• [KLARIFIKASI] Rombongan Anies-Sandi Ditilang dan Tak Miliki Izin Patwal di Puncak Bogor

    Sumber:
    Tanggal publish: 23/10/2017

    Berita

    Kabar tersebut langsung dibantah dari pihak Anies-Sandi melalui tim komunikasinya Naufal Firman Yusrak selaku juru bicara Anies-Sandi. Dikutip dari tribunnews.com dan cnnindonesia.com, Firman menyatakan tidak ada penilangan terhadap rangkaian mobil rombongan Anies saat menuju Bogor dari kawasan Puncak, usai mengikuti kegiatan Tea Walk dengan jajaran pegawai Pemprov DKI Jakarta. Dalam perjalanan itu, Firman berujar, rombongan Anies sudah dikawal oleh Polres Bogor dan Dinas Perhubungan Bogor sejak gerbang tol Ciawi.

    Hasil Cek Fakta

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [HOAX] Surat Dari Halmahera, Tambang Emas Maluku Utara Diberikan Ke Pihak Asing

    Sumber: Whatsapp.com
    Tanggal publish: 23/10/2017

    Berita

    Beredar pesan berantai di aplikasi chat Whatsapp yang berisikan info mengenai surat dari halmahera yang mengklaim tambang emas di Maluku Utara diberikan kepada pihak asing,

    Hasil Cek Fakta

    Diketahui bahwa kabar yang menyebutkan Halmahera menjadi pusat tambang emas terbesar se-Indonesia tidaklah benar adanya alias HOAX. Bukan emas, tapi nikel. Halmahera sendiri menjadi pusat penambangan nikel yang dikelola oleh perusahaan asal Perancis bernama PT Weda Bay Nickel. Dan soal pesan singkat yang ramai beredar dimedia sendiri merupakan opini yang dilontarkan oleh salah satu pihak.
    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, kedatangan sejumlah utusan perusahaan asal China, Selasa (11/7), di Jakarta merupakan tindaklanjut dari komitmen OBOR yang telah disepakati Indonesia dengan China. Para investor tersebut melirik sejumlah daerah yang ditawarkan Indonesia, yakni Sulawesi Utara, Kalimantan Utara, Sumatra Utara dan Bali. Khusus Delong Group, sebagai salah satu investor pertambangan dari China melirik Halmahera sebagai tempat untuk berinvestasi. “Delong Group akan membeli perusahaan asal Prancis yang mengoperasikan tambang di Halmahera,” kata Luhut, Selasa (11/7).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [HOAX] HTI Menang di PTUN

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 23/10/2017

    Berita

    Beredar sebuah postingan di media sosial Facebook yang menyebutkan bahwa ormas HTI telah memenangkan gugatan di PTUN.

    Hasil Cek Fakta

    Ketua Tim Taske Force Forum Advokat Pengawal Pancasila (FAPP) & Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Selestinus menjelaskan bahwa informasi di atas adalah bohong atau hoax. Menurut Petrus, pembatalan Status Badan Hukum HTI, karena isi berita yang dimuat dalam medsos itu dicopy dari seluruh petitum gugatan Hitzbuts Tahrir Indonesia/HTI No. 211/G/2017/PTUN.JKT yang baru didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta, tanggal 13 Oktober 2017 yang baru lalu.
    “Masyarakat tidak perlu terkecoh dan tidak boleh percaya kepada berita yang beredar luas di medsos sejak kemarin hingga saat ini, seakan-akan Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta/PTUN Jakarta sudah mengeluarkan putusan atas gugatan Ormas Hitzbuts Tahrir Indonesia/HTI, terhadap Menteri Hukum dan HAM RI dalam perkara Gugatan No. 211/G/2017/PTUN.JKT, tanggal 13 Oktober 2017, yang berisi perintah kepada Menteri Hukum dan HAM RI untuk membatalkan dan mencabut kembali SK,” ujar Petrus, Sabtu (21/10/2017).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [HOAX] Pernyataan Kapolda Riau : Negara Boleh Tak Ada Tentara, Tapi Polisi Harus Ada

    Sumber:
    Tanggal publish: 23/10/2017

    Berita

    Beredar pernyataan Kapolda Riau, Irjen Nandang dalam acara ramah tamah dengan awak media yang menyebutkan bahwa Negara boleh tak ada tentara, tapi polisi harus ada, Karena dalam keadaan aman pun masih dibutuhkan Polisi di Indonesia ini karena bisa melayani semuanya, segala macam diurus, beda dengan negara lain.

    Hasil Cek Fakta

    Kapolda Riau, Irjen Nandang memberikan klarifikasi dan mengadakan konferensi pers pada Minggu (22/10) malam. Ia mengatakan bahwa berita ‘Negara Boleh Tak Ada Tentara, Tapi Polisi Harus Ada’ yang dimuat oleh media online tersebut adalah Hoax. “Itu tidak benar. Itu hoax,” jelasnya. Dalam acara ramah tamah tersebut, ia hanya menyampaikan tentang sinergi antara Polri, TNI dan Media.
    Kombes Pol Guntur Aryo Tejo, selaku Kabid Humas Polda Riau turut menanggapi soal berita yang diduga hoax dimuat oleh salah satu media online di Riau tersebut. “Saya sudah cek absensi kehadiran acara ramah tamah pak Kapolda dengan media. Yang bersangkutan tidak terdaftar hadir,” kata Guntur. Dia menambahkan, berita soal Kapolda Riau menyebut ‘Negara Boleh Tak Ada Tentara, Tapi Polisi Harus Ada’, itu tidak benar. Tapi berita tersebut sudah tidak bisa lagi diakses karena sudah dihapus.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini