• [SALAH] “Perbaikan Sistem Tiket Elektronik Commuterline Dilakukan Selama 14 Hari”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 25/07/2018

    Berita

    Ada isu yang dinilai dapat merugikan pihak KCI dan para penumpang. Diisukan perbaikan sistem tiket elektronik atau penggunaan tiket kertas akan memakan waktu selama 14 hari ke depan.

    Hasil Cek Fakta

    VP Corporate Communication PT. KCI Eva Chairunisa membantah terkait isu tersebut. “Bohong itu, tadi pukul 10.00 WIB, Senin (23/7) penggunaan tiket baik KMT, THB, dan dari kartu bank lain sudah bisa diakses kembali,” kata Eva.

    Direktur Utama PT KCI, Wiwik Widayanti juga menegaskan tiket kertas tersebut hanya berlaku selama sistem tiket elektronik tidak bisa dipakai dan tidak diberikan secara gratis. “Itu hanya digunakan saat sistem tak berjalan. Bukan seperti yang berita itu akan 14 hari, itu diberikan secara gratis, tidak. Kemarin KCI sudah keluarkan statement,” ujar Wiwik.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [KLARIFIKASI] Ustaz Fadlan Garamatan Tidak Maju Sebagai Caleg Dari PDIP

    Sumber:
    Tanggal publish: 24/07/2018

    Hasil Cek Fakta

    Dikabarkan bahwa Ustaz Fadlan Garamatan maju sebagai calon legislatif (caleg) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Atas kabar tersebut, ustaz kenamaan dari Papua tersebut memberikan klarifikasi. Dilansir dari kumparan.com dan kiblat.net, Ustaz Fadlan Garamatan memastikan bahwa kabar dirinya maju sebagai caleg tidak benar. “Kaum muslimin dan muslimat di mana saja berada, saya tidak pernah menandatangani calon dari partai PDIP, itu adalah fitnah, itu adalah hoaks yang dilakukan sekelompok orang untuk merusak dakwah saya dan merusak kegiatan saya. Dan itu adalah orang-orang yang ingin menghancurkan dakwah yang saya lakukan selama ini,” ujarnya.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [HOAKS] "Hati-hati mengonsumsi beberapa bagian ayam ini"

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 24/07/2018

    Berita

    "Hai, Moms! Hati-hati mengonsumsi beberapa bagian ayam di bawah ini ya:
    .
    1. Kulit. Kulit merupakan bagian tubuh ayam yang disuntik hormon dan antibiotik sehingga sisa-sisa bahan kimia ini masih terkandung pada kulit ayam.
    .
    2. Terdapat kelenjar getah bening yang berbentuk benjolan kecil di leher. Nah, kelenjar getah bening berfungsi untuk melindungi ayam dari bibit-bibit penyakit yang mausk ke tubuhnya.
    .
    3. Ceker merupakan salah satu bagian tubuh yang disuntik oleh zat kimia guna proses pengembangbiakan dan pertumbuhan ayam.
    .
    Ceker ayam bahkan bisa menyebabkan risiko penyakit kanker serviks, kanker payudara, kanker rahim, serta endometriosis, jika dikonsumsi secara berlebihan oleh para wanita.
    .
    4. Sayap ayam merupakan bagian ayam yang disuntik hormon seiring pertumbuhan si ayam. Bahkan, sayap ayam bisa disuntik hormon sebanyak 4 kali, Moms!
    .
    5. Terlalu sering mengonsumsi hati ayam berisiko mengalami gangguan pencernaan, meningkatnya kadar kolestrol, serta asam urat.
    .
    Sumber: mommyasia.id/4649
    .
    .
    .
    #ayam #kesehatan #food #healthyfood #chicken #mommy #mommyasia #mommyasiaid".

    Hasil Cek Fakta

    Hoax yang pernah beredar di 2017, 2016 dan 2014. "Sayap dan ceker ayam sebagai penyebab kanker hanya asumsi. Belum ada pembuktian ilmiah soal ini. Kabar ini bisa dikategorikan sebagai hoax. Meski begitu, harus tetap diperhatikan jumlah asupan makanan yang diterima tubuh. Jangan sampai berlebihan dan membahayakan kesehatan.", selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Kenaikan Biaya PBB Sebesar 100 Persen di Jagakarsa Jakarta Selatan

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 24/07/2018

    Berita

    Belum lama ini sebuah akun twitter @hotelsyariah_JKT mengabarkan adanya kenaikan pajak bumi dan bangunan (PBB) hingga sebesar 100% di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

    Hasil Cek Fakta

    Pemprov DKI Jakarta telah melakukan penelusuran dan setelah dilakukan pengecekan ternyata informasi tersebut tidak terbukti. Akun twitter tersebut pun kini sudah non aktif.

    “Menurut info dari Kepala UPPRD (Unit Pengelola Pajak dan retribusi Daerah) Jagakarsa seperti itu,” kata Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) Pemprov DKI Jakarta Faisal Syafruddin kepada Medcom.id, Sabtu, 21 Juli 2018.

    Faisal mengaku tidak mengetahui pemilik akun itu. Yang jelas, kata dia, informasi soal kenaikan NJOP 100% di Jagakarsa tidak benar.

    Senada dengan Faisal, Kepala Unit Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (UPPRD) Pemprov DKI Johari menyebut bahwa kenaikan PBB di kawasan tersebut tidak seperti yang disebutkan.

    “Itu kemarin yang hotel naik 39% di Jagakarsa. Dan wajib pajaknya mau bayar kok,” ungkap Johari saat dihubungi Kontan.co.id, Sabtu (21/7).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini