• [SALAH] “solusi milenial ngatasin banjir #AniesDimana”

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 27/04/2019

    Berita

    “Ini lah solusi milenial ngatasin banjir di DKI by Gabener
    #AniesDimana".

    Hasil Cek Fakta

    Foto yang dibagikan oleh SUMBER adalah hasil suntingan, selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

    Rujukan

    • Mafindo
    • VIVA
    • 2 media telah memverifikasi klaim ini

  • [BERITA] Bawaslu Tinjau Situng dan Server KPU

    Sumber:
    Tanggal publish: 26/04/2019

    Berita

    Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menyambangi Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU, untuk mengecek Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) dan server milik KPU. "Bawaslu menjalankan fungsi pengawasan. Dengan hadir langsung ke KPU dan memastikan proses pelaksanaan kegiatan bisa berjalan baik," kata Ketua KPU Arief Budiman saat menerima rombongan Bawaslu di Gedung KPU, Jakarta, Jumat, 26 April 2019.
    Ketua Bawaslu, Abhan, mengatakan Bawaslu sudah mengirimkan rekomendasi kepada KPU, terkait temuan maupun laporan dari masyarakat terkait kesalahan entri data Situng. "Hari ini kami memastikan apakah rekomendasi kami sudah dijalankan atau belum. Kami tadi sudah ditunjukkan kepada tim yang mengerjakan itu. Dan respons baik bahwa apa yang kami harapkan sudah ditindaklanjuti KPU," kata Abhan.
    Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebelumnya mengakui jajaranya sempat melakukan kesalahan dalam proses entri data ke Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng). KPU memastikan semua kekeliruan entri akan diperbaiki.

    Hasil Cek Fakta

    Rujukan

    • Medcom.id
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Polisi Tegaskan Terduga Teroris yang Tewas di Bekasi Hanya Satu Orang

    Sumber: Media Online
    Tanggal publish: 26/04/2019

    Berita

    BEKASI - Polres Metro Bekasi menegaskan terduga teroris kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Lampung yang tewas dalam penyergapan di ruko Kampung Pangkalan, RT 11 RW 04, Desa Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, hanya berjumlah satu orang (sebelumnya diberitakan dua).

    "Untuk pelaku hanya satu orang yang tewas ditembak. Namun kami belum mendapatkan inisialnya karena ditangani Mabes Polri," kata Kasubag Humas Polrestro Bekasi, AKP Sunardi di Bekasi, Sabtu (4/5/2019).


    Menurutnya, terduga teroris yang tewas terkena timah tim Densus 88 dikarenakan melakukan perlawanan saat akan ditangkap. Sedangkan dua terduga teroris lainnya berhasil kabur menggunakan sepeda motor.

    "Tindakan tegas terukur yang diambil sudah menjadi standar petugas apabila ada perlawanan dari pelaku," ujarnya.

    Sunardi mengaku tidak mengetahui apa saja barang bukti yang diamankan tim Densus 88 dari lokasi penyergapan.

    "Yang pasti setelah dicek tidak ditemukan bahan peledak. Dua pelaku yang kabur juga tidak membawa bahan peledak," ungkapnya.

    Hasil Cek Fakta

    Sementara dari informasi yang beredar, dua terduga teroris yang berhasil kabur disebutkan bernama Samuel dan Taripudin. Samuel memiliki ciri alis tebal, rambut lurus sebahu, tinggi badan sekitar 168 sentimeter, kulit sawo matang, memakai topi hitam dan membawa tas punggung.

    Sementara Taripudin berciri alis tebal, memiliki tahi lalat di mata kanan bawah dan bibir bawah, tinggi sekitar 170 sentimeter, kulit kuning langsat, membawa tas selempang dan mengenakan jaket warna abu-abu.

    Sedangkan sepeda motor yang digunakan keduanya untuk kabur, berjenis Suzuki Smash dengan nopol B 6324 KHR. Sepeda motor tersebut dikabarkan mengarah ke Kota Bekasi.

    Kabar lain menyebutkan, bahwa ruko yang menjadi tempat persembunyian para terduga teroris, dulunya merupakan bengkel las.

    "Tadinya itu bengkel las, usaha milik Ki Opung. Terus dia jual Rp11juta ke pak Menin atau yang dikenal Mandor Patek. Nah sama pak Menin ruko itu dikontrakin. Yang ngontrak itu lah terduga teroris itu," kata Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Kedung Pengawas, Maryanto (35).

    Namun pembelian ruko tersebut belum dibayarkan Manin seluruhnya. Ia baru membayar sebesar Rp6juta dari harga yang ditawarkan.

    "Dijualnya sekitar 7 bulan lalu, baru setengah pembayaran, sisa Rp6 juta lagi. Harganya sudah termasuk murah karena ada di lahan milik pihak pengairan, Perum Jasa Tirta II," jelasnya.

    Kini ruko tersebut telah dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Pemerintah Tak Mampu, Dana Haji Menipis

    Sumber:
    Tanggal publish: 26/04/2019

    Berita

    Innalillaahi Wainna Ilaihi Raajiuun
    Tadinya saya pikir, Haji thn 2019 ini bakal ada 10.000 jamaah tambahan yang akan menikmati Jamuan Allah Subhanahu Wa Taala untuk ber HAJI.
    TERNYATA…..
    Pemerintah Tidak Mampu Mendanai Tambahan Kuota Haji 10.000 Jamah Yang Diberikan Arab Saudi. Kemana Dana Haji Yg Sudah Terkumpul Selama Ini ??...

    Hasil Cek Fakta

    Sebelumnya, melansir dari republika.co.id (Rabu, 24/04/2019), Kepala Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Anggito Abimanyu mengatakan uang setoran haji yang dikelola BPKH masih sangat terbatas. Oleh karena itu, untuk saat ini BPKH belum memiliki kemampuan membiayai 10 ribu kuota haji tambahan. Ia menyarankan, yang seharusnya menjadi sumber utama pembiayaan penyelenggaraan haji kuota tambahan adalah negara melalui APBN.
    Namun, hal tersebut telah dibantah oleh Anggito sendiri. Menurut rilis dari Divisi Komunikasi dan Humas BPKH, dana haji yang dikelola oleh BPKH hingga April tahun ini mencapai Rp 115 triliun. Dengan kata lain, ada peningkatan sebesar sebesar Rp 10 triliun dalam setahun. Anggito Abimanyu menyatakan tidak pernah mengeluarkan pernyataan yang menyebut, keuangan BPKH "menipis."
    "Dana BPKH berkecukupan dan aman. Lebih penting lagi untuk diketahui tidak ada satu rupiah pun dana haji digunakan langsung untuk kepentingan pembangunan infrastruktur," ujar Anggito dalam rilis Divisi Komisi dan Humas BPKH, Rabu (24/4/2019).
    Sementara itu, untuk penambahan kuota sebanyak 10 ribu jemah haji, BPKH mendukung pembiayaan efisien pengadaan Saudi Arabia Riyal (SAR) senilai Rp65 miliar dan optimalisasi nilai manfaat Rp55 miliar. Dari total kebutuhan biaya Rp353,7 miliar, BPKH akan memberikan kontribusi Rp120 miliar, sebesar Rp50 miliar dari efisien operasional oleh Kemenag, dan Rp183,7 miliar dari APBN.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini