“Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Roma Hutajulu menyebut, kabar meninggalnya salah satu peserta acara bagi-bagi sembako di Lapangan Tugu Monas pada Sabtu (28/4) murni hoax.
Dia membenarkan bahwa ada warga yang meninggal disekitar kawasan Monas. Namun yang bersangkutan bukanlah salah satu peserta, melainkan warga yang tengah berjalan dipedestrian luar Monas.
Sebelumnya pada Minggu (29/4) pagi, di media sosial beredar kabar, acara bagi-bagi sembako gratis menelan korban jiwa. Akun dengan nama Yunita Basri memposting foto kerabatnya yang meninggal dunia.
“Tolong panitia sembako monas pertanggungjawabannya atas meninggalnya keponakan saya,” ujar Yunita dalam caption fotonya.
Kemudian pada pukul 14.23 WIB, ketika INDOPOS melakukan penelusuran terhadap akun facebook tersebut, tidak ditemukan postingan dari akun Yunita tersebut. Kemungkinan besar telah dihapus.”
[BENAR] “Kapolres Jakpus Sebut Kabar Warga Tewas di Acara Bagi-bagi Sembako Monas Hoax”
Sumber:Tanggal publish: 30/04/2018
Hasil Cek Fakta
Rujukan
[KLARIFIKASI] Lambangnya Dicatut Sekber Gerindra-PKS, PBB Beri Klarifikasi
Sumber: tempo.coTanggal publish: 30/04/2018
Berita
Atas terpampangnya logo Partai Bulan Bintang (PBB) di peresmian Sekretariat Bersama (Sekber) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Amanat Nasional (PAN), pihak PBB melakukan klarifikasi. Dilansir dari tempo.co, Ketua Bidang Pemenangan PBB Sukmo Harsono membantah partainya terlibat dalam peresmian Sekber tersebut. “Pencantuman logo PBB dalam rumah sekretariat bersama tanpa konfirmasi ke saya selaku Ketua Bidang Pemenangan Presiden dan tanpa ada surat ke Sekretariat Jenderal PBB,” ujar Sukmo.
Hasil Cek Fakta
Partai Bulan Bintang (PBB) memberikan klarifikasi atas terpampangnya logo partai tersebut dalam acara peresmian Sekretariat Bersama (Sekber) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Amanat Nasional (PAN). Dilansir dari tempo.co, Ketua Bidang Pemenangan PBB Sukmo Harsono membantah partainya terlibat dalam peresmian Sekber tersebut.
“Pencantuman logo PBB dalam rumah sekretariat bersama tanpa konfirmasi ke saya selaku Ketua Bidang Pemenangan Presiden dan tanpa ada surat ke Sekretariat Jenderal PBB,” ujar Sukmo.
Sukmo mengatakan, saat ini PBB tengah mempersiapkan diri menghadiri pemilu legislatif dan mengkaji kemungkinan melakukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK) perihal Undang-Undang Pemilihan Presiden 2019. “Kami akan mengkaji posisi pencapresan di mukernas dan MDP pada tanggal 5 Mei, apakah akan memposisikan oposisi atau mendukung calon,” kata Sukmo.
Persoalan itu pun ditanggapi oleh Ketua Umum PBB, Yusril Ihza Mahendra melalui akun Twitter pribadinya. Dilansir dari republika.co.id, Yusril membantah partainya terlibat dalam pembentukkan Sekber yang didirikan Gerindra dan PKS. Yusril menegaskan, pihaknya tidak pernah diajak berkomunikasi terkait pembentukkan Sekber untuk kepentingan Pilpres 2019.
“Benar. PBB tidak pernah diajak bicara membentuk koalisi empat parpol tiba-tiba meresmikan Sekber seolah-olah PBB adalah bagian dari koalisi,” cuitnya (28/4).
Yusril pun menyesalkan nama partainya disebut dalam empat partai yang terlibat dalam Sekber Gerindra-PKS. Bilapun ingin membawa nama PBB, menurut Yusril, harusnya pihak penggagas Sekber lebih dulu mengajak PBB berbicara.
“PBB menyesalkan namanya dicantumkan begitu saja tanpa pembicaraan lebih dahulu,” ungkapnya.
“Pencantuman logo PBB dalam rumah sekretariat bersama tanpa konfirmasi ke saya selaku Ketua Bidang Pemenangan Presiden dan tanpa ada surat ke Sekretariat Jenderal PBB,” ujar Sukmo.
Sukmo mengatakan, saat ini PBB tengah mempersiapkan diri menghadiri pemilu legislatif dan mengkaji kemungkinan melakukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK) perihal Undang-Undang Pemilihan Presiden 2019. “Kami akan mengkaji posisi pencapresan di mukernas dan MDP pada tanggal 5 Mei, apakah akan memposisikan oposisi atau mendukung calon,” kata Sukmo.
Persoalan itu pun ditanggapi oleh Ketua Umum PBB, Yusril Ihza Mahendra melalui akun Twitter pribadinya. Dilansir dari republika.co.id, Yusril membantah partainya terlibat dalam pembentukkan Sekber yang didirikan Gerindra dan PKS. Yusril menegaskan, pihaknya tidak pernah diajak berkomunikasi terkait pembentukkan Sekber untuk kepentingan Pilpres 2019.
“Benar. PBB tidak pernah diajak bicara membentuk koalisi empat parpol tiba-tiba meresmikan Sekber seolah-olah PBB adalah bagian dari koalisi,” cuitnya (28/4).
Yusril pun menyesalkan nama partainya disebut dalam empat partai yang terlibat dalam Sekber Gerindra-PKS. Bilapun ingin membawa nama PBB, menurut Yusril, harusnya pihak penggagas Sekber lebih dulu mengajak PBB berbicara.
“PBB menyesalkan namanya dicantumkan begitu saja tanpa pembicaraan lebih dahulu,” ungkapnya.
Rujukan
- https://nasional.tempo.co/read/1083988/pbb-membantah-terlibat-peresmian-sekretariat-bersama-gerindra-pks
- http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/politik/18/04/29/p7xnof354-yusril-menyesalkan-pbb-dicantumkan-di-sekber-gerindrapks
- http://jabar.tribunnews.com/2018/04/29/yusril-ihza-mahendra-kecewa-pada-gerindra-pks-ini-sebabnya?page=all
- https://www.jawapos.com/read/2018/04/28/208274/partainya-yusril-tak-terima-namanya-dicatut-gerindra-dalam-sekber
- https://twitter.com/Yusrilihza_Mhd/status/990248909518684160
[DISINFORMASI] Perlakuan Berbeda antara GNPF MUI dengan Teman Ahok Terkait Sumbangan Dana di Hadapan Polri
Sumber: OthersTanggal publish: 29/04/2018
Berita
GNPF- Dana sedekah umat jelas sumbernya dan penggunaannya, Dipolisikan
Teman Ahok : Dana sumbangan untuk kegiatan poltik dan tidak jelas sumbernya. Dibiarkan.
Kok beda perlakuannya? Apakah umat tidak boleh bersedekah
Teman Ahok : Dana sumbangan untuk kegiatan poltik dan tidak jelas sumbernya. Dibiarkan.
Kok beda perlakuannya? Apakah umat tidak boleh bersedekah
Hasil Cek Fakta
1. Teman Ahok pernah diperiksa KPK.
Link : https://googleweblight.com/…
2. Teman Ahok didirikan memang untuk membantu kampanye Calon Gubernur Basuki Tjahya Purnama atau dengan kata lain kegiatan politik. Visi misi Teman Ahok jelas tertera di websitenya.
http://temanahok.com/visi-ahok?l=id
3. Laporan keuangan teman Ahok bisa diakses siapa saja di laman http://www.temanahok.com/laporan?l=id
4. Laporan Keuangan GNPF sebenarnya tidak jelas sumber dan penggunannya. Tidak ada laporan yang bisa diakses publik melalui media apapun selain klaiman dari pihak GNPF sendiri. Bahkan penggunaan dana aksi demo dicurgai sebagai pencucian uang kini sedang diusut pihak Kepolisian
http://www.cnnindonesia.com/…/ketua-gnpf-mui-jalani-pemeri…/
5. Dan yang terakhir tentu saja umat masih boleh bersedekah.
Salah satu laman acuan untuk bersedekah
http://ayosedekah.org/
Link : https://googleweblight.com/…
2. Teman Ahok didirikan memang untuk membantu kampanye Calon Gubernur Basuki Tjahya Purnama atau dengan kata lain kegiatan politik. Visi misi Teman Ahok jelas tertera di websitenya.
http://temanahok.com/visi-ahok?l=id
3. Laporan keuangan teman Ahok bisa diakses siapa saja di laman http://www.temanahok.com/laporan?l=id
4. Laporan Keuangan GNPF sebenarnya tidak jelas sumber dan penggunannya. Tidak ada laporan yang bisa diakses publik melalui media apapun selain klaiman dari pihak GNPF sendiri. Bahkan penggunaan dana aksi demo dicurgai sebagai pencucian uang kini sedang diusut pihak Kepolisian
http://www.cnnindonesia.com/…/ketua-gnpf-mui-jalani-pemeri…/
5. Dan yang terakhir tentu saja umat masih boleh bersedekah.
Salah satu laman acuan untuk bersedekah
http://ayosedekah.org/
Rujukan
[DISINFORMASI] Perubahan Suara saat Hitungan KPU sudah 100%, Perolehan Suara Anies-Sandi Berkurang 7000 suara
Sumber: facebook.comTanggal publish: 29/04/2018
Berita
Perubahan suara pd saat hitungan KPU sdh 100%. Kebetulan perolehan suara no.3 berkurang 7000 suara. Sementara suara no.2 bertambah 50 suara.
Hasil Cek Fakta
“Iya, ada kesalahan input data, di TPS 10 Kelurahan Pela Mampang, Mampang Prapatan di Jakarta Selatan untuk paslon 3, dari mestinya 266 tertulis 7.266,” kata Sumarno kepada VIVA.co.id, Sabtu malam, 18 Februari 2017.
Sementara itu, untuk TPS 12 Tanjung Barat, lanjut dia, terjadi kesalahan data suara untuk pasangan calon nomor urut 2 yang semestinya 286, tetapi didata Situng tertulis 236. Artinya, pasangan calon nomor urut 2 suaranya bertambah sebanyak 50 suara. “Sudah diperbaiki pada jam 11.00 WIB tadi,” ujar dia.
Sementara itu, untuk TPS 12 Tanjung Barat, lanjut dia, terjadi kesalahan data suara untuk pasangan calon nomor urut 2 yang semestinya 286, tetapi didata Situng tertulis 236. Artinya, pasangan calon nomor urut 2 suaranya bertambah sebanyak 50 suara. “Sudah diperbaiki pada jam 11.00 WIB tadi,” ujar dia.
Rujukan
Halaman: 8062/8392




