terdapat sebuah postingan dalam sosial media yang menampilka tautan dari sebuah situs berita dengan judul artikel "Jokowi Terobos Kebakaran Pasar Senen Pedagang Teriak Pencitraan", dengan keterangan postingan :
" Hua ha ha si Kutil mau nya cari muka biar di bilang peduli sama musibah dan di cap sebagai SUPER HERO ternyata rakyat sudah pada encer otak nya
Bukn nya mendapat simpati
Malah jadi bahan tertawaan
Huaaaaaaaaa haaaaa ngokkkkkk gimana para herder“ nya masih bilang JOKOWI UNTUK RAKYAT
rakyat yang KUDISEN"
Jokowi Terobos Kebakaran Pasar Senen Pedagang Teriak Pencitraan
Sumber: https://www.facebook.com/Tanggal publish: 25/01/2017
Berita
Hasil Cek Fakta
Judul dan keterangan tautan yang dishare sudah diubah. Sumber asli tautannya adalah sebuah laman artikel dari situs liputan6.com tertanggal 25 April 2014:
Rujukan
Alm. Ust. Suratman Meninggal Dunia Setelah Dikeroyok Kader GMBI
Sumber: https://www.facebook.com/Tanggal publish: 25/01/2017
Berita
Beredar kabar di sosial media bahwa Ustadz Suratman – seorang guru di Pesantren Darunnajah Cipinang. – menjadi korban korban pengeroyokan kader GMBI dan kemudian meninggal dunia.
Hasil Cek Fakta
Almarhum meninggal dunia karena sakit ginjal dan hal ini diklarifikasikan oleh Pondok Pesantren Darunnajah Cipinang melalui akun Facebook Pondok Pesantren Darunnajah 2 dan melalui situs darunnajah.com:
Rujukan
[HOAX+HASUT] RTH/RPTRA Kalijodo Milik PT Sinarmas Land
Sumber: facebook.comTanggal publish: 24/01/2017
Berita
Ternyata oh ternyata… sekarang Kali jodoh Punya SINARMAS LAND….. pantesan aja Si chokinhok Getol banget menggusur warga Kalijodo……!!!
Hasil Cek Fakta
Postingan tersebut terkait dengan pemberitaan pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Ruang Publik Terbaru Ramah Anak (RPTRA) pasca penggusuran perumahan dan lokalisasi liar di Kalijodo. Perihal adanya logo Sinarmas Land pada RTH/RPTRA itu dikarenakan program pembangunannya merupakan kerjasama antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan PT Bumi Serpong Damai (BSD)-Sinarmas Land.
Rujukan
[MISINFORMASI] Buku Berkonten Sekolah Komunisme
Sumber:Tanggal publish: 24/01/2017
Berita
Konten itu muncul dalam buku kisi-kisi untuk mata pelajaran Bahasa Inggris pada halaman 16 dengan judul New Mentor: Rahasia Cerdas Membedah Kisi-kisi UN Bahasa Inggris SMA/MA 2016 dengan tebal 170 halaman. Dalam latihan soal, dimuat teks berjudul Announcing The Robert S. Kenny Prize dengan gambar palu arit.
Konten itu menceritakan penghargaan untuk pejuang buruh dan aktivis politik berhaluan Marxisme. Buku diterbitkan tim penulis Mas Media Buana Pustaka.
“Pengadaan buku tersebut bersumber dari alokasi dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) SMAN 1 Kawali,” kata Yusri.
Konten itu menceritakan penghargaan untuk pejuang buruh dan aktivis politik berhaluan Marxisme. Buku diterbitkan tim penulis Mas Media Buana Pustaka.
“Pengadaan buku tersebut bersumber dari alokasi dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) SMAN 1 Kawali,” kata Yusri.
Hasil Cek Fakta
Narasi penutup dalam berita yang ditulis portal islam kiranya bertujuan untuk menggiring opini pembacanya seolah-olah lambang-lambang komunis tersebar pada Pemerintahan Indonesia saat ini. Selain narasi tersebut, foto yang digunakan berupa foto buku dengan logo palu arit berwarna merah.
Ketika ditelusuri, berita tersebut berasal dari portal daring Vivanews. Berita aslinya berjudul ‘Polisi Minta Disdik Ciamis Setop Buku UN Berkonten Palu Arit.’ Saat dilakukan pencocokan konten berita, berita yang ditulis oleh Portal Islam menyadur seluruh isi dari berita Vivanews. Hanya saja, judul berita asli di Vivanews diubah oleh Portal Islam. Selain itu, narasi penutup yang ada di Portal Islam tidak ada dalam berita aslinya di Vivanews.
Ketika ditelusuri, berita tersebut berasal dari portal daring Vivanews. Berita aslinya berjudul ‘Polisi Minta Disdik Ciamis Setop Buku UN Berkonten Palu Arit.’ Saat dilakukan pencocokan konten berita, berita yang ditulis oleh Portal Islam menyadur seluruh isi dari berita Vivanews. Hanya saja, judul berita asli di Vivanews diubah oleh Portal Islam. Selain itu, narasi penutup yang ada di Portal Islam tidak ada dalam berita aslinya di Vivanews.
Rujukan
Halaman: 8247/8352





