Sebuah akun Facebook dengan nama ‘Agus Sugianto Agus’ memposting gambar ke grup Facebook ‘Boikot Metro TV Krn Melakukan Pembodohan Publik’, yang menyerupai hasil capture siaran berita dari sebuah stasiun TV swasta Indonesia. Di dalam gambar tersebut ada baris yang bertuliskan ‘AHOK RESMI DI HUKUM PANCUNG’. Dan gambar itu juga disertai sebuah kalimat:
‘jangan lupa jasad nya langsung buang ke laut aja’.
HOAX: Ahok Resmi Dihukum Pancung
Sumber: facebook.comTanggal publish: 29/04/2018
Berita
Hasil Cek Fakta
Gambar hoax berasal dari capture siaran berita stasiun Metro TV pada tahun 2014 silam yang diedit. Gambar yang asli bisa didapatkan dengan memutar rekaman siaran tersebut yang ada di YouTube (tautannya ada di bawah) maju hingga menit ke 10:48 dan hasilnya seperti berikut:
Rujukan
[SALAH] “Di Balik Pembangunan Proyek Jalan Tol di Semarang, Ada 164 Mesjid yang Harus di Robohkan”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 28/04/2018
Berita
Ini ada cerita yang membuat nyesek di dada. Di balik pembangunan Proyek Jalan Tol di semarang, ada 164 mesjid yang harus di robohkan.
Sadarkah kita wahai umat muslim…????
Innalillahi Wa Innailaihi Rajiun”.
Sadarkah kita wahai umat muslim…????
Innalillahi Wa Innailaihi Rajiun”.
Hasil Cek Fakta
Berita tahun lalu. Klarifikasi dari BPN: “Lamanya proses pembebasan lahan wakaf, sambung dia, karena proses yang tidak mudah. Untuk membebaskan lahan wakaf, BPN harus melakukan inventarisasi, menaksir harga, lalu mencari tanah pengganti. Selain itu, pembebasan tanah wakaf juga harus minta izin Menteri Agama.”, selengkapnya di poin (1) bagian REFERENSI.
Rujukan
[BENAR] “Kronologis Polisi Berondong Sedan Terobos Razia di Lubuklinggau”
Sumber:Tanggal publish: 28/04/2018
Hasil Cek Fakta
Kapolda Sumsel, Irjen Pol Agung Budi Maryoto saat memberikan keterangan pers kepada awak media terkait kejadian penembakan terhadap mobil sedan di Lubuklinggau.
SRIPOKU.COM, PALEMBANG — Kapolda Sumsel, Irjen Pol Agung Budi Maryoto, mengatakan, plat mobil sedan Honda City hitam BG 1488 ON yang ditembak di Lubuklinggau hingga menyebabkan jatuhnya seorang korban jiwa, diketahui merupakan palsu.
“Plat mobil sedan tersebut setelah dicek ternyata palsu. Plat aslinya adalah B (Jakarta) dan bukan BG (Sumsel). Dan diketahui mobil tersebut merupakan milik sebuah yayasan yang berada di Jakarta,” jelasnya saat jumpa pers bersama awak media di Polda Sumsel, Rabu (19/4/2017).
Sedangkan saat disinggung kenapa mobil tersebut bisa dibawa sang sopir dan apakah mobil tersebut merupakan mobil curian, Kapolda mengatakan, hal itu masih dalam pemeriksaan.
“Semuanya masih dalam pemeriksaam termasuk juga menunggu sopirnya yang masih dalam perawatan. Dan malam ini, mobil tersebut akan langsung dibawa ke Polda untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” terangnya.
Editor: Refly Permana”.
SRIPOKU.COM, PALEMBANG — Kapolda Sumsel, Irjen Pol Agung Budi Maryoto, mengatakan, plat mobil sedan Honda City hitam BG 1488 ON yang ditembak di Lubuklinggau hingga menyebabkan jatuhnya seorang korban jiwa, diketahui merupakan palsu.
“Plat mobil sedan tersebut setelah dicek ternyata palsu. Plat aslinya adalah B (Jakarta) dan bukan BG (Sumsel). Dan diketahui mobil tersebut merupakan milik sebuah yayasan yang berada di Jakarta,” jelasnya saat jumpa pers bersama awak media di Polda Sumsel, Rabu (19/4/2017).
Sedangkan saat disinggung kenapa mobil tersebut bisa dibawa sang sopir dan apakah mobil tersebut merupakan mobil curian, Kapolda mengatakan, hal itu masih dalam pemeriksaan.
“Semuanya masih dalam pemeriksaam termasuk juga menunggu sopirnya yang masih dalam perawatan. Dan malam ini, mobil tersebut akan langsung dibawa ke Polda untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” terangnya.
Editor: Refly Permana”.
Rujukan
[SALAH] “PKS Memasang Spanduk di Depok yang Bertuliskan #2019 Membawa Misi Merubah Negara Demokrasi Menjadi Sistem Khilafah Islamiyah”
Sumber: twitter.comTanggal publish: 27/04/2018
Berita
PKS Memasang Spanduk di Depok yang Bertuliskan #2019 Membawa Misi Merubah Negara Demokrasi Menjadi Sistem Khilafah Islamiyah
Hasil Cek Fakta
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Depok dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Suparyono, kemudian anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi PKS, Imam Budi Hartono dan Politisi PKS yang juga mantan Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo), Tifatul Sembiring serentak membantah spanduk berlogo PKS bertuliskan “#2019 Membawa Misi Merubah Demokrasi Menjadi Sistem Khilafah Islamiyah” yang terpasang di Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) yang menghubungkan Depok Town Square dan Margo City, Depok. Mereka menjelaskan spanduk itu bukan produk PKS dan sebagai bentuk mendiskreditkan PKS. Spanduk tersebut pun sudah dicopot oleh Satpol PP setempat sejak pukul 09.00 pagi tadi.
Rujukan
Halaman: 8392/8713



