Viral Bayi Tewas Tersetrum Charger HP di Indramayu, Ini Faktanya
Sumber: Media OnlineTanggal publish: 24/10/2019
Berita
"Innalilahi. Kesetrum kabel cash HP.. Balita meninggal dunia.. Kjadian td siang di puskesmas jatibarang"
Hasil Cek Fakta
Liputan6.com, Indramayu - Rasa sesal menyelimuti pasangan Madyani dan Andarwati warga Blok Roma Desa Bulak Kecamatan Jatibarang Kabupaten Indramayu. Mereka harus mengikhlaskan kepergian anak ketiganya Arfan.
Video kesedihan orangtua Arfan itu sebelumnya sempat viral di media sosial. Sang ibu menangis histeris sambil menggendong Arfan yang berusia 10 bulan dalam kondisi tak bernyawa.
Dalam video yang beredar di media sosial itu, tertulis keterangan bahwa Arfan meninggal akibat tersetrum kabel charger ponsel. Namun, faktanya bukan.
"Setelah ditelusuri bukan karena charger ponsel tapi karena tersengat aliran listrik dari kabel mesin roti," kata Kapolres Indramayu AKBP Yoris MY Marzuki beberapa waktu lalu.
Dari informasi yang didapat, kejadian tersebut terjadi pada tanggal 8 Oktober 2019. Arfan diduga memegang kabel mesin pembuat roti yang sudah terkelupas hingga tersengat aliran listrik dan meninggal dunia.
Pada waktu yang bersamaan, orangtua korban tengah tertidur dan tidak menyadari sang anak sedang mainan kabel yang masih teraliri listrik.
"Orangtua korban mendengar anaknya jatuh dan kesetrum langsung berteriak dan menangis lalu dibawa ke Puskesmas Jatibarang Kabupaten Indramayu," ujar dia.
Namun, setibanya di Puskesmas Jatibarang, Arfan sudah meninggal dunia. Tangisan ibu korban pecah dan histeris sembari menggendong anaknya yang sudah tiada.
Dalam video berdurasi 39 detik itu, sang ibu terus menangis sambil mengendong dan menggoyangkan tubuh anaknya. Ia berusaha agar anaknya bisa kembali hidup.
"Orangtua korban menerima ikhlas dan membuat pernyataan atas kejadian ini merupakan musibah. Korban kemudian dimakamkan di Kabupaten Kuningan," ujar dia.
Dari informasi yang didapat, orangtua Arfan juga merupakan pengusaha roti. Mereka memiliki mesin pembuat roti. Keduanya juga dikenal baik dengan tetangga di lingkungan sekitar.
"Suka bagi-bagi roti kalau ada hajatan atau ada yang meninggal," ujar tetangga Madyani yang meminta tidak disebutkan namanya itu.
Video kesedihan orangtua Arfan itu sebelumnya sempat viral di media sosial. Sang ibu menangis histeris sambil menggendong Arfan yang berusia 10 bulan dalam kondisi tak bernyawa.
Dalam video yang beredar di media sosial itu, tertulis keterangan bahwa Arfan meninggal akibat tersetrum kabel charger ponsel. Namun, faktanya bukan.
"Setelah ditelusuri bukan karena charger ponsel tapi karena tersengat aliran listrik dari kabel mesin roti," kata Kapolres Indramayu AKBP Yoris MY Marzuki beberapa waktu lalu.
Dari informasi yang didapat, kejadian tersebut terjadi pada tanggal 8 Oktober 2019. Arfan diduga memegang kabel mesin pembuat roti yang sudah terkelupas hingga tersengat aliran listrik dan meninggal dunia.
Pada waktu yang bersamaan, orangtua korban tengah tertidur dan tidak menyadari sang anak sedang mainan kabel yang masih teraliri listrik.
"Orangtua korban mendengar anaknya jatuh dan kesetrum langsung berteriak dan menangis lalu dibawa ke Puskesmas Jatibarang Kabupaten Indramayu," ujar dia.
Namun, setibanya di Puskesmas Jatibarang, Arfan sudah meninggal dunia. Tangisan ibu korban pecah dan histeris sembari menggendong anaknya yang sudah tiada.
Dalam video berdurasi 39 detik itu, sang ibu terus menangis sambil mengendong dan menggoyangkan tubuh anaknya. Ia berusaha agar anaknya bisa kembali hidup.
"Orangtua korban menerima ikhlas dan membuat pernyataan atas kejadian ini merupakan musibah. Korban kemudian dimakamkan di Kabupaten Kuningan," ujar dia.
Dari informasi yang didapat, orangtua Arfan juga merupakan pengusaha roti. Mereka memiliki mesin pembuat roti. Keduanya juga dikenal baik dengan tetangga di lingkungan sekitar.
"Suka bagi-bagi roti kalau ada hajatan atau ada yang meninggal," ujar tetangga Madyani yang meminta tidak disebutkan namanya itu.
Rujukan
KH Said Aqil Siroj Bicara Dakwah Nabi dan Wali hingga NKRI Syariah
Sumber: Media OnlineTanggal publish: 24/10/2019
Berita
Jakarta -
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof Dr KH Said Aqil Siroj menyatakan Rasulullah senantiasa berdakwah dengan damai dan santun. Juga tidak membebani atau menyakiti orang lain.
"Ajaklah umat manusia untuk mengikuti jalan Tuhanmu, dengan bijak, arif, santun, ramah, dan fleksibel," kata Kiai Said kepada Tim Blak blakan detikcom.
Strategi dakwah semacam itu yang kemudian juga dikembangkan para sahabat Nabi, para wali, dan kiai. Ia mencontohkan Menara dan kubah di masjid-masjid merupakan hasil adaptasi para sahabat dalam berdakwah. Menara yang merupakan tempat menyimpan api untuk disembah kaum majusi di Persia, secara perlahan apinya disingkirkan. Menara dibiarkan dan berganti fungsi menjadi tempat pengeras suara. Begitu pun dengan kubah yang semula menjadi ciri khas gereja-gereja, istana, dan perkantoran, karena keindahannya lalu diadopsi ke dalam arsitektur masjid.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof Dr KH Said Aqil Siroj menyatakan Rasulullah senantiasa berdakwah dengan damai dan santun. Juga tidak membebani atau menyakiti orang lain.
"Ajaklah umat manusia untuk mengikuti jalan Tuhanmu, dengan bijak, arif, santun, ramah, dan fleksibel," kata Kiai Said kepada Tim Blak blakan detikcom.
Strategi dakwah semacam itu yang kemudian juga dikembangkan para sahabat Nabi, para wali, dan kiai. Ia mencontohkan Menara dan kubah di masjid-masjid merupakan hasil adaptasi para sahabat dalam berdakwah. Menara yang merupakan tempat menyimpan api untuk disembah kaum majusi di Persia, secara perlahan apinya disingkirkan. Menara dibiarkan dan berganti fungsi menjadi tempat pengeras suara. Begitu pun dengan kubah yang semula menjadi ciri khas gereja-gereja, istana, dan perkantoran, karena keindahannya lalu diadopsi ke dalam arsitektur masjid.
Hasil Cek Fakta
Kearifan para sahabat itu dilanjutkan oleh para Wali yang menyebarkan Islam di Jawa. Mereka tidak konfrontatif, sebaliknya secara perlahan melakukan asimilasi dengan budaya dan tradisi lokal sudah lebih dulu berkembang di tanah Jawa. Misalnya keyakinan masyarakat bahwa ketika seseorang meninggal, arwahnya masih bersemayam selama tujuh hari di rumahnya. Para tetangga dan kerabatnya lantas menemani keluarga yang ditinggal dengan begadang sambil bermain gaple, judi, dan lainnya.
Para wali tidak lantas mencela dan serta-merta melarang kebiasaan semacam itu. Tapi mengubahnya secara perlahan. "Kebiasaan main gaple atau judi, diganti dengan membaca doa, tahlil, atau yasinan," tutur Kiai Said.
Terkait wacana NKRI Syariah yang dilontarkan sekelompok orang dalam Ijtima Ulama beberapa waktu lalu, Sai Aqil mempertanyakan kredibilitas mereka. Sebab bagi doktor bidang Aqidah dan Firasat Islam dari University Umm al-Qura, Saudi Arabia itu, NKRI dengan dasar negaranya Pancasila sudah final.
Menurut kiai kelahiran Cirebon, 3 Juli 1953 itu, dalam Muktamar pada 1936 di Banjarmasin, para kiai NU sepakat bahwa Negara Indonesia adalah Darussalam atau National State (Negara Kebangsaan).
Selain itu, pendiri NU KH Hasyim Asy'ari juga menyetujui penghapusan Piagam Jakarta. "Bagi para kiai, persatuan lebih utama. Setelah itu baru memikirkan soal syariat, undang-undang," ujarnya.
Rujukannya adalah, saat hijrah ke Medinah, Nabi Muhammad tidak mendirikan Negara Islam atau Negara Arab. "Negara Medinah yang dibentuk Nabi Muhammad itu punya visi-misi keadilan, kebersamaan, solidaritas antarpenduduk tanpa pandang bulu," papar Said Aqil.
Dia lantas mengingatkan mereka yang masih berupaya mendirikan Negara Islam atau Syariah untuk berkaca ke negara-negara di Timur Tengah yang hingga sekarang masih dilanda perang saudara. "Apa artinya kita bicara syariah, bicara Islam, tapi negaranya perang saudara. Apa kita mau seperti di Afghanistan, Suriah, Iraq?" tandas penulis buku
"Islam Kebangsaan, Fiqh Demokratik Kaum Santri" dan "Berkah Islam Indonesia: Jalan Dakwah Rahmatan Lil'̄alam̄in' itu.
Selengkapnya saksikan Blak blakan Ketua Umum PBNU Prof KH Said Aqil Siroj, "Dakwah ala Wali & NKRI Syariah" di detikcom.
Para wali tidak lantas mencela dan serta-merta melarang kebiasaan semacam itu. Tapi mengubahnya secara perlahan. "Kebiasaan main gaple atau judi, diganti dengan membaca doa, tahlil, atau yasinan," tutur Kiai Said.
Terkait wacana NKRI Syariah yang dilontarkan sekelompok orang dalam Ijtima Ulama beberapa waktu lalu, Sai Aqil mempertanyakan kredibilitas mereka. Sebab bagi doktor bidang Aqidah dan Firasat Islam dari University Umm al-Qura, Saudi Arabia itu, NKRI dengan dasar negaranya Pancasila sudah final.
Menurut kiai kelahiran Cirebon, 3 Juli 1953 itu, dalam Muktamar pada 1936 di Banjarmasin, para kiai NU sepakat bahwa Negara Indonesia adalah Darussalam atau National State (Negara Kebangsaan).
Selain itu, pendiri NU KH Hasyim Asy'ari juga menyetujui penghapusan Piagam Jakarta. "Bagi para kiai, persatuan lebih utama. Setelah itu baru memikirkan soal syariat, undang-undang," ujarnya.
Rujukannya adalah, saat hijrah ke Medinah, Nabi Muhammad tidak mendirikan Negara Islam atau Negara Arab. "Negara Medinah yang dibentuk Nabi Muhammad itu punya visi-misi keadilan, kebersamaan, solidaritas antarpenduduk tanpa pandang bulu," papar Said Aqil.
Dia lantas mengingatkan mereka yang masih berupaya mendirikan Negara Islam atau Syariah untuk berkaca ke negara-negara di Timur Tengah yang hingga sekarang masih dilanda perang saudara. "Apa artinya kita bicara syariah, bicara Islam, tapi negaranya perang saudara. Apa kita mau seperti di Afghanistan, Suriah, Iraq?" tandas penulis buku
"Islam Kebangsaan, Fiqh Demokratik Kaum Santri" dan "Berkah Islam Indonesia: Jalan Dakwah Rahmatan Lil'̄alam̄in' itu.
Selengkapnya saksikan Blak blakan Ketua Umum PBNU Prof KH Said Aqil Siroj, "Dakwah ala Wali & NKRI Syariah" di detikcom.
Rujukan
12 Fakta Baru yang Terungkap soal Penusukan Menkopolhukam Wiranto
Sumber: Media OnlineTanggal publish: 24/10/2019
Berita
Suara.com - Menkopolhukam Wiranto diserang ketika berkunjung ke Pandeglang, Banten, sehingga menderita dua luka tusuk pasa perut, Kamis (10/10/2019).
Menurut penjelasan Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi, peristiwa terjadi saat Wiranto akan meninggalkan Alun-alun Menes, Pandeglang, Banten, Kamis siang.
Kala itu, Wiranto ditusuk saat akan pulang ke Jakarta usai menghadiri acara peresmian Gedung Kuliah Bersama di Universitas Mathlaul Anwar yang beralamat di Kampung Cikaliung, Desa Sindanghayu, Kecamatan Saketi.
“Jadi peristiwa terjadi ketika Pak Wiranto akan menuju helypad, beliau turun dari mobil bersalaman dengan ulama dan tokoh masyarakat dan Kapolsek Menes, tiba-tiba ada sepasang suami istri yang menghampiri dari arah belakang mobil,” kata Kabid Humas Edy.
Berikut 12 artikel Suara.com tentang fakta-fakta penusukan terhadap Wiranto.
Hasil Cek Fakta
1. Menkopolhukam Wiranto Ternyata Kena 2 Kali Tusukan di Perut
Menkopolhukam Wiranto ternyata tak hanya sekali ditikam, tapi dua kali oleh pelaku penyerangan, saat berada di Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019).
"Ada dua lubang tusukan," kata Firmansyah, Direktur RSUD Pandeglang.
2. Ajudan Ikut Terluka saat Wiranto Ditusuk Pasutri di Banten
Menkopulhukam mengalami luka-luka setelag diserang pasangan suami istri seusai menghadiri menghadiri acara peresmian Gedung Kuliah Bersama di Universitas Mathla’ul Anwar yang beralamat di Kampung Cikaliung, Desa Sindanghayu, Kecamatan Saketi.
Akibat aksi penyerangan itu, Wiranto disebut mengalami dua luka tusukan di bagian perut sebelah kiri
3. Wiranto Ditusuk, Dibawa ke RSPAD Gatot Subroto
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto dibawa ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto setelah ditusuk di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019). Wiranto ditusuk 2 kali.
Kini Wiranto dibawa ke RSPAD dari RSUD Berkah Pandeglang, Banten dengan menumpang helikopter. Hal itu dikatakan Direktur Utama RSUD Berkah Pandeglang, Firmansyah.
4. Wiranto Diserang Pasutri, Ditusuk Pakai Gunting Secara Membabi Buta
Syahril Alamsyah dan Fitri Andariana, pasangan suami istri telah ditangkap polisi lantaran terlibat penusukan terhadap Menkopolhukan Wiranto di Banten, siang tadi. Ternyata, Wiranto ditusuk oleh pelaku dengan menggunakan gunting.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo menyampaikan, penyerangan terhadap Wiranto terbilang cepat.
5. Identitas Lengkap Penusuk Wiranto, Suami Istri dan Terpapar ISIS
Kepolsian Banten menangkap 2 orang yang diduga sebagai pelaku penusukan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019). Mereka adalah suami istri.
Wiranto ditusuk pukul 11.55 Wib di Pintu Gerbang Lapangan Alun - alun Menes Desa Purwaraja, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang. Wiranto ditusuk saat ingin meninggalkan Pandenglang di hellypad Lapangan Alun - alun.
6. Ini Kesaksian Warga yang Menyaksikan Penusukan Terhadap Wiranto
Peristiwa penusukan terhadap Menkopolhukam Wiranto terjadi di ruang terbuka, tepatnya di Alun-alun Menes Kabupaten Pandeglang, Banten pada Kamis (10/10/2019). Saat peristiwa tersebut terjadi, puluhan pasang mata sempat menyaksikan kejadian tersebut.
Seorang warga yang menyaksikan aksi penusukan terhadap Wiranto menceritakan saat Menkopolhukam datang, pengamanan dirasa cukup ketat. Ketika Wiranto keluar dari mobilnya, tiba-tiba ada seorang pria langsung merangsek masuk ke penjagaan dan menusukkan pisaunya.
7. Wiranto Diincar Teroris Sejak 22 Mei, Ancaman Pembunuhan Jadi Nyata
Bak petir di siang bolong, Kamis (10/10/2019), publik dikejutkan oleh peristiwa penusukan terhadap Menkopolhukam Wiranto di alun-alun Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Wiranto yang mengenakan batik hijau lengan panjang dan mengenakan peci, sedang bersalaman dengan petugas kepolisian yang berdiri di hadapannya untuk menyambut.
8. Tusukan Abu Rara Tembus Lapisan Dalam Purut Wiranto
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto ditusuk menderita luka cukup parah. Senjata Abu Rara untuk menusuk sampai menembus perut dalam Wiranto.
Hal itu dinyatakan Dirut RSUD Pandeglang Berkah, Firmansyah. Dia menjelaskan saat dibawa ke RSUD Berkah kondisi Wiranto masih dalam keadaan tersadar.
9. Terekam Video, Detik-detik Orang Misterius Tikam Menkopolhukam Wiranto
Menkopolhokam RI Wiranto, ditusuk orang tidak di kenal di Alun-alun Menes, Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019)
Wiranto ditusuk saat hendak pulang ke Jakarta, seusai menghadiri acara peresmian Gedung Kuliah Bersama di Universitas Mathla’ul Anwar yang beralamat di Kampung Cikaliung, Desa Sindanghayu, Kecamatan Saketi.
10. Video Lengkap Menkopolhukam Wiranto Ditusuk Pisau, Terungkap Ini Pelakunya
Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto ditusuk memakai pisau oleh orang tak dikenal, Kamis (10/10/2019). Insiden tersebut terjadi di kawasan Pandeglang, Banten.
"Ya untuk pelaku sudah ditangkap, diduga terpapar paham ISIS," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Kamis (10/10/2019).
11. Terungkap! Pelaku Penusukan Menkopolhukam Wiranto adalah Suami Istri
Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal, Kamis (10/10/2019). Kejadian tersebut terjadi di kawasan Pandeglang, Banten.
Kabid Humas Polda Banten, Kombes Edi Sumardi menyebut kejadian tersebut terjadi sekira 11.30 WIB. Diduga, pelaku beraksi seorang diri. Namun, sebelum kejadian, orang tsk dikenal itu kedapatab bersama sang istri.
12. Densus 88 Ikut Periksa Pelaku Penusukan Menkopolhukam Wiranto
Aparat kepolisian sedang mendalami kasus penusukan terhadap Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto di pintu gerbang alun-alun Menes, Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019).
Wiranto dan Kapolsek Menes Komisaris Darianto ditusuk oleh dua orang yang diduga pasangan suami istri.
Menkopolhukam Wiranto ternyata tak hanya sekali ditikam, tapi dua kali oleh pelaku penyerangan, saat berada di Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019).
"Ada dua lubang tusukan," kata Firmansyah, Direktur RSUD Pandeglang.
2. Ajudan Ikut Terluka saat Wiranto Ditusuk Pasutri di Banten
Menkopulhukam mengalami luka-luka setelag diserang pasangan suami istri seusai menghadiri menghadiri acara peresmian Gedung Kuliah Bersama di Universitas Mathla’ul Anwar yang beralamat di Kampung Cikaliung, Desa Sindanghayu, Kecamatan Saketi.
Akibat aksi penyerangan itu, Wiranto disebut mengalami dua luka tusukan di bagian perut sebelah kiri
3. Wiranto Ditusuk, Dibawa ke RSPAD Gatot Subroto
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto dibawa ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto setelah ditusuk di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019). Wiranto ditusuk 2 kali.
Kini Wiranto dibawa ke RSPAD dari RSUD Berkah Pandeglang, Banten dengan menumpang helikopter. Hal itu dikatakan Direktur Utama RSUD Berkah Pandeglang, Firmansyah.
4. Wiranto Diserang Pasutri, Ditusuk Pakai Gunting Secara Membabi Buta
Syahril Alamsyah dan Fitri Andariana, pasangan suami istri telah ditangkap polisi lantaran terlibat penusukan terhadap Menkopolhukan Wiranto di Banten, siang tadi. Ternyata, Wiranto ditusuk oleh pelaku dengan menggunakan gunting.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo menyampaikan, penyerangan terhadap Wiranto terbilang cepat.
5. Identitas Lengkap Penusuk Wiranto, Suami Istri dan Terpapar ISIS
Kepolsian Banten menangkap 2 orang yang diduga sebagai pelaku penusukan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019). Mereka adalah suami istri.
Wiranto ditusuk pukul 11.55 Wib di Pintu Gerbang Lapangan Alun - alun Menes Desa Purwaraja, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang. Wiranto ditusuk saat ingin meninggalkan Pandenglang di hellypad Lapangan Alun - alun.
6. Ini Kesaksian Warga yang Menyaksikan Penusukan Terhadap Wiranto
Peristiwa penusukan terhadap Menkopolhukam Wiranto terjadi di ruang terbuka, tepatnya di Alun-alun Menes Kabupaten Pandeglang, Banten pada Kamis (10/10/2019). Saat peristiwa tersebut terjadi, puluhan pasang mata sempat menyaksikan kejadian tersebut.
Seorang warga yang menyaksikan aksi penusukan terhadap Wiranto menceritakan saat Menkopolhukam datang, pengamanan dirasa cukup ketat. Ketika Wiranto keluar dari mobilnya, tiba-tiba ada seorang pria langsung merangsek masuk ke penjagaan dan menusukkan pisaunya.
7. Wiranto Diincar Teroris Sejak 22 Mei, Ancaman Pembunuhan Jadi Nyata
Bak petir di siang bolong, Kamis (10/10/2019), publik dikejutkan oleh peristiwa penusukan terhadap Menkopolhukam Wiranto di alun-alun Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Wiranto yang mengenakan batik hijau lengan panjang dan mengenakan peci, sedang bersalaman dengan petugas kepolisian yang berdiri di hadapannya untuk menyambut.
8. Tusukan Abu Rara Tembus Lapisan Dalam Purut Wiranto
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto ditusuk menderita luka cukup parah. Senjata Abu Rara untuk menusuk sampai menembus perut dalam Wiranto.
Hal itu dinyatakan Dirut RSUD Pandeglang Berkah, Firmansyah. Dia menjelaskan saat dibawa ke RSUD Berkah kondisi Wiranto masih dalam keadaan tersadar.
9. Terekam Video, Detik-detik Orang Misterius Tikam Menkopolhukam Wiranto
Menkopolhokam RI Wiranto, ditusuk orang tidak di kenal di Alun-alun Menes, Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019)
Wiranto ditusuk saat hendak pulang ke Jakarta, seusai menghadiri acara peresmian Gedung Kuliah Bersama di Universitas Mathla’ul Anwar yang beralamat di Kampung Cikaliung, Desa Sindanghayu, Kecamatan Saketi.
10. Video Lengkap Menkopolhukam Wiranto Ditusuk Pisau, Terungkap Ini Pelakunya
Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto ditusuk memakai pisau oleh orang tak dikenal, Kamis (10/10/2019). Insiden tersebut terjadi di kawasan Pandeglang, Banten.
"Ya untuk pelaku sudah ditangkap, diduga terpapar paham ISIS," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Kamis (10/10/2019).
11. Terungkap! Pelaku Penusukan Menkopolhukam Wiranto adalah Suami Istri
Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal, Kamis (10/10/2019). Kejadian tersebut terjadi di kawasan Pandeglang, Banten.
Kabid Humas Polda Banten, Kombes Edi Sumardi menyebut kejadian tersebut terjadi sekira 11.30 WIB. Diduga, pelaku beraksi seorang diri. Namun, sebelum kejadian, orang tsk dikenal itu kedapatab bersama sang istri.
12. Densus 88 Ikut Periksa Pelaku Penusukan Menkopolhukam Wiranto
Aparat kepolisian sedang mendalami kasus penusukan terhadap Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto di pintu gerbang alun-alun Menes, Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019).
Wiranto dan Kapolsek Menes Komisaris Darianto ditusuk oleh dua orang yang diduga pasangan suami istri.
Rujukan
5 Fakta di Balik Fatwa Haram PUBG di Aceh, "Gamers" Ajak Ulama Berdiskusi hingga Jadi Mata Pencaharian
Sumber: Media OnlineTanggal publish: 24/10/2019
Berita
KOMPAS.com - Komunitas Ruang Game Aceh menyesalkan adanya fatwa haram gim Player Unknown's Battlegrounds (PUBG) yang dikeluarkan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh. Fatwa tersebut dianggap telah menyudutkan dan merampas sumber penghasilan sejumlah gamers profesional di Aceh. Sementara itu, sejumlah pecinta PUBG di Aceh nekat tetap melaksanakan turnamen gim PUBG yang telah terlanjur direncanakan sebelum ada fatwa tersebut. Di sisi lain, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) mendesak pemerintah untuk turut menyosialisasikan fatwa haram PUBG tersebut. Baca fakta lengkapnya berikut ini:
Pubg haram
Pubg haram
Hasil Cek Fakta
1. Sumber penghasilan bagi pemain profesional
Menurut Rizal, salah satu anggota Ruang Game, dalam beberapa tahun terakhir ini gim PUBG sudah menjadi aktivitas profesional dan menjadi sumber penghasilan. “Bagi sebagian anggota komunitas Ruang Game di Aceh, game PUBG sudah menjadi profesi bukan hanya sekadar hobi atau menghabiskan waktu sia-sia. Game ini dapat menghasilkan rupiah,” kata Rizal, kepada wartawan, Sabtu (21/6/2019). Rizal menuturkan, setelah munculnya turnamen PUBG dan sistem live di YouTube, banyak gamers di Aceh menjadikan permainan tersebut sebagai profesi untuk mengais rejeki, baik secara streaming, adsense, atau menjual item tertentu dengan harga yang sangat menjanjikan. “Profesinya ada yang jadi streaming di YouTube secara live. Ada yang mencari adsense dan ada juga yang menjual item tertentu dengan penghasilan jutaan rupiah,” kata dia.
PUBG di mata para gamers Aceh 20190622 k79-13 Komunitas Gamers Aceh Kecewa Dan Tersudutkan Terhadap Fatwa MPU Game PUBG Haram
Bagi para gamers di Aceh, aktivitas game PUBG tak melulu berdampak negatif. Ada sisi positif dan bermanfaat bagi kelangsungan hidup mereka. "Bicara dampak tentu sesuatu yang sudah populer pasti terjadi pro dan kontra, tapi kami memanfaatkan game PUBG dengan sebaik mungkin. Meminimalkan dampak negatifnya. Kalau kemudian disebut dampak negatif tentu orang merokok di warung juga berdampak negatif terhadap diri sendiri dan orang lain,” sebut dia. Seperti diketahui, MPU Aceh beberapa waktu lalu mengeluarkan fatwa haram terkait gim PUBG. Para ulama beralasan gim tersebut memberikan dampak negatif bagi perkembangan anak. Selain itu, ada potensi dalam permainan tersebut yang mendiskreditkan simbol-simbol agama.
3. Para gamers di Aceh ajak ulama berdiskusi tentang PUBG foto dokumentasi MPU Aceh. Sidang paripurna MPU Aceh III Tahun 2019 memutuskan fatwa game PUPG haram di Aceh, Rabu (19/06/2019).
Setelah muncul fatwa haram PUBG di Aceh, para gamers berharap para ulama bersedia untuk berdiskusi dengan mereka. "Jadi, ini kami para gamers sangat berharap bisa berdiskusi dan mencari solusi bersama. Jika PUBG haram, harus ada gim sejenis PUBG lain yang halal, karena tidak semua orang yang bermain PUBG itu berdampak negatif, contohnya dari anggota komunitas Ruang Game Aceh malah sudah pernah juara turnamen PUBG di Dubai,” ujar dia. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Dayah, Kabupaten Aceh Utara, Abdullah Hasbullah, mengatakan, sebelum benar-benar diterapkan perlu adanya sosialisasi terhadap isi fatwa kepada masyarakat. Hal ini untuk menjeaskan maksud dan tujuan fatwa tersebut. “Minimal sosialisasi dulu sebulan. Setelah itu baru kami razia,” kata Abdullah, Selasa (25/6/2019).
4. Turnamen gim PUBG tetap dilaksanakan, ini alasannya Sebanyak 16 team akan bertarung di tahapan Final Asia Tenggara PUBG Mobile Club Open 2019.
Komunitas gim online di wilayah Kabupaten Aceh Barat tetap menggelar turnamen gim PUBG, meskipun telah dikeluarkan fatwa haram. Salah satu panitia pelaksana, Riko, mengatakan, turnamen PUBG tetap digelar karena persiapan kegiatan sudah jauh hari direncanakan, sebelum fatwa haram itu dikelurkan oleh MPU Aceh. "Meski demikian, tidak ada niat kami untuk melanggar, apalagi menentang keputusan ulama di Provinsi Aceh. Ulama itu bagi kami adalah guru untuk diikuti, tidak ada niat kami untuk menentang fatwa tersebut," ujar Riko. Sementara itu, Daus yang mengaku penggila PUBG, terpaksa membatalkan turnamen yang rencananya akan digelar awal Juli 2019 nanti. “Ya, mau gimana kami harus ikuti aturan, meskipun bagi kami PUBG itu hanya sekadar hiburan, dan banyak juga sebenarnya sisi positif dari gim tersebut,” ujar Daus, Selasa (25/6/2019).
5. DPR Aceh desak pemerintah sosialisasikan fatwa haram PUBG PUBG.(Shutterstock) DPR Aceh mendukung keberadaan fatwa haram PUBG. Salah satu anggota DPRA dari Fraksi PAN, Afrizal Asnawi, mengatakan, fatwa haram itu pasti sudah melalui pemikiran dan pertimbangan matang para ulama dan ahli. "Kami dari DPRA akan mengawal dan mendorong pemerintah untuk menyosialisasikan kepada publik, karena setiap fatwa yang dikeluarkan ulama melalui kajian yang sangat mendalam dari berbagai sisi, sehingga tugas kami legislatif untuk mengawal dan mendorong semua pihak," kata dia. Afrizal mengatakan, diriya akan merekomendasikan bentuk sosialisasi fatwa haram gim PUBG dan sejenisnya kepada plt gubernur Aceh, bupati dan wali kota di Aceh, dalam bentuk selebaran dan baliho yang selama ini sering terpampang foto mereka.
Menurut Rizal, salah satu anggota Ruang Game, dalam beberapa tahun terakhir ini gim PUBG sudah menjadi aktivitas profesional dan menjadi sumber penghasilan. “Bagi sebagian anggota komunitas Ruang Game di Aceh, game PUBG sudah menjadi profesi bukan hanya sekadar hobi atau menghabiskan waktu sia-sia. Game ini dapat menghasilkan rupiah,” kata Rizal, kepada wartawan, Sabtu (21/6/2019). Rizal menuturkan, setelah munculnya turnamen PUBG dan sistem live di YouTube, banyak gamers di Aceh menjadikan permainan tersebut sebagai profesi untuk mengais rejeki, baik secara streaming, adsense, atau menjual item tertentu dengan harga yang sangat menjanjikan. “Profesinya ada yang jadi streaming di YouTube secara live. Ada yang mencari adsense dan ada juga yang menjual item tertentu dengan penghasilan jutaan rupiah,” kata dia.
PUBG di mata para gamers Aceh 20190622 k79-13 Komunitas Gamers Aceh Kecewa Dan Tersudutkan Terhadap Fatwa MPU Game PUBG Haram
Bagi para gamers di Aceh, aktivitas game PUBG tak melulu berdampak negatif. Ada sisi positif dan bermanfaat bagi kelangsungan hidup mereka. "Bicara dampak tentu sesuatu yang sudah populer pasti terjadi pro dan kontra, tapi kami memanfaatkan game PUBG dengan sebaik mungkin. Meminimalkan dampak negatifnya. Kalau kemudian disebut dampak negatif tentu orang merokok di warung juga berdampak negatif terhadap diri sendiri dan orang lain,” sebut dia. Seperti diketahui, MPU Aceh beberapa waktu lalu mengeluarkan fatwa haram terkait gim PUBG. Para ulama beralasan gim tersebut memberikan dampak negatif bagi perkembangan anak. Selain itu, ada potensi dalam permainan tersebut yang mendiskreditkan simbol-simbol agama.
3. Para gamers di Aceh ajak ulama berdiskusi tentang PUBG foto dokumentasi MPU Aceh. Sidang paripurna MPU Aceh III Tahun 2019 memutuskan fatwa game PUPG haram di Aceh, Rabu (19/06/2019).
Setelah muncul fatwa haram PUBG di Aceh, para gamers berharap para ulama bersedia untuk berdiskusi dengan mereka. "Jadi, ini kami para gamers sangat berharap bisa berdiskusi dan mencari solusi bersama. Jika PUBG haram, harus ada gim sejenis PUBG lain yang halal, karena tidak semua orang yang bermain PUBG itu berdampak negatif, contohnya dari anggota komunitas Ruang Game Aceh malah sudah pernah juara turnamen PUBG di Dubai,” ujar dia. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Dayah, Kabupaten Aceh Utara, Abdullah Hasbullah, mengatakan, sebelum benar-benar diterapkan perlu adanya sosialisasi terhadap isi fatwa kepada masyarakat. Hal ini untuk menjeaskan maksud dan tujuan fatwa tersebut. “Minimal sosialisasi dulu sebulan. Setelah itu baru kami razia,” kata Abdullah, Selasa (25/6/2019).
4. Turnamen gim PUBG tetap dilaksanakan, ini alasannya Sebanyak 16 team akan bertarung di tahapan Final Asia Tenggara PUBG Mobile Club Open 2019.
Komunitas gim online di wilayah Kabupaten Aceh Barat tetap menggelar turnamen gim PUBG, meskipun telah dikeluarkan fatwa haram. Salah satu panitia pelaksana, Riko, mengatakan, turnamen PUBG tetap digelar karena persiapan kegiatan sudah jauh hari direncanakan, sebelum fatwa haram itu dikelurkan oleh MPU Aceh. "Meski demikian, tidak ada niat kami untuk melanggar, apalagi menentang keputusan ulama di Provinsi Aceh. Ulama itu bagi kami adalah guru untuk diikuti, tidak ada niat kami untuk menentang fatwa tersebut," ujar Riko. Sementara itu, Daus yang mengaku penggila PUBG, terpaksa membatalkan turnamen yang rencananya akan digelar awal Juli 2019 nanti. “Ya, mau gimana kami harus ikuti aturan, meskipun bagi kami PUBG itu hanya sekadar hiburan, dan banyak juga sebenarnya sisi positif dari gim tersebut,” ujar Daus, Selasa (25/6/2019).
5. DPR Aceh desak pemerintah sosialisasikan fatwa haram PUBG PUBG.(Shutterstock) DPR Aceh mendukung keberadaan fatwa haram PUBG. Salah satu anggota DPRA dari Fraksi PAN, Afrizal Asnawi, mengatakan, fatwa haram itu pasti sudah melalui pemikiran dan pertimbangan matang para ulama dan ahli. "Kami dari DPRA akan mengawal dan mendorong pemerintah untuk menyosialisasikan kepada publik, karena setiap fatwa yang dikeluarkan ulama melalui kajian yang sangat mendalam dari berbagai sisi, sehingga tugas kami legislatif untuk mengawal dan mendorong semua pihak," kata dia. Afrizal mengatakan, diriya akan merekomendasikan bentuk sosialisasi fatwa haram gim PUBG dan sejenisnya kepada plt gubernur Aceh, bupati dan wali kota di Aceh, dalam bentuk selebaran dan baliho yang selama ini sering terpampang foto mereka.
Rujukan
Halaman: 7666/8485



