Sejumlah perguruan tinggi di Kota Jogja dicatut oknum tak bertanggung jawab terkait rencana demonstrasi besar-besaran di Jakarta, Jumat (4/11/2016) ini.
Para oknum menggunakan logo sejumlah kampus di Jogja sehingga seolah-olah perguruan tinggi mendukung aksi yang mereka jalankan. Logo tiga kampus besar, yakni Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) banyak ditemukan di media sosial terkait rencana demonstrasi itu.
Poster Demo Yang Mencatut Logo Sejumlah Kampus
Dalam poster “Aksi Penjarakan Ahok” yang digalang oleh Koordinator Nasional Alumni Dakwah Kampus itu logo UGM dimasukkan secara ilegal. Bahkan poster-poster itu pun sudah menyebarluas di media sosial.
Begitu mengetahui adanya pencatutan logo dalam rencana aksi itu, pihak kampus langsung melakukan klarifikasi. Kepala Bidang Humas Iva Ariyani menyatakan UGM sedikit pun tidak terlibat dalam aksi 4 November di ibukota yang diadakan oleh Koordinator Nasional Alumni Dakwah Kampus.
(HOAX): Pencatutan Logo Kampus Dalam Poster Aksi Penjarakan Ahok
Sumber: Media OnlineTanggal publish: 03/11/2016
Berita
Hasil Cek Fakta
Klarifikasi di Akun Facebook UGM
Iva dengan tegas menyatakan UGM tidak terlibat dan tidak memberikan dukungan terhadap aksi tersebut.
“UGM tidak memberi dukungan maupun terlibat pada aksi tersebut,”papar Iva, Kamis (3/11/2016).
Iva menambahkan adanya logo UGM dalam poster yang beredar di media sosial terkait aksi 4 November tanpa sepengetahuan pimpinan universitas. Oleh sebab itu, hal tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Logo UGM ada disana. Itu tanpa sepengetahuan maupun izin dari pimpinan universitas dan tidak dapat dipertanggungjawabkan,”jelas Iva.
Untuk itu, Iva mengatakan penggunaan logo UGM dalam poster aksi 4 November illegal.
Iva dengan tegas menyatakan UGM tidak terlibat dan tidak memberikan dukungan terhadap aksi tersebut.
“UGM tidak memberi dukungan maupun terlibat pada aksi tersebut,”papar Iva, Kamis (3/11/2016).
Iva menambahkan adanya logo UGM dalam poster yang beredar di media sosial terkait aksi 4 November tanpa sepengetahuan pimpinan universitas. Oleh sebab itu, hal tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Logo UGM ada disana. Itu tanpa sepengetahuan maupun izin dari pimpinan universitas dan tidak dapat dipertanggungjawabkan,”jelas Iva.
Untuk itu, Iva mengatakan penggunaan logo UGM dalam poster aksi 4 November illegal.
Rujukan
(EDUKASI) : Jangan Percaya Posting Palsu Provokatif di Medsos!
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 01/11/2016
Berita
Panasnya Pilgub DKI 2017 bisa dikatakan lebih terasa di media sosial ketimbang di dunia nyata. Berbagai macam materi propaganda ditebar. Banyak di antaranya, sayangnya, tak sesuai fakta.
Di antara banyaknya propaganda tak berdasar fakta yang tersebar di media sosial, detikcom, portal kesayangan Anda, juga turut dijadikan bahan. Berita detikcom di-screenshot, diedit menjadi provokatif, lalu disebar di media sosial. Kekuatan kredibilitas detikcom disalahgunakan untuk memancing kemarahan publik.
Panasnya Pilgub DKI 2017 bisa dikatakan lebih terasa di media sosial ketimbang di dunia nyata. Berbagai macam materi propaganda ditebar. Banyak di antaranya, sayangnya, tak sesuai fakta.
Di antara banyaknya propaganda tak berdasar fakta yang tersebar di media sosial, detikcom, portal kesayangan Anda, juga turut dijadikan bahan. Berita detikcom di-screenshot, diedit menjadi provokatif, lalu disebar di media sosial. Kekuatan kredibilitas detikcom disalahgunakan untuk memancing kemarahan publik.
Sebagai portal media dengan pembaca terbesar di Indonesia, detikcom teguh memegang kode etik jurnalistik. Jurnalisme kebencian bukanlah bagian dari diri kami.
Untuk memperkuat, polisi berkali-kali mengingatkan para pengguna media sosial agar tak mudah percaya dengan materi bernada SARA yang provokatif. Jangan mudah terhasut, jangan mudah tersulut.
“Intinya kami imbau kepada masyarakat agar jangan mudah percaya berita-berita hoax yang dapat mengadu domba kerukunan warga,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Awi Setiyono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (31/10/2016).
Jika Anda mendapat screenshot berita, jangan mudah percaya. Lebih baik cek langsung ke link terkait, atau situs beritanya. Dan, pilihlah situs berita terpercaya.
“Buat masyarakat jangan gampang sekali termakan isu-isu dan provokasi di medsos, lebih baik cek langsung ke sumbernya kalau pemberitaan link-link media seperti itu,” lanjut Awi.
Di antara banyaknya propaganda tak berdasar fakta yang tersebar di media sosial, detikcom, portal kesayangan Anda, juga turut dijadikan bahan. Berita detikcom di-screenshot, diedit menjadi provokatif, lalu disebar di media sosial. Kekuatan kredibilitas detikcom disalahgunakan untuk memancing kemarahan publik.
Panasnya Pilgub DKI 2017 bisa dikatakan lebih terasa di media sosial ketimbang di dunia nyata. Berbagai macam materi propaganda ditebar. Banyak di antaranya, sayangnya, tak sesuai fakta.
Di antara banyaknya propaganda tak berdasar fakta yang tersebar di media sosial, detikcom, portal kesayangan Anda, juga turut dijadikan bahan. Berita detikcom di-screenshot, diedit menjadi provokatif, lalu disebar di media sosial. Kekuatan kredibilitas detikcom disalahgunakan untuk memancing kemarahan publik.
Sebagai portal media dengan pembaca terbesar di Indonesia, detikcom teguh memegang kode etik jurnalistik. Jurnalisme kebencian bukanlah bagian dari diri kami.
Untuk memperkuat, polisi berkali-kali mengingatkan para pengguna media sosial agar tak mudah percaya dengan materi bernada SARA yang provokatif. Jangan mudah terhasut, jangan mudah tersulut.
“Intinya kami imbau kepada masyarakat agar jangan mudah percaya berita-berita hoax yang dapat mengadu domba kerukunan warga,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Awi Setiyono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (31/10/2016).
Jika Anda mendapat screenshot berita, jangan mudah percaya. Lebih baik cek langsung ke link terkait, atau situs beritanya. Dan, pilihlah situs berita terpercaya.
“Buat masyarakat jangan gampang sekali termakan isu-isu dan provokasi di medsos, lebih baik cek langsung ke sumbernya kalau pemberitaan link-link media seperti itu,” lanjut Awi.
Hasil Cek Fakta
Rujukan
(HOAX) : 500 WN China Datang ke Jakarta untuk Bela Ahok
Sumber: Media OnlineTanggal publish: 30/10/2016
Berita
Sebuah pesan berantai menyebutkan 500 WN China datang ke Jakarta melalui Bandara Soekarno-Hatta untuk membela Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Polisi memastikan informasi tersebut tidak benar alias hoax!
Hasil Cek Fakta
“Itu hoax! Informasi yang dimaksud nihil,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono kepada detikcom, Minggu (30/10/2016).
Awi mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengecekan dan koordinasi dengan pihak bandara. Pengecekan dilakukan setelah ada informasi kedatangan 500 orang WN Cina melalui Gate 3 Terminal D Bandara Soekarno-Hatta pada Jumat 28 Oktober pukul 20.15 WIB dengan menggunakan pesawat Cathay Pasifik CX 719.
“Malam hari pukul 21.40 WIB kami koordinasi dengan petugas PT JAS terkait jumlah kedatangan penumpang pesawar Cathay Pasifik CX 719 pada hari dan jam yang dimaksud, namun penumpangnya hanya sebanyak 270 orang terdiri dari 120 laki-laki, 135 perempuan dan 15 anak-anak. Adapun Informasi yang dimaksud nihil,” jelas Awi.
Tidak sampai situ saja, polisi juga melakukan pengecekan ke Hotel Pop! pada pukul 22.30 WIB. Dari hasil pengecekan ke hotel tersebut, yang menginap pada malam itu hanya ada 64 orang.
“Dan tidak ada WN China,” imbuh Awi.
Polisi juga menelusuri informasi tersebut dengan berkoordinasi dengan perugas imigrasi Terminal 2 Bandara Soekarni-Hatta dan tidak ada informasi yang dimaksud.
“Kemudian hasil koordinasi dengan manajemwn hotel Pop! pada Minggu (30/10) sekitar pukul 07.50 WIB didapatkan informasi bahwa WNA China atas nama Jian Zhiping beserta 27 orang lainnya benar menginap di Hotel Pop! check-in pukul 22.45 WIB tanggal 28 Oktober 2016 dan check out pada tanggal 29 Oktober pukul 04.00 WIB kemudian menuju ke Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta untuk terbang ke Kendari,” terang Awi.
Masyarakat diminta tidak menyebarkan informasi hoax yang dapat meresahkan. “Masyarakat juga kami imbau untuk tidak mudah percaya dengan isu-isu yang belum tentu kebenarannya,” pungkas Awi.
Awi mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengecekan dan koordinasi dengan pihak bandara. Pengecekan dilakukan setelah ada informasi kedatangan 500 orang WN Cina melalui Gate 3 Terminal D Bandara Soekarno-Hatta pada Jumat 28 Oktober pukul 20.15 WIB dengan menggunakan pesawat Cathay Pasifik CX 719.
“Malam hari pukul 21.40 WIB kami koordinasi dengan petugas PT JAS terkait jumlah kedatangan penumpang pesawar Cathay Pasifik CX 719 pada hari dan jam yang dimaksud, namun penumpangnya hanya sebanyak 270 orang terdiri dari 120 laki-laki, 135 perempuan dan 15 anak-anak. Adapun Informasi yang dimaksud nihil,” jelas Awi.
Tidak sampai situ saja, polisi juga melakukan pengecekan ke Hotel Pop! pada pukul 22.30 WIB. Dari hasil pengecekan ke hotel tersebut, yang menginap pada malam itu hanya ada 64 orang.
“Dan tidak ada WN China,” imbuh Awi.
Polisi juga menelusuri informasi tersebut dengan berkoordinasi dengan perugas imigrasi Terminal 2 Bandara Soekarni-Hatta dan tidak ada informasi yang dimaksud.
“Kemudian hasil koordinasi dengan manajemwn hotel Pop! pada Minggu (30/10) sekitar pukul 07.50 WIB didapatkan informasi bahwa WNA China atas nama Jian Zhiping beserta 27 orang lainnya benar menginap di Hotel Pop! check-in pukul 22.45 WIB tanggal 28 Oktober 2016 dan check out pada tanggal 29 Oktober pukul 04.00 WIB kemudian menuju ke Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta untuk terbang ke Kendari,” terang Awi.
Masyarakat diminta tidak menyebarkan informasi hoax yang dapat meresahkan. “Masyarakat juga kami imbau untuk tidak mudah percaya dengan isu-isu yang belum tentu kebenarannya,” pungkas Awi.
Rujukan
[HOAX] Penculik Anak dengan Mukena Pink dan Pura-pura Gila
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 30/10/2016
Berita
Sekedar info buat warga depok ini salah satu pelaku penculikan yang tertangkap tadi sore di daerah kampung benda cipayung depok.. modusnya pura-pura gila menggunakan mukena..komplotan udah menyebar di daerah jembatan serong rawa denok bulak rambutan..
Ini ada info lagi, ada yang ketangkap di bumi agung pasput, sawangan.Dg ciri2 mukena pink jg..kok aneh, kyk seragaman gini. Calon korbannya Anak umur 4 tahun, tinggal di gg alif, ktangkepnya di perum bumi agung.. Siang ini kejadian di sawangan permai. Memakai mukena pink pura2 gila..
Ini ada info lagi, ada yang ketangkap di bumi agung pasput, sawangan.Dg ciri2 mukena pink jg..kok aneh, kyk seragaman gini. Calon korbannya Anak umur 4 tahun, tinggal di gg alif, ktangkepnya di perum bumi agung.. Siang ini kejadian di sawangan permai. Memakai mukena pink pura2 gila..
Hasil Cek Fakta
Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Teguh mengatakan memang ada penangkapan perempuan di wilayah Depok. Namun, Ia membantah jika dikatakan penangkapan itu terkait penculikan.
“Tapi dia bukan penculik,” katanya, Senin (26/9/2016).
Kompol Teguh menerangkan, penangkapan tersebut dikarenakan kurang bayar ongkos ojek. “Harusnya Rp 80 ribu, tapi dia cuma bayar Rp 50 ribu. Tukang ojek minta HP sebagai jaminan, korban tidak mau dan kabur. Dia diteriaki pencuri, lalu diamankan warga di dekat makam,” ujarnya.
“Tapi dia bukan penculik,” katanya, Senin (26/9/2016).
Kompol Teguh menerangkan, penangkapan tersebut dikarenakan kurang bayar ongkos ojek. “Harusnya Rp 80 ribu, tapi dia cuma bayar Rp 50 ribu. Tukang ojek minta HP sebagai jaminan, korban tidak mau dan kabur. Dia diteriaki pencuri, lalu diamankan warga di dekat makam,” ujarnya.
Rujukan
Halaman: 8283/8351




