• [ISU] Masjid Keramat Luar Batang Tolak Pemberian Sapi Kurban dari Ahok

    Sumber: Media Online
    Tanggal publish: 16/11/2016

    Berita

    Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memberikan bantuan hewan kurban ke Masjid Keramat Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara. Sayangnya, sapi dari Ahok itu ditolak oleh pengurus masjid.

    Dewan Keluarga Masjid (DKM) Masjid Luar Keramat Luar Batang Mansur Amin mengatakan, pihak masjid sengaja menolak bantuan sapi kurban dari Ahok. Alasannya Ahok dinilai berperilaku tidak baik bagi warga Jakarta.

    “Sebagaimana kita ketahui bersama, ada syarat atau ketentuan mengenai kurban. Dan selama ini, Ahok banyak menyakiti dan menzalimi umat, rakyat, baik berupa kebijakan serta ucapannya,” kata Mansur saat dikonfirmasi detikcom, Senin (12/9/2016).

    Penolakan itu, lanjut Mansur, dilakukan demi harga diri. Dua ekor sapi pemberian ahok itu sudah dipulangkan ke Ahok.

    “Demi harga diri umat Islam, maka kami menolak sumbangan sapi tersebut dan sudah dibawa kembali oleh pengantarnya,” kata Mansur.

    Sapi itu pemberian Ahok itu tiba di Masjid Luar Batang pada Minggu (11/9). Ada dua ekor sapi dari Ahok untuk dikurbankan di masjid tersebut, namun langsung ditolak oleh pengurus masjid.

    Hasil Cek Fakta

    Informasi sapi kurban yang disumbangkan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengalami simpang siur.

    Awalnya, Dewan Keluarga Masjid (DKM) Masjid Luar Keramat Luar Batang Mansur Amin mengatakan, pihak masjid sengaja menolak bantuan sapi kurban dari Ahok. Alasannya Ahok dinilai berperilaku tidak baik bagi warga Jakarta.

    “Sebagaimana kita ketahui bersama, ada syarat atau ketentuan mengenai kurban. Dan selama ini, Ahok banyak menyakiti dan menzalimi umat, rakyat, baik berupa kebijakan serta ucapannya,” kata Mansur, Senin (12/9/2016).

    Namun, tokoh masyarakat Luar Batang yang juga penjaga makam Habib Husin Luar Batang, yaitu Habib Umar bin Islamil Alaydrus mengatakan dua ekor sapi dari Ahok telah diterima dengan baik. Tetapi penyembelihannya tidak dilakukan di Masjid Luar Batang.

    “Jadi sapi itu sudah diterima. Namun informasinya, karena di sana (Masjid Luar Batang) sudah kepenuhan, maka sapi itu dialihkan ke Pekojan. Kedua ekor sapinya sudah dialihkan,” ujar Habib Umar, Senin (12/9/2016).

    Habib Umar pun menambahkan penolakan hanya klaim sebagian orang kampung Luar Batang. “Jadi (penolakan) itu hanya klaim beberapa orang kampung di sana saja,” katanya.

    Penjelasan Habib Umar tersebut berbeda dengan keterangan dari Anggota Panitia Kurban Masjid Keramat Luar Batang, M Dasin yang menjelaskan alasan dia menandatangani tanda terima dua ekor sapi, karena dianggap dari PD Dharma Jaya. Dan baru diketahui kemudian bahwa dua ekor sapi itu berasal dari sumbangan Gubernur Ahok melalui tulisan “Ir. Basuki’ di badan sapi tersebut.

    “Secara Islam, karena Pak Gubernur non-Muslim, kami tidak bisa menerima. Jadi, dua sapi itu semalam sudah dibawa sama Habib Umar, tidak kami terima.” jelas Dasin.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • (DISINFORMASI) : Saksi Meringankan Ahok, Ulama Mesir Temui Jokowi di Istana Negara.

    Sumber: Media Online
    Tanggal publish: 14/11/2016

    Berita

    Beredar Info yang di sebar di sosmed bahwa presiden Joko Widodo menerima saksi ahli dari mesir di Istana atau mendatangkan untuk membantu terlapor

    Hasil Cek Fakta

    faktanya gambar tersebut berasal pada saat Presiden Joko Widodo Bertemu Imam Besar Al Azhar Mesir, Prof. DR Ahmad Al Thayib Pada tanggal 22 febuari 2016 silam. dalam pertemuan tersebut, Jokowi membahas tetang pengetahuan Islam Moderat yang anti Radikalisme. gambar tautan yang ada pada Headline Pojok Satu dan Posmetro adalah mengarah pada disinformasi.
    Sementera itu, saksi ahli dari mesir kepolisian menjelaskan hal tersebut adalah permintaan Basuki ‘Ahok’ Tjahaja Purnama. Penyidik Bareskrim Polri akan mendatangkan saksi ahli langsung dari Mesir untuk memberikan keterangan terkait kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki ‘Ahok’ Tjahaja Purnama. Saksi ahli tersebut yakni ulama Al-Azhar, Syekh Amr Wardani, yang akan didatangkan ke Jakarta.

    Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, saksi ahli tersebut berkaitan dengan permintaan dari Ahok. Sehingga pihaknya juga mengaku tidak mempermasalahkan hal tersebut.

    “Itu (permintaan) dari pihak terlapor ya, pihak terlapor kan boleh, seperti Jessica mau ngambil dari Australia, kan silakan, jadi yang dari terlapor ngambil dari Mesir ya silakan, enggak ada masalah,” ujar Tito di Mako Brimob Mangga Dua, Depok, Selasa

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [HOAX] Pembicaraan Aa Gym dengan Panglima TNI, Jendral Gatot Nurmantyo

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 11/11/2016

    Berita

    “Obrolan Aa Gym Dengan Panglima TNI Gatot Nurmantyo Sesaat Sebelum ILC”:

    Jenderal : Ustadz, saya bangga menjadi muslim, melihat aksi demo kemarin masyarakat harusnya yang damai itu adalah islam dan yang provokator itu adalah non muslim

    Aa Gym: (Aa gym tersenyum). Saya lihat bapak jenderal kita ini begitu netralitasnya total. Semoga terus begini ya pak jenderal, ummat sudah capek lihat pemimpin yang terus membohongi ummat.

    Pak Jenderal: Sebenarnya saya memang tak begitu memahami tafsir qur’an tetapi sepanjang aksi itu saya menitiskan air mata seraya berkata dalam hati ini kemerdekaan yg sejati.

    Aa Gym: Alhamdulillah pak jenderal masih punya nurani yang masih begitu dekat dengan Alloh. ( Aa sambil tepuk punggung pak jenderal)

    Pak Jenderal: Jujur kalau bisa semua tentara di masa saya yang ingin diterima syaratnya harus Islam karena saya lihat Islam yang paling ditakuti.

    Aa Gym: Aa Gym meneteskan air mata.)

    Pak Jenderal: Sebenarnya secara pribadi waktu aksi kemarin nurani terpanggil untuk jadi garda terdepan dan memberikan orasi untuk menentang Ahok dan kepemimpinan yang diambang jajahan Cina ini.

    Aa Gym: (dengan khas becanda ) kenapa tidak maju saja ke panggung orator bergabung bersama pak Amin Rais dan para polikus yg hadir berserta para habaib klu Aa mah suaranya tidak kuat jd orator makanya bersihin sampah saja sama santri.

    Pak Jenderal: (Sambil tersenyum merekah) Saya harus taat sama atasan dan TNI independen dan netral tapi saya akan bela Islam dari opini negatif publik.

    Aa Gym: Bentar lagi juga pensiun gelar mah dan jabatan nggak dibawa mati jendral… (Guyon Aa sambil tersenyum)

    Hasil Cek Fakta

    Mengetahui informasi tersebut, Aa Gym membantahnya dengan menyatakan itu tidak benar. “Siapapun yang menyebar berita palsu, pasti diketahui oleh Alloh dan pasti ada balasannya, semoga segera tobat,” kata Aa Gym, Jumat (11/11/2016).

    Diketahui rilis dari pihak Daarut Tauhiid berisi empat hal yang diklarifikasi, yaitu:

    Pertama, Aa Gym tidak pernah berdiskusi sesaat sebelum acara ILC dimulai pada Selasa (8/11) lalu.

    Kedua, acara Manajemen Qolbu Pagi tidak diadakan di Masjid Daarut Tauhiid Jakarta dalam rentang waktu pada 8 November 2016 hingga rilis ini dibuat.

    Ketiga, dalam broadcast juga tidak disertakan tanggal maupun sumber beritanya sehingga diragukan kevalidannya.

    “Keempat, kami sudah melakukan konfirmasi langsung kepada KH Abdullah Gymnastiar dan beliau menyatakan bahwa informasi tersebut merupakan rekayasa,” kata rilis Daarut Tauhiid.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 11/11/2016

    Berita

    Ga ada warga yang mau dikumpulin di Jl. Kemenyan, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, untuk dengerin Ahok orasi, akhirnya Ahok milih ke tempat pemancingan warga. Bahkan salah seorang abang yg sedang mancing di samping Ahok emoh. Dia lebih fokus mancing drpd dengerin Ahok berceloteh…Keciiaaann dah lo hokkk.

    Hasil Cek Fakta

    Narasi yang dibuat oleh akun Facebook Ahmad Fathan dengan menampilkan foto Ahok yang sedang berjalan dan memegang pancingan di kolam pemancingan terkesan di-framing sedemikian rupa. Dan jika dibandingan dengan berita dari beberapa media daring, justru sangat berbeda dengan narasi yang dibuat Ahmad Fathan.

    Diberitakan media daring, Ahok berkampanye dengan mengunjungi beberapa daerah yang ada di Ciganjur, Jakarta Selatan, seperti Kebagusan, Jl. Kemenyan, Pasar Lenteng Agung, Setu Babakan dan Jl. Gardu.

    Karena metode langsung kunjungan tatap muka, berarti tidak terfokus pada pengumpulan massa. Dengan begitu tidak tepat dinilai tidak ada yang mau mendengarkan orasi Ahok. Karena seperti sarga Gang Setu Babakan, Marsinah (48), yang mengaku senang dengan kedatangan Ahok sekaligus kinerjanya selama menjabat.

    “Senanglah, namanya tiba-tiba ada pemimpin ke sini, apalagi pemimpin Jakarta. Bagus ya kerjanya selama dia pegang, banjirnya nggak kayak dulu,” kata Marsinah.

    Sedangkan warga yang dihampiri dan dipinjam pancingannya saat memancing oleh Ahok, Tohab (45) mengaku beruntung pancingnnya dipinjam oleh Ahok. Karena tak lama Ahok meninggalkan tempat pemancingan umpan Tohab langsung disambar ikan lele.

    “Abis dipegang Pak Ahok langsung dapet nih, gede lagi sekitar tujuh kilo, lele jumbo. Kalau karena dipegang Pak Ahok jadi beruntung, enggak tahu deh,” ucap Tohab.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini