• [SALAH] Obat Avigan yang Dipesan Jokowi adalah Obat Pembunuh Janin

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 24/03/2020

    Berita

    Akun Facebook Soetris’no Love’athlete Lovemira’e memposting tangkapan layar Whatsapp yang menyebutkan bahwa obat yang dipesan Jokowi merupakan obat pembunuh janin, pesan itu juga disertai link artikel milik portal media liputan6.com yang sebelumnya berjudul “Dipesan Jokowi, Avigan Obat Covid-19 Ditolak Korea Selatan.” Berikut kutipan narasinya:

    “TERNYATA OBAT PEMBUNUH JANIN YANG MAU DIBELI JUTAAN KARTON!!!
    RAKYAT TENTU BERTANYA, APA SEBENAR NYA NIAT TULUS REZIM PENGUASA?????
    MAU MENGOBATI, APA KEPENiGIN GENOCIDE/PEMBUNUHAN MASSIVE JUTAAN BAYI INDONESIA PENERUS BANGSA INI?????
    (ESTEPE)”

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri, dalam artikel liputan6.com tersebut tidak ditemukan pernyataan bahwa Avigan merupakan obat pembunuh janin yang seperti disebutkan dalam narasi Whatsapp, pada artikel liputan6.com pun judulnya telah diganti menjadi “Korea Selatan Pilih Remdesivir Sebagai Obat Corona COVID-19”.

    Dikutip dari kompas.com, obat Avigan tidak boleh dikonsumsi oleh wanita hamil, Avigan memberi pengaruh pada bentuk janin, obat ini harus digunakan dengan sangat hati-hati di bawah pengawasan ketat tim medis.

    Melalui penelusuran lebih lanjut, melansir dari portal media Jepang themainici.jp, bahwa Avigan memang mempunyai efek samping, hal ini terjadi jika wanita hamil dan pria yang sedang mencoba untuk memiliki anak, mengonsumsi Avigan.

    Avigan atau yang mempunyai nama lain Favipiravir sendiri adalah obat antivirus dari Jepang yang dikembangkan oleh perusahaan Fujifilm Toyama Chemical dan diproduksi Zheijang Hisun Pharmaceutical. Avigan awalnya dikonsumsi untuk mengobati flu, namun otoritas medis di China menguji obat ini pada 340 pasien dan terbukti mampu mengurangi waktu pemulihan dan meningkatkan kondisi paru-paru pasien yang terinfeksi COVID-19.

    Kesimpulan

    Atas beredarnya informasi yang menyebutkan bahwa obat Avigan yang dipesan Jokowi merupakan obat pembunuh janin adalah tidak benar dan masuk ke dalam kategori Konten yang Salah.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Inggris Rusuh Akibat Lockdown

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 24/03/2020

    Berita

    Beredar sebuah video yang diunggah melalui Facebook tentang kerusuhan di Inggris akibat kebijakan lockdown. Dalam unggahan tersebut juga disebutkan rakyat yang mulai kelaparan lalu bertindak menjadi brutal dan melakukan penjarahan. Berikut kutipan narasinya:

    “Inggris mulai rusuh, Akibat Lockdown, Rakyat mulai Kelaparan & bertindak secara brutal, penjarahan dimana mana, demi mengisi perut lapar..”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, unggahan video Facebook tersebut adalah hasil dari potongan video yang dinarasikan ulang, berasal dari laman Youtube berjudul “Peckham Riot & Looting – 8 August 2011” diunggah pada 10 Agustus 2011 dengan akun bernama “peckhamriots”. Video tersebut dipotong pada menit 0:43—6:13.

    Dalam penelusuran lain, melalui artikel berita dari bbc.co.uk, kerusuhan di jalan Peckham yang terdapat di dalam video merupakan kerusuhan yang disebabkan oleh matinya seorang warga lokal Tottenham, London bernama Mark Duggan yang ditembak oleh polisi pada 4 Agustus 2011. Peristiwa tersebut dikenal dengan nama “London Riots.”

    Kerusuhan di Peckham, Inggris terjadi pada 8 Agustus 2011 dan merupakan salah satu rangkaian protes di tanggal 6—11 Agustus 2011.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penjelasan tersebut, unggahan tentang Inggris rusuh akibat lockdown adalah informasi yang salah. Oleh sebab itu, unggahan tersebut masuk dalam Misleading Contentatau Konten Yang Menyesatkan.

    Rujukan

    • Mafindo
    • Liputan 6
    • 2 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Warga Dihimbau Tak Melintas di Depan Toko Spectra Dikarenakan Adanya ODP Akibat Virus Corona

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 24/03/2020

    Berita

    Utk sementara jngan lewat depan *Toko Spectra* pangarangan.. karena cina depan toko spectra yg jual elektronik udah *odp corona* dia habis dating dr *singapura* karena berobat…..dan dtetapkan odp oleh *Dinkes Sumenep* utk menghindari kejadian bs terjangkitnya penyakit corona mending jngn lewat sana dulu, info A1 dr *Kalebun pangarangan*.

    Hasil Cek Fakta

    Sebuah pesan berantai beradar di kalangan masyarakat dengan himbauan untuk masyarakat agar tidak melintas di depan toko spectra Pangarangan. Menurut si pembuat pesan, larangan tersebut ia sebarkan lantaran pemilik toko yang tokonya berada tepat di depan toko spectra ODP virus corona. Masyarakat kian resah pasca pembuat pesan menyematkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep.

    Namun pasca dilakukan penelusuran lebih lanjut, belakangan diketahui bahwa informasi tersebut adalah palsu alias hoaks. Informasi tersebut diketahui setelah si pembuat pesan diamankan oleh pihak kepolisian akibat membuat informasi palsu alias hoaks. Melansir dari Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti S dengan tegas menyatakan bahwa informasi tersebut adalah hoaks.

    “itu tidak benar, hoaks, pungkasnya.

    Pasca dilakukan penangkapan oleh pihak berwajib, pembuat hoaks tersebut yang belakangan diketahui adalah seorang perempuan meminta maaf kepada public. Ia juga meminta maaf kepada pemilik toko yang namanya ia catut dalam pesan tersebut. informasi tersebut mengacu kepada konten yang menyesatkan atau biasa disebut dengan misleading content.

    Kesimpulan

    Sebuah pesan berantai beredar di kalangan masyarakat, dalam pesan disebutkan bahwa untuk warga Pangarangan agar tidak melintas di depan toko spectra. Hal itu dilakukan agar masyarakat terhindar dari virus corona, akibat pemilik toko yang tokonya tepat berada di depan toko spectra ditetapkan ODP virus corona atau COVID-19 oleh Dinkes Sumenep. Tak lama informasi tersebut beredar, pembuat pesan langsung diamankan oleh pihak kepolisian lantaran membuat informasi yang tidak berdasar atau hoaks.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Peta Zona Merah Virus Corona Wilayah Purwokerto

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 24/03/2020

    Berita

    ZONA MERAH corona daerah purwokerto

    Covid purwokerto

    Hasil Cek Fakta

    Masyarakat Purwokerto dikejutkan dengan kemunculan informasi berupa tangkapan layar dengan klaim peta zona merah daerah terdampak virus corona atau Covid-19 di Purwokerto. Informasi yang beredar dalam beberapa waktu terakhir itu tersebar melalui media sosial Facebook dan juga pesan berantai Whatsapp.

    Jika melihat dari tangkapan layar yang beredar, dalam gambar peta menujukkan wilayah zona merah dengan dikelilingi garis berwarna merah. Terlihat dalam gambar, beberapa wilayah yang dikelilingi garis zona merah antara lain Jalan dr Suharso, Jalan dr Angka dan Jalan Soeparno Selatan. Guna meluruskan informasi yang tidak sesusai dengan fakta, Bupati Banyumas pun angkat bicara.

    Melansir dari kompas.com, Bupati Banyumas Achmad Husein yang sekaligus adalah Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Banyumas menyatakan bahwa tangkapan layar peta zona merah tersebut adalah tidak benar alias hoaks. Husein juga turus menghimbau kepada masyarakat agar berhati-hati dalam mencerna informasi.

    “Kami tidak mengeluarkan itu. Saya mengingatkan kepada seluruh masyarakat Banyumas agar tidak termakan berita hoaks,” tegas Husein.

    Hoaks peta zona merah wilayah Purwokerto semakin diperkuat dengan pernyataan terkait dengan lima Kabupaten/Kota di Jawa Tengah yang masuk ke dalam zona merah Covid-19. Melansir dari idntimes.com, lima Kabupaten/Kota di Jawa Tengah yang masuk ke dalam zona merah Covid-19 adalah Kota Semarang, Kota Surakarta (Solo), Kabupaten Magelang, Kabupaten Banyumas dan Kota Pekalongan. Dapat disimpulkan bahwa, tangkapan layar zona merah wilayah Purwokerto adalah tidak benar alias hoaks. Unggahan tersebut mengacu kepada konten yang menyesatkan atau biasa disebut dengan misleading content.

    Kesimpulan

    Melalui media sosial Facebook dan pesan berantai Whatsapp, beredar unggahan yang disertai dengan tangkapan layar berupa peta yang diklaim merupakan daerah zona merah wilayah Purwokerto yang terdampak virus corona atau Covid-19. Dari unggahan tersebut, rupanya banyak masyarakat yang percaya dan mengunggahnya kembali di media sosial Facebook mereka. Menanggapi hal tersebut, Bupati Banyumas yang sekaligus Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Banyumas menyatakan bahwa peta zona merah terdampak Covid-19 di Purwokerto adalah tidak benar alias hoaks.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini