• [SALAH] Tangkapan Layar Grup WA Pendukung 02

    Sumber: www.whatsapp.com
    Tanggal publish: 30/10/2019

    Berita

    Politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahean membantah dan mengatakan bahwa tangkapan layar tersebut merupakan editan dan hoaks. Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera ikut membantah terkait beredarnya tangkapan layar yang menunjukan percakapan di grup WhatsApp mengatasnamakan Pendukung 02 tersebut.
    Beredar gambar tangkapan layar grup Whatsapp yang diklaim sebagai ‘Grup WA Pendukung 02’.

    Sejumlah nama tokoh partai dan pendukung Prabowo-Sandiaga dalam Pilpres 2019, terlihat juga ikut dicatut namanya dalam tangkapan layar yang belum jelas sumbernya.

    Mereka terlihat menanggapi percakapan terkait ditunjuknya Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto menjadi Menteri Pertahanan oleh Presiden Jokowi.

    Para tokoh yang ditampilkan dalam grup itu yakni Mardani Ali Sera, Ferdinand Hutahaean, Habiburokhman, Neno Warisman, Fadli Zon, Fahri Hamzah, hingga Ustad Abdul Somad. Mereka tampak ada yang mendukung keputusan Prabowo masuk dalam kabinet, sementara beberapa lainnya kecewa dan ditampilkan meninggalkan/keluar dari grup WhatsApp itu.

    Hasil Cek Fakta

    PENJELASAN

    Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera ikut membantah terkait beredarnya tangkapan layar yang menunjukan percakapan di grup WhatsApp mengatasnamakan Pendukung 02.

    Dalam tangkapan layar itu, nama Mardani ikut memberikan komentar terkait ditunjuknya Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan.

    Akun Mardani dalam grup tersebut memberikan tanggapan dengan menuliskan “*menyimak”.

    Mardani kemudian memberi tanggapan dengan menyatakan bahwa dia tidak terlibat dalam percakapan grup WhastApp yang belakangan diketahui hoaks.

    “Saya tidak ikut,” ujar Mardani saat dikonfirmasi, Jumat (25/10/2019).

    Nama politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahean menjadi salah satu orang yang ikut menanggapi percakapan Prabowo menjadi Menhan di grup WhatsApp Pendukung 02 tersebut.

    Nama Ferdinand dalam chat tersebut memberi komentar dengan mengucapkan selalamat kepada Prabowo yang menjadi Menhan. Ucapan tersebut tertulis “Selamat Jenderal!”.

    Namun, Ferdinand membantah dan mengatakan bahwa tangkapan layar tersebut merupakan editan dan hoaks.

    “Oh enggak. Itu hoax. Editan saja,” kata Ferdinand saat dikonfirmasi.

    “Tidak mungkin saya ucapkan selamat kepada Prabowo,” sambungnya.

    Ferdinand mengatakan grup WhatsApp itu kemungkinan sengaja dibuat sedemikian rupa seolah berisi para tokoh pendukung 02 dan disebarkan kepada publik untuk meledek.

    “Dibuat mungkin untuk ngeledekin aja,” kata Ferdinand.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Kecewa Kader NU Tak Di Jadikan Menteri Agama, PBNU Do’akan Jokowi Kualat

    Sumber: Media Online
    Tanggal publish: 30/10/2019

    Berita

    Ridwan Darmawan dari Rabithah Maahid Al-Islamiyyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) mengklarifikasi komentar tersebut adalah buah pikiran pribadinya dan tidak berkaitan dengan organisasi asosiasi pesantren NU.

    Beredar artikel yang berjudul “Kecewa Kader NU Tak Di Jadikan Menteri Agama, PBNU Do’akan Jokowi Kualat” yang dimuat di situs kabarislamnews[dot]com.

    Pada artikel ini terdapat pernyataan Ridwan Darmawan dari Rabithah Maahid Al-Islamiyyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) yang ditulis sebagai berikut :

    “Di NU sangat banyak pengurus dan tokoh yang berkualitas untuk mengisi pos menteri agama. Pak Jokowi bebas memilih, asal kader NU dan dekat dengan ulama, jika tidak diberikan ke NU saya yakin Presiden Jokowi bisa kualat,” tegas Ridwan.”

    Pernyataan ini terdapat di paragraf ke lima artikel tersebut.

    Hasil Cek Fakta

    PENJELASAN

    Setelah dilakukan penelusuran, pernyataan Ridwan Darmawan dari Rabithah Maahid Al-Islamiyyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) yang menyebut Presiden Jokowi bisa kualat karena tidak memasukkan kader PBNU ke dalam kabinet, tidak mewakili nama organisasi PBNU maupun RMI NU. Pernyataan itu mewakili pendapat pribadi Ridwan. Ridwan juga sudah memberikan klarifikasi.

    Berikut klarifikasi lengkap Ridwan seperti dilansir dari nu.or.id :

    Jakarta, NU Online
    Ridwan Darmawan dari Rabithah Maahid Al-Islamiyyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) mengklarifikasi perihal pemberitaan media soal yang menyangkut komentarnya mengenai susunan kabinet Jokowi-Amin terutama perihal Menteri Agama. Ia menyatakan bahwa komentar tersebut adalah buah pikiran pribadinya dan tidak berkaitan dengan organisasi asosiasi pesantren NU.

    “Pemberitaan terkait dengan kekecewaan RMI NU terhadap Presiden Jokowi atas penetapan Menteri Agama tersebut bukan perintah lembaga RMI NU, dan saya tidak punya kapasitas untuk mengatasnamakan RMI NU, namun inisiatif saya sendiri sebagai pribadi sebagai warga NU,” kata Ridwan dalam pernyataan tertulisnya, Rabu (23/10).

    Ridwan menjelaskan bahwa pernyataan dalam berita merupakan hasil obrolan santai dan bukan pernyataan tertulis. Ia pribadi merasa tidak mendapat konfirmasi atas penayangan berita tersebut. Oleh karenya, ia meminta kepada media untuk mencabut berita yang beredar.

    “Pernyataan tersebut dikutip oleh teman-teman media pada saat ngobrol santai, bukan pernyataan tertulis yang saya buat atau wawancara khusus mengenai hal itu,” kata Ridwan.

    Atas kejadian itu, ia dengan segala kerendahan hati meminta maaf kepada warga NU dan terkhusus kepada RMI NU dan Ketua PP RMI NU H Abdul Ghoffarrozin. Pihaknya meminta maaf jika dalam pemberitaan tersebut banyak pihak dirugikan.

    “Selamat siang untuk semua kader NU dan masyarakat Indonesia yang saya cintai dan banggakan. Saya Ridwan Darmawan, pengurus RMI NU akan mengklarifikasi dan mengucapkan permintaan maaf yang sebesar-besarnya terkait pemberitaan yang beredar di media massa,” kata Ridwan.

    Ia juga mengarahkan permohonan maafnya kepada Presiden Jokowi dan seluruh masyarakat Indonesia apabila dalam pemberitaan tersebut membuat tidak nyaman.

    “Terakhir, saya meminta dengan sangat kepada media atau jurnalis yang menaikkan berita tanpa konfirmasi dan membawa-bawa nama RMI NU untuk mencabut pemberitaan tersebut,” kata Ridwan.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • (HOAX) KOD Babi pada makanan?

    Sumber: Media Online
    Tanggal publish: 29/10/2019

    Berita

    "Kode pada makanan yang di dalamnya mengandung babi?"
    NARASI : jumat pagi anak-anak jajan ice cream. cek label halal MUI ada, tapi begitu cek ingredestnya astagfirullah menghandung lemak babi. berhati-hatilah kaum muslimin semuanya

    Hasil Cek Fakta

    PENJELASAN :Sehubungan dengan banyaknya pertanyaan mengenai kandungan E471, maka dapat disampaikan bahwa kode E merupakan kode yang dikeluarkan oleh Uni Eropa (European Union) untuk bahan tambahan makanan (pewarna, pengawet, pengental, penstabil, dsb). Kode E tidak dapat mengidentifikasikan bahwa bahan tersebut mengandung babi. Perlu ada pengkajian lebih lanjut terkait dengan kandungan yang terdapat dalam bahan.

    Untuk produk makanan yang komposisinya terdapat kode E namun sudah berlogo halal MUI, sudah dipastikan bahwa sumber bahan tersebut berasal dari sumber yang halal sehingga tidak perlu dikhawatirkan lagi kehalalannya.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Suhu Panas Ekstrem Ternyata Bisa untuk Goreng Kerupuk

    Sumber: Media Online
    Tanggal publish: 28/10/2019

    Berita

    "Benar apa hoax goreng krupuk dengan terik matahari"

    Hasil Cek Fakta

    Fokus, Bekasi - Rekaman video seorang ibu rumah tangga yang memasak di tengah jalan saat kondisi cuaca tengah panas ekstrem, viral di media sosial. Ibu ini menggoreng kerupuk tanpa kompor.

    Seperti ditayangkan Fokus Indosiar, Sabtu (26/10/2019), teriknya matahari rupanya bisa menjadi pengganti kompor untuk menggoreng kerupuk hingga matang.Lastri Lestari, ibu rumah tangga yang tinggal di Perumahan Kedung Jaya Indah, Bekasi, merekam aksinya beberapa hari lalu. Lalu dia mengunggahnya ke media sosial dan menarik perhatian netizen.

    Dia mengaku aksinya ini dilakukan spontan. Saat itu, dia sedang memasak di dapur. Lalu melihat teriknya matahari, dia membawa wajan ke luar. Lalu dengan iseng memasukan kerupuk dan ternyata matang dengan terik matahari.

    Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan suhu panas ekstrem yang mencapai hingga 39 derajat Celcius akan terus terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, terutama di selatan garis katulistiwa.

    Rujukan

    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini