Mungkin bisa di share ke group ortu
*Bocah Ini Kena Gangguan Jiwa*
*karena Terlalu Banyak Ikut Les* [...]
[HOAX] Bocah Ini Kena Gangguan Jiwa Karena Terlalu Banyak Ikut Les
Sumber: Media SosialTanggal publish: 22/09/2017
Berita
Hasil Cek Fakta
Di tahun 2014, berita yang sangat mirip pun beredar luas di media sosial. Hanya saja, nama "bu Siti" dulunya adalah "Bu Fulana". Anaknya pun sama, anak 6 tahun. Kronologisnya pun sama, hoax itupun diikuti dengan bualan bahwa anak 6 tahun ini adalah anak terkecil di RSJ tersebut. Lima anak lainnya adalah anak broken home.
Pada tahun 2014, berita ini menyebutkan RS Duren Sawit sebagai tempat berobat anak tersebut. Dan saat itu, banyak pihak yang meminta konfirmasi kepada RS Duren Sawit.
Pada tahun 2014, berita ini menyebutkan RS Duren Sawit sebagai tempat berobat anak tersebut. Dan saat itu, banyak pihak yang meminta konfirmasi kepada RS Duren Sawit.
Rujukan
[HOAX] Presiden Jokowi Di Dalam Dokumen Asli PKI Tidak Sepenuhnya Bersalah Mereka Hanya Terkena Fitnah Di Zaman Itu
Sumber:Tanggal publish: 22/09/2017
Berita
JAKARTA - Saat di temui para sejumlah wartawan yang memang pada penasaran dengan rencana Presiden Jokowi tentang pemutaran film G30 S PKI, Presiden Jokowi mengusulkan untuk segera pembaharuan film tersebut di lakukan karna dinilai film tersebut tidak sesuai dengan jalur sejarah yang sebenarnya, ujar Jokowi saat di temui di istana merdeka 19, September 2017.
Presiden Jokowi menanggapi dengan serius tentang pembaharuan film tersebut . Beliau mengatakan sedikit tentang isi dari dokumen yang sebenarnya,bahwa sebenarnya PKI tidak dapat di salahkan sepenuhnya, mereka ( PKI ) tidak dapat di pandang dari segi negativ nya saja, mereka banyak melakukan perjuangan di jaman itu mereka juga banyak terkena fitnah di jaman itu, maka dari itu tujuan saya sebagai pemimpin mengusulkan adanya pembaharuan film tersebut.
Kita tidak mau sejarah itu salah, sebagai masyarakat ini sudah menjadi tugas kita semua untuk meluruskan sejarah yang pernah ada di negri ini, ujar Presiden Jokowi .
Berita di atas benar atau tidak, masih dalam pemantauan redaksi dan publik. Dan kalau ternyata hoax, maka harus dianggap tak ada dan dianggap sampah informasi saja. .( Seputar Indonesia-top, 19 September, 2017 )”
Presiden Jokowi menanggapi dengan serius tentang pembaharuan film tersebut . Beliau mengatakan sedikit tentang isi dari dokumen yang sebenarnya,bahwa sebenarnya PKI tidak dapat di salahkan sepenuhnya, mereka ( PKI ) tidak dapat di pandang dari segi negativ nya saja, mereka banyak melakukan perjuangan di jaman itu mereka juga banyak terkena fitnah di jaman itu, maka dari itu tujuan saya sebagai pemimpin mengusulkan adanya pembaharuan film tersebut.
Kita tidak mau sejarah itu salah, sebagai masyarakat ini sudah menjadi tugas kita semua untuk meluruskan sejarah yang pernah ada di negri ini, ujar Presiden Jokowi .
Berita di atas benar atau tidak, masih dalam pemantauan redaksi dan publik. Dan kalau ternyata hoax, maka harus dianggap tak ada dan dianggap sampah informasi saja. .( Seputar Indonesia-top, 19 September, 2017 )”
Hasil Cek Fakta
Di tengah gencarnya teknologi digital dan informasi membuat siapa saja makin mudah membuat situs berita. Sayangnya ada beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab membuat situs berita dengan mendompleng nama media yang sudah besar.
Kondisi ini dialami oleh Koran SINDO dan SINDOnews yang merupakan media cetak dan media online besar di Indonesia. Sebuah situs berita menyerupai tampilan milik Seputar Indonesia. Seperti diketahui, sebelum berubah nama menjadi Koran SINDO, media ini dulunya bernama Harian Seputar Indonesia.
Redaktur Pelaksana SINDOnews Puguh Hariyanto menyayangkan adanya media online dengan memakai nama seolah-olah media tersebut satu group dengan SINDOnews dan Koran SINDO. "Tindakan ini jelas merugikan kami," ujar Puguh, Kamis (21/9/2017).
Puguh yakin masyarakat dan pembaca setia SINDOnews dan Koran SINDO tidak tertipu dengan media online tersebut karena isinya tidak bisa dipertanggungjawabkan. "Kami yakin masyarakat sudah cerdas dan bisa menilai mana media yang asli dan palsu," ujarnya.
Kondisi ini dialami oleh Koran SINDO dan SINDOnews yang merupakan media cetak dan media online besar di Indonesia. Sebuah situs berita menyerupai tampilan milik Seputar Indonesia. Seperti diketahui, sebelum berubah nama menjadi Koran SINDO, media ini dulunya bernama Harian Seputar Indonesia.
Redaktur Pelaksana SINDOnews Puguh Hariyanto menyayangkan adanya media online dengan memakai nama seolah-olah media tersebut satu group dengan SINDOnews dan Koran SINDO. "Tindakan ini jelas merugikan kami," ujar Puguh, Kamis (21/9/2017).
Puguh yakin masyarakat dan pembaca setia SINDOnews dan Koran SINDO tidak tertipu dengan media online tersebut karena isinya tidak bisa dipertanggungjawabkan. "Kami yakin masyarakat sudah cerdas dan bisa menilai mana media yang asli dan palsu," ujarnya.
Rujukan
[HOAX] Merk Pakaian GAP Merupakan Singkatan dari Gay And Proud
Sumber: Media SosialTanggal publish: 22/09/2017
Berita
[....] Tanpa menunggu jawaban si pemuda kulit putih tsb langsung manjelaskan: #GAP adalah tiga huruf dari bahasa Inggris yaitu, GAY AND PROUD…!!! [....]
Hasil Cek Fakta
Pertama, GAP bukan singkatan dari Gay And Proud. Kata “Gap” dibuat oleh pendirinya (yang sama sekali bukan gay) untuk merujuk pada segmentasi target pemasaran kalangan muda yang pada jaman tersebut belum disasar banyak perusahaan. “GAP” diambil dari frasa “generation gap” (kesenjangan generasi).
Kedua, artikel di infobekasi.web.id agaknya merupakan mistranslasi (salah terjemah) dari tajuk artikel di https://www.mirror.co.uk/news/world-news/gap-under-fire-from-one-million-842769
Ketiga, GAP memang termasuk salah satu perusahaan yang mendukung Gay Rights di Amerika, tetapi kabar soal singkatannya ini adalah hoax yang sudah mendunia (dan sekarang masuk Indonesia).
Kedua, artikel di infobekasi.web.id agaknya merupakan mistranslasi (salah terjemah) dari tajuk artikel di https://www.mirror.co.uk/news/world-news/gap-under-fire-from-one-million-842769
Ketiga, GAP memang termasuk salah satu perusahaan yang mendukung Gay Rights di Amerika, tetapi kabar soal singkatannya ini adalah hoax yang sudah mendunia (dan sekarang masuk Indonesia).
Rujukan
[HOAX] The un, OIC, world human rights organization have become blind..
Sumber: https://www.facebook.com/jaheda.parvin.50/posts/1844998922496261Tanggal publish: 21/09/2017
Berita
“জাতি সংঘ,ওআইসি,বিশ্ব মানবাধিকার সংস্থা তোরা কি অন্ধ হয়ে গেছিস..দেখ কিভাবে মায়ানমারে মুসলিম নিধন চলছে..তোরা অং সাং সূচিকে আরেকখান নোভেল দে!! ঘুমিয়ে থাক দুনিয়ার সব মুসলিম!!”
English translated version: “The un, OIC, world human rights organization have become blind.. see how the Muslims are going to kill Myanmar.. You Aung San the!! Sleep all the Muslims in the world!!”
“PBB, OIC, Organisasi HAM Dunia sudah buta.. lihat bagaimana Muslim akan dibunuh di Myanmar.. Kamu Aung San!! Tidurlah semua Muslim di seluruh dunia!!”
English translated version: “The un, OIC, world human rights organization have become blind.. see how the Muslims are going to kill Myanmar.. You Aung San the!! Sleep all the Muslims in the world!!”
“PBB, OIC, Organisasi HAM Dunia sudah buta.. lihat bagaimana Muslim akan dibunuh di Myanmar.. Kamu Aung San!! Tidurlah semua Muslim di seluruh dunia!!”
Hasil Cek Fakta
The first video is identified as an incident that took place in Reyes, northern Bolivia, which was an incident of an angry mob stormed a police station where an alleged paedophile was being held, hauled along the street then hanged from a tree. It is not related to the current condition of Myanmar.
Video yang pertama teridentifikasi sebagai insiden yang terjadi di Reyes, Bolivia utara, yaitu insiden massa yang marah yang menyerbu sebuah kantor polisi dimana seorang tertuduh pedofil ditahan, diseret sepanjang jalan lalu digantung di sebuah pohon. Tidak berhubungan dengan kondisi saat ini di Myanmar.
Video yang pertama teridentifikasi sebagai insiden yang terjadi di Reyes, Bolivia utara, yaitu insiden massa yang marah yang menyerbu sebuah kantor polisi dimana seorang tertuduh pedofil ditahan, diseret sepanjang jalan lalu digantung di sebuah pohon. Tidak berhubungan dengan kondisi saat ini di Myanmar.
Rujukan
Halaman: 8212/8364



