• [BENAR] “Xiami, Jualan HP Atau Komunisme”

    Sumber:
    Tanggal publish: 05/05/2018

    Hasil Cek Fakta

    Ponsel Xiaomi selama ini terkenal karena harganya yg murah namun memiliki spesifikasi setara dengan ponsel merk lain yg jauh lebih mahal. Xiaomi bahkan mulai merilis Mi 6X yg cuma akan dibandrol di kisaran Rp.3,5 juta padahal speknya setara ponsel seharga 6juta ke atas.

    Kebanyakan orang selalu mengira bahwa Xiaomi menjual ponselnya dengan harga lebih murah karena kualitasnya jelek.
    Namun sesungguhnya harga yg murah itu disebabkan karena Xiaomi mematok profit yg sangat rendah untuk setiap penjualan ponsel mereka, yaitu cuma berkisar 3%-5% saja. Sangat berbeda dengan ponsel merk lain yang keuntungannya 25% atau bahkan 50% seperti IPhone. Silakan dibaca selengkapnya di bagian REFERENSI untuk memahami konteks utuh artikelnya.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH]: Bapenda Sulsel Mengklarifikasi Bahwa Tidak Ada Pemutihan Pajak Kendaraan

    Sumber:
    Tanggal publish: 04/05/2018

    Berita

    belum lama ini masyarakat daerah Sulsel dibuat bingun oleh informasi yang beredar di media sosial terkait info pemutihan pajak kendaraan bermotor yang dimulai dari tanggal 1 mei hingga 31 agustus 2018.

    Hasil Cek Fakta

    Debunk ini berisi Klarifikasi dari Badan pendapatan daerah (Bapenda) Sulawesi Selatan, Tautoto TR terkait informasi di media sosial yang menyebutkan adanya pemutihan pajak kendaraan bermotor pada tanggal 1 mei hingga 31 agustus 2018. dirinya menyebut bahwa informasi yang beredar tersebut adalah Hoaks atau tidak benar adanya.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [KLARIFIKASI] "PT. Dirgantara Indonesia Tak Dijual ke Pihak Asing"

    Sumber:
    Tanggal publish: 04/05/2018

    Berita

    Setelah dilakukan penelusuran berita, faktanya pada tahun 2017, Manager Hukum dan Humas PTDI, Irfan Budiman pernah menyatakan isu penjualan PTDI yang tersebar di Whatsapp dan media sosial adalah tidak benar atau hoaks.

    Hasil Cek Fakta

    PT. Dirgantara Indonesia (PTDI) melalui akun media sosial resmi Twitternya @officialptdi membantah kabar yang mengatakan PTDI dijual ke pihak asing. Menurut PTDI, kabar tersebut bohong atau hoaks yang sudah pernah terjadi di tahun 2017.

    Rujukan

  • [KLARIFIKASI] FPI Tidak Menyebarkan Spanduk Habib Rizieq Dukung Khilafah

    Sumber:
    Tanggal publish: 04/05/2018

    Berita

    Front Pembela Islam (FPI) membantah telah memasang dan menyebarkan spanduk bergambarkan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab mendukung khilafah di sejumlah titik Kota Depok, Jawa Barat. Dilansir dari sindonews.com, okezone.com, dan rmol.co, Novel Bamukmin, Anggota FPI, membantah pihaknya telah melakukan pemasangan spanduk tersebut. “Iya tidak benar itu dan kami tidak bertanggung jawab atas pemasangan spanduk oleh orang yang tidak bertanggung jawab itu yang ingin memfitnah kami,” ujar Novel.

    Hasil Cek Fakta

    Pihak Front Pembela Islam (FPI) membantah telah memasang dan menyebarkan spanduk bergambarkan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab (HRS) mendukung khilafah di sejumlah titik Kota Depok, Jawa Barat. Dilansir dari sindonews.com, okezone.com, dan rmol.co, Novel Bamukmin, Anggota FPI, membantah pihaknya telah melakukan pemasangan spanduk tersebut.

    Menurut Novel, pemasangan spanduk tersebut merupakan ulah oknum-oknum yang ingin memfitnah HRS dan FPI. Selain itu, Novel mengatakan, pihak FPI maupun HRS tidak bertanggung jawab atas pemasangan spanduk tersebut.

    “Iya tidak benar itu dan kami tidak bertanggung jawab atas pemasangan spanduk oleh orang yang tidak bertanggung jawab itu yang ingin memfitnah kami,” ungkap Novel.

    Dalam spanduk yang mencatut logo FPI dan gambar HRS tersebut tertulis ‘Indahnya Bersatu Dalam Naungan KHILAFAH ISLAMIYAH.’ Selain ada logo FPI, dalam spanduk tersebut juga terpampang logo Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan FPI di sebelah kanan.

    Adapula di bagian bawah spanduk serentetan hastag #BersamaHRS, #BelaIslam, #RahmatanLilAlamin, dan #ReturnTheKilafah. Selain itu, pada spanduk, gelar HRS disebutkan sebagai Ketua Umum FPI.

    Saat ini, Novel mengatakan, pihaknya tengah mencari siapa oknum yang memasang spanduk provokatif tersebut. “Kita lagi cari oknumnya. Kejadian ini bukan kali ini saja, akan tetapi sudah sering dilakukan oleh orang tidak bertanggung jawab untuk memfitnah HB Rizieq. Nama dan jabatannya pun salah,” pungkas Novel.

    Rujukan