Bukan karena gigitan serangga, bayi yang berada di foto terkena sindrom “Linear nevus sebaceous”.
NARASI
“Mungkin sebagian kita tidak dapat meyisikan materinya, tapi tak salah bagi yang mau memajatkan doa semoga bayi ini diberi Alloh swt. kesembuhan… Aamiin…
#Alergi setelah digigit tomcat/sejenis seranga…”
[SALAH] “Alergi setelah digigit tomcat/sejenis seranga”
Sumber: www.facebook.comTanggal publish: 01/11/2019
Berita
Hasil Cek Fakta
SUMBER membagikan foto bayi yang terkena sindrom “Linear nevus sebaceous”.
SUMBER menambahkan narasi yang tidak sesuai dengan fakta sehingga membangun premis pelintiran.
(2) Beberapa artikel yang berkaitan:
NIH: “Linear nevus sebaceous sindroma (LNSS) adalah suatu kondisi yang ditandai oleh asosiasi nevus sebaceous linear yang besar (jenis tanda lahir) dengan berbagai kelainan yang dapat mempengaruhi setiap organ sistem, termasuk sistem syaraf pusat (CNS). [1] Nevus biasanya terletak di wajah, kulit kepala, atau leher. …”
Google Translate, selengkapnya di http://bit.ly/34kHS9K / http://archive.md/gHGjf (arsip cadangan).
–
* Semantic Scholar: “Figure 1. Nevus sebaceous on the left side of s
Published in Medicine 2017
Somatic KRAS mutation in an infant with linear nevus sebaceous syndrome associated with lymphatic malformations
Jiang Lihua, Gao Feng, Mao Shanshan, Xu Jialu, Jiang Kewen”
SUMBER menambahkan narasi yang tidak sesuai dengan fakta sehingga membangun premis pelintiran.
(2) Beberapa artikel yang berkaitan:
NIH: “Linear nevus sebaceous sindroma (LNSS) adalah suatu kondisi yang ditandai oleh asosiasi nevus sebaceous linear yang besar (jenis tanda lahir) dengan berbagai kelainan yang dapat mempengaruhi setiap organ sistem, termasuk sistem syaraf pusat (CNS). [1] Nevus biasanya terletak di wajah, kulit kepala, atau leher. …”
Google Translate, selengkapnya di http://bit.ly/34kHS9K / http://archive.md/gHGjf (arsip cadangan).
–
* Semantic Scholar: “Figure 1. Nevus sebaceous on the left side of s
Published in Medicine 2017
Somatic KRAS mutation in an infant with linear nevus sebaceous syndrome associated with lymphatic malformations
Jiang Lihua, Gao Feng, Mao Shanshan, Xu Jialu, Jiang Kewen”
Rujukan
Akan Bertemu UAS, Menag Akan Ingatkan Jika Ada Ceramah yang Tidak Pas
Sumber: Media OnlineTanggal publish: 30/10/2019
Berita
"MENAG MAU KETEMU UAS, MAU MEMERIKSA HADITS YANG DISAMPAIKAN UAS SENSITIF ?"
Hasil Cek Fakta
Jakarta - Menteri Agama Jenderal (Purn) Fachrul Razi berencana menemui penceramah kondang Ustaz Abdul Somad (UAS). Pertemuan tersebut merupakan bagian dari agenda Fachrul untuk merangkul segenap komponen masyarakat demi kepentingan bangsa.
"Boleh saja bertemu Ustaz Somad, saya tahu kita semua termasuk dia juga berjuang untuk bangsa dan negara ini kok. Meskipun ya, saya mengingatkan dia juga kalau ada satu dua butir ceramahnya yang menurut saya tidak pas. Kewajiban saya juga untuk menyampaikan itu," kata Fachrul saat berbincang dengan Tim Blak-blakan detikcom.
Selain itu, pria asal Aceh ini mengatakan waktu pertemuan dengan UAS itu akan diatur. Dia akan menyesuaikannya dengan agenda kerjanya.
"Kapan waktu pertemuannya (dengan UAS), nanti akan diatur. Disesuaikan dengan agenda kerja yang ada. Kan kita ada skala prioritas. Tapi anytime mau ketemuan dimana saja saya siap. Saya suka kok bertemu ustaz-ustaz, karena banyak ilmu yang bisa kita ambil. Silaturahmi itu kan baik, menambah teman," tutur Fachrul.
Fachrul melihat, wajah UAS adalah wajah orang baik. Dia percaya bahwa UAS pasti memiliki misi yang baik pula. "Saya melihat wajah Ustaz Somad itu wajah orang baik dan punya misi yang baik. Insya Allah kita bisa duduk bersama," imbuhnya.
Sebelumnya, Fachrul Razi dilantik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Menag pada Rabu (23/10/2019). Dengan latar belakang militernya, Fachrul Razi dianggap mampu menumpas radikalisme di Indonesia.
"Ke-9 Bapak Jenderal Fachrul Razi sebagai menteri agama. Ini urusan (Menag) berkaitan dengan radikalisme, ekonomi umat, industri halal saya kira, dan terutama haji berada di bawah beliau," ujar Jokowi saat mengenalkan Menteri Indonesia Maju di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/10/2019).
(rdp/dnu)
"Boleh saja bertemu Ustaz Somad, saya tahu kita semua termasuk dia juga berjuang untuk bangsa dan negara ini kok. Meskipun ya, saya mengingatkan dia juga kalau ada satu dua butir ceramahnya yang menurut saya tidak pas. Kewajiban saya juga untuk menyampaikan itu," kata Fachrul saat berbincang dengan Tim Blak-blakan detikcom.
Selain itu, pria asal Aceh ini mengatakan waktu pertemuan dengan UAS itu akan diatur. Dia akan menyesuaikannya dengan agenda kerjanya.
"Kapan waktu pertemuannya (dengan UAS), nanti akan diatur. Disesuaikan dengan agenda kerja yang ada. Kan kita ada skala prioritas. Tapi anytime mau ketemuan dimana saja saya siap. Saya suka kok bertemu ustaz-ustaz, karena banyak ilmu yang bisa kita ambil. Silaturahmi itu kan baik, menambah teman," tutur Fachrul.
Fachrul melihat, wajah UAS adalah wajah orang baik. Dia percaya bahwa UAS pasti memiliki misi yang baik pula. "Saya melihat wajah Ustaz Somad itu wajah orang baik dan punya misi yang baik. Insya Allah kita bisa duduk bersama," imbuhnya.
Sebelumnya, Fachrul Razi dilantik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Menag pada Rabu (23/10/2019). Dengan latar belakang militernya, Fachrul Razi dianggap mampu menumpas radikalisme di Indonesia.
"Ke-9 Bapak Jenderal Fachrul Razi sebagai menteri agama. Ini urusan (Menag) berkaitan dengan radikalisme, ekonomi umat, industri halal saya kira, dan terutama haji berada di bawah beliau," ujar Jokowi saat mengenalkan Menteri Indonesia Maju di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/10/2019).
(rdp/dnu)
Rujukan
Lagi Jadi Sorotan, Berapa Buzzer Dibayar?
Sumber: Media OnlineTanggal publish: 30/10/2019
Berita
"Apakaah benar penyebar hoax gaji nya sebesar 20 juta ?"
Hasil Cek Fakta
Jakarta - Kerjaan buzzer terbilang gampang-gampang susah. Hanya dengan bermodalkan akun medsos (media sosial), internet, serta kemampuan untuk bercakap di dunia maya, setiap orang bisa menjadi seorang buzzer.
Di media sosial, buzzer bekerja untuk menggiring opini publik. Para buzzer menggiring opini publik melalui akun-akun media sosial berdasarkan permintaan klien.
Sebelumnya, detikFinance pernah mewawancarai seorang buzzer. Berdasarkan wawancara tersebut diketahui bahwa dia pernah terlibat dalam giring-menggiring opini.
Rahaja Baraha (bukan nama sebenarnya) menjelaskan, dirinya terlibat menjadi buzzer sejak tahun 2016. Sejak menjadi buzzer, sejumlah klien pernah ia tangani, dari mulai menggiring isu untuk perusahaan hingga kasus hukum kopi bersianida Jesicca-Mirna. Puncak karirnya jadi buzzer ialah saat pilgub DKI Jakarta.
Cara kerjanya, bos Raharja akan menerima order dari klien, atau bisa saja dari tim yang lebih besar untuk event tertentu. Kemudian, order itu dijalankan oleh buzzer. Selanjutnya, mereka akan memperoleh pendapatan dari kerjanya tersebut dengan beragam indikator sejauh mana isu itu menyebar.
Mengenai pembayaran, Raharja mengaku biasa mendapat gaji bulanan layaknya pegawai kantoran.
"Kalau sistem bisnisnya kerja aja, bayar gaji bulanan, per project. Tapi biasanya bulanan. Jadi si klien 'nanti gue bayar sebulan', all in, budget segini lu bikin tim. tergantung kebutuhan sih," terangnya kepada detikcom, Selasa (2/4/2019).
Sedangkan untuk nominal pembayarannya atau nilai order bergantung pada besar kecilnya isu hingga tenaga yang dikerahkan. Rahaja tak bisa merinci nilai order yang biasa diterima oleh atasannya. Meski demikian, dia memperkirakan Rp 50 juta hingga Rp 100 juta untuk tiap proyek isu.
Kemudian uang tersebut akan dibagi-bagikan menjadi gaji untuk para buzzer. Untuk pekerja lapis bawah biasa menerima gaji sebesar UMR per bulan, sedangkan Raharja yang bertindak sebagai koordinator menerima upah lebih besar.
"Kalau tim nggak terlalu tahu pasti, karena yang pegang bos gue (saya), waktu itu gue koordinator doang. Tergantung isu, tapi rata-rata Rp 50 juta- Rp 100 juta, sampai man power 10 orang. Nanti per orang UMR lah, Rp 3,5 juta-Rp 5 juta lah kalau buat yang di bawah. (Kalau koordinator?) Gue kemarin Rp 6 juta," paparnya.
Di media sosial, buzzer bekerja untuk menggiring opini publik. Para buzzer menggiring opini publik melalui akun-akun media sosial berdasarkan permintaan klien.
Sebelumnya, detikFinance pernah mewawancarai seorang buzzer. Berdasarkan wawancara tersebut diketahui bahwa dia pernah terlibat dalam giring-menggiring opini.
Rahaja Baraha (bukan nama sebenarnya) menjelaskan, dirinya terlibat menjadi buzzer sejak tahun 2016. Sejak menjadi buzzer, sejumlah klien pernah ia tangani, dari mulai menggiring isu untuk perusahaan hingga kasus hukum kopi bersianida Jesicca-Mirna. Puncak karirnya jadi buzzer ialah saat pilgub DKI Jakarta.
Cara kerjanya, bos Raharja akan menerima order dari klien, atau bisa saja dari tim yang lebih besar untuk event tertentu. Kemudian, order itu dijalankan oleh buzzer. Selanjutnya, mereka akan memperoleh pendapatan dari kerjanya tersebut dengan beragam indikator sejauh mana isu itu menyebar.
Mengenai pembayaran, Raharja mengaku biasa mendapat gaji bulanan layaknya pegawai kantoran.
"Kalau sistem bisnisnya kerja aja, bayar gaji bulanan, per project. Tapi biasanya bulanan. Jadi si klien 'nanti gue bayar sebulan', all in, budget segini lu bikin tim. tergantung kebutuhan sih," terangnya kepada detikcom, Selasa (2/4/2019).
Sedangkan untuk nominal pembayarannya atau nilai order bergantung pada besar kecilnya isu hingga tenaga yang dikerahkan. Rahaja tak bisa merinci nilai order yang biasa diterima oleh atasannya. Meski demikian, dia memperkirakan Rp 50 juta hingga Rp 100 juta untuk tiap proyek isu.
Kemudian uang tersebut akan dibagi-bagikan menjadi gaji untuk para buzzer. Untuk pekerja lapis bawah biasa menerima gaji sebesar UMR per bulan, sedangkan Raharja yang bertindak sebagai koordinator menerima upah lebih besar.
"Kalau tim nggak terlalu tahu pasti, karena yang pegang bos gue (saya), waktu itu gue koordinator doang. Tergantung isu, tapi rata-rata Rp 50 juta- Rp 100 juta, sampai man power 10 orang. Nanti per orang UMR lah, Rp 3,5 juta-Rp 5 juta lah kalau buat yang di bawah. (Kalau koordinator?) Gue kemarin Rp 6 juta," paparnya.
Rujukan
[SALAH] Auman raksasa dajjal dari bawah dasar lautan Samudra Pasifik
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 30/10/2019
Berita
Tidak ada satu pun bukti sahih yang mendukung klaim bahwa gempa di Iran berkaitan dengan suara misterius diduga dajjal yang mengaum di Samudra Pasifik.
Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI
=============================================
Kategori : Konten yang Menyesatkan
=============================================
Akun Arya van Houten (fb.com/AryaLesmana23) mengunggah sebuah gambar di grup Gombalan bikin baper (fb.com/groups/428400911236890) dengan narasi :
“Peringatan dari umat muslim jgn tinggal kan solat”
Dalam gambar tersebut terdapat narasi :
“Baru dpt info, sorry kalo telat ngabarinnya, Iran pkl 17.30 ba’da magrib mndapati gempa dan gerhana,dan sesuatu bnyi ganjil lgi sprti ngauman raksasa yg kdua kalinya dri bwah dasar lautan samudra pasifik, mnurut Para ULAMA, itu suara dajjal yg brusaha naik kedunia. oleh sbab itu kita senantiasa tdk brhenti adzan dan shalat. siapa yg membaca ini tlong sbarkan ke-20 orng,jngan DIPERMAINKAN! lillahita’ala demi Allah ini amanah NU dlam wkt 12 jam gak dikrim musibah berupa dibnci orgn, akn sial smpai umur 48 thn, dan KEMALUAN NYA mbusuk! apa susahny kita mengabari hanya saling mengingatkan.. ?”
Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI
=============================================
Kategori : Konten yang Menyesatkan
=============================================
Akun Arya van Houten (fb.com/AryaLesmana23) mengunggah sebuah gambar di grup Gombalan bikin baper (fb.com/groups/428400911236890) dengan narasi :
“Peringatan dari umat muslim jgn tinggal kan solat”
Dalam gambar tersebut terdapat narasi :
“Baru dpt info, sorry kalo telat ngabarinnya, Iran pkl 17.30 ba’da magrib mndapati gempa dan gerhana,dan sesuatu bnyi ganjil lgi sprti ngauman raksasa yg kdua kalinya dri bwah dasar lautan samudra pasifik, mnurut Para ULAMA, itu suara dajjal yg brusaha naik kedunia. oleh sbab itu kita senantiasa tdk brhenti adzan dan shalat. siapa yg membaca ini tlong sbarkan ke-20 orng,jngan DIPERMAINKAN! lillahita’ala demi Allah ini amanah NU dlam wkt 12 jam gak dikrim musibah berupa dibnci orgn, akn sial smpai umur 48 thn, dan KEMALUAN NYA mbusuk! apa susahny kita mengabari hanya saling mengingatkan.. ?”
Hasil Cek Fakta
PENJELASAN
Benarkah Iran mengalami gempa dan gerhana? Benarkah ada auman raksasa dari dasar Samudra Atlantik yang diduga dajjal?
Berdasarkan penelusuran di situs Earthquake Track, ada tujuh gempa di atas magnitudo 5 yang mengguncang Iran sejak Januari hingga Agustus 2019.
Yang terbesar adalah gempa magnitudo 5,7 yang mengguncang Masjed Soleymān, Khuzestan, Iran pada 8 Juli 2019.
Seperti dikutip dari Iranian Red Crecent (Bulan Sabit Merah), lindu tersebut berdampak area dengan radius 15 kilometer dari episentrum, yang mencakup 56 desa, dengan populasi 5.580 orang. Sebanyak 125 dilaporkan cedera, dan seorang lainnya tewas karena serangan jantung.
Gempa tersebut terjadi jauh setelah unggahan akun sumber klaim muncul.
Bagaimana kaitan dengan gerhana?
Berdasarkan penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, gempa besar mengguncang Iran pada Desember 2010, yang momentumnya berdekatan dengan gerhana bulan.
Seperti dikutip dari situs USGS, gempa dengan magnitudo 6,7 mengguncang Iran tenggara pada 20 Desember 2010 UTC.
Klaim bahwa dajjal menghuni Samudera Pasifik pernah beredar sebelumnya pada 2017. Konon suara dajjal terdengar di Aceh.
Namun, klaim tersebut dibantah keras pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dalam artikel berjudul, [HOAKS] Suara Dajal Terdengar di Aceh.
Berikut bantahannya:
KATEGORI: HOAKS
Penjelasan :
Telah beredar dan menjadi ramai di perbincangkan di media sosial Facebok tentang Suara Dajal Terdengar di Aceh, sepeti yang di unggah oleh “Van Saputra” yang mengatakan dalam postingannya bahwa mendengar suara anjing sedang mengaung seperti suara raksasa di dasar Laut Samudra Pasifik, menurut para Ulama itu suara Dajjal yang berusaha naik ke dunia. dalam postingannya pembuat status tersebut menyuruh adzan tidak berhenti dan sholat. Bahkan mengancam apabila tidak di sebarkan ke 20 orang dalam waktu 12 jam akan mendapatkan musibah berupa di benci orang dan akan sial sampai umur 48 tahun.
Faktanya, Laut Samudra Pasifik itu sendiri berada di dekat dengan wilayah timur Indonesia, sedangkan Aceh sendiri berada di wilayah Barat Indosia, jadi tidak mungkin terdengar suaranya karena jaraknya jauh.
Informasi lainnya dilansir dari jpnn.com, Mahyudin selaku warga Banda Aceh saat di wawancara mengatakan mengaku tidak mendengar kabar apa pun soal suara raksasa di Aceh. ”Kalau ada ramai-ramai, pasti dengar, Bang,” katanya saat dihubungi kemarin (23/8).
Benarkah Iran mengalami gempa dan gerhana? Benarkah ada auman raksasa dari dasar Samudra Atlantik yang diduga dajjal?
Berdasarkan penelusuran di situs Earthquake Track, ada tujuh gempa di atas magnitudo 5 yang mengguncang Iran sejak Januari hingga Agustus 2019.
Yang terbesar adalah gempa magnitudo 5,7 yang mengguncang Masjed Soleymān, Khuzestan, Iran pada 8 Juli 2019.
Seperti dikutip dari Iranian Red Crecent (Bulan Sabit Merah), lindu tersebut berdampak area dengan radius 15 kilometer dari episentrum, yang mencakup 56 desa, dengan populasi 5.580 orang. Sebanyak 125 dilaporkan cedera, dan seorang lainnya tewas karena serangan jantung.
Gempa tersebut terjadi jauh setelah unggahan akun sumber klaim muncul.
Bagaimana kaitan dengan gerhana?
Berdasarkan penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, gempa besar mengguncang Iran pada Desember 2010, yang momentumnya berdekatan dengan gerhana bulan.
Seperti dikutip dari situs USGS, gempa dengan magnitudo 6,7 mengguncang Iran tenggara pada 20 Desember 2010 UTC.
Klaim bahwa dajjal menghuni Samudera Pasifik pernah beredar sebelumnya pada 2017. Konon suara dajjal terdengar di Aceh.
Namun, klaim tersebut dibantah keras pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dalam artikel berjudul, [HOAKS] Suara Dajal Terdengar di Aceh.
Berikut bantahannya:
KATEGORI: HOAKS
Penjelasan :
Telah beredar dan menjadi ramai di perbincangkan di media sosial Facebok tentang Suara Dajal Terdengar di Aceh, sepeti yang di unggah oleh “Van Saputra” yang mengatakan dalam postingannya bahwa mendengar suara anjing sedang mengaung seperti suara raksasa di dasar Laut Samudra Pasifik, menurut para Ulama itu suara Dajjal yang berusaha naik ke dunia. dalam postingannya pembuat status tersebut menyuruh adzan tidak berhenti dan sholat. Bahkan mengancam apabila tidak di sebarkan ke 20 orang dalam waktu 12 jam akan mendapatkan musibah berupa di benci orang dan akan sial sampai umur 48 tahun.
Faktanya, Laut Samudra Pasifik itu sendiri berada di dekat dengan wilayah timur Indonesia, sedangkan Aceh sendiri berada di wilayah Barat Indosia, jadi tidak mungkin terdengar suaranya karena jaraknya jauh.
Informasi lainnya dilansir dari jpnn.com, Mahyudin selaku warga Banda Aceh saat di wawancara mengatakan mengaku tidak mendengar kabar apa pun soal suara raksasa di Aceh. ”Kalau ada ramai-ramai, pasti dengar, Bang,” katanya saat dihubungi kemarin (23/8).
Rujukan
Halaman: 7662/8485




