• [DISINFORMASI] PKI sudah dilatih pegang senjata FPI kpan,,,?

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 24/09/2017

    Berita

    PKI sudah dilatih pegang senjata FPI kpan,,,? ayok kita bangkit, kita tunggu apa lgi, tunggu ulama di bunuh, tunggu jendral kita di masukin ke lubang buaya lgi,,,?

    Hasil Cek Fakta

    Hasil penelusuran Google Image, lokasi foto adalah di Filipina.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [HOAX] WhatSapp Dikenakan Biaya Pasca Diakuisisi Facebook

    Sumber: Whatsapp.com
    Tanggal publish: 24/09/2017

    Berita

    Mulai Hari Senin besok WhatSapp akan dikenakan bayaran (biaya) karena sekarang whatsapp sdh diakuisisi oleh Facebook. Jadi kalau anda punya kontak sekurangnya 10 org, maka kirimilah mereka pesan ini. Dengan begitu kita akan melihat bahwa anda adalah pengguna yang sangat membutuhkan whatsapp ini, dan kemudian logo anda akan menjadi biru (?) dan akan tetap gratis. (Seperti berita yang dimuat dalam koran hari ini). Whatsapp akan dikenakan biaya sebesar 0.01€ per pesan (message). Kirimlah pesan ini ke 10 org. Apabila anda mengirim pesan tsb maka warna logo anda akan menjadi biru, kalau tdk setiap penggunaan whatsapp akan dikenakan biaya. Akuisisi Facebook Terhadapiji WhatsApp Rampung | bisnis | tempo.co – https://m.tempo.co/…/akuisisi-facebook-terhadap-whatsapp-ra…”

    Hasil Cek Fakta

    Pertama, ini merupakan hoax lama.
    Kedua, Hoax ini sudah pernah terbongkar (debunked) di grup Indonesian Hoax Busters,
    Citra Pratiwi (Group Admin): “Untuk akuisisi whatsapp oleh Facebook memang benar.
    Hoax nya adalah Klaim bahwa pengenaan biaya. Justru saya dulu langganan bayar untuk whatsapp, beberapa dollars per tahun nya (tahun pertama gratis) Setelah diakuisisi oleh Facebook malah jadi fully free alias gratis”
    Like Show more reactions · 3 · February 14 at 7:46pm

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [KLARIFIKASI] Penjelasan Menko Polhukam Tentang Isu Politik Terkini

    Sumber:
    Tanggal publish: 24/09/2017

    Berita

    Setiap menjelang pemilu apakah Pemilu Kada atau Pemilu Presiden dan Wakil Presiden suhu politik selalu memanas. Berikut penjelasan resmi dari Kemenko Polhukam berkenaan dengan beberapa isu miring yang telah tersebar di kalangan masyarakat baik lewat Media Mainstream maupun Media Sosial.
    Pertama, mengenai pemutaran kembali Film Penghianatan G.30 S /PKI, dan ajakan untuk nonton bareng. Menonton film sejarah memang perlu bagi generasi berikutnya untuk memahami sejarah kebangsaan Indonesia secara utuh. Anjuran Presiden untuk mempelajari sejarah kebangsaan dengan menyesuaikan cara penyajian agar mudah dipahami oleh generasi Milenium, merupakan kebijakan yang rasional.
    Kedua, informasi dari Panglima TNI tentang adanya institusi di luar TNI dan Polri yang akan membeli 5000 pucuk senjata standard TNI, tidak pada tempatnya dihubungkan dengan eskalasi kondisi keamanan, karena ternyata hanya adanya komunikasi antar institusi yang belum tuntas. Setelah dikonfirmasikan kepada Panglima TNI, Kapolri, Kepala BIN dan instansi terkait, terdapat pengadaan 500 pucuk senjata laras pendek buatan PINDAD (bukan 5000 pucuk dan bukan standar TNI) oleh BIN untuk keperluan pendidikan Intelijen. Pengadaan seperti ini ijinnya bukan dari Mabes TNI tetapi cukup dari Mabes Polri.

    Hasil Cek Fakta

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [HOAX] Permen Susu Mengandung PCC

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 23/09/2017

    Berita

    Mohon perhatian untuk yang punya anak2 sekolah, Di informasikan bahwa telah beredar permen Susu mengandung PCC Dan sudah beredar di ambarawa sasarannya adalah sekolah2 Dan di jual Rp. 2.000 per 1 renteng.
    Mohon di share di group2 yg ada, untuk tingkatkan kewaspadaan dan proteksi generasi penerus bangsa. Terimakasih kepada yang sudah mau bantu share ????Tuhan berkati kita semua :)

    permen narkoba

    Hasil Cek Fakta

    Informasi peredaran permen mengandung PCC dan dikonsumsi siswa SD menyebar di media sosial. Kepolisian lalu menindaklanjuti kabar itu dan mengetahui informasi yang viral tersebut merupakan hoax.
    Kepolisian dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah melakukan kroscek dan ternyata tidak ditemukan peristiwa tersebut. Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Lukas Akbar mengatakan timnya sudah ke Ambarawa, Kabupaten Semarang bersama personel BPOM. Sejumlah SD didatangi termasuk menanyai para siswa. “Itu merespon berita yang viral bahwa permen tersebut mengandung PCC,” kata Lukas kepada detikcom.

    Kesimpulan

    Kepolisian lalu menindaklanjuti kabar itu dan mengetahui informasi yang viral tersebut merupakan hoax.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini