“Woow ..!!!
Amazing
MENKUMHAM memberikan status WNI BUAT WNA…
Arahnya …SUDAH PASTI bisa ditebak..
[DISINFORMASI] “Arahnya SUDAH PASTI bisa ditebak”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 07/12/2018
Berita
Hasil Cek Fakta
Post sumber membagikan dengan menambahkan narasi pelintiran untuk membangun premis sehingga merubah konteks berita yang sebenarnya, sasarannya adalah mereka yang hanya membaca judul tanpa memahami isi lengkap berita. Selengkapnya di bagian PENJELASAN.
Rujukan
[BENAR] Gambar Logo PDIP pada Ujian SD di Bogor
Sumber:Tanggal publish: 07/12/2018
Berita
Gambar logo PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) muncul di dalam ujian SD (Sekolah Dasar) di Kabupaten Bogor, yang tersebar luas di media sosial.
Hasil Cek Fakta
Menanggapi kabar tersebut, Kasi Penilaian dan Kurikulum Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Wawan Kuswandi, memberikan klarifikasinya. Di dalam klarifikasi tertulisnya, dia menyampaikan permintaan maaf terkait hal ini. “(Ini) Hanya bagian dari penilaian terhadap daya nalar anak tentang partai-partai peserta pemilu,” kata Wawan dalam keterangannya kepada TribunnewsBogor.com, Jumat (30/11/2018).
Rujukan
[SALAH] Foto Prabowo Berpakaian Uskup di Gereja
Sumber: twitter.comTanggal publish: 07/12/2018
Berita
“Ini gambar hoax bukan ya???. Kalau seandainya benar, kasihan agama jadi komuditas politik saja… padahal gak usah gini2 banget… Pak @Jokowi muslim sejati juga di cintai Nasrani… orang di pilih karena kualitas nya bukan spt ini….”
Hasil Cek Fakta
Akun Twitter @Gerindra membantah foto Prabowo yang tampak mengenakan pakaian Uskup di suatu gereja yang diposting akun @MarikaRahman_. “Selamat siang Ibu Marika, foto yang Ibu upload tersebut adalah editan dan tidak benar. Tolong cerdas dalam menerima dan menyebarkan berita. Terima kasih,” tulis @Gerindra, Selasa (4/12). Sebelumnya diketahui foto Jokowi juga pernah diedit sama seperti foto Prabowo yang diedit sekarang, pada 2014 silam.
Rujukan
Reuni 212: Benarkah Klaim 8 Juta Peserta?
Sumber: tirto.idTanggal publish: 06/12/2018
Berita
Berapa jumlah peserta Reuni 212 yang digelar pada Minggu (2/12/2018) kemarin? Pertanyaan ini tidak mudah dijawab. Klaim jumlah peserta yang diungkap sejumlah pihak juga menimbulkan perdebatan.
Prabowo Subianto, saat memberikan pidato di acara tersebut, menyatakan kebanggaannya terhadap Reuni 212. "Ini kehormatan bagi saya, kebanggaan bagi saya, saya bangga melihat jutaan rakyat Indonesia, jutaan umat Islam, jutaan tapi damai, tertib," ucapnya.
Klaim 'jutaan' orang hadir pada Reuni 212 tidak hanya datang dari Prabowo. Ketua Pusat Media Reuni 212 Novel Bamukmin memperkirakan yang hadir pada Reuni 212 sebanyak 3 juta peserta. Jumlah itu menurutnya sama seperti Reuni 212 yang digelar tahun lalu.
Ketua Panitia Reuni Akbar Mujahid 212 Bernard Abdul Jabbar menyatakan lebih dari tujuh juta orang menghadiri Reuni 212.
“Ada delapan juta orang yang ikut di acara ini,” ujar Bernard kepada Tirto.
Berkebalikan dengan klaim pihak panitia, Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan peserta Reuni 212 hanya sekitar 40 ribu orang saja.
Prabowo Subianto, saat memberikan pidato di acara tersebut, menyatakan kebanggaannya terhadap Reuni 212. "Ini kehormatan bagi saya, kebanggaan bagi saya, saya bangga melihat jutaan rakyat Indonesia, jutaan umat Islam, jutaan tapi damai, tertib," ucapnya.
Klaim 'jutaan' orang hadir pada Reuni 212 tidak hanya datang dari Prabowo. Ketua Pusat Media Reuni 212 Novel Bamukmin memperkirakan yang hadir pada Reuni 212 sebanyak 3 juta peserta. Jumlah itu menurutnya sama seperti Reuni 212 yang digelar tahun lalu.
Ketua Panitia Reuni Akbar Mujahid 212 Bernard Abdul Jabbar menyatakan lebih dari tujuh juta orang menghadiri Reuni 212.
“Ada delapan juta orang yang ikut di acara ini,” ujar Bernard kepada Tirto.
Berkebalikan dengan klaim pihak panitia, Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan peserta Reuni 212 hanya sekitar 40 ribu orang saja.
Hasil Cek Fakta
Jumlah peserta Reuni 212 bisa diprediksi dengan membagi luas ruas jalan lokasi reuni dengan bidang yang dibutuhkan para pesertanya—jika peserta Reuni 212 dianggap kerumunan longgar. Walhasil, dalam keadaan longgar, peserta Reuni 212 adalah sebanyak 193.244 orang.
Dengan cara yang sama, kita bisa menghitung jumlah peserta Reuni 212 dalam keadaan padat dan amat padat. Hasilnya, jika Reuni 212 dianggap kerumunan padat, jumlah pesertanya sebanyak 429.431 orang. Sedangkan jika Reuni 212 disebut kerumunan amat padat, jumlah pesertanya sebesar 772.976 orang.
Berdasarkan perhitungan itu, jumlah peserta Reuni 212 tidak sampai 1 juta manusia.
Jumlah peserta Reuni 212 mencapai jutaan apabila diasumsikan ada 6-8 orang berdiri setiap 1 meter persegi. Dengan asumsi itu, jumlah peserta Reuni 212 bisa mencapai sebanyak 1.077.156 hingga 1.436.208—jumlah yang masih jauh kurangnya dari yang diklaim Bamukmin atau Bernard. Namun, angka 6-8 orang per 1 meter persegi setara kepadatan jamaah haji yang sedang tawaf di Masjidil Haram. Mereka biasanya berjalan desak-desakan, sesuatu yang tidak tampak dalam Reuni 212 kemarin.
Jumlah peserta Reuni 212 yang diklaim Bernard (8 juta orang) juga bisa disandingkan dengan jumlah penduduk DKI Jakarta. Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan jumlah penduduk DKI Jakarta mencapai 10,37 juta jiwa pada 2017. Seandainya klaim Bernard benar, artinya jumlah peserta Reuni 212 setara 77 persen penduduk DKI Jakarta. Selengkapnya bisa dicek di : https://tirto.id/reuni-212-benarkah-klaim-8-juta-peserta-daTm
Dengan cara yang sama, kita bisa menghitung jumlah peserta Reuni 212 dalam keadaan padat dan amat padat. Hasilnya, jika Reuni 212 dianggap kerumunan padat, jumlah pesertanya sebanyak 429.431 orang. Sedangkan jika Reuni 212 disebut kerumunan amat padat, jumlah pesertanya sebesar 772.976 orang.
Berdasarkan perhitungan itu, jumlah peserta Reuni 212 tidak sampai 1 juta manusia.
Jumlah peserta Reuni 212 mencapai jutaan apabila diasumsikan ada 6-8 orang berdiri setiap 1 meter persegi. Dengan asumsi itu, jumlah peserta Reuni 212 bisa mencapai sebanyak 1.077.156 hingga 1.436.208—jumlah yang masih jauh kurangnya dari yang diklaim Bamukmin atau Bernard. Namun, angka 6-8 orang per 1 meter persegi setara kepadatan jamaah haji yang sedang tawaf di Masjidil Haram. Mereka biasanya berjalan desak-desakan, sesuatu yang tidak tampak dalam Reuni 212 kemarin.
Jumlah peserta Reuni 212 yang diklaim Bernard (8 juta orang) juga bisa disandingkan dengan jumlah penduduk DKI Jakarta. Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan jumlah penduduk DKI Jakarta mencapai 10,37 juta jiwa pada 2017. Seandainya klaim Bernard benar, artinya jumlah peserta Reuni 212 setara 77 persen penduduk DKI Jakarta. Selengkapnya bisa dicek di : https://tirto.id/reuni-212-benarkah-klaim-8-juta-peserta-daTm
Kesimpulan
Berdasarkan perhitungan itu, jumlah peserta Reuni 212 tidak sampai 1 juta manusia.
Rujukan
Halaman: 7861/8401




