Info dr dinas kesehatan kota tangerang..permen jari ditemukan di sekolah daerah ciledug..anak yang mengkonsumsi permen ini tertidur selama 2 hari.seperti orang kecanduan..minta2 permen jari..sekarang dlam penyelidikan..mohon hati2 bwt kita semua..mihon bu guru..mint tolong anak2 dilarang jajan di abang2..yg julanny aneh2
(HOAX)Permen Jari Rasa Narkoba
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 07/10/2016
Berita
Hasil Cek Fakta
Pesan berantai anonim itu tidak hanya tersebar kepada masyarakat yang tinggal di daerah Kota Tangerang, Banten. Ada varian narasi lain yang menyebutkan bahwa permen tersebut telah tersebar di Ponorogo, Jawa Timur dan Depok, Jawa Barat. Tidak diketahui di daerah mana awal penyebaran pesan berantai tersebut.
Klarifikasi atas kebenaran isu ‘permen jari’ itu sudah berhasil didapatkan oleh portal berita detik.com dengan mewawancarai Kepala Puskesmas Kauman Sumoroto, Ponorogo dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo. Berdasarkan klarifikasi tersebut, tidak ada peredaran ‘permen jari’ di daerah Ponorogo.
Selain itu, detik.com melakukan penelusuran asal-muasal ‘permen jari’ yang diklaim sebagai permen narkotika tersebut. Penelusuran detik.com berhasil menemukan distributor ‘permen jari’ yang ada di Kota Bandung. Melalui wawancara dengan Tim Promosi permen jari tersebut, diketahui bahwa permen tersebut telah lulus uji Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Dengan demikian, tidak ditemukan kandungan berbahaya di dalam permen tersebut.
Penelusuran lainnya yang dilakukan detik.com dengan mewawancarai Polsek Ciledug. Menurut penelusuran detik.com, Polsek Ciledug tengah menangani kasus tersebut dan kebenaran pesan berantai tersebut tidak terbukti kebenarannya.
Berikut kutipan hasil penelusuran detik.com tersebut:
[…]detikcom mengkonfirmasi pesan berantai ini langsung kepada Kepala Puskesmas Kauman Sumoroto, Dr. Yunita yang dituliskan sebagai sumber informasi dalam pesan tersebut.
Menurut Yunita pesan berantai tersebut memang viral di sekitar Kauman, namun dia tidak mengetahui secara pasti siapa yang pertama kali menyebarkan pesan tersebut.
Yunita mengatakan setelah mendapat pesan berantai melalui media sosial dia langsung berkoordinasi dengan pengawas sekolah yang berada di area kerjanya, Kauman Sumoroto dan pihak kepolisian.
“Ternyata ke kepala masing-masing juga tidak ada konfirmasi ulang, saya konfirmasi Kapolseknya juga tidak ada,” ujar Yunita saat dihubungi detikcom, Selasa (11/10/2016).
Kesimpulan
Rujukan
(HOAX) : Satpol PP Pasang Spanduk Untuk Kampanye Ahok – Djarot
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 21/09/2016
Berita
Meme itu bergambar dua personel Satpol PP sedang berada di dekat spanduk, salah satunya menyentuh ujung spanduk yang bergambar Ahok-Djarot, bertuliskan “Sudah Terujui dan Terbukti” dengan tanda “Relawan Ahok-Djarot”.
Ada tulisan dalam meme itu, berbunyi, “Baru juga diumumkan 18 September 2016… belum resmi daftar dan jadwal kampanye, sudah langgar aturan. Sejak kapan Satpol PP malah pasang spanduk kampanye?? Biasanya Satpol PP itu tugasnya tertibkan dan turunkan spanduk kampanye/iklan yang langgar aturan keindahan kota. Mana Bawaslu/Panaslu apa sudah disuap Ahok?”
Hasil Cek Fakta
“Itu pencopotan, bukan pemasangan,” kata Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Jupan Royter, saat dikonfirmasi, Rabu (21/9/2016).
Rujukan
Kemoterapi Pada Penderita Kangker Memperpendek Umur 4 Kali Lipat
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 19/09/2016
Berita
Hasil Cek Fakta
Ketika itu, ilmu medis seputar kanker memang masih Belum semaju sekarang.
Kini situasinya sudah berubah total. Kedokteran modern sudah bisa menyembuhkan kanker.
Rujukan
(HOAX) : Bangkrut, Jokowi Lirik Uang Zakat di Baznaz Buat Dipakai
Sumber:Tanggal publish: 16/09/2016
Berita
Hasil Cek Fakta
Dalam artikel tersebut disebutkan kepala bappenas menyatakan pemerintah ingin dana zakat digunakan untuk membantu memperkuat program pemerintah dalam mengatasi kemiskinan di tanah air. Lalu mengapa tiba-tiba judulnya jadi seolah-olah negara bangkrut?
Disisi lain, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Bambang Sudibyo, membantah, pemerintah akan menggunakan dana zakat untuk kepentingan program pengentasan kemiskinan. Bambang juga membantah bahwa hal ini karena kondisi keuangan negara yang seret.
“Itu yang menggunakan tetap Baznas, cuma Bappenas akan ikut campur dalam koordinasinya,” kata Bambang saat dihubungi Republika, Sabtu (17/9).
Tujuannya, menurut Bambang, agar program pemerintah sinkron dengan Baznas. Baznas pun, kata Bambang, juga termasuk pemerintah namun non struktural. Ke depannya, kata dia, koordinasi antara Baznas dengan pemerintaj akan lebih intensif.
Pasalnya, pengentasan kemiskinan tidak hanya dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), termasuk juga zakat. “Dana zakat dari masyarakat, APBN pun sebenarnya dari masyarakat cuma bentuknya pajak. Bagaiamana pajak dengan zakat disingkronkan,” ujarnya.
Guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM) itu menambahkan, sinkronisasi nantinya dalam bentuk program. Karena itu, Bambang menegaskan, dana zakat tetap digunakan oleh Baznas.



