Belum lama ini beredar sebuah postingan di facebook dengan nama Eko Supriadi yang mengklaim sebuah jalan raya yang ia sebut berada di Sumatera.
Entah termasuk kelompok pendukung Joko Widodo alias Jokowi dengan Salam2Periode-nya atau bukan, namun akun tersebut cukup menjadi sorotan karena menyebarkan sebuah informasi Hoaks bernuansa kampanye.
Dalam hoaks itu, dia menyelipkan kalimat #Salam2Periode.
“#Salam2Periode ini bukan hoax lo…Ini ada di SUMATRA,’’ tulis akun Eko Supriadi pada Rabu (25/4).
(SALAH): Foto Jalanan Yang diklaim ada Di Sumatera
Sumber: facebook.comTanggal publish: 27/04/2018
Berita
Hasil Cek Fakta
Namun setelah ditelusuri lewat google image ternyata jalanan tersebut bukanlah di Sumatera seperti yang ada postingan itu melainkan merupakan sebuah jalanan yang berada di Australian bagian selatan dan bernama Kangaroo Island Road.
Rujukan
[SALAH] BADAI TROPIS CEMPAKA MENGARAH KE YOGYAKARTA
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 27/04/2018
Berita
Informasi tersebut mulai beredar pada tanggal 25 April 2018 kemarin, menurut informasi yang didapat, melansir dari detik.com disebutkan didalam pesan berantai whatsapp bahwa akan ada Badai Tropis Cempaka yang bergerak ke barat/selatan dan berdampak hujan lebat, angin kencang serta gelombang tinggi yang berpotensi puting beliung.
Hasil Cek Fakta
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) membantah akan adanya Badai Tropis Cempaka yang mengarah ke Yogyakarta.
Kepala Stasiun Klimatologi Mlati Yogyakarta, Agus Sudaryatno : “Pada tanggal 25 April 2018 telah beredar info adanya Badai Tropis Cempaka yang akan bergerak ke barat/selatan dan berdampak hujan lebat, angin kencang dan gelombang tinggi bahkan berpotensi menimbulkan puting beliung di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah dalam 3 hari ke depan. Info tersebut menyebar melalui media sosial whatsapp yang menyatakan dimuat di breaking news TV one dan direalese oleh BMKG DIY-Jateng,”.
Kepala Stasiun Klimatologi Mlati Yogyakarta, Agus Sudaryatno : “Pada tanggal 25 April 2018 telah beredar info adanya Badai Tropis Cempaka yang akan bergerak ke barat/selatan dan berdampak hujan lebat, angin kencang dan gelombang tinggi bahkan berpotensi menimbulkan puting beliung di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah dalam 3 hari ke depan. Info tersebut menyebar melalui media sosial whatsapp yang menyatakan dimuat di breaking news TV one dan direalese oleh BMKG DIY-Jateng,”.
Rujukan
[BENAR] “Lurah Pabean Tak Mengenakan Atribut PDIP di Rapat Kerja Cabang III”
Sumber:Tanggal publish: 26/04/2018
Hasil Cek Fakta
Lurah Pabean, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, Hidyatulloh atau Dayat sapaan akrabnya membantah dirinya menggunakan atribut Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pada acara Rapat Kerja Cabang (Rakercab) III di area Waterpark, Greenotel. Ia mengatakan keberadaannya di area itu dalam rangka mengantarkan anaknya berenang dan kemeja berwarna merah yang digunakannya, sesungguhnya biasa dikenakan sehari – hari dan seragam pada saat merayakan hari ulang tahun saat itu. Dayat pun menegaskan peretemuannya dengan beberapa anggota PDIP tersebut hanya mampir semata.
Rujukan
(SALAH): Kadis Pendidikan Kota Bengkulu Klarifikasi Terkait Soal Ujian Bermuatan Sex Bebas
Sumber: facebook.comTanggal publish: 26/04/2018
Berita
Beberapa waktu lalu media sosial khususnya dunia pendidikan kembali dihebohkan oleh foto soal ujian mata pelajaran jasmani dan olahraga PJOK KTSP-SMP/MTSN di Kota Bengkulu yang dianggap menyimpang.
Pasalnya dalam soal tersebut, tepatnya pada soal pilihan ganda nomor 25 terdapat pertanyaan tempat yang paling banyak digunakan untuk melakukan sex bebas dengan pilihan jawaban A. Rumah – B. Taman – C. Mobil – D. Hotel.
Pasalnya dalam soal tersebut, tepatnya pada soal pilihan ganda nomor 25 terdapat pertanyaan tempat yang paling banyak digunakan untuk melakukan sex bebas dengan pilihan jawaban A. Rumah – B. Taman – C. Mobil – D. Hotel.
Hasil Cek Fakta
Menganggapi beredarnya soal aneh tersebut, dilansir dari garudadaily.com Kepala Dinas Pendidikan Kota Bengkulu Rosmayetti menengaskan bahwa isu tentang soal bermuatan seks bebas yang menyerang institusinya adalah hoax.
“Bisa kita pastikan itu hoax. Jangankan di Kota Bengkulu, di Provinsi Bengkulu pun soal tersebut tidak ada,” tegas Rosmayetti saat disambangi Garuda Daily di ruang kerjanya, 24 April 2018.
“Bisa kita pastikan itu hoax. Jangankan di Kota Bengkulu, di Provinsi Bengkulu pun soal tersebut tidak ada,” tegas Rosmayetti saat disambangi Garuda Daily di ruang kerjanya, 24 April 2018.
Rujukan
Halaman: 8267/8587



