massa 212 sudah datang ke Istiqlal, tapi Istiqlal di gembok.
Akibatnya para pembacanya jadi murka, mencaci maki pemerintah, dan menuduh pemerintah pro PKI dan berbagai fitnah lainnya.
[DISINFORMASI+HASUT] Masjid Istiqlal Digembok Untuk Menghalau Peserta Aksi 212 Jilid 2
Sumber: twitter.comTanggal publish: 21/02/2017
Berita
Hasil Cek Fakta
Penggembokkan Masjid Istiqlal bukanlah upaya pemerintah menghalau peserta aksi tanggal 21 Februari 2017 atau disebut juga Aksi 212 Jilid 2 untuk menginap di masjid. Penggembokkan masjid tersebut merupakan aturan pengurus masjid.
Rujukan
[HOAX] Foto Jokowi dan Megawati Potong Tumpeng Di Atas Meja Berlambang PKI
Sumber: Whatsapp.comTanggal publish: 20/02/2017
Berita
Beredar foto Presiden Joko Widodo dan Mantan Presiden Ke-5 Megawati Soekarnoputri tengah memotong tumpeng di atas meja berlogo PKI.
Hasil Cek Fakta
Menurut penelusuran Fanpage Indonesian Hoaxes, foto Presiden Joko Widodo dan Mantan Presiden Ke-5 Megawati Soekarnoputri memotong tumpeng di atas meja berlogokan PKI adalah rekayasa foto. Sebab, foto aslinya adalah hasil jepretan dari Widodo S Jusuf (ANTARA).
Adapun, foto aslinya mengenai acara perayaan Hari Ulang Tahun Ke-41 PDI Perjuangan di Jakarta, Jumat (10/1/2014). Saat itu, Jokowi, sapaan karib Presiden Joko Widodo, belum menjadi Presiden Republik Indonesia. Foto itu digunakan oleh beberapa media sebagai bagian dari pemberitaan acara tersebut.
Adapun, foto aslinya mengenai acara perayaan Hari Ulang Tahun Ke-41 PDI Perjuangan di Jakarta, Jumat (10/1/2014). Saat itu, Jokowi, sapaan karib Presiden Joko Widodo, belum menjadi Presiden Republik Indonesia. Foto itu digunakan oleh beberapa media sebagai bagian dari pemberitaan acara tersebut.
Rujukan
[EDUKASI] 7 Tipe Informasi Hoax
Sumber:Tanggal publish: 20/02/2017
Berita
Dari yang saya amati, “tema” pesan hoax biasanya seputar:
1. Kesehatan.
Biasanya sih, berisi hal-hal yang bikin parno, seperti seputar penyakit atau hal/produk yang membahayakan kesehatan. Atau bisa juga info mengenai obat ampuh.
2. Hal yang membahayakan diri.
Misalnya, orang yang tersetrum charger hape hingga tewas, main game tertentu bikin serangan jantung hingga dilarikan ke rumah sakit.
3. Kejadian yang bikin panik atau mempengaruhi kehidupan orang banyak. Seperti serangan teror, bom, kebanjiran, kebakaran besar, serta lainnya.
4. Pesan “multilevel”.
Yang ujung-ujungnya meminta disebarkan ke sekian orang, dan jika tidak dilakukan akan terkena musibah. Oh, c’mon?! Nggak ngerti lagi deh, sama orang yang bikin hoax begini. Membohongi, menakuti dan bikin rempong!
5. Black campaign atau menggosipkan seseorang.
Walau ganggu, tapi hoax model begini, menurut saya nggak terlalu bahaya.
Kenapa?
Soalnya, orang udah lebih cerdas, dan nggak langsung percaya. Biasanya sih, yang menyebarkan info kayak begini cuma oknum tertentu yang nggak suka dengan seseorang.
6. Berita terkini yang salah.
Seperti medsos tertentu yang akan ditutup dan menghapus data kamu (padahal ternyata nggak), foto demonstratsi yang sedang berlangsung (padahal itu foto setahun yang lalu) dan lain sebagainya.
Biasanya informasinya error, alias salah, nggak tepat, terlalu gegabah ngambil kesimpulan, atau bisa juga sengaja buat memprovokasi.
7. Hadiah.
Misalnya: Sebarkan link ini ke 10 orang, dan kamu akan mendapat hadiah langsung jalan-jalan ke Paris…. Paris Van Java… Zzzzzz
Penting banget nih, melawan dan menyetop hoax, setidaknya dengan nggak membiarkan diri kita terpengaruh atau ikutan menyebarkannya. Yuk ikutan ngobrol publik tentang “Hoax dan Kebijakan Literasi” dalam rangkaian Pesta Pendidikan di Kota Bandung.
1. Kesehatan.
Biasanya sih, berisi hal-hal yang bikin parno, seperti seputar penyakit atau hal/produk yang membahayakan kesehatan. Atau bisa juga info mengenai obat ampuh.
2. Hal yang membahayakan diri.
Misalnya, orang yang tersetrum charger hape hingga tewas, main game tertentu bikin serangan jantung hingga dilarikan ke rumah sakit.
3. Kejadian yang bikin panik atau mempengaruhi kehidupan orang banyak. Seperti serangan teror, bom, kebanjiran, kebakaran besar, serta lainnya.
4. Pesan “multilevel”.
Yang ujung-ujungnya meminta disebarkan ke sekian orang, dan jika tidak dilakukan akan terkena musibah. Oh, c’mon?! Nggak ngerti lagi deh, sama orang yang bikin hoax begini. Membohongi, menakuti dan bikin rempong!
5. Black campaign atau menggosipkan seseorang.
Walau ganggu, tapi hoax model begini, menurut saya nggak terlalu bahaya.
Kenapa?
Soalnya, orang udah lebih cerdas, dan nggak langsung percaya. Biasanya sih, yang menyebarkan info kayak begini cuma oknum tertentu yang nggak suka dengan seseorang.
6. Berita terkini yang salah.
Seperti medsos tertentu yang akan ditutup dan menghapus data kamu (padahal ternyata nggak), foto demonstratsi yang sedang berlangsung (padahal itu foto setahun yang lalu) dan lain sebagainya.
Biasanya informasinya error, alias salah, nggak tepat, terlalu gegabah ngambil kesimpulan, atau bisa juga sengaja buat memprovokasi.
7. Hadiah.
Misalnya: Sebarkan link ini ke 10 orang, dan kamu akan mendapat hadiah langsung jalan-jalan ke Paris…. Paris Van Java… Zzzzzz
Penting banget nih, melawan dan menyetop hoax, setidaknya dengan nggak membiarkan diri kita terpengaruh atau ikutan menyebarkannya. Yuk ikutan ngobrol publik tentang “Hoax dan Kebijakan Literasi” dalam rangkaian Pesta Pendidikan di Kota Bandung.
Hasil Cek Fakta
Rujukan
[KLARIFIKASI] Akun Faizal Muhammad Tonong Bukan Relawan Anies-Sandi
Sumber:Tanggal publish: 20/02/2017
Berita
Akun atas nama Faizal Muhammad Tonong menyatakan dirinya sebagai relawan Anies-Sandi menuduh seseorang bernama Ainun Najib sebagai pembobol hacker pembobol situs KPU.
Hasil Cek Fakta
Relawan Calon Gubernur-Wakil Gubernur Anies Baswedan dan Sandiaga Uno melakukan klarifikasi atas tindakan akun atas nama Faizal Muhammad Tonong yang mengaku sebagai relawan Anies-Sandi. akun Faizal Muhammad Tonong bukanlah relawan Anies-Sandi. Adapun, tindakannya itu tidak mewakili sikap dari relawan Anies-Sandi. Dengan demikian, tindakan atau perilaku dari akun tersebut adalah tindakan pribadi.
Rujukan
Halaman: 8240/8358



