• [SALAH] “diguyur air, bagian dari Islamophobi”

    Sumber: www.facebook.com
    Tanggal publish: 02/11/2019

    Berita

    NARASI

    * “Ini kejadian di India dimana muslimah yg memakai hijab diguyur air, bagian dari Islamophobi. Orang yg membuat stts kejadian ini menyatakan :

    انتہـا پسند ہندووں کی مسلمـان یونیورسٹی کی طالبـات کـے ساتھ شرمنـاک حرکتیـں ان بہنوں کـے لئـے کـون آواز اُٹھائـے گا اگر ہم نہیں اُٹھائیں گے تو۔ ????????
    ویڈیو کو اتنا شئیر کرو کہ دنیا کو بھارت کا اصـل چہـرہ پتہ چل سکـے کہ بھـارت دہشت گـرد ملک ہـے۔????????

    #IndiaBloodyTerrorist ????????????”.



    * “segitu benci y orang hindu terhadap umat muslim ini kejadian diindia”.

    ======

    Hasil Cek Fakta

    * SUMBER membagikan video peristiwa “Ragging”.
    * SUMBER menambahkan narasi yang tidak sesuai dengan fakta sehingga membangun premis pelintiran.
    “Ragging adalah istilah yang digunakan untuk apa yang disebut “ritual inisiasi” yang dipraktikkan di lembaga-lembaga pendidikan tinggi di negara-negara Asia Selatan, termasuk India , Bangladesh dan Sri Lanka . Praktik ini mirip dengan perpeloncoan di Amerika Utara, bizutage di Perancis, praxe di Portugal dan praktik serupa lainnya di lembaga pendidikan di seluruh dunia. Ragging melibatkan pelecehan, penghinaan atau pelecehan terhadap pendatang baru atau siswa junior oleh siswa senior. Seringkali bentuk ganas di mana pendatang baru dapat mengalami penyiksaan psikologis atau fisik . [1] [2] Pada tahun 2009 Komisi Hibah Universitas India memberlakukan peraturan terhadap universitas-universitas India untuk membantu mengekang ragging, dan meluncurkan ‘saluran bantuan anti-ragging’ bebas pulsa

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] UYM: Prabowo Masih Kurang Cocok Jadi Menhan, Harusnya Coba Menjabat Dari Ketua RT Dulu

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 01/11/2019

    Berita

    Tangkapan layar akun Twitter yang mencatut nama Ustaz Yusuf Mansur merupakan hasil suntingan. Ustaz Yusuf Mansur menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah sekalipun mencuit seperti yang ada di tangkapan layar tersebut.
    Beredar artikel dari situs emputnews[dot]blogspot.com yang berjudul “UYM: Prabowo Masih Kurang Cocok Jadi Menhan, Harusnya Coba Menjabat Dari Ketua RT Dulu”

    Tautan artikel dengan judul kontroversi tersebut memuat narasi sebagai berikut:

    “REPORTASE,- Penunjukan Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan di Kabinet Indonesia Maju oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih menuai pro kontra.
    Prabowo yang merupakan lawan politik Jokowi sejak 2014 ini dianggap bisa memperkuat sekaligus dapat menjadi bumerang bagi pemerintahan.
    Ustaz Yusuf Mansur mengomentari penunjukan Prabowo sebagai menhan dalam kabinet jokowi jilid II, Menurut Pendiri Paytren ini, Prabowo masih kurang cocok jadi menteri pertahan
    “ya beliau (prabowo) masih kurang paslah untuk jadi Menhan ya.. Seharusnya beliau coba dari Ketua RT dululah , baru naik perlahan” ungkap Yusuf Mansur
    Penunjukan mantan rival politik Presiden Joko Widodo, Prabowo Subianto menjadi Menteri Pertahanan masih menjadi kontroversi.
    Apalagi Kementerian Pertahanan menjadi kementerian yang diberikan porsi anggaran tertinggi dalam APBN 2020.”

    Artikel tersebut juga dilengkapi tangkapan layar sebuah cuitan yang mencatut nama dan akun Twitter Ustaz Yusuf Mansur.

    Hasil Cek Fakta

    PENJELASAN

    Setelah ditelusuri tim Cek Fakta Medcom.id, ternyata tidak ada satu pun cuitan dari akun resmi UYM, yakni @Yusuf_Mansur seperti tangkapan layar yang terdapat dalam artikel tersebut.

    Ketika dimintai klarifikasi, UYM pun menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah sekalipun mencuit seperti yang ada di tangkapan layar tersebut.

    “Tidak mungkin lah saya mentwit seperti itu. Saya juga sudah mengklarifikasinya melalui akun Instagram saya, @yusufmansurnew,” bantah UYM.

    Melalui akun instagramnya, Ustaz yusuf Mansur memang mengunggah sebuah gambar tangkapan layar yang seolah tweet dari akun @Yusuf_Mansur dengan narasi

    “Ini diedit orang. Cek aja…”

    Dari tangkapan layar juga terdapat kejanggalan berupa tanggal unggah 10 Oktober 2019, padahal pengumuman Kabinet Indonesia Maju yang di dalamnya terdapat nama Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan RI baru dilakukan pada 23 Oktober 2019.

    Sementara itu, pelantikan Presiden Joko Widodo sendiri berlangsung pada tanggal 20 Oktober 2019.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] “Alergi setelah digigit tomcat/sejenis seranga”

    Sumber: www.facebook.com
    Tanggal publish: 01/11/2019

    Berita

    Bukan karena gigitan serangga, bayi yang berada di foto terkena sindrom “Linear nevus sebaceous”.

    NARASI

    “Mungkin sebagian kita tidak dapat meyisikan materinya, tapi tak salah bagi yang mau memajatkan doa semoga bayi ini diberi Alloh swt. kesembuhan… Aamiin…

    #Alergi setelah digigit tomcat/sejenis seranga…”

    Hasil Cek Fakta

    SUMBER membagikan foto bayi yang terkena sindrom “Linear nevus sebaceous”.
    SUMBER menambahkan narasi yang tidak sesuai dengan fakta sehingga membangun premis pelintiran.


    (2) Beberapa artikel yang berkaitan:

    NIH: “Linear nevus sebaceous sindroma (LNSS) adalah suatu kondisi yang ditandai oleh asosiasi nevus sebaceous linear yang besar (jenis tanda lahir) dengan berbagai kelainan yang dapat mempengaruhi setiap organ sistem, termasuk sistem syaraf pusat (CNS). [1] Nevus biasanya terletak di wajah, kulit kepala, atau leher. …”
    Google Translate, selengkapnya di http://bit.ly/34kHS9K / http://archive.md/gHGjf (arsip cadangan).



    * Semantic Scholar: “Figure 1. Nevus sebaceous on the left side of s

    Published in Medicine 2017

    Somatic KRAS mutation in an infant with linear nevus sebaceous syndrome associated with lymphatic malformations
    Jiang Lihua, Gao Feng, Mao Shanshan, Xu Jialu, Jiang Kewen”

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Akan Bertemu UAS, Menag Akan Ingatkan Jika Ada Ceramah yang Tidak Pas

    Sumber: Media Online
    Tanggal publish: 30/10/2019

    Berita

    "MENAG MAU KETEMU UAS, MAU MEMERIKSA HADITS YANG DISAMPAIKAN UAS SENSITIF ?"

    Hasil Cek Fakta

    Jakarta - Menteri Agama Jenderal (Purn) Fachrul Razi berencana menemui penceramah kondang Ustaz Abdul Somad (UAS). Pertemuan tersebut merupakan bagian dari agenda Fachrul untuk merangkul segenap komponen masyarakat demi kepentingan bangsa.

    "Boleh saja bertemu Ustaz Somad, saya tahu kita semua termasuk dia juga berjuang untuk bangsa dan negara ini kok. Meskipun ya, saya mengingatkan dia juga kalau ada satu dua butir ceramahnya yang menurut saya tidak pas. Kewajiban saya juga untuk menyampaikan itu," kata Fachrul saat berbincang dengan Tim Blak-blakan detikcom.

    Selain itu, pria asal Aceh ini mengatakan waktu pertemuan dengan UAS itu akan diatur. Dia akan menyesuaikannya dengan agenda kerjanya.


    "Kapan waktu pertemuannya (dengan UAS), nanti akan diatur. Disesuaikan dengan agenda kerja yang ada. Kan kita ada skala prioritas. Tapi anytime mau ketemuan dimana saja saya siap. Saya suka kok bertemu ustaz-ustaz, karena banyak ilmu yang bisa kita ambil. Silaturahmi itu kan baik, menambah teman," tutur Fachrul.
    Fachrul melihat, wajah UAS adalah wajah orang baik. Dia percaya bahwa UAS pasti memiliki misi yang baik pula. "Saya melihat wajah Ustaz Somad itu wajah orang baik dan punya misi yang baik. Insya Allah kita bisa duduk bersama," imbuhnya.

    Sebelumnya, Fachrul Razi dilantik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Menag pada Rabu (23/10/2019). Dengan latar belakang militernya, Fachrul Razi dianggap mampu menumpas radikalisme di Indonesia.

    "Ke-9 Bapak Jenderal Fachrul Razi sebagai menteri agama. Ini urusan (Menag) berkaitan dengan radikalisme, ekonomi umat, industri halal saya kira, dan terutama haji berada di bawah beliau," ujar Jokowi saat mengenalkan Menteri Indonesia Maju di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/10/2019).
    (rdp/dnu)

    Rujukan

    • Cara reschedule tiket pesawat Garuda Indonesia
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini