bertajuk Derbi Indonesia melawan Persija Jakarta. Dalam laga yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Senin (28/10/2019) itu, Persib berhasil menang dua gol tanpa balas atas Persija.
Dua gol kemenangan Maung Bandung, julukan Persib Bandung, dicetak oleh Frets Butuan dan Ezechiel N'Douassel. Namun, Persib tidak bisa benar-benar bahagia dalam kemenangan tersebut. Pasalnya, hanya beberapa hari setelahnya, Persib dijatuhi hukuman oleh Komdis PSSI. Berdasarkan keputusan hasil sidang Komdis PSSI pada Kamis (31/10/2019), Persib dijatuhi hukuman denda Rp 150 juta.
Sanksi denda itu dibebankan kepada Persib akibat kelakuan oknum suporter mereka dalam laga kontra Persija. Para pendukung Persib bernyanyi dengan kalimat yang tidak patut, menyalakan flare, dan smoke bomb (pengulangan). Hal yang sama pun dialami Persija terkait insiden saat melawan PSS Sleman pada 24 Oktober 2019. Oknum Persija dianggap melakukan pelanggaran soal penyalaan smoke bomb serta flare. Macan Kemayoran pun mendapat hukuman berupa denda sebesar Rp 150 juta.
Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI, Kamis (31/10/2019) 1. Persebaya Surabaya - Nama kompetisi: Shopee Liga 1 2019 - Pertandingan: Persela Lamongan vs Persebaya Surabaya - Tanggal kejadian: 23 Oktober 2019 - Jenis pelanggaran: Pelemparan botol (pengulangan) - Hukuman: Denda Rp. 45.000.000 2. Persija Jakarta - Nama kompetisi: Shopee Liga 1 2019 - Pertandingan: PSS Sleman vs Persija Jakarta - Tanggal kejadian: 24 Oktober 2019 - Jenis pelanggaran: Penyalaan smoke bomb serta flare (pengulangan) - Hukuman: Denda Rp. 150.000.000 3. Kalteng Putra - Nama kompetisi: Shopee Liga 1 2019 - Pertandingan: Kalteng Putra vs Persela Lamongan - Tanggal kejadian: 27 Oktober 2019 - Jenis pelanggaran: Melanggar fair play - Hukuman: Denda Rp. 50.000.000 4. Pemain Persela Lamongan, Sdr. Moch Zaenuri - Nama kompetisi: Shopee Liga 1 2019 - Pertandingan: Kalteng Putra vs Persela Lamongan - Tanggal kejadian: 27 Oktober 2019 - Jenis pelanggaran: Melakukan tindakan tidak sportif dan melanggar fair play - Hukuman: Larangan bermain sebanyak 1 (satu) pertandingan 5. Perseru Badak Lampung FC - Nama kompetisi: Shopee Liga 1 2019 - Pertandingan: Perseru Badak Lampung FC vs Persipura Jayapura - Tanggal kejadian: 28 Oktober 2019 - Jenis pelanggaran: Penyalaan flare dan pelemparan botol (pengulangan) - Hukuman: Denda Rp. 100.000.000 6. Persib Bandung - Nama kompetisi: Shopee Liga 1 2019 - Pertandingan: Persib Bandung vs Persija Jakarta - Tanggal kejadian: 28 Oktober 2019 - Jenis pelanggaran: Bernyanyi dengan kalimat tidak patut, penyalaan flare dan smoke bomb (pengulangan) - Hukuman: Denda Rp. 150.000.000 7. PSM Makassar - Nama kompetisi: Shopee Liga 1 2019 - Pertandingan: Bhayangkara FC vs PSM Makassar - Tanggal kejadian: 29 Oktober 2019 - Jenis pelanggaran: Pelemparan botol (pengulangan) - Hukuman: Denda Rp. 45.000.000 8. Persebaya Surabaya - Nama kompetisi: Shopee Liga 1 2019 - Pertandingan: Persebaya Surabaya vs PS Sleman - Tanggal kejadian: 29 Oktober 2019 - Jenis pelanggaran: Penyalaan smoke bomb serta flare, perusakan bench pemain, perusakan dan membakar aboard serta melakukan pengejaran terhadap pemain Persebaya Surabaya - Hukuman: Larangan tanpa penonton pada saat laga home dan away sampai akhir musim kompetisi 2019 dan denda Rp. 200.000.000
Dua gol kemenangan Maung Bandung, julukan Persib Bandung, dicetak oleh Frets Butuan dan Ezechiel N'Douassel. Namun, Persib tidak bisa benar-benar bahagia dalam kemenangan tersebut. Pasalnya, hanya beberapa hari setelahnya, Persib dijatuhi hukuman oleh Komdis PSSI. Berdasarkan keputusan hasil sidang Komdis PSSI pada Kamis (31/10/2019), Persib dijatuhi hukuman denda Rp 150 juta.
Sanksi denda itu dibebankan kepada Persib akibat kelakuan oknum suporter mereka dalam laga kontra Persija. Para pendukung Persib bernyanyi dengan kalimat yang tidak patut, menyalakan flare, dan smoke bomb (pengulangan). Hal yang sama pun dialami Persija terkait insiden saat melawan PSS Sleman pada 24 Oktober 2019. Oknum Persija dianggap melakukan pelanggaran soal penyalaan smoke bomb serta flare. Macan Kemayoran pun mendapat hukuman berupa denda sebesar Rp 150 juta.
Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI, Kamis (31/10/2019) 1. Persebaya Surabaya - Nama kompetisi: Shopee Liga 1 2019 - Pertandingan: Persela Lamongan vs Persebaya Surabaya - Tanggal kejadian: 23 Oktober 2019 - Jenis pelanggaran: Pelemparan botol (pengulangan) - Hukuman: Denda Rp. 45.000.000 2. Persija Jakarta - Nama kompetisi: Shopee Liga 1 2019 - Pertandingan: PSS Sleman vs Persija Jakarta - Tanggal kejadian: 24 Oktober 2019 - Jenis pelanggaran: Penyalaan smoke bomb serta flare (pengulangan) - Hukuman: Denda Rp. 150.000.000 3. Kalteng Putra - Nama kompetisi: Shopee Liga 1 2019 - Pertandingan: Kalteng Putra vs Persela Lamongan - Tanggal kejadian: 27 Oktober 2019 - Jenis pelanggaran: Melanggar fair play - Hukuman: Denda Rp. 50.000.000 4. Pemain Persela Lamongan, Sdr. Moch Zaenuri - Nama kompetisi: Shopee Liga 1 2019 - Pertandingan: Kalteng Putra vs Persela Lamongan - Tanggal kejadian: 27 Oktober 2019 - Jenis pelanggaran: Melakukan tindakan tidak sportif dan melanggar fair play - Hukuman: Larangan bermain sebanyak 1 (satu) pertandingan 5. Perseru Badak Lampung FC - Nama kompetisi: Shopee Liga 1 2019 - Pertandingan: Perseru Badak Lampung FC vs Persipura Jayapura - Tanggal kejadian: 28 Oktober 2019 - Jenis pelanggaran: Penyalaan flare dan pelemparan botol (pengulangan) - Hukuman: Denda Rp. 100.000.000 6. Persib Bandung - Nama kompetisi: Shopee Liga 1 2019 - Pertandingan: Persib Bandung vs Persija Jakarta - Tanggal kejadian: 28 Oktober 2019 - Jenis pelanggaran: Bernyanyi dengan kalimat tidak patut, penyalaan flare dan smoke bomb (pengulangan) - Hukuman: Denda Rp. 150.000.000 7. PSM Makassar - Nama kompetisi: Shopee Liga 1 2019 - Pertandingan: Bhayangkara FC vs PSM Makassar - Tanggal kejadian: 29 Oktober 2019 - Jenis pelanggaran: Pelemparan botol (pengulangan) - Hukuman: Denda Rp. 45.000.000 8. Persebaya Surabaya - Nama kompetisi: Shopee Liga 1 2019 - Pertandingan: Persebaya Surabaya vs PS Sleman - Tanggal kejadian: 29 Oktober 2019 - Jenis pelanggaran: Penyalaan smoke bomb serta flare, perusakan bench pemain, perusakan dan membakar aboard serta melakukan pengejaran terhadap pemain Persebaya Surabaya - Hukuman: Larangan tanpa penonton pada saat laga home dan away sampai akhir musim kompetisi 2019 dan denda Rp. 200.000.000
Rujukan
[HOAX] Penerimaan Mahasiswa UI Lewat Jalur MTQ Talent
Sumber: www.whatsapp.comTanggal publish: 06/11/2019
Berita
"UI Qur'an Center lagi nyari calon mahasiswa"
Narasi :
Assalamu’alaikum
ada yg punya anak, adik, ponakan, saudara kelas 3 SMA yg hafidz 20 atau 30 juz yg mau masuk UI?
UI Qur’an Center lagi nyari calon mahasiswa yg bisa direkomendasikan ke Rektor masuk jalur khusus MTQ talent.
Kalo ada silakan hubungi Sdri. Haifa di +6285692210459.
Terima kasih
Narasi :
Assalamu’alaikum
ada yg punya anak, adik, ponakan, saudara kelas 3 SMA yg hafidz 20 atau 30 juz yg mau masuk UI?
UI Qur’an Center lagi nyari calon mahasiswa yg bisa direkomendasikan ke Rektor masuk jalur khusus MTQ talent.
Kalo ada silakan hubungi Sdri. Haifa di +6285692210459.
Terima kasih
Hasil Cek Fakta
Penjelasan :
Kabar pesan berantai diatas yang berisi tentang dibukanya jalur khusus MTQ talent yang dibuat oleh UI Qur’an Center untuk calon mahasiswa Universitas Indonesia (UI), banyak membuat masyarakat yang membaca percaya akan hal itu. Terutama para orangtua yang ingin anaknya masuk UI. Syarat yang ditentukan yaitu calon mahasiswa UI harus bisa mengahafal 20 atau 30 juz Al-Quran.
Pesan berantai tersebut langsung diklarifikasi oleh pihak Universitas Indonesia, setelah menjawab pengaduan dari masyarakat yang penasaran akan kebenaran pesan berantai itu.
“Pengumuman: Universitas Indonesia tidak melakukan kerjasama dengan pihak manapun dalam penerimaan mahasiswa baru. Seluruh informasi mengenai penerimaan mahasiswa baru yang resmi dikeluarkan oleh Humas UI dan Kantor Penerimaan Mahasiswa Baru UI. Mohon waspada pada pihak-pihak yang mengatasnamakan UI dan menjanjikan kemudahan untuk diterima di UI. -Kantor Humas dan KIP UI-,” jawab Haifa, perwakilan UI yang namanya tercantum dalam pesan berantai itu, dalam keterangan tertulis melalui pesan whatsapp kepada masyarakat.
Haifa selaku staff Humas dari Universitas Indonesia menjelaskan bahwa UI tidak bekerja sama dengan pihak manapun dalam penerimaan mahasiswa Universitas Indonesia melalui jalur lain kecuali jalur resmi yang diumumkan oleh Humas UI dan Kantor Penerimaan Mahasiswa Baru UI.
” Seluruh informasi mengenai penerimaan mahasiswa baru resmi dikeluarkan oleh Humas UI dan Kantor Penerimaan Mahasiswa Baru UI. Mohon waspada pada pihak-pihak yang mengatasnamakan UI dan menjanjikan kemudahan untuk diterima di UI,” terang Haifa ketika dihubungi oleh redaksi dream.co.id
Dikutip dari kompas.com, Kepala Kantor Humas dan Komunikasi Informasi Publik UI, Rifelly Dewi Astuti menyatakan, saat ini seluruh proses penerimaan mahasiswa baru di UI telah selesai.
“Tidak ada, tidak ada, itu hoax (bohong). Karena seluruh proses penerimaan sudah selesai. Tidak ada lagi proses penerimaan,” kata Rifelly kepada Kompas.com, Senin (11/7/2016).
Menurut Rifelly, kabar tentang adanya penerimana mahasiswa baru melalui jalur MTQ Talent sudah pernah muncul sejak beberapa bulan silam. Ia menyatakan, pihak UI sudah pernah membantahnya.
Karena itu, ia mengaku heran kabar yang sama muncul kembali.
“Saya juga bingung kenapa muncul lagi. Iseng banget orang yang ngirim-ngirim itu,” ujar dia.
Kabar pesan berantai diatas yang berisi tentang dibukanya jalur khusus MTQ talent yang dibuat oleh UI Qur’an Center untuk calon mahasiswa Universitas Indonesia (UI), banyak membuat masyarakat yang membaca percaya akan hal itu. Terutama para orangtua yang ingin anaknya masuk UI. Syarat yang ditentukan yaitu calon mahasiswa UI harus bisa mengahafal 20 atau 30 juz Al-Quran.
Pesan berantai tersebut langsung diklarifikasi oleh pihak Universitas Indonesia, setelah menjawab pengaduan dari masyarakat yang penasaran akan kebenaran pesan berantai itu.
“Pengumuman: Universitas Indonesia tidak melakukan kerjasama dengan pihak manapun dalam penerimaan mahasiswa baru. Seluruh informasi mengenai penerimaan mahasiswa baru yang resmi dikeluarkan oleh Humas UI dan Kantor Penerimaan Mahasiswa Baru UI. Mohon waspada pada pihak-pihak yang mengatasnamakan UI dan menjanjikan kemudahan untuk diterima di UI. -Kantor Humas dan KIP UI-,” jawab Haifa, perwakilan UI yang namanya tercantum dalam pesan berantai itu, dalam keterangan tertulis melalui pesan whatsapp kepada masyarakat.
Haifa selaku staff Humas dari Universitas Indonesia menjelaskan bahwa UI tidak bekerja sama dengan pihak manapun dalam penerimaan mahasiswa Universitas Indonesia melalui jalur lain kecuali jalur resmi yang diumumkan oleh Humas UI dan Kantor Penerimaan Mahasiswa Baru UI.
” Seluruh informasi mengenai penerimaan mahasiswa baru resmi dikeluarkan oleh Humas UI dan Kantor Penerimaan Mahasiswa Baru UI. Mohon waspada pada pihak-pihak yang mengatasnamakan UI dan menjanjikan kemudahan untuk diterima di UI,” terang Haifa ketika dihubungi oleh redaksi dream.co.id
Dikutip dari kompas.com, Kepala Kantor Humas dan Komunikasi Informasi Publik UI, Rifelly Dewi Astuti menyatakan, saat ini seluruh proses penerimaan mahasiswa baru di UI telah selesai.
“Tidak ada, tidak ada, itu hoax (bohong). Karena seluruh proses penerimaan sudah selesai. Tidak ada lagi proses penerimaan,” kata Rifelly kepada Kompas.com, Senin (11/7/2016).
Menurut Rifelly, kabar tentang adanya penerimana mahasiswa baru melalui jalur MTQ Talent sudah pernah muncul sejak beberapa bulan silam. Ia menyatakan, pihak UI sudah pernah membantahnya.
Karena itu, ia mengaku heran kabar yang sama muncul kembali.
“Saya juga bingung kenapa muncul lagi. Iseng banget orang yang ngirim-ngirim itu,” ujar dia.
Rujukan
Rheum nobile
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 06/11/2019
Berita
Rheum nobile , Sikkim rhubarb atau noble rhubarb or पदमचाल , adalah tanaman herba raksasa yangberasal dari Himalaya , dari timur laut Afghanistan , timur melalui Pakistan utaradan India , Nepal , Sikkim (di India), Bhutan , dan Tibet ke Myanmar , terjadi di zona alpine pada ketinggian 4000-4800 m.
Ini adalah spesies luar biasa rhubarb (genus Rheum ). Pada ketinggian 1-2 m, menara R. nobile di atas semua semak dan tumbuhan rendah di habitatnya, dan terlihat di lembah-lembah satu mil jauhnya.
R. nobile sering disebut tanaman rumah kaca karena tirai luarnya dari bracts tembus cahaya yang melewati cahaya tampak, menciptakan efek rumah kaca , sementara menghalangi radiasi ultraviolet . Ini adalah pertahanan penting terhadap peningkatan paparan UV-B dan dingin ekstrem dalam rentang ketinggiannya yang tinggi.
Ini adalah spesies luar biasa rhubarb (genus Rheum ). Pada ketinggian 1-2 m, menara R. nobile di atas semua semak dan tumbuhan rendah di habitatnya, dan terlihat di lembah-lembah satu mil jauhnya.
R. nobile sering disebut tanaman rumah kaca karena tirai luarnya dari bracts tembus cahaya yang melewati cahaya tampak, menciptakan efek rumah kaca , sementara menghalangi radiasi ultraviolet . Ini adalah pertahanan penting terhadap peningkatan paparan UV-B dan dingin ekstrem dalam rentang ketinggiannya yang tinggi.
Hasil Cek Fakta
Sebuaj individu R. nobile adalah menara berbentuk kerucut yang halus, berwarna jerami, bersinar, bening, secara teratur tumpang tindih; yang lebih tinggi memiliki tepi merah muda. Daun radikula besar, mengkilap, hijau , dengan tangkai daun merah dan saraf, membentuk dasar yang luas untuk tanaman. Menghidupkan bracts mengungkapkan ketentuan membran, rapuh, pink . Di dalamnya ada malai bercabang pendek dari bunga-bunga hijau kecil .
The akar sering 1-2 m (3,3-6,6 ft) panjang dan setebal lengan, dan di dalam kuning cerah. Batangnya asam , dan dikonsumsi oleh penduduk setempat, yang menyebut tanaman Chuka . Rongga batang berisi banyak air jernih. Setelah berbunga, batang memanjang dan bracts terpisah satu sama lain, berubah menjadi merah-coklat kasar. Saat buah matang , bracts jatuh, meninggalkan batang yang tampak compang-camping ditutupi dengan malai buah coklat tua yang terjumbai. Ketika Hooker menunjukkan penampilan mereka: "Di musim dingin, batang-batang hitam telanjang ini, yang diproyeksikan dari tebing kumbang, atau menjulang di atas salju, berada dalam kondisi yang suram dengan kehancuran di sekitar musim itu."
The akar sering 1-2 m (3,3-6,6 ft) panjang dan setebal lengan, dan di dalam kuning cerah. Batangnya asam , dan dikonsumsi oleh penduduk setempat, yang menyebut tanaman Chuka . Rongga batang berisi banyak air jernih. Setelah berbunga, batang memanjang dan bracts terpisah satu sama lain, berubah menjadi merah-coklat kasar. Saat buah matang , bracts jatuh, meninggalkan batang yang tampak compang-camping ditutupi dengan malai buah coklat tua yang terjumbai. Ketika Hooker menunjukkan penampilan mereka: "Di musim dingin, batang-batang hitam telanjang ini, yang diproyeksikan dari tebing kumbang, atau menjulang di atas salju, berada dalam kondisi yang suram dengan kehancuran di sekitar musim itu."
Rujukan
Halaman: 7656/8485



