• [SALAH] “Capt. Pribadi adalah pengemudi pesawat yang mengijinkan Hj. Neno Warisman”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 29/08/2018

    Berita

    NARASI : “… Capt. Pribadi adalah pengemudi pesawat yang mengijinkan Hj. Neno Warisman, sang dedengkot gerakan makar #2019GantiKhilafah untuk menggunakan sistem pengeras suara pesawat beberapa waktu lalu …”

    Hasil Cek Fakta

    detikcom mencoba mengonfirmasi hal ini ke pihak Lion Air Grop. Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro mengatakan, Kapten Pribadi bukan pilot yang menerbangkan pesawat yang ditumpangi Neno Warisman pada Sabtu (25/8). “Capt Pribadi Alisudarso bukan pilot yang menerbangkan JT297 pada Sabtu (25/8) rute Pekanbaru ke Soekarno-Hatta, Tangerang,” kata Danang.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [BENAR] DIRUMORKAN PUNYA ATURAN BARU PEMBATASAN WAKTU PASIEN BERTEMU DOKTER, BPJS ANGKAT BICARA

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 29/08/2018

    Berita

    Pengguna sosial media dihebohkan dengan isu peraturan baru yang diterapkan oleh BPJS, yakni pembatasan waktu bertemu dokter. Isu tersebut muncul seiring dengan adanya unggahan warganet yang membagikan foto dan menyebut bahwa ada aturan baru dari Badan Penyelenggara Jaminan (BPJS) Kesehatan terkait pembatasan waktu layanan pasien BPJS Kesehatan. Berikut caption yang dituliskan oleh beberapa pengguna twitter : “Aturan baru lagi BPJS ya, waktu temu pasien-dokter akan dibatasi, jadi pasien-pasien BPJS yang maha galak jangan marah kalau tidak bisa nanya ini itu ke dokternya, tanyanya ke kantor BPJS saja,” demikian tulis salah satu netizen.

    Hasil Cek Fakta

    Melansir dari kompas.com, pihak BPJS pun akhirnya mengklarifikasi terkait munculnya rumor kabar tersebut. Kepala Humas BPJS Kesehatan, M Iqbal Anas Ma’ruf mengatakan bahwa apa yang terlihat pada foto bukanlah peraturan baru terkait pembatasan waktu pelayanan. Akan tetapi merupakan cara untuk memastikan kemampuan masing-masing poli di RS dalam hal pelayanan.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [DISINFORMASI] Ustaz Di Cianjur Dipersekusi dan Dibacok

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 29/08/2018

    Berita

    Kalian terlalu sibuk posting tentang Pilpres, sibuk posting tentang #2019 ganti Presiden sibuk posting #2019 tetap Jokowi sibuk posting persekusi.
    PADAHAL ada berita yang seharusnya lebih di VIRALKAN
    Ustdz salman cibangban pimpinan ponpes al-muin warung kondang cianjur tdi subuh di bacok dua orang tak di kenal.
    inilah persekusi yang sebenar2nya

    SANTRI CIANJUR SIAP BERSATU RAPATKAN BARISAN TANGKAP PREMAN-PREMAN BEJAT.
    DEMI ALLAH saya TIDAK RELA KALAU ADA USTADZ/KIYAI DIPERLAKUKAN SEPERTI ITU.

    Hasil Cek Fakta

    Ustaz Salman Al Farizi, pemilik Pondok Pesantren Al Mu’in Ciwalen, Warungkondang, Kabupaten Cianjur dikabarkan menjadi korban tindakan persekusi dan sempat dibacok. Akan tetapi, setelah ditelusuri, kabar tersebut kurang tepat. Sebab, dilansir dari republika.co.id dan tribunnews.com, Salman mengaku dirinya dipukul dengan benda tumpul oleh dua orang yang tidak dikenal saat keluar rumah untuk membangunkan santrinya jam 04.04 WIB (27/08). “Tidak di jalan gang dua orang sepertinya sudah menunggu, saya dipukul dari belakang sampai terjatuh,” kata Salman.

    Adapun, perihal latar belakang pemukulan itu, Salman mengatakan, permasalahan yang ia alami bermula ketika pondok pesantren kedatangan tamu dari Timur Tengah. “Tamu tersebut melihat kondisi masjid, ia merasa prihatin dan bermaksud membangun masjid yang sudah mulai keropos langit langitnya,” kata Salman.

    Rujukan

    • Republika Online
    • Mafindo
    • 2 media telah memverifikasi klaim ini

  • Hoax Keterlibatan Pilot Lion Air Pribadi Alisudarso Terkait Kasus Aktivis #2019GantiPresiden Neno Warisman Yang Memakai Mikrofon Di Pesawat

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 29/08/2018

    Berita

    Fanspage KataKita ( fb.com/pageKataKita ) memposting kumpulan screenshot dari akun facebook milik Pribadi Alisudarso dan memberikan narasi sebagai berikut;

    Simpatisan gerakan makar #2019GantiKhalifah ternyata tidak hanya berasal dari kalangan berpendidikan rendah seperti Erik Nurwianto, karyawan rumah makan yang baru saja terciduk polisi di Palangkaraya. Bahkan orang terdidik sekelas Capt. (pilot) Pribadi Alisudarso pun kini sudah tercuci otaknya.

    Capt. Pribadi adalah pengemudi pesawat yang mengijinkan Hj. Neno Warisman, sang dedengkot gerakan makar #2019GantiKhilafah untuk menggunakan sistem pengeras suara pesawat beberapa waktu lalu.

    Sebagai simpatisan gerakan makar #2019GantiAlam, Capt. Pribadi Alisudarso merasa sudah merupakan kewajibannya untuk memberikan ijin kepada Hj. Neno untuk menuntaskan curhatnya menggunakan sistem komunikasi pesawat, meski jelas-jelas melanggar hukum.

    Pilot senior yang bercita-cita mati syahid itu kini telah digrounded oleh Lion Air untuk penyelidikan lebih lanjut.

    Meski demikian belum ada sanksi berat yang dijatuhkan kepadanya.

    Fans berat Felix Siauw ini bahkan sesumbar hanya tuhan yang maha kuasa yang dapat mencabut lisensi terbangnya.

    (sumber: shohih)

    Hasil Cek Fakta

    Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro mengatakan, Kapten Pribadi #bukan pilot yang menerbangkan pesawat yang ditumpangi Neno Warisman pada Sabtu, 25 Agustus 2018.

    Pernyataan ini didukung oleh klarifikasi yang dilakukan oleh Damar Juniarto, SAFEnet/Southeast Asia Freedom of Expression Network yang hari ini berkomunikasi langsung dari keluarga pilot tersebut dan setelah memeriksa data-data yang ada, SAFEnet memastikan bahwa informasi yang beredar di media sosial tersebut tidak benar. Rute penerbangan pilot tersebut dikirimkan kepada kami menunjukkan bahwa pada tanggal 25 Agustus 2018, pilot bernama Pribadi Alisudarso S sedang tidak bertugas (DO = Day Off).

    Kesimpulan

    Kapten Pribadi Alisudarso bukan pilot yang menerbangkan pesawat yang ditumpangi Neno Warisman pada Sabtu (25/8)

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini